Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 532 - Minamism


__ADS_3

Semua penonton mulai bertepuk tangan dan bersorak sangat keras, mereka merasa sangat puas dan menikmati pertarungan yang hebat tadi. Mereka bahkan sampai tidak peduli jika tubuh mereka basah karena cipratan air itu.


Hana telah resmi menginjak tahap akhir yaitu Final, ia sekarang hanya perlu menunggu Mitsuki dan Minami bertarung, di saat itulah tahap turnamen permohonan yang terakhir akan di mulai.


"Hahhhh... untung saja mereka tidak apa-apa." Kata Ophilia.


Ia menghela nafasnya penuh dengan kelegaan bahwa putri dan putri dari teman dekatnya terlihat baik-baik saja walaupun sudah mengalami pertarungan yang begitu berbahaya.


"Sepertinya putraku dan putriku telah menginjak Final... bahkan salah satunya mengalahkan keturunan Comi, ini adalah pencapaian yang begitu besar untuk keturunan Shimatsu." Arata mulai berbicara.


Rasa bangganya bertambah begitu besar ketika melihat Hana dan Rokuro berhasil bertahan sampai tingkatan paling atas yaitu Final, selanjutnya mereka hanya perlu menenangkan Final.


"Kou."


"Mmm?"


"Apakah kamu benar-benar baik saja? Tidak sakit kan?"


"Tidak sama sekali... rasa sakitnya tidak separah penyakit yang aku rasakan... pertarungan yang cukup menyenangkan, sayang sekali aku kalah." Kou menghela nafas pelan, merasa kecewa dengan dirinya sendiri.


"Setidaknya tujuan utamamu untuk tetap bertarung dan menunjukkan dirimu sebagai penerus Korrina telah dipenuhi bukan?"


"Hm~ semua kekurangan, penyakit, dan kelemahanku... semuanya terasa menghilang seketika aku bertarung denganmu, Hana. Sungguh pengalaman yang cukup mendebarkan..." Kou memejamkan kedua matanya lalu terkekeh.


Hana bisa melihat Kou terlihat biasa saja, rasa leganya bertambah besar karena ia terlihat begitu bersemangat di bandingkan sebelumnya bahkan suhu tubuhnya masih terasa normal.


"Mungkin aku baru saja mencatat sebuah sejarah kelelahan dari keturunanku, aku dengar Mamaku selalu memenangkan turnamen apapun..." Kou kembali berbicara.


"Korrina juga pasti pernah merasakan kekalahan, apakah kamu ingat turnamen permohonan sebelumnya ia tidak menang?" Tanya Hana.


"Hm~ di situlah aku mengerti bahwa kekalahan tidak selalu memberikan sesuatu yang buruk melainkan terdapat makna yang penting di dalamnya..."


"...perasaan untuk belajar dari kekalahan dan pengalaman yang di rasakan." Kou tersenyum serius sehingga Hana mulai mengingat perkataan gurunya yaitu Korrina sejak ia masih 7 tahun.


"Kamu benar-benar terlihat persis seperti guruku, Kou... Mamamu itu yang sangat menginspirasi." Hana tersenyum lembut, membuat Kou tersipu malu sehingga ia menutup wajahnya di belakang punggung Hana.


"Aku masih membutuhkan waktu... untuk menjadi hebat seperti Mama..." Perkataan Kou tidak dapat di dengar oleh Hana karena terlalu pelan tetapi ia bisa melihat reaksinya tadi.


"Tetaplah berusaha dan belajar ya, aku yakin kamu bisa mengalahkan Korrina walaupun membutuhkan waktu. Ingatlah proses ada dan aku yakin penerus seperti dirimu dapat melakukannya." Hana terkekeh.


Kou langsung termotivasi sehingga ia mengangguk dengan tatapan semangat sekarang, percakapan kecil tadi menghabiskan waktu yang cukup untuk mereka sampai di dalam ruang peserta.


Haruka dan Honoka otomatis khawatir dengan situasi yang Kou hadapi tetapi mereka bisa melihat Kou dan Hana saat ini sedang bercerita sambil tertawa ceria bersama.


