Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 608 - Sendirian Sebagai Kepalsuan


__ADS_3

Shou terjatuh di atas tanah dengan luka yang bertambah parah, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya, pandangannya terlihat buram sehingga ia bisa melihat langit-langit mulai gelap.


"Uhugh..." Shou mencoba untuk bangkit tetapi ia kembali terjatuh dengan tubuhnya yang terasa lemas sekarang.


"Ayah... Ibu... Kakak... semuanya... aku... harus bisa bangkit..." Shou mulai memegang erat pohon di sebelahnya lalu ia duduk di atas sadar dan bersandar dengan pohon.


Ekspresi yang ia pasang terlihat kesakitan bahkan ia sendiri tidak bisa melakukan apapun kecuali diam di tempat, melakukan perpindahan juga tidak dapat dia lakukan karena Lenergynya yang sudah habis.


"...aku memang tidak berguna... apakah hanya aku...? Apakah dunia di luar sana sudah bertambah semakin gila..." Shou mulai berbicara dengan dirinya sendiri, air mata mengalir deras melalui kedua matanya.


"Gawat... aku sudah... kehilangan kesadaranku..." Shou menundukkan kepalanya, mencoba untuk tetap bangun tetapi ia terlalu lengah, apa yang ia takutkan jika dia tertidur maka ia akan mati.


Menyia-nyiakan sisa harapan yang diberikan oleh Methode dan yang lainnya, Shou memegang erat tanah tetapi ia tidak memiliki tenaga untuk menahan semua itu sampai ia memejamkan mata kanannya.


"Shou..."


"Aku... mulai berhalusinasi..." Kedua pendengar Shou bisa mendengar jelas suara Methode yang memanggil dirinya lagi dan lagi.


"Shou..."


"Shou..."


"...bangkitlah."


"...gunakan sisa harapan itu."


Shou melebarkan kedua matanya ketika ia melihat semak-semak di hadapannya mulai bergerak, pendengarnya mendengar jelas sebuah langkah pelan.


"Siapa di sana...?" Shou menunjuk ke depan dengan lengannya yang terus bergetar ketakutan, penglihatannya bertambah semakin tidak jelas ketika ia melihat seorang gadis menampakkan dirinya di balik pohon tersebut.


"Shou...?!" Gadis itu terkejut ketika melihat Shou memiliki banyak luka yang sangat fatal, Shou masih memiliki semangat untuk hidup walaupun tubuhnya dipenuhi dengan luka berlubang.


Sebagian dari organnya juga mulai terluka sehingga ia terus mencoba untuk bangun dan tidak tertidur sampai ia dikejutkan dengan suara seorang gadis yang mengenal dirinya.


"Kakak...?" Suara gadis itu terdengar seperti Methode bagi Shou bahkan setiap gadis itu memanggil dirinya, apa yang ia dengar hanya seluruh suara saudaranya.


"Ini surga ya...?" Shou tersenyum kecil dengan air mata yang masih mengalir, kedua pipinya mulai di sentuh sampai ia merasakan perasaan hangat yang mampu menenangkan dirinya.


"Shou... kamu aman sekarang, tenang lah." Gadis itu mulai mengusap kepala Shou sehingga tubuhnya mulai di selimuti dengan cahaya emas yang memulihkan seluruh lukanya.


Pandangan Shou kembali pulih dan ia bisa melihat wajah gadis itu, Shou terkejut ketika melihatnya karena ia sadar bahwa dirinya masih hidup, gelombang yang Methode lepaskan kepada dirinya mampu memindahkan Shou.


Shou telah tiba di Yuusuatouri yang asli, entah di lokasi mana tetapi ia merasa sangat bersyukur ketika melihat Minami mengalamatkan dirinya, keponakan yang sering bersikap layaknya seperti seorang kakak baik.


"Minami..."


"Iya... aku di sini, kenapa?" Tanya Minami sambil menghapus air mata Shou yang terus berjatuhan.


Shou memegang baju Minami erat dan ia mulai menangis keras ketika melihat dirinya yang memiliki kemiripan besar dengan Methode, ia langsung memeluknya erat dan melepaskan tangisan yang begitu keras.

__ADS_1


"Shou...?" Minami hanya bisa diam, tidak tahu apa yang terjadi tetapi melihat dirinya menangis seperti itu membuatnya yakin bahwa terjadi sesuatu yang buruk di semesta yang palsu.


