
"Aku tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi, tapi tampaknya kalian tidak di cerna... seharusnya arwah kalian sudah terjebak di sini selamanya." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
"Berani-beraninya kalian para keledai kampung mengambil semua makanan yang sudah susah payah Bamushi makan!!!" Zoiru merasa kesal sekarang sampai kedua matanya memancarkan cahaya hijau.
"Sial, ini buruk!" Kata Haruki.
"Karena itulah ku bilang untuk bergabung! Kita bertiga menggunakan simbol dari gabungan itu untuk menciptakan individu baru...!" Seru Shira, mencoba untuk mengajak Kuro dan Haruki melakukan gabungan tiga orang.
"Jika kita bergabung setelah keluar dari sini, mengalahkannya itu adalah hal yang mudah! Tiga orang bergabung loh...!" Kata Shira dengan tatapan panik karena ia sendiri tidak yakin bisa bertarung lagi.
"Begitu ya... gabungan melalui simbol, jadi kalian mencoba untuk menggunakan cara seperti itu untuk mengalahkan diriku?" Tanya Zoiru yang baru saja mendengar perkataan Shira.
"Oh bagus sekali, Shira, apa yang akan kau beritahu dirinya lagi?" Tanya Kuro kepada Shira yang baru saja membocorkan rencana gabungan itu.
"Dia tidak akan tahu jika kau tetap tenang!" Kata Haruki.
"Begitu ya... jadi begitu... sungguh menyedihkan kalian bangsa Legenda mengandalkan gabungan, sungguh langka bukan?" Zoiru menurunkan kedua lengannya.
Shira dan kedua temannya lalu memunculkan aura mereka, bersiap untuk melakukan pertarungan melawan Zoiru di dalam perut Bamushigaru yang hasilnya entah akan berakhir seperti apa.
"Baiklah, maju kalau begitu, Zoiru! Aku akan membuat lubang besar di dalam tubuhmu itu!" Shira menunjuk ke arah Zoiru.
"Hahaha! Dasar keledai!"
"Apa yang kau tertawakan? Kau pikir aku tidak bisa melakukannya, ya?" Tanya Shira.
"Mustahil, kalian tidak melihat hasil sebelumnya...? Keledaii seperti kalian tetap tunduk di hadapanku dengan luka yang tertera dimana-mana." Perkataan Zoiru membuat Shira kesal bersama kedua temannya.
"Jangan meremehkan diriku yang sudah mendapatkan Legend's Boost..." Sirkuit sihir emas muncul tepat di depan tapak Shira dan sirkuit itu langsung melepaskan gelombang cahaya yang menembus tubuh Zoiru.
Menyebabkan ledakan emas tepat di belakangnya sampai menghancurkan beberapa jaringan daging, Shira melebarkan matanya ketika tubuh Zoiru terlihat baik-baik saja.
"Apa...?"
"T-Tidak mempan?" Kata Haruki.
"Hmm... kau mencoba untuk melempar kertas kepadaku, Shira? Cahayamu terasa seperti cahaya pagi yang menyinari diriku." Ucap Zoiru sambil melakukan sedikit pemanasan.
"Apakah kalian tidak sadar? Sekarang itu, kalian jauh lebih kecil... sangat kecil di bandingkan bakteri karena tubuh kalian yang berada di dalam Bamushigaru "
Shira mengepalkan kedua tinjunya, "Ck... jadi setelah kami mengalahkan dirimu... kami harus mencari jalan keluarnya sendiri?"
"Mustahil, untuk diri kalian yang gegabah mencoba untuk masuk ke dalam perut Bamushigaru."
Shira menatap Kuro dan Haruki, "Apakah kita harus mencobanya?"
""Tentu saja.""
Shira maju ke depan tetapi perutnya menerima satu tendangan sampai ia memuntahkan banyak darah melalui mulutnya, Haruki mencoba untuk menebas leher Zoiru tetapi wajahnya menerima satu pukulan sampai ia terdorong ke belakang.
Kuro mencoba untuk melakukan dua serangan yang dapat menipu Zoiru tetapi wajahnya mendapat satu sambutan dari pukulan Zoiru sampai ia terjatuh di atas gumpalan daging.
__ADS_1
"Dasar keledai... lebih baik diam saja di kandang kalian masing-masing." Zoiru menyilangkan kedua lengannya selagi menatap mereka.
Haruki dan Kuro muncul tepat di hadapan Zoiru, melakukan beberapa serangan sampai ia harus menahannya tetapi perutnya menerima satu tendangan lutut oleh Shira.
