Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 934 - Dunia telah Berubah


__ADS_3

Ledakan nuklir tadi telah setengahnya memusnahkan apapun yang menghalanginya, sebagian dari penduduk atau penghuni yang tak berdaya dalam memilih sumber energi sihir untuk melindungi tubuh itu telah berubah menjadi debu.


Melihat kejadian itu terjadi di depan mata Jenderal tersebut hanya bisa tertawa bahwa ia berhasil melakukannya, ia sudah berada di proses pertengahan untuk melaksanakan perintah kepenuhan semua bangsa.


"Lihatlah... dunia baru telah lahir, tanpa sihir... mereka tidak memiliki perbedaan apapun dengan kita semua bangsa Manusia yang memiliki kecerdasan melebihi apapun dalam segi persenjataan."


"Apa yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah menghabiskan penghuni yang sudah memenuhi kriteria untuk tetap bertahan hidup..."


"...yang lemah akan jatuh lebih awal, tetapi yang kuat tentunya akan berlomba-lomba untuk menginjak puncak demi bisa menulis sejarah yang sudah terjadi saat ini!"


"Kita umat Manusia, tidak akan lagi direndahkan dan dinistakan oleh ras yang berbeda dari kita...!!!" Jenderal itu mulai berhadapan dengan semua prajurit militer yang berada di dalam pesawat angkasa besar itu.


"Dengarkan ucapanku ini, umat Manusia...!!! Kita telah membentuk aliansi ini dengan berbagai macam alasan yang memberikan kita masa depan baik tanpa harus direndahkan oleh semua ras!!!"


Jenderal itu mengangkat senapannya ke atas sampai semua prajurit melakukan hal yang sama, "Sebagai Manusia...!!! Aliansi yang terbentuk demi bisa mengubah masa depan cerah bagi kita semua...!!!"


"Bertahun-tahun lamanya... hampir setiap harinya kita dulu telah diperbudak oleh ras Iblis dan Vampir, tetapi sekarang kita dapat membalas balik semua penderitaan yang mereka buat...!"


"Hampir semua ras... memperlakukan kita sebagai alat yang dapat memberikan keuntungan untuk mereka...!!! Bayangkan...!!! Bayangkan semua penderitaan dan penyiksaan yang Kakek-nenek moyang kita rasakan...!!!"


"Seberapa besar penderitaan yang mereka rasakan...!!! Hiks..." Jenderal itu mulai menangis karena sering mendengar sejarah Manusia yang menderita karena perbudakan dan penistaan dari berbagai macam ras.


"Bayangkan.... bayangkan darah yang telah mereka tumpahkan... tangisan yang terjatuh dari kedua mata mereka... apakah kita pantas menerima semua ini...!?"


"Apakah umat Manusia begitu rendah sampai harus menerima semua penderitaan itu...!? Menjadikan kita sebagai bangsa rendahan yang terus diperlakukan sebagai alat...!!!"


""Tidaaaaakkkk...!!!"


"Maka sekarang adalah harinya...! Kita umat Manusia menunjukkan kepada dunia bahwa kekuatan kita... kebersamaan kita... bekerja sama untuk meraih apa yang selalu kita inginkan yaitu kedamaian!"


"Kedamaian yang harus kita terima... kedamaian telah datang jika kita berhasil menyebabkan kepunahan masal untuk seluruh bangsa dan ras asing...!!!"


"Termasuk bangsa Legenda yang sudah meniru rupa kita, sejarah yang mereka catat... hanyalah sekedar mitos dan fiktif yang menyamai dongeng dan cerita Legenda yang penuh dengan kebohongan...!!!"


Jenderal itu menghapus air matanya lalu ia menyimpan kembali senapan tersebut di belakang punggungnya, "Bersemangatlah...!!! Bersatulah...!!! Kita Manusia dari negara berbeda yang sudah membentuk aliansi ini akan mengubah takdir umat Manusia di depannya!"


"Kita harus memegang erat kemanusiaan kita... jangan sampai mengorbankan hal tersebut dengan cepat, itu artinya kau hanya menunjukkan kelemahan terbesar yang kau pegang...!"


"Dengan memperbaiki masa depan Manusia... mengubah takdir umat Manusia... kita yang membenci namanya membunuh..."


"...perlu melakukannya, tangan kita yang seharusnya tetap suci... terpaksa kotor dengan noda darah yang kita dapatkan dari umat asing...!" Jenderal itu mengeluarkan sebuah rokok yang langsung ia nyalakan dengan koreknya.


"Dengarkan aku sekali lagi...!!! Umat Manusia...!!!"


"Kami semua ingin membantu satu sama lain, Manusia memang seperti itu, kami ingin hidup dengan kebahagiaan satu sama lain, bukan dengan kesengsaraan satu sama lain!!!"


