Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 293 - Penyesalan Hanya Muncul di Akhir


__ADS_3

Korrina dan Komi menatap satu sama lain, pertarungan ini berjalan berat sebelah sekarang dimana Korrina memiliki peluang besar untuk menang karena Komi masih belum mengetahui apa yang ia lakukan, ini pertama kali-nya ia bisa kewalahan karena suara yang keluar melalui mulut-nya itu sehingga tidak memiliki pilihan lain selain menyumbat telinga-nya dengan aura-nya sendiri.


"Aku tidak akan berhenti... Aku akan melanjutkan pertarungan ini karena hasrat nafsu-ku dalam bertarung sudah mencapai tingkat klimaks, itu artinya ini adalah pertarungan yang sangat aku tunggu-tunggu!!!" Tubuh Komi mulai diselimuti dengan aura biru tua sehingga seluruh luka-nya sembuh, Korrina bisa menebak-nya karena luka itu tidak cukup mutlak karena ia tidak berhasil melukai-nya dalam segi yang cukup besar.


"Aku akan menghancurkan batasan-ku! Aku akan menunjukkan diri-ku... Korrina Comi yang berasal dari dimensi palsu dengan kekuatan segala-nya akan mendominasi diri-mu serta memaksa-mu untuk membayar semua hutang yang kau miliki kepadaku!!!" Korrina tidak bisa merasakan batas dari kekuatan-nya tetapi ia bisa merasakan tekanan besar di sekitar-nya bahwa ia meningkatkan seluruh atribut-nya sama titik kekuatan penuh.


"Bersiaplah, Korrina...!!! Aku benar-benar akan menikmati klimaks ini!!!" Komi tersenyum sadis, Korrina mulai menari sehingga tarian itu terlihat cukup mengesalkan bagi Komi karena tarian itu mampu meningkatkan kepekaan dan refleks Korrina sehingga ia mengeluarkan suara itu lagi tetapi tidak memberi efek apapun kepada Komi tetapi sekali suara itu keluar dari mulut Korrina maka ia tiba-tiba muncul di hadapan-nya.


Komi berhasil menghindari serangan-nya itu, kecepatannya sepertinya meningkat sampai titik atas ketika ia mengeluarkan suara itu, Komi sekarang mengerti sehingga ia memutuskan untuk menggunakan sihir ilusi-nya yang ia simpan untuk penutupan. Sekarang waktu-nya, waktu untuk memberi pembalasan yang sangat berat untuk Korrina.


Korrina bergerak ke depan dan Komi melepaskan sihir Crimson sempurna yang berbeda, Korrina berhasil menghancurkan sihir itu dengan mudah sehingga Komi sekarang sadar bahwa senjata yang dipegang oleh Korrina mengandung efek [Anti-Magic], ia sekarang harus benar-benar waspada, ia tidak akan mengambil resiko untuk menerima serangan dari senjata tersebut.


Korrina muncul di hadapan-nya dan Komi langsung menyambut-nya dengan melepaskan jumlah sihir Crimson dalam jarak yang sangat dekat serta jumlah yang sangat banyak. Korrina menjeda pergerakan-nya lalu ia melompat ke belakang sehingga Komi tidak akan memberikan Korrina celah untuk melakukan apapun, ia melepaskan sihir Sacred dalam jarak yang jauh sehingga sihir itu dapat membuat Korrina pusing.


Korrina mulai melayang di atas langit sehingga ia Komi sekarang menciptakan gunung runcing tajam yang terbuat dari Crimson, semua gunung itu mengincar dirinya dan Korrina dengan mudah menghindari semua serangan itu lalu mendarat di atas gunung itu sambil bergerak menuju arah Komi yang sedang tersenyum.