"HUGGHHH!!!" Zoiru memuntahkan beberapa darah segar dari mulutnya lalu ia merapatkan giginya itu sampai wajahnya di injak oleh Kuro, membuat dirinya terjatuh.
Haruki mencoba untuk menebas dada Zoiru tetapi ia menghilang dengan masuk ke dalam daging itu.
"Apa!?" Kuro segera memeriksa tempat dimana Zoiru masuk ke dalam daging itu, Haruki dan Shira juga melakukan hal yang sama untuk mencari keberadaan Zoiru yang sulit di temukan.
Zoiru muncul di belakang Kuro lalu ia memegang kepalanya dan membantingnya kepada kedua Legenda itu sampai mereka menerima kesakitan di bagian kepala mereka yang saling menabrak.
"Ahhhh...!!!" Shira memegang kepalanya.
"Dasar, kepala batu...!" Ucap Kuro sambil mengusap dahinya yang berdarah.
"Serangan tabrakan tadi terlihat bodoh tetapi cukup berefek juga ya karena kepala kalian sangat keras." Zoiru melihat ketiga Legenda itu kembali bangkit.
"Tidak mungkin sedikit!" Haruki bersama kedua temannya terbang ke atas lalu melakukan serangan secara bersamaan.
Pedang Haruki dan Kuro mampu memotong kedua lengan Zoiru dan wajahnya menerima dua tendangan dari Shira sampai ia terhempas ke belakang dengan darah yang mengalir deras dari belas lukanya.
Kuro dan Haruki mulai mendekati pedang mereka, membuat lambang seperti X dari Shira berada di belakang kedua pedang itu lalu ia memberikan kekuatan cahayanya untuk mengakhiri Zoiru.
"Sekarang!" Seru Shira.
Haruki dan Kuro melakukan satu tebasan gelombang cahaya yang mengenai tubuh Zoiru sampai menimbulkan ledakan emas di sekelilingnya.
Bamushigaru bisa merasakannya dan ia terus menjerit kesakitan sampai serangan yang ia lakukan mulai hilang kendali sampai mengenai siapa pun di sekeliling dan membelah celah dimensi secara tidak sengaja.
"Ternyata kita tidak merasakan tekanan yang sama ketika melawan Zoiru ya..." Kata Haruki.
"Mungkin karena faktor bangkitnya Bamushigaru, kekuatannya terbagi kepada makhluk sihir ini yang mengalami pembangkitan secara paksaan." Jawab Kuro.
"Hahaha! Keledai kampung...!" Mereka dikejutkan dengan suara Zoiru yang terdengar menggema sekarang, Shira sekarang yakin bahwa musuh satu ini memang sulit untuk di bunuh.
"Jangan melupakan tempat kalian, keledai kampung! Kalian pikir hanya menghancurkan tubuhku akan memberikan hasil kemenangan...?" Tanya Zoiru yang bermunculan di dalam gumpalan daging.
"Dimana kau, pengecut!?" Tanya Shira selagi melihat sekeliling.
Zoiru tidak menjawab, ia hanya terus melepaskan tawa besar yang mengeluarkan beberapa sihir untuk melemahkan Shira dan yang lainnya, tubuh mereka terasa berat dan lelah seketika.
"Kurang ajar...!" Kuro merapatkan giginya, mencoba untuk menghancurkan semua dinding daging yang ia lihat agar bisa menemukan Zoiru yang sedang bersembunyi.
"Kita berada di dalam tubuh peliharaan makhluk sihirku, di dalam sini, aku tidak perlu khawatir dengan namanya sakit atau mati." Kata Zoiru.
Zoiru muncul tepat di belakang mereka dan Kuro segera memotong kepalanya menjadi dua tetapi ia berubah menjadi daging yang bersatu dengan daging lainnya.
"Bodoh sekali... keledai kampung yang menyedihkan dan tersesat." Zoiru muncul di hadapan mereka.
"Brengsek!!!" Haruki melajukan beberapa serangan kombinasi menggunakan kedua pedangnya sampai mengubah tubuh Zoiru menjadi potongan kecil.
__ADS_1
Semua potongan itu berubah menjadi daging yang bersatu lagi sampai semua yang mereka lihat hanya sekedar ilusi yang membangkitkan kembali rasa trauma ketika bertarung melawan Komi.
"Apakah ilusi lagi...!?" Tanya Kuro dengan tatapan kesal.