"Kami tidak ingin saling membenci dan merendahkan, di dunia ini terdapat banyak ruangan untuk semua orang, dan bumi yang baik itu kaya karena dapat memenuhi kebutuhan semua orang, jalan hidup bisa bebas dan indah, tetapi kita tersesat dalam labirin ini...!"


"Keserakahan telah meracuni jiwa umat manusia sampai menyebabkan dunia kita menerima banyak kebencian sehingga menjerumuskan kita ke dalam kesengsaraan dan pertumpahan darah!!!"

__ADS_1


"Kita telah mengembangkan kecepatan, tetapi kita telah menutup diri, mesin yang memberi kelimpahan telah membuat kita kekurangan. Pengetahuan kami telah membuat kami sinis! Kepintaran kita, keras dan tidak baik."


"Kami berpikir terlalu banyak dan merasa terlalu sedikit. Lebih dari mesin kita membutuhkan kemanusiaan!!!"


"Lebih dari kepintaran kita membutuhkan kebaikan dan kelembutan. Tanpa kualitas ini, hidup akan menjadi lebih keras dan semuanya akan hilang….!!!"


Semua prajurit yang mendengar pidato Jenderal tersebut langsung meneteskan banyak air mata, mereka yang awalnya merasa khawatir dan takut akan kekalahan kembali menerima semangat yang begitu besar.


"Kepada mereka yang bisa mendengar pidatoku...!!! Jangan merasa putus asa, penderitaan yang sekarang menimpa kita hanyalah lewat keserakahan dan kepahitan umat-umat yang takut akan jalan kemajuan manusia!!!"


"Selama ini kita telah terjebak di dalam peperangan yang tidak akan ada batasannya sedikit pun, musuh kita adalah umat asing...!!! Itu adalah kunci yang membawa kita semua menuju kebebasan...!!!"


Jenderal itu memasang tatapan serius lalu menghabiskan rokok yang ia hisap, "Prajurit!!! jangan berikan dirimu pada umat asing, umat yang meremehkanmu, memperbudakmu, yang sudah mengatur hidupmu seenaknya!!!"


"Mereka sudah memberi tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipikirkan dan dirasakan! Siapa yang sudah memperlakukan engkau seperti ternak, menggunakan engkau sebagai umpan meriam!!!"


"Jangan memberikan diri Anda kepada umat-umat yang tidak wajar ini!!! Kita bukanlah sebuah alat yang terus bisa digunakan oleh mereka, kau bukanlah alat!"


"Kau bukan hewan ternak! Kalian semua adalah umat Manusia yang seharusnya menjadi salah satu umat dengan berakal paling hebat! Kalian semua memiliki cinta kemanusiaan di hati kalian masing-masing!!!"


"PRAJURIT...!!!" Seru Jenderal itu.


"Jangan berjuang untuk perbudakan! Berjuanglah untuk kebebasan!!!" Teriak Jenderal itu keras selagi mengangkat lengan kanannya ke atas sampai mereka langsung melepaskan teriakan besar yang dipenuhi tekad dan semangat besar.


"Untuk Jenderal kedua kita semua...!!! Jenderal Mitler...!!! Hormat...!!!" Mereka semua mengangkat lengan kanan mereka untuk menunjukkan kehormatan kepada Jenderal bernama Mitler.


"Laksanakan...!!! Perintah kita sekarang...!!!"


***


"Shinobu...!" Koizumi memasang tatapan histeris melihat setengah dari tubuh Shinobu terbakar karena ledakan nuklir tadi sampai meninggal bekas luka hitam yang membuat tubuh besarnya jatuh.


Ako menyentuh urat nadi Shinobu di bagian leher lalu ia memasang tatapan kaget, "Dia sudah tiada... ini nyawa keempatnya yang tersiakan karena ledakan nuklir tadi...!"


Shinobu berubah kembali menjadi wujud asal, semua luka yang ia terima kembali pulih sampai dirinya membuka kedua matanya dan sadar bahwa sebelumnya ia disambut dengan sesuatu yang mengerikan yaitu ledakan nuklir.


Shinobu tidak berhasil bertahan dari ledakan tadi karena ia berada dalam kondisi lelah dan terluka cukup parah ketika bertanding melawan Koizumi sampai tidak sempat untuk memulihkan diri atau menggunakan sihir.


"Ahh...!!!" Shinobu menyentuh kacamatanya untuk menghubungi Cyber secepat mungkin untuk memeriksa kondisi di Yuusuatouri.


"Cyber, apa yang terjadi di sana...?! Kondisinya seperti apa...!?" Tanya Shinobu dengan tatapan khawatir.


"Hampir semua planet di Yuusuatouri telah berubah menjadi abu karena kedatangan serangan nuklir yang sudah menjatuhkan banyak korban... bukan bangsa Legenda saja..."


"...semua bangsa ikut kena, di dalam inti semesta Touri dan lainnya sampai semua penghuni panik dengan ledakan tadi dan juga mereka tidak bisa menggunakan sihir."


