
Demetrio menghantam wajah Shinobu sampai ia terdorong ke belakang, ia bisa melihat pandangannya teralihkan kepada pertarungan Konomi dan Asper.
"Sudah tiga ya..."
"Apa yang kau coba rencanakan?" Tanya Shinobu.
"Apa ada untungnya bagiku untuk memberitahu dirimu?"
"Sangat tidak kreatif untuk mencuri perkataan seseorang, Demetrio." Jawab Shinobu dengan tatapan datar.
"Siapa yang peduli, Shinobu Koneko?!" Demetrio kembali menyerang Shinobu.
***
Ako menggunakan posisi pertahanan untuk menahan serangan Dallas yaitu tentakel Kraken yang sangat besar, tentakel itu mencoba untuk menjatuhkan dirinya tetapi Ako tetap berdiri dan menahan tindihan dari tentakel air itu.
"Nggghhhh...!!!" Ako mengerahkan semua kekuatannya lalu ia mendorong tentakel itu ke atas lalu pergi menghampiri Konomi dimana keberadaannya mulai melemah sampai tidak bisa dirasakan lagi.
Tidak lama kemudian, Ako bisa melihat Konomi yang tergeletak di atas tanah dengan darah yang mengotori tubuhnya itu, area di hadapannya terlihat sangat kacau karena terjadi ledakan besar.
"Kakak!" Ako mendarat di sebelah Konomi lalu ia menyentuh lehernya, untungnya ia masih bisa mendengar detak nadinya yang melemah.
Mungkin karena menggunakan kekuatan penuhnya terlalu berlebihan, Ako mengingat sebuah perkataan darinya bahwa ia tidak bisa menggunakan kemampuan dari Oath Keeper terlalu lama.
"Beristirahat lah sebentar, Kakak... semuanya akan baik-baik saja, setelah aku mengurus masalah Dewi sialan itu maka aku akan menemani dirimu." Ako menempati Konomi di tempat yang lebih aman.
Dallas melepaskan gelombang air yang dapat ia gerakan seperti pedang, Ako langsung menarik keluar katananya sehingga ia membelah menjadi dua agar serangan itu tidak mengenai mereka berdua.
"Terbang Asper sudah kalah ya... sangat mengecewakan, aku mengharap banyak darinya..." Dallas memasang tatapan sedih tetapi ia kembali tersenyum anggun karena tidak sabar untuk melakukan sedikit tes dengannya.
"Shichiro Ako... setelah aku mengurusi masalah dirimu maka selanjutnya adalah Kakakmu yang saat ini sedang tidak siuman..."
"...sungguh gadis yang malang, dia sudah lemah dan pingsan seperti itu ketika melawan Dewa elemen yang bisa di bilang terlemah kedua, fufufu~"
Ako memasang ekspresi kesal sampai kedua tinjunya ia kepalkan dengan memasang tatapan yang mengancam Dallas karena ia secara tidak langsung mengejek saudaranya sendiri, "Uwah? Apakah kamu marah sekarang?"
"Aku menginginkan kekuatanmu yang asli untuk terlihat sekarang juga... kalau begitu lampiaskan semuanya, apa yang aku katakan tadi bisa kau masukkan ke dalam hati!"
"Dengar Ako... Dewa itu absolut, apa yang kita lakukan akan berakhir secara abadi... tidak seperti resolusi Mortal yang akan memberikan hasil sama seperti Konomi yaitu tumbang dan melemah di akhirnya."
"Kau akan menyesali semua percakapan yang kau sebut... lihat saja, akan aku buat kematian dirimu menjadi salah satu contoh bahwa dewa itu tidak 'abadi'!" Seru Ako.
Ako dengan instan mengaktifkan kemampuan 'Abyss Killer Integral' miliknya apabila dia memiliki dendam yang sangat kuat atau salah satu anggota keluarga atau temannya terluka sangat fatal atau mati.
Kemampuan ini mirip dengan kemampuan para klan Shichiro lainnya dimana mereka mendapatkan penguatan yang luar biasa besar, dosa amarah dan rasa ingin membalas dendam menutupi semua emosi lainnya, dan dengan mudahnya menguasai Lenergy negatif, Lenergy positif, dan memanipulasi serangan yang mengandung God Lenergy.
__ADS_1
Dallas tersenyum lalu ia bertepuk tangan beberapa kali sampai memunculkan banyak gelembung di bawahnya itu, Ako menoleh ke belakang sampai menerima banyak sekali letusan gelembung yang terasa menyakitkan.
Ako memegang erat katananya lalu ia dari langit bisa melihat hujan badai terjadi sampai menjatuhkan banyak sekali tetesan hujan tajam yang dapat menembus tubuhnya sampai organ di dalamnya itu.