"Bukan sihir, bukan ilusi! Hanya kemampuan alami terhadap majikan dan peliharaan... aku pemiliknya dan kalian tamuku silakan untuk bersikap keras menghancurkan semua ini." Kata Zoiru.
"Kalian hanya masuk ke dalam neraka itu sendiri... keledai kampung bodoh, bukannya berjuang di luar sana tetapi kalian malah masuk---" Haruki menusuk mulut Zoiru tetapi tubuhnya berubah menjadi daging lagi.
"Diam kau...!" Seru Haruki.
Perkataan Zoiru yang terus mengatakan keledai membuat mereka semua kehilangan konsentrasi karena suara terdengar dimana-mana bahkan Zoiru terus bermunculan di sekitar mereka sampai berubah menjadi daging setelahnya.
"Grrgghh...!" Haruki dan Kuro mencoba untuk menahan amarah mereka sedangkan Shira terus fokus mencari Zoiru yang asli agar bisa membantu kedua temannya.
Haruki memegang erat kedua gagang pedangnya dan Kuro memancarkan seluruh aura dosanya sampai menyebabkan ledakan di sekitarnya.
"Oi, hentikan---" Shira terdorong ke belakang karena mereka yang sudah hilang kendali, mereka berdua melakukan beberapa serangan secara asal ke arah Zoiru yang terus bermunculan dimana-mana.
"Keledai kampung tidak berguna...!!!" Teriak Zoiru keras sampai membuat kesabaran Kuro dan Haruki hancur seketika, serangan mereka terus bertambah kuat sampai menyebabkan Bamushigaru bertambah kesakitan.
"BERISIK!!!" Kuro mulai bergerak mengelilingi ruangan itu dan memotong semua daging-daging itu menggunakan pedang besarnya untuk mencari Zoiru.
Haruki di sisi lainnya melepaskan beberapa sihir dan serangan kombinasi untuk mencari Zoiru sehingga Bamushigaru di luar sana melepaskan gelombang besar yang mampu menghapus mereka yang menghalang jalannya.
"Kalian tenanglah...! Jangan terjatuh ke dalam perangkap Zoiru!" Shira menghentikan kedua temannya menggunakan cahayanya itu agar mereka bisa berhenti menyerang.
"Jika kalian terus menghancurkan semua daging ini maka Bamushigaru akan merasa kesakitan sampai mengamuk... itu artinya di luar sana banyak sekali korban yang berjatuhan!" Peringat Shira.
Zoiru muncul di atas selagi bergelantungan, "Kenapa kalian berhenti...? Aku pikir kalian sudah tidak sayang lagi dengan penghuni di luar yang terus berjatuhan."
"Dasar licik kau...!" Shira mengerutkan dahinya lalu memunculkan aura emasnya.
"...Zoiru!" Shira melepaskan gelombang emas ke atas sampai menyebabkan lubang besar, mereka menatap lubang itu dan dikejutkan dengan kepala Zoiru yang sangat besar.
"Apa yang kalian ingin lakukan, hah? Kesempatan nol kalian tidak akan menghasilkan angka selain nol jika di kalikan dengan apapun!" Seru Zoiru.
"Aku sudah bosan... waktunya memulai penyiksaan!" Sebuah gumpalan daging besar terbentuk di belakang mereka, gumpalan itu membentuk sebuah tongkat yang menghantam tubuh kecil mereka.
Shira dan kedua temannya langsung menjerit kesakitan karena sebagian dari tulang mereka langsung remuk ketika menerima serangan gumpalan daging itu.
Gumpalan daging itu melepaskan laser yang menembus perut mereka sehingga ketiga Legenda itu terjatuh di atas daging yang mulai membentuk mulut besar untuk memakan Shira dan yang lainnya.
"Sudah saatnya untuk mencerna kalian dan menjebak arwah kalian di dalam perut Bamushigaru!"
Shira segera mengubah tubuhnya menjadi cahaya lalu ia menghancurkan mulut di hadapannya itu dan segara mencari kedua temannya yang akan di makan oleh mulut itu.
"Haruki! Kuro!" Shira menghancurkan semua mulut itu lalu ia mengangkat tubuh mereka dan melarikan diri ke tempat yang aman.
"Jangan lari!" Zoiru muncul di belakang Shira lalu mencekik lehernya dan melempar dirinya ke arah tembok daging sehingga Shira menjatuhkan kedua temannya.
Ia juga ikut terjatuh dan mendarat di atas tubuh Kuro, "Grrgghh..."
__ADS_1
"Sudahlah, lebih baik kalian pulang dan beristirahat di dalam perut..."
"...Bamushigaru."