"Tidak bisa menggunakan sihir...?" Shinobu memasang tatapan kaget, ia mulai meminta Cyber untuk segera menjemput mereka semua di Xuusuatouri menggunakan pesawat luar angkasa yang berbentuk kucing.


"Teman-teman... aku akan pergi duluan untuk memeriksa Legenia..." Shinobu menatap mereka semua dengan tatapan serius karena masalah ini terdengar begitu mengerikan sampai tidak bisa menggunakan sihir.

__ADS_1


"Golden Sunshine...!" Shinobu melakukan sedikit percobaan sehingga ia tidak menerima kekuatan apapun dari sihir emas itu, tanpa basa-basi lagi ia melepaskan dorongan penuh melalui pembakaran di kedua tangan dan kakinya.


"Tunggu, Shinobu!"


"Sebuah pesawat akan menjemput kalian...!" Peringat Shinobu yang langsung mengerahkan semua sumber tenaga alat teknologinya yang membantu dirinya untuk melompati cahaya demi bisa tiba di Yuusuatouri.


Beberapa menit kemudian, Shinobu telah memasuki Yuusuatouri dimana pandangannya menerima banyak kejutan, hampir semua planet terlihat begitu hitam dan gosong karena serangan nuklir tadi.


Shinobu juga melihat planet Legenia setengahnya telah musnah dan terbakar hangus karena nuklir tadi, ia segera mengunjunginya untuk melihat kerajaan Ghisaru terlihat baik-baik saja.


Namun, ia baru saja sadar bahwa kerajaan yang berada dekat dengan Ghisaru telah musnah sampai penciumannya dapat menghirup bau daging Legenda yang sudah terbakar.


Keamanan yang sudah Shinobu pasang dalam planet tersebut mendadak mati entah karena apa, ia mendarat di hadapan kerajaan yang sudah hangus itu, hanya penuh dengan debu hitam tanpa sisa apapun.


"Tidak... apa yang... terjadi..." Shinobu melangkah pelan-pelan ke depan, mengingat kerajaan Lestevan dipenuhi Legenda lemah yang tidak memiliki kebutuhan cukup sampai mereka hanya bisa mencukupi kebutuhan itu sendiri.


Shinobu berlutut tepat di hadapan debu hitam yang bisa di bilang sebagai jasad Legenda yang tidak mampu dan lemah gugur, ia tidak bisa melindungi mereka dari jauh walaupun sudah memasang keamanan.


"Tidak... apa yang telah terjadi..." Shinobu memegang erat debu di depannya sampai kedua matanya mengeluarkan banyak air mata yang mengalir deras.


"Kenapa bisa... sihir menghilang begitu saja... rudal nuklir tadi..."


"...sudah jelas berasal dari bangsa Manusia... apa yang terjadi... apa yang terjadi...!?" Shinobu menghantam daratan, merasa bingung dengan situasi yang saat ini ia hadapi.


"Koneko."


Shinobu melebarkan matanya lalu ia melirik ke sebelah kanan, melihat Anastasia yang berdiri di sebelahnya dengan tatapan bersedih dan tentunya merasa bersalah untuk melihat Shinobu menangis seperti itu


"Aku tidak bisa melindungi mereka... Koneko tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini..."


"...rasanya... aku sudah terjebak dalam kebingungan itu... ini pertama kalinya..." Shinobu kembali bangkit untuk mencari beberapa Legenda yang selamat tetapi ia sudah mencarinya selama beberapa menit tetapi tidak menemukan siapa pun kecuali debu hitam.


Shinobu mengangkat seorang Legenda gosong yang langsung berubah menjadi hitam, "HWAAHHHHHH...!!!"


"Koneko!" Anastasia langsung memeluk Shinobu erat, membiarkan dirinya menangis karena semua yang ia lihat saat ini adalah kesalahannya karena tidak bisa mengembankan keamanan itu lebih lanjut lagi.


Rasa penyesalan dan kebingungan menghampiri dirinya sampai ia tidak tahu harus apa, Anastasia yang bisa di bilang sebagai pemicu segalanya merasa tidak enak ketika melihat Shinobu menangis seperti anak kecil.


"Tenangkan dirimu dulu, Koneko..."


"...kita harus tetap tenang dalam situasi seperti ini, aku akan membantu sebisa mungkin."


***


"Cukup, Megumi! Jangan melangkah lebih lanjut lagi...!" Shira menghalangi Megumi ketika ia melihat seseorang yang sedang berdiri di hadapan pilar emas.


Sebuah patung emas yang ia lihat di hadapannya sudah menghilang entah kemana, hanya menunjukkan seorang pria yang sedang memperhatikan pilar itu sampai ia bisa mendengar suara seseorang di belakangnya.


Pria itu menoleh ke belakang sehingga Shira melebarkan matanya, "Dengan hilangnya sihir secara mendadak dan tanpa aba-aba, patung segel itu mendadak tidak berfungsi sampai membebaskan..."

__ADS_1


"...Shiratori Shinji."


__ADS_2