Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 430 - Baja dan Besi


__ADS_3

"Asriel...!" Shuan menatap Asriel, ia mengangguk lalu melepaskan suhu dingin di dalam mobil itu dan Shuan mengeluarkan Golden Earth lalu menyerap semua suhu dingin itu dan mengubahnya menjadi tanaman yang tumbuh melalui suhu ruangan di sekitarnya.


Musuh itu terkejut ketika melihat jembatan mulai ditumbuhi dengan tanaman emas yang mengangkat mobil itu ke atas.


"Kebetulan sekali, tadi... sopir itu membuka jendela mobil sedikit karena membutuhkan angin yang alami untuk masuk ke dalam mobil, suhu yang dilepaskan oleh Asriel dapat bersatu dengan angin di luar jadi aku dapat mengontrolnya menggunakan Golden Earth untuk mengubahnya menjadi tanaman...!!!"


"Dengan ini kita...!!!" Shuan menghantam pintu dengan bumi emas itu sehingga semua logam itu mulai terserap dan menyebabkan bumi emas yang ia pegang hancur menjadi kepingan kecil.


Golden Earth juga dapat menyerap material apa pun yang berasal dari bumi, logam dan baja termasuk material yang dimiliki oleh bumi.


Untuk sementara Shuan membutuhkan waktu yang lama untuk menciptakan kembali bumi emas itu, setidaknya mereka bisa melarikan diri dari dalam mobil itu dengan melompat keluar, semua tumbuhan emas itu mulai membantu mereka untuk mendarat dengan baik.


"Kemampuan tadi cukup mengerikan jika kita berada di ruangan yang sempit... Ia lebih menonjol dengan kemampuan untuk mengubah sesuatu menjadi besi dan baja lalu menciptakan pertahanan yang begitu kuat."


"Kita harus berhati-hati dan menjaga jarak dengan Shuan agar ia bisa menggunakan Golden Jupiter." Kata Rokuro, ia melihat musuh itu bangkit dari atas jembatan dengan ekspresi yang kesal.


Mereka akhirnya bisa mengetahui identitas musuh yang menyerang mereka, seorang ras Giant yang memiliki kemampuan untuk mengubah benda apa pun menjadi logam dan baja.


Ia juga dapat bersatu dengan logam itu untuk memberi dirinya kesempatan penyerang secara diam-diam, seperti Assassin tetapi Giant lebih menonjol dengan pertahanan yang begitu ketat dan kuat.


Giant itu mulai mengubah tubuhnya menjadi baja dan bahkan menciptakan zirah yang terbuat dari lapisan logam.


"Hebat juga... kalian diselamatkan dengan sebuah kebetulan dari jendela yang terbuka sedikit... jika saja aku tadi lebih fokus dengan jendela maka kalian sudah menjadi mayat di dalam mobil itu, sekarang aku tidak akan memberikan kalian kesempatan apa pun.


"Angkatan satu sombong seperti kalian pantas untuk dikeluarkan--- tidak, dibunuh saja!!!"


Giant itu menyentuh daratan lalu mengubah jembatan itu menjadi baja yang begitu keras, kedua kaki mereka tiba-tiba tidak bisa digerakkan karena tertahan oleh baja yang sangat keras.


Asriel melepaskan beberapa Dark Pulse ke arah Giant itu tetapi serangannya tidak mampu menghancurkan zirahnya itu.

__ADS_1


Rokuro mulai memikirkan cara lain untuk menggunakan kemampuan Greednya tetapi memakan waktu yang cukup lama karena ia bisa melihat jalan jembatan itu mulai membentuk beberapa senjata yang memanjang dan mengarah ke arah mereka semua.


"Golden Uranus!!!" Seru Shuan keras dan ia berhasil mengubah baja yang menahan kaki mereka menjadi es emas, dengan cepat Asriel langsung menghancurkan semua logam itu menggunakan sihirnya dan mereka berhasil bebas.