Ako menciptakan perisai petir yang mampu meningkatkan kekuatan setiap serangan musuh mengenai perisai itu, dan setiap serangan yang diluncurkan oleh Ako akan menyetrum musuh dan membuatnya lumpuh seketika.
Ia menggunakan situasi menjadi kekuatan tambahan bagi dirinya sampai ia bisa melihat Konomi berada di posisi yang aman, ia mulai melepaskan dorongan besar menuju arahnya itu.
Dallas terlempar ke belakang lalu ia melihat Ako yang mencoba untuk menembak beberapa panah menuju arah dirinya tetapi Dallas mengangkat kedua lengannya sampai memunculkan ombak besar yang menahan serangan itu.
Kemudian dari atas langit muncul lah banyak sekali awan hitam yang menurunkan tetesan hujan, semua itu mulai membentuk naga yang Dallas lempar menuju arah Ako.
Ako menebas naga itu menjadi bagian kecil lalu ia maju ke dengan katana yang ia simpan di sebelah pinggangnya itu, Dallas mulai memunculkan aura anginnya yang membentuk Kraken besar.
Ako mulai memperbesar auranya sampai ia menangkis semua serangan tentakel dari Kraken tersebut lalu ia terbang tinggi ke atas langit untuk menghindari gelombang tsunami yang dimuntahkan oleh Kraken itu.
"Bagus... ini pasti akan berjalan sangat menyenangkan untuk bisa bertarung melawan dirimu!"
"Sekarang kau akan melihat kecantikan yang aku miliki... Sungguh indah sampai bisa membuat dirimu iri... keirian yang akan membawa diri menuju kematian abadi...!"
"Tenggelam dalam dasar laut~ dengan banyak makhluk lautan mengerikan yang menantikan tubuhmu itu dijadikan santapan makan malam mereka...!" Dallas memunculkan banyak sekali ikan bertaring tajam di sekelilingnya.
Semuanya terbentuk dari sihir air sampai Ako perlu waspada dengan semua serangannya itu karena ia tidak mau berisiko soal cairan yang masuk ke dalam bagian lubang ditubuhnya karena ia pasti akan memaksa keluar darahnya itu.
Kraken yang melindungi tubuh Dallas juga sampai terbelah tetapi tidak berhasil melukai Dallas yang masih melayang dengan tatapan kagum atas kekuatannya yang meningkat karena sebelumnya ia terlihat sangat lemah.
Ako memasang tatapan serius ketika melihat Dallas menyentuh katana yang ia pegang menggunakan tangan airnya lalu ia mendapatkan satu kesempatan untuk menebas tubuhnya.
Ako melewati tubuh Dallas dengan bilah katana itu yang sudah menyentuh perutnya, setelah itu ia menutup kembali Katananya sampai perut Dallas terbelah menjadi dua.
"Lihatlah baik-baik... tubuhku sudah melampaui apa yang kau pikirkan saat ini, tebasan itu tidak akan memberikan efek kepada gadis cantik~" Ako memasang tatapan kaget ketika melihat tubuh Dallas kembali menyatu seperti gelembung air.
"Haaaaarrrgggghhh!!!" Ako mengubah katana itu menjadi pedang yang langsung ia ayunkan beberapa kali sampai mengenai tubuh Dallas.
Dallas mulai menahannya menggunakan payung yang ia munculkan karena dirinya tidak bisa membiarkan Ako menyerang seenaknya karena kemampuan yang ia gunakan dapat menghentikan God Lenergynya.
Ako mengubah pedang itu menjadi sarung tangan yang ia lancarkan kepada wajah Dallas sampai mengenai wajahnya itu, menyebabkan dirinya terpental ke belakang dengan tatapan kaget.
"Wah, wah, ternyata kamu sudah menginjak batasannya ya... sungguh berani sekali untuk menyentuh kecantikan seorang Dewi!" Sebuah air mengalir di bekas lukanya sampai memulihkannya kembali.
Dallas memunculkan banyak gelembung yang mengelilingi tubuhnya sampai gelombang air berputar di kedua pergelangan tangannya seperti cincin air yang berputar terus menerus.
Dallas melancarkan satu pukulan kepada dirinya tetapi Ako berhasil menghindar dengan reaksinya cepatnya itu, ia melihat Dallas melancarkan pukulan lainnya yang langsung melepaskan gelombang air ke belakangnya.
Gelombang air itu menyentuh daratan sampai menghancurkan lalu menyebabkan air pancuran yang meluncur kepada dirinya, Ako langsung menembak panah es yang mampu membekukannya.