***


Shuan dan Kou baru saja sampai di Neko Isle, mereka mencoba untuk mencari Minami tetapi keberadaannya menghilang entah kemana.


Shuan mencoba untuk mencari kepala keluarga yaitu Meko, kebetulan dia melewati Shuan dan Kou sehingga ia mulai menyapa mereka dengan halus.


"Ahh, selamat datang, sudah lama sekali aku tidak melihat kalian." Meko tersenyum.


"Meko, Kakakku dimana...?" Tanya Shuan dengan tatapan bingung karena ia sejak dalam perjalanan menuju Neko Island, ia sempat merasakan keberadaannya tetapi sekarang entah ia hilang kemana.


"Minami...? Kalau tidak salah ia sering sekali mengunjungi gunung itu, mungkin ketika ia sedang memiliki waktu senggang." Meko menunjuk gunung yang berada di hadapan mereka.


Shuan mengangguk lalu ia meraih lengan Kou untuk berjalan pergi mengunjungi gunung itu, Kou melihat Shuan seperti terburu-buru untuk menemui Minami, mungkin rasa rindunya tidak bisa ia tahan lagi.


Kou hanya bisa tersenyum, mencoba untuk tidak mengingat masalah yang saat ini sedang bercabang, entah Zoiru pergi kemana sekarang tetapi ia hanya bisa berharap dia tidak merugikan apapun.


Shuan melebarkan kedua matanya ketika melihat Minami melompat keluar dari dalam gunung itu sambil menggendong Shou yang masih memiliki bekas luka.


Minami sempat melihat Kou dan Shuan, ia langsung mendarat di hadapan mereka dengan tatapan yang terlihat khawatir, "Kenapa kalian datang ke sini...?"


"Kakak... bukannya dia...!?" Shuan menunjuk Shou yang sedang tertidur.


"Iya, Shiratori Shou. Aku menemukannya di alam emas, entah bagaimana caranya ia bisa sampai di hutan itu tetapi aku melihatnya dipenuhi dengan luka dan ia terus menangis." Kata Minami dengan nada yang terdengar sedih.


"Apa...?!" Shuan segera membantu Shou dengan mengangkat tubuhnya sekarang, Kou otomatis merasa kesal mengetahui apa yang terjadi dengan Shou karena ia sempat membaca pikirannya.


Satu-satunya penghuni palsu yang selamat karena Methode, Kou mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mengikuti Minami dan Shuan yang berjalan pergi menuju rumahnya.


Beberapa menit kemudian, Shou berbaring di atas kasur dan menerima beberapa sihir pemulihan dari Golden Earth milik Shuan, ia terus mengerahkan semua Lenergynya agar Shou bisa sembuh dengan sempurna.


"Shuan... sepertinya kita telah berpapasan dengan masalah yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya." Minami mengepalkan kedua tinjunya.


"Masalah...?"


"Ya... Shou terluka parah seperti ini, dengan beberapa lubang yang di sekujur tubuhnya bahkan ia terus memanggil nama saudaranya sendiri."


Minami mengerutkan dahinya lalu ia menyentuh perut Shou untuk mengeluarkan sebuah aura hijau yang terkandung di dalamnya.


Cahaya emas yang Minami lepaskan melalui telunjuknya mulai mengumpulkan semua aura hijau dan serpihan taring dari Bamushi sehingga Minami bisa melihat beberapa sihir yang tidak ia ketahui.


Cahaya emasnya itu mulai membentuk sebuah gumpalan emas dengan aura hijau dan serpihan taring di dalamnya, Minami mencoba untuk merasakannya tetapi ia bisa merasakan kekurangan terhadap latihannya.


"Gawat... aku belum bisa mengetahuinya dengan jelas." Minami masih membutuhkan latihan yang lebih besar di hutan emas atau sebutan lainnya adalah isi dari Temple of Light.


Kou hanya diam, mencoba untuk tetap menjaga rahasia itu tetapi ia tidak bisa menahan diri ketika mengetahui Zoiru hanya menyebarkan kebohongan kepada dirinya.


"Aura itu adalah sihir kuno Oath." Kou menunjuk gumpalan emas yang sedang mengurung sihir Oath itu, Shuan dan Minami langsung terkejut ketika mendengar Kou berbicara.