Dengan cepat mereka mulai berpencar untuk melawan Giant itu dengan cara yang berbeda, Shuan terpaksa harus mundur untuk menciptakan kembali bumi emas yang memakan waktu cukup lama sekali.


Asriel dan Rokuro akan mengulur waktu untuk Shuan yang memiliki kesempatan besar untuk membawa mereka menuju puncak kemenangan, Rokuro memunculkan sabitnya lalu ia melemparnya ke arah Giant itu tetapi ia menahannya menggunakan kedua lengannya.


Menahan serangan sabit tadi adalah pergerakan yang salah karena zirahnya membeku tiba-tiba karena Asriel sempat menyelimuti sabit itu dengan sihir es.


"Rokuro... aku akan membantu dirimu dengan sihir esku." Kata Asriel, Rokuro mengangguk lalu ia mulai mendekati Giant tersebut dan menarik kembali sabitnya."


"Ia hanya bisa menyerang menggunakan sabit itu dengan melemparnya beberapa kali dan ternyata zirah yang ia kenakan retak ketika menerima beberapa serangan dari sabit yang ia miliki ditambah dengan bantuan dari sihir es milik Asriel yang mampu mengurangi pertahanan itu menjadi lemah.


"Asriel... lakukan apa yang aku katakan...!" Asriel tiba-tiba melihat Rokuro yang menatap Giant itu dengan tatapan tajam.


Asriel mengangguk lalu ia menghentikan pelepasan sihir esnya dan melihat Rokuro yang melompat ke atas lalu mengangkat sabitnya tinggi lalu menyerap seluruh energi yang berada di jarak 500 meter di sekitarnya, kekuatan yang ia dapatkan cukup besar dan ia langsung melempar sabit itu ke arah musuhnya dengan cepat.


Menciptakan baja yang bergerak lalu menciptakan sebuah tembok besar untuk melindungi dirinya dari serangan sabit itu, sabit itu mulai beradu dengan tembok yang berada di hadapan Giant itu, ia masih mendengar suara bising dari sabit yang masih berputar dan menerobos pertahanan temboknya itu.


"Tidak ada artinya...!!! Dasar bo---!" Giant itu dikejutkan dengan kedatangan iblis dengan julukan sebagai pangeran neraka, Mammon.


Mammon itu memegang sabit milik Rokuro dengan erat lalu menghancurkan tembok di hadapannya dengan satu serangan, Giant itu juga bahkan terkejut ketika melihat Rokuro bisa memanggil seekor iblis yang terlihat begitu mengerikan bahkan sampai membuat jantungnya berdetak cukup cepat.


Giant tersebut mencoba untuk mengecil tetapi Asriel menggagalkan dengan menendang ke depan lalu menciptakan jalan es yang mampu membuat Giant itu terpelesat ke atas langit.


Giant itu terpaksa harus melarikan diri dan menjaga jarak dengan Mammon, jembatan itu mulai mengeluarkan senjata baja yang bergerak menuju arah ketiga Legenda itu tetapi Rokuro menggunakan kemampuan lainnya untuk memunculkan hutan kegelapan kecil yang melahap semua baja itu dengan menggunakan akarnya.


Giant itu merapatkan giginya lalu mengubah kedua lengannya menjadi meriam yang melepaskan peluru baja tajam yang bisa menembus tubuh mereka, untungnya Mammon itu berhasil melindungi mereka berdua.

__ADS_1


Shuan mencoba untuk menciptakan bumi emasnya dengan cepat agar bisa mempermudah pertarungan, Rokuro dan Asriel melihat Giant itu masuk ke dalam jembatan dengan bersatu menjadi baja.


Situasi bertambah semakin sulit ketika Giant itu merasa kesal, ia dapat berpikir dengan cerdas dengan menyerang mereka melalui jembatan itu, Rokuro langsung menghilangkan Mammon itu untuk menggunakannya di saat yang pas untuk bisa menyerang.


"Ayo, kita lari...!" Seru Asriel, mereka tidak bisa menghabiskan waktu di lebih lama lagi di jembatan yang sudah menjadi tempat kekuasaan untuk Giant tersebut. Mereka melarikan diri lalu melompat dari atas jembatan itu dan dikejutkan dengan air sungai yang berubah menjadi baja.


"S-Sial! Dia mengubah air itu menjadi baja...!" Seru Rokuro.


Mereka berhasil mendarat di atas baja itu tetapi lengan Rokuro langsung di tarik oleh Giant itu lalu memasukkannya ke dalam logam, Giant itu juga berhasil memasukkan kedua kakinya ke dalam baja itu, Asriel melihatnya dan ia mencoba untuk membantu tetapi ia dihentikan dengan baja yang memanjang dan mencoba untuk menusuk dadanya.


Asriel menghantam baja itu sampai hancur menggunakan kedua tinju yang mengandung sihir es, sekali pukulan yang mengenai logam itu maka akan membuat logam tersebut menjadi es dan hancur seketika karena menerima pukulan darinya.


"Si-Sial... Tubuhku... berubah menjadi sekeras baja!" Rokuro mencoba untuk menariknya dan ia tidak bisa, memanggil Mammon kembali juga membutuhkan sebuah konsentrasi tetapi Giant itu mulai menajamkan tangan kanannya dan ia langsung mengayunkan lengannya ke arah leher Rokuro tetapi dihentikan dengan kehilangan gravitasi.


"Golden Moon!" Seru Shuan, Giant itu menatap Shuan dan menerima satu serangan oleh tinju Rokuro yang masih bebas, Giant itu terlempar ke belakang dan Shuan segera menggunakan planet lainnya yaitu Golden Jupiter untuk menekan gravitasi.


Asriel dan Rokuro tidak begitu terpengaruh dengan tekanan gravitasi karena mereka sebagai seorang Legenda memiliki pengalaman berlatih di tekanan gravitasi yang tinggi. Serangan tekanan gravitasi itu juga bahkan tidak mempan karena Giant tersebut berhasil masuk kembali ke dalam jalan yang terbuat dari baja itu.


Asriel berhasil membantu Rokuro keluar dari baja yang terus mengeras itu, Shuan lari ke depan lalu mengambil kartu identitas Giant itu yang tidak sengaja terjatuh, ia menatapnya lalu mengetahui namanya.


"Bergord... Namanya adalah Bergord..." Kata Shuan, ia mulai mengamankan kartu itu dengan memasukkannya ke dalam saku celana lalu ia mendekati kedua temannya untuk menyentuh pakaian dan sepatu yang mereka kenakan dengan cahaya.


"Dia cukup bodoh juga ya... Jika saja ia mengubah pakaian kita menjadi baja maka kita sudah pasti kalah..." Kata Rokuro, ia melihat sekeliling dan Bergord masih berada di dalam baja itu, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang mereka bertiga.


"Sejak awal aku selalu saja bertemu dengan musuh pengecut yang selalu melarikan diri... aku benar-benar benci dengan ras lain selain Legenda, mereka tidak bar-bar sama sekali!" Kata Asriel, ia mulai melepaskan suhu dingin untuk menjaga dirinya bersama kedua temannya dari serangan Bergord.


Tidak ada yang terjadi apa pun, mereka terus melihat sekeliling dan tidak terlalu memperhatikan jembatan baja yang bergerak dengan sendiri lalu terbelah menjadi dua dan memanjang.


Kedua jembatan itu mulai terlepas kan ke arah Shuan bersama kedua temannya sehingga mereka menatap jembatan itu lalu tercengang dengan ukurannya yang sama besar dengan air lautan yang berubah menjadi baja itu.

__ADS_1


"... ...!!!"


__ADS_2