__ADS_1
Semua pukulan yang melesat terus menyebarkan banyak sekali serangan gelombang air yang menjadi pancuran untuk menyerang dirinya dari celah yang tidak bisa ia lihat.
Untungnya Ako sekarang sangat waspada dengan sekitarnya karena bisa di bilang area itu sudah menjadi kekuasaan milik Dallas karena hujan badai serta lautan yang berada dekat dengan dataran tinggi.
Daratan juga sekarang sudah basah sampai penuh dengan genangan air yang mengeluarkan banyak sekali ikan bertaring tajam, semuanya itu menyerang dirinya secara bersamaan tetapi Ako hanya membidik serangan yang ia anggap membahayakan.
Sisanya tertahan oleh perisai listrik yang langsung ia serang balik kepada Dallas sampai petir itu menyengat kulit di pergelangan tangannya sampai mengelupas.
Ako menahan tinju kanan Dallas dengan tatapan serius, ia mulai melepaskan tekanan dan dorongan yang menggerakkan cincin ombak di pergelangan tangannya kepada dirinya.
Di dalam ombak itu mengandung listrik yang sudah menyatu karena perisainya itu, pada akhirnya Dallas terpental ke belakang dengan tatapan frustrasi sekarang karena ia sudah melampaui apa yang ia sebenarnya inginkan.
"Akhirnya... akhirnya kau bisa membuatku tertekan seperti ini, hanya saja... aku akan memperingati dirimu bahwa wajahku ketika terluka..."
"...bersiaplah untuk menerima konsekuensinya karena kau bukan hanya tertarik ke dalam dasar lautan melainkan terjebak dengan banyak sekali ikan ganas yang akan memakan dirimu hidup-hidup!!!"
Dallas memunculkan dua cincin air melalui kedua tapaknya lalu ia melemparnya kepada Ako beberapa kali, semua serangan sihir itu berhasil Ako tangkis menggunakan pedangnya sendiri.
Pedang itu memiliki cahaya yang memotong air itu menjadi dua sampai tidak mengenai tubuh Ako, hanya melewatinya saja sampai menyerang dirinya dari belakang tetapi ia sempat menghindar lagi lalu menyerangnya menggunakan busur.
Semua cincin air itu terus dilempar menuju arah Ako sampai ia mulai muak melihat dirinya mencoba untuk mengajak bertarung dari jarak jauh, tanpa memikirkannya dua kali ia langsung melesat maju ke depan.
Dallas membulatkan matanya ketika Ako bergerak zig-zag lalu muncul tiba-tiba di hadapannya dengan satu tebasan katana yang menghancurkan mata kirinya sampai meninggalkan luka tebas yang panjang di mata bagian kiri.
"Aaagggghhhhh...!!!" Dallas menutup bekas luka itu lalu ia merasa sangat kesal sekarang karena Ako sudah melanggar hukum kepercayaan air yaitu merusak kecantikan seorang gadis.
"Perbuatan yang kau lakukan sudah tidak bisa diampuni oleh para Dewa...!!! Berani-beraninya kau merusak wajahku ini sampai kecantikan yang aku tunjukkan menjadi kacau karena luka itu...!!!"
"Kau ini sebenarnya ingin bertarung atau menyombongkan kecantikan itu, hah!?" Tanya Ako dengan tatapan kesal sampai ia melancarkan pedang itu tetapi Dallas menahannya lalu melepaskan gelombang air melalui perutnya.
Ako terpental ke belakang sampai menabrak daratan yang sudah basah, "Berani-beraninya kau...!!!"
"Kecantikan yang aku miliki itu adalah alasan kenapa Touriverse tetap terjaga dengan baik, tanpa kecantikan yang aku pegang maka tidak ada yang namanya keabadian terhadap kedamaian!!!"
Tubuh Dallas menarik banyak sekali air sampai seluruh lautan, Ako memunculkan pertahanan besar lalu ia melihat tubuh Dallas diselimuti dengan pusaran air yang membentuk hampir sama seperti angin ****** beliung.
"Rrraahhhhh!!!" Dallas melepaskan dorongan besar yang menyebabkan tsunami besar, Ako mengeluarkan katananya lalu memotongnya menjadi dua sehingga tsunami itu melewati tubuhnya.
Ako bisa melihat Dallas mengenakan pakaian yang sama seperti ras Mermaid, melihatnya saja membuat dirinya waspada karena tubuhnya terlihat seperti memiliki aura yang bergerak setenang seperti air, gelembung kecil juga terus bermunculan.
Gelombang air besar muncul di belakang Dallas lalu berputar sampai menjadi cincin yang melambangkan dirinya adalah Dewi agung air.
"Apakah kau sudah siap...?"
"Untuk tertarik ke dalam dasar lautan yang sangat dalam...!"
__ADS_1