__ADS_1


"Aku sudah membaca pikiran dan ingatan Shou di mulai dari awal, kedatangan dari seorang dewa agung yang bernama Zoiru..."


"...dia awalnya datang menuju semesta palsu hanya untuk melihat Temple of Saint Heroes, ia ingin mencari tahu ritual pembangkitan Bamushigaru di Yuusuatouri palsu."


Minami dan Shuan terlihat kebingungan, mereka di serang dengan sebuah pengetahuan yang belum mereka ketahui sehingga Kou menjelaskannya pelan-pelan kepada mereka.


Minami langsung mengerti dengan perkataan selanjutnya, instingnya sebagai hewan dapat merasakan bahaya cukup jauh bahkan proses latihannya di kuil cahaya itu juga membantu dirinya.


Hanya saja ia membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semua teknik dan kemampuan dari cahaya dan alam, Kou mulai memasukkan tangannya ke dalam gumpalan cahaya itu untuk mengambil satu serpihan taring.


"Serpihan ini adalah sisa taring yang menusuk tubuh Shou... penyebabnya adalah makhluk sihir yang bernama Bamushi." Kou mulai memasukkannya ke dalam sakunya untuk dijadikan sebagai eksperimen.


"Sihir Oath... Bamushi... Zoiru... dewa agung...?" Shuan mengepalkan kedua tinjunya, merasa kesal melihat dirinya yang palsu bisa terluka parah seperti itu.


"Aku mengetahuinya... sihir kuno bernama Oath dan makhluk sihir. Semuanya memang jelas berada di sejarah yang cukup kuno." Minami menyilangkan kedua lengannya.


Pengetahuannya bertambah luas ketika mengunjungi kuil cahaya, ia sudah berlatih di dalam kuil itu selama dua hari setelah mendapatkan istirahat dari mengajar semua muridnya.


"Minami, kamu tahu?" Tanya Kou.


"Ya... bukan hanya sihir kuno Oath saja tetapi aku mengetahui semuanya dan tentunya urutan makhluk sihir terlemah sampai terkuat." Minami memegang dagunya.


"Bagaimana bisa kau mengetahui hal semacam itu, Kakak? Ayah dan Ibu tidak pernah menceritakannya..." Kata Shuan.


"Shuan, kau sekarang sudah menjadi suami Kou, seharusnya pengetahuanmu bertambah luas karena ia memiliki banyak buku sejarah..."


"...jangan sampai kau sudah menikah dan melupakan sesuatu yang penting, latihan dan belajar itu sangat penting." Minami menepuk punggung Shuan sampai ia mengangguk.


"Ya, aku tahu..."


"Kalian masih ingat dengan permohonanku di kota permohonan bukan? Aku memohon kepada kubus itu untuk mengembalikan semua kuil yang sudah hancur..."


Shuan langsung mengingatnya, "Jangan-jangan...!? Kau diam-diam berlatih di dalam kuil cahaya itu sendirian?"


"Iya, kau hanya bisa masuk jika sudah menyelesaikan semua ritual yang di sediakan oleh Temple of Light..."


"... untuk sekarang, itu bukan topik yang seharusnya kita bahas." Minami menatap Kou dengan tatapan serius, ia ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Shou karena Kou sudah membaca pikiran dan ingatannya.


"Kou, beritahu kami... apa yang terjadi dengan Shou sampai ia terus menangis dan memanggil nama saudaranya?" Tanya Minami untuk memastikan apa yang ia pikirkan tidak terjadi.


"Maaf... aku awalnya tidak ingin mengejutkan kalian semua dengan masalah yang muncul secara tiba-tiba, tetapi..." Kou mengepalkan kedua tinjunya.


"...kita telah memasuki tahap masalah yang baru, penyebabnya adalah dewa agung bernama Zoiru dengan peliharaannya yaitu Bamushi."


"Dia telah membunuh semua penghuni palsu termasuk menghancurkan alam semesta palsu itu dengan memakan semuanya." Perkataan yang Kou keluarkan membuat Shuan kaget.


Shuan terlihat sangat kaget sampai ia tidak bisa mempercayainya, Minami hanya bisa dan mencoba untuk tidak mengatakan apapun kecuali menunjukkan rasa malangnya kepada Shou.


"Hanya Shou yang selamat... bisa di bilang ia satu-satunya Legenda atau penghuni asli yang..."

__ADS_1


"...terakhir."


__ADS_2