Honoka tersenyum lega ketika melihatnya, pertarungan tadi setidaknya tidak mempengaruhi Kou sama sekali karena ia terlihat sehat seperti biasanya.


Ia mulai menghampiri Hana lalu mengangkat tubuh Kou dan memberi dirinya sebuah pelukan, pelukan itu mampu membuat Kou tersenyum lebar karena ia bisa melihat kedua kakaknya yang sangat bangga kepadanya.


"Kamu bertarung dengan hebat, Kou. Aku tidak menyangka ini pertama kalinya aku akan melihat adik kecilku bertarung layaknya seperti mencoba untuk mengalahkan musuh." Kata Honoka lalu ia mengecup bibir Kou.

__ADS_1


Haruka menepuk kepala Honoka lalu mengusap kepala Kou, "Mama pasti akan bangga melihat dirimu tadi, kamu sudah dekat, Kou..."


"...menjadi penerus Mama, menjadi Legenda yang sangat cerdas bahkan mampu membawa kebahagiaan untuk semua orang. Seorang ratu Touriverse." Haruka memberi Kou sebuah kecupan di pipi.


Semua teman-teman Kou mulai menatap ketiga saudara di hadapan mereka yang terlihat begitu akrab, saling membagi kasih sayang bahkan Kou sampai menangis karena ia sejak awal menunggu momen seperti ini.


"Akhirnya... aku dapat melakukannya... aku sudah berusaha keras, kak Honoka, kak Haruka..." Kou tersenyum lebar sambil meneteskan beberapa air mata bahagia, ia juga merasa sangat lega bahwa penyakitnya tidak muncul.


Semuanya terasa normal baginya karena satu Minggu yang lalu sampai sekarang, ia tidak pernah lagi merasakan demam atau kesakitan secara mendadak.


Berkat bantuan dari Heaven dan seluruh teman yang mendukung dirinya, ia tetap bertarung untuk menunjukkan kepada dunia bahwa orang yang memiliki kekurangan bisa bertahan.


"Ketiga saudara Comi... melihat mereka akrab dan saling membagi kebahagiaan seperti itu entah kenapa tubuhku juga bisa merasakan rasa bahagia itu." Asriel mulai berbicara.


"Kau benar..." Jawab Rokuro.


Setelah ketiga saudara itu saling membagi kasih sayang, mereka kembali seperti biasanya, menantikan pertarungan semi final yang terakhir karena mereka sudah merasa rindu dengan Co. Corp.


Shuan menghampiri Kou yang saat ini seperti biasanya memakan makanan kesukaannya yaitu madu, ia melihat Shuan berdiri tepat di hadapannya dengan tatapan serius.


"Shuan..."


"Kamu melakukan yang terbaik---" Kouko tiba-tiba menendang kedua kaki Shuan, membuat dirinya terjatuh di atas lantai sehingga Kou duduk di atas dada Shuan lalu memberi dirinya sebuah ciuman di bibir yang begitu lama.


Semua orang terkejut ketika melihat Shuan yang dijatuhkan oleh Kou bahkan ia langsung menyerang dirinya dengan cara agresif.


"Ini cuman ilegal... apakah semua ini legal?!" Tanya Shou.


"Untuk Legenda ya... bisa di bilang legal tetapi bagi Astral tidak karena umur Kou akan tetap satu tahun untuk selama-lamanya." Jawab Haruka, mengejutkan semua teman-temannya.


"S-Sangat ilegal... apakah suatu saat nanti Shuan akan di tangkap?!" Minami menunjukkan ekspresi penuh belas kasihan kepada adiknya.


"Umur hanyalah angka, berisik kalian semua!" Seru Shuan keras dengan tatapan kesal karena ia tidak mau di ganggu oleh siapa pun ketika berduaan dengan Kou.


"Baiklah, semuanya!!! Kita akhirnya memasuki tahap---"


""MINAMI!!! MINAMI!!! MINAMI!!!" Seluruh penonton langsung menjerit keras, tidak sabar menunggu Minami dan melihat dirinya.


Semua penonton telah terpengaruh dengