
"Harganya alam semesta...? Logika seperti apa yang mereka miliki ketika sudah menghentikan kita akan dihadiahi alam semesta Yuusuatouri..."
"...mungkin mereka menganggap bahwa kita ancaman utama sampai melupakan Legenda lainnya seperti Kakek kita." Kata Konomi.
"Manusia memang sangat hebat dalam lawakan, aku juga ingin tertawa melihat ini..."
"...dengan mengalahkan kita berlima, seseorang yang berhasil melakukannya akan mendapat hadiah yaitu alam semesta Yuusuatouri." Shinobu menahan tawanya selagi memperhatikan layar itu.
"Mereka memang menganggap Legenda lainnya sebagai sampah, justru satu Legenda saja sudah cukup untuk mengguncang negara tanpa harus mengeluarkan setengah persentase apapun terhadap kekuatan murninya."
"Hahaha... Hahaha..." Shinobu mulai tertawa pelan sampai mereka menatap dirinya karena bisa mendengar suara gema yang berhasil dari makhluk halus.
"Hahh... kalau begitu kita bisa memulai strategi kita untuk menghancurkan bumi, apakah kalian siap untuk tidak memberikan ampunan?" Tanya Shinobu kepada mereka semua.
"Ya, kamu adalah pemimpin kami... kita berlima tim pemberontak yang menyelesaikan sesuatu dengan memberontak tanpa harus memandang lawan." Kata Ako.
"Kalau begitu, kita berpencar dan membaginya saja---"
"Apakah saya boleh mengganggu sebentar?" Tanya Cyber yang memotong pembicaraan Shinobu sampai ia kembali menatap layar di belakangnya.
"Ada apa lagi sekarang...? Semoga bukan masalah yang membuat kita semakin lama untuk membantai umat Manusia." Kata Shinobu.
"Soal Bounty ini... saya sudah masuk ke dalam sistem terletak pada Mars, berita ini di siarkan kepada seluruh alam semesta agar Manusia dapat mendapatkan bantuan lainnya."
"Bagi mereka yang tidak menggunakan komunikasi atau teknologi, sebuah pesawat luar angkasa akan mengelilingi setiap alam semesta untuk memberikan kertas yang menunjukkan Bounty itu."
"Tidak begitu efektif sepertinya... bangsa Iblis dan Vampir tidak begitu peduli karena mereka tahu musuh yang sebenarnya adalah umat Manusia..."
"...mereka ingin sekali menyerang Yuutouri tetapi tidak bisa terbang atau melakukan perpindahan karena sihir sudah hilang, mungkin Anda ingin memberitahu mereka semua?"
"Tidak perlu, bangsa Iblis dan Vampir masih berada dalam catatan terpercaya untuk diriku, terutama lagi nanti aku akan berurusan dengan Vampir untuk membahas sesuatu."
"Biar aku tebak, hanya Fallen Angel dan Dark Elf yang menerima Bounty tersebut sampai mereka ingin membantu umat Manusia?" Tanya Shinobu.
"Itu benar... tetapi sesuai dengan kalkulasi yang saya hitung, tidak semuanya tertarik untuk berada dalam pihak umat Manusia."
"Aku mengerti sekarang... kalau begitu kita tidak perlu Mempermasalahkan Bounty jika hadiah yang mereka dapatkan saat ini adalah kematian itu sendiri."
"Putri kecil... mungkin saya ingin memberikan berita buruk pada Anda bahwa Legenda kerajaan sepertinya masih tertarik dengan menerima banyak Bounty tentang dirimu."
"Siapa?"
"Planet Lezesti."
Shinobu menghela nafasnya pelan karena akan sangat bermasalah jika bangsa Legenda yang berada dalam pihak kerajaan membuat keributan hanya untuk mengambil Bounty demi bisa menyingkirkan dirinya.
"Setidaknya bangsa Legenda masih bisa dibantu sedikit demi sedikit... perubahan itu juga bukan disebabkan oleh diri mereka masing-masing melainkan hasutan Dewa."
__ADS_1
"Kalau begitu, kita akan merancang rencana di Yuusuatouri untuk mengurusi sesuatu." Shinobu menatap mereka semua yang langsung mengangguk dan menyetujui dirinya.
***
Pesawat kucing Shinobu membawa mereka kembali menuju alam semesta Yuusuatouri hanya untuk mengurusi planet yang bisa dibilang cukup ribut soal Bounty itu.
Semua Legenda kerajaan itu dapat melihat kedatangan pesawat kucing yang langsung mendarat di atas tanah lalu membukakan sebuah pintu untuk Shinobu bersama yang lainnya keluar.
Koizumi sudah melakukan sedikit pemanasan dengan meninju tapaknya sehingga tetapi Shinobu langsung menghentikan dirinya karena ia bisa melakukannya dengan cepat, "Tunggu..."
"...jangan habiskan tenagamu kepada para sampah yang sudah tidak bisa dibilang sebagai Legenda, mereka yang mau membantu Manusia berhak mati." Kata Shinobu yang berbicara melalui pikiran mereka semua.
"Itu dia, sepertinya jika kita berhasil mengalahkan kelima Legenda itu maka imbalan yang kita dapatkan adalah alam semesta itu sendiri!" Ucap salah satu Legenda kerajaan sampai mereka mengeluarkan banyak senjata tajam.
"Kenapa kalian menyerang diriku...? Kenapa kalian menerima imbalan Manusia yang begitu hina?" Tanya Shinobu sebelum ia mengakhirinya.
Semua pasukan Legenda kerajaan itu mundur hanya untuk memberikan jalan bagi raja mereka yang sudah dipenuhi dengan zirah untuk bersiap bertarung melawan Shinobu dan yang lainnya.
"Apakah kamu yakin akan berbicara tanpa harus menyelesaikannya dengan baku hantam?" Tanya Hinoka.
"Tenang saja... aku sudah bilang untuk tidak menghabiskan waktu dengan para sampah, mereka juga tidak pantas dijadikan sebagai pemanasan karena Bumi lah pemanasan itu sendiri untuk kita."
"Aku hanya tidak ingin Bangsa Legenda mengalami takdir yang sama dengan umat Manusia saat ini yaitu kebodohan dan ketidakwarasan..."
Shinobu menatap semua Legenda itu yang langsung melempar sebuah panah ke arah dirinya tetapi semua temannya berhasil menangkapnya, "Apakah kita tidak mau berbicara dulu sebelum memulainya?"
"Kalian dibodohi oleh umat Manusia itu sendiri, cukup mengecewakan bangsa Manusia dapat dijadikan sebagai pion oleh mereka..." Shinobu menghela nafasnya lalu ia memejamkan kedua matanya.
"Ya sudah, kita pergi saja." Shinobu melangkah kembali menuju pesawat sampai mengejutkan semua teman-temannya yang masih memperhatikan semua pasukan kerajaan itu.
"Bagaimana dengan mereka?" Tanya Konomi.
"Mereka bisa menciptakan perang sendiri." Shinobu menatap semua Legenda itu lalu ia melebarkan matanya sampai semua pikiran Legenda kerajaan itu mulai dikendalikan olehnya.
Semua pasukan kerajaan itu menodongkan semua senjata tajam kepada raja mereka sendiri sampai raja tersebut memasang tatapan kaget seketika, "Oi, ada apa ini!? Bukan aku musuhnya...!!!"
"Bunuh raja itu... setelah itu, kalian bisa saling membunuh satu sama lain... pemenang yang berhasil bertahan sampai titik akhir akan mendapatkan hadiah..."
"...ya, izin untuk melakukan bunuh diri." Shinobu menjentikkan jarinya sehingga raja itu langsung dibunuh oleh pasukannya sendiri, setelah itu langsung berperang melawan satu sama lain demi memenangkan izin untuk melakukan bunuh diri.
"Sudah, kita akan langsung pergi menuju markas kita sekarang." Kata Shinobu.
Semua teman-temannya mengingat bahwa dirinya dapat membunuh dan membuat musuh gila kapan pun yang ia inginkan hanya dengan pikirannya sendiri sampai Hinoka baru saja sadar kenapa ia tidak menggunakan itu kepada umat Manusia.
"Kamu tadi menggunakan The Mind ya...? Cukup mengerikan jika efeknya bisa sebesar itu sampai membuat mereka semua tidak memandang rekan sehingga menyebabkan perang antar satu sama lain." Kata Hinoka.
"Membunuh musuh kita secara instan itu tidak memberikan kepuasan apapun tanpa melihat ekspresi menderita mereka..."
__ADS_1
"...lagi pula kita membantai hanya untuk memperingati mereka untuk tidak macam-macam dengan bangsa Legenda."
"Dan juga melawan balik dengan apa yang sudah mereka perlakuan dengan seluruh alam semesta Touriverse, banyak sekali bangsa Legenda yang lemah mati..."
"...padahal yang lemah masih bisa berubah menjadi seseorang kuat, tetapi umat brengsek itu membunuh mereka hanya dengan memanfaatkan konsep sihir yang sudah musnah itu."
"Tadi hanya pengecualian karena aku tidak mau menghabiskan waktu lebih lama lagi, tetapi untuk umat Manusia..."
"...aku sudah tidak sabar untuk membunuh mereka satu per satu dan melihat wajah menderita mereka!" Seru Shinobu dengan ekspresi kesal.
"Mereka sudah menghancurkan dunia kita maka akan aku hancurkan dunia mereka lebih kacau lagi tanpa menyisakan siapa pun...!"
***
"Akhirnya kalian pulang dengan selamat, apa yang terjadi?" Tanya Anastasia yang berpapasan secara langsung dengan Shinobu bersama lainnya.
"Rencana berubah... tidak ada lagi kesempatan yang bisa kita berikan kepada umat Manusia karena kebodohan yang sudah sampai akar-akarnya." Jawab Shinobu.
"Bagaimana? Apakah kamu berhasil menyusup ke dalam Mars?" Tanya Shinobu yang mulai menerima sebuah barang dari Anastasia.
"Jadi... jadi selama ini Anastasia tidak ikut dengan kita karena menyamar di dalam markas utama itu?!" Tanya Hinoka dengan tatapan kaget sampai Anastasia hanya bisa tertawa kecil.
"Shinobu sudah meminta diriku sejak awal... itulah kenapa kau berhasil membawakan alat pengubah koordinasi pelepasan rudal nuklir baru itu." Kata Anastasia, mereka semua langsung menatap Shinobu yang memegang sebuah Chip.
"Ini bisa kita gunakan ketika menyamar di Mars, sekarang kita hanya perlu melakukan pemanasan yaitu memusnahkan umat Manusia di planet bumi." Shinobu bergegas menuju markas bersama mereka semua.
Beberapa menit kemudian, mereka semua berkumpul di dalam ruangan bawah tanah Shinobu untuk membagi tugas soal pembantaian itu, Anastasia memutuskan untuk membantu sampai ia bersyukur bahwa tidak ada yang mencurigakan dirinya.
Mungkin karena Shinobu yang menjelaskan kepada mereka bahwa ia selama ini tidak ikut karena menyamar di planet Mars untuk mengambil beberapa barang yang Shinobu butuhkan untuk menyelesaikan sesuatu.
"Baiklah... Manusia itu bisa dibilang memiliki populasi yang sangat banyak, mereka juga tinggal di pulau yang bisa disebut negara berbeda..."
"...jangan menghancurkan apapun, tugas kalian hanya satu yaitu membunuh Manusia tanpa menyisakan satu pun karena kita sekarang akan mencatat sejarah baru yaitu menyebabkan kepenuhan untuk bangsa yang tidak berguna."
Mereka semua mengangguk, menyetujui dirinya tanpa harus mengatakan apapun lagi karena tujuan untuk memusnahkan bangsa yang sudah membunuh bangsa mereka sendiri perlu menerima balasan yang lebih besar.
"Kita tidak perlu pasukan Legenda lainnya... kita berlima sudah cukup untuk membasmi setiap Manusia yang ada dalam negara."
"Kita berpisah... satu orang membasmi Manusia yang berada di dalam negara berbeda, jumlah kita juga terbatas tetapi aku bisa menggunakan Mecha-Neko untuk membantu menyingkirkan juga."
"Itu saja... Bunuh... Bantai... membuat umat Manusia kapok dalam kematian mereka, apa yang dapat mereka rasakan ketika sudah mati adalah penyesalan terbesar dapat dirasakan karena memilih musuh yang salah!"
"Jika Manusia menginginkan kita sebagai musuh, baiklah, akan aku kabulkan permintaan mereka sekarang juga."
"Maupun itu adalah seorang anak, bayi, manusia tua..."
"...bunuh musuh kita tanpa harus memandang lawan!"
__ADS_1
"Jangan menyisakan siapa pun!"