Korrina melepaskan gelombang tebas yang sangat besar ke arah Komi tetapi Komi melawan-nya dengan sihir gelombang Final Shine Attack sehingga kedua gelombang itu teradu dan menimbulkan asap yang cukup banyak. Komi berlutut lalu ia menyentuh daratan sehingga Korrina dikepung dengan berbagai senjata yang terbuat dari Crimson dan Sacred.


"Jika kau ingin bermain seperti itu maka aku menerima-nya!!!" Seru Korrina keras sehingga ia sekarang menggunakan kedau Keris untuk menghancurkan semua senjata-senjata itu dengan kecepatan yang dibantu suara-nya, sihir suara-nya itu dapat meningkatkan kecepatan dengan sangat tinggi sehingga membantu-nya dalam pertarungan segi apapun itu.

__ADS_1


Satu serangan Korrina kerahkan sehingga serangan itu menyebar kemana-mana seperti listrik yang menyambar besi, Komi tersenyum sadis lalu ia mengepalkan kedua tinju-nya sehingga kedua Keris Korrina langsung diselimuti dengan aura Crimson dan Komi segera menyingkirkan kedua Keris itu dari tangan-nya. Korrina terjatuh di atas tanah lalu ia menatap ke depan dan melihat Komi mengerahkan seluruh kemampuan-nya.


"KORRINAAAAAAAGGHHHHH!!!" Komi terus mengeluarkan sihir-nya, ia mengeluarkan secara terus menerus tanpa ada jeda sedikitpun. Pertarungan mereka berjalan cukup dahsyat sehingga ledakan terdapat dimana-mana dan kondisi Korrina sekarang masih tidak diketahui karena wilayah itu dipenuhi dengan asap merah.


Komi melebarkan kedua mata-nya ketika melihat Korrina yang berhasil keluar dari asap itu dengan hasil baju-nya robek dan kotor, kedua Keris yang disingkirkan oleh Komi hanyalah Keris biasa dan ia masih memiliki stok yang banyak sehingga ia mengeluarkan Keris yang biasa lalu melancarkan satu serangan yang meninggalkan luka tebas besar di tubuh-nya.


"AGGGHHHHHHHH!!! Hehehe... Aku berbohong~!" Korrina melebarkan mata-nya karena ia baru saja menebas ilusi lagi, luka yang akan diterima oleh Komi asli pasti hasil-nya akan sedikit dan masih belum cukup. Korrina menoleh ke belakang dan melihat Komi yang ratusan tanpa basa basi lagi Korrina menatap mereka semua dengan tatapan yang mengancam.


"Lalalalalala~~~" Korrina bergerak dengan sangat cepat sehingga menghabisi semua ilusi itu dengan hanya satu tebas dan tusukan saja, ketika ia selesai membunuh semua Komi itu... mereka yang dipenuhi dengan darah mulai berubah menjadi aura biru tua sehingga Komi yang asli muncul di atas langit, "ILLUSION OF ETERNITY!!!" Komi mengangkat kedua lengan-nya hingga wilayah itu mulai dipenuhi asap dan juga tembok tebal yang berwarna biru tua.


"Sial...!!!" Korrina sontak kaget ketika sadar bahwa dia baru saja masuk ke dalam jebakan dan ilusi yang berbahaya, asap itu mampu menipu kedua penglihatan Korrina sampai ia mencoba untuk menggunakan ilusi tetapi ilusi itu langsung diambil alih oleh Komi.


"Beyond Magic: Omni Magic Release!!!" Komi melepaskan semua tipe sihir sehingga semua sihir itu mulai mengarah kepada Korrina, Korrina dengan cepat menarik Keris yang sangat mematikan itu sehingga ia menghancurkan semua sihir itu dengan mudah dicampur dengan sihir suara yang meningkat kecepatan-nya berkali lipat.


Korrina mulai kewalahan ketika mencoba untuk menghancurkan semua sihir dan mengalahkan semua ilusi bayangan Komi yang terus menyerang-nya sehingga Komi yang asli mendarat tidak jauh dari-nya sambil memegang Omni-Slayernya yang ia campur dengan sihir Vanish, satu serangan... satu serangan cukup untuk membuat diri-nya terbunuh lalu terhapus dari kenyataan.


"Berakhir sekarang juga, Korrina!!!" Ungkap Komi sehingga ia bergerak maju menuju arah Korrina lalu mengayunkan pedang-nya itu tepat di leher-nya sehingga Komi melebarkan kedua matanya ketika melihat pergerakan Korrina sangat cepat sampai ia sempat untuk menoleh ke belakang.


"FLASH!!!" Korrina melepaskan cahaya Flashbang yang ia kumpulkan sejak awal pertarungan sehingga cahaya itu mampu menghentikan pergerakan Komi dan membuat diri-nya buta untuk sementara, Korrina mengayunkan Keris-nya itu yang sangat mematikan sehingga menembus pedang Omni-Slayer yang Komi tingkatkan itu sampai hancur.

__ADS_1


BAAAAMMMMMMM...!!!


Ilusi milik Komi langsung hancur ketika Korrina mengayunkan Keris itu dengan penuh kekuatan dan sihir sampai bilah dari Keris tersebut melepaskan dorongan besar yang mampu menghancurkan ilusi yang sangat kuat itu, Komi dan Korrina saling berhadapan dalam jarak yang dekat, saat ini Komi hanya terdiam dengan kedua mata-nya yang tertutup itu.


Setelah mata-nya kembali terbuka, ia bisa melihat partikel merah dan biru yang memenuhi ruangan kemustahilan itu, perlahan-lahan darah mengalir keluar dari mulut-nya bahkan serangan tadi mampu menyebabkan luka tebas besar di bagian perut dan dada Komi sehingga ia langsung terjatuh tepat di depan Korrina.


Serangan tadi benar-benar fatal dan mutlak sehingga Komi telah resmi kalah, strategi dan juga informasi yang ia kumpulkan melalui pertarungan pertama-nya berjalan dengan baik... untungnya dia tidak menggunakan Keris mematikan-nya itu dalam waktu yang tidak darurat dan ia juga tidak menyesal untuk membawa tambahan Keris lain-nya.


Korrina merasa bersalah ketika melihat Komi yang sedang berbaring di atas tanah sambil menatap langit-langit dengan ekspresi yang terlihat kecewa terhadap diri-nya sendiri, ia benar-benar kalah oleh seorang Mortal juga versi asli-nya... ia menggunakan kecerdasan dengan sangat baik sampai Komi tidak sempat untuk melakukan apapun karena ia benar-benar panik ketika bertarung melawan-nya.


"Aku tidak menyangka... aku bisa kalah seperti ini... padahal aku sudah mengerahkan semua-nya, sialan kau, Korrina... kau benar-benar berbeda... kau benar-benar Korrina Comi yang asli... tidak sesial dan seburuk diri-ku... seorang Succubus... kekuatan yang berasal dari suami-nya sendiri tetapi sayang sekali... dia sudah mati karena-ku..." Kata Komi, ia masih belum bisa disebut mati karena Korrina menahan diri ketika menggunakan serangan tadi.


Setidaknya Komi sekarang terluka cukup parah sampai ia tidak bisa memulihkan diri atau melanjutkan pertarungan, Korrina mulai meraih kedua lengan-nya lalu menggusur-nya menuju tempat yang lebih aman. Ruangan kemustahilan itu semakin lama semakin tidak stabil sehingga ruangan itu mulai berguncang dahsyat.


"Kau benar-benar hebat ya... Korrina Comi..."


"Kau juga hebat kok tetapi sayang sekali... kau menyia-nyiakan kekuatan yang kau miliki itu, padahal kau bisa melindungi mereka dengan kekuatan itu." 


"Hm... mereka pernah bilang seperti..."

__ADS_1


"...penyesalan akan muncul di akhir, Korrina."


__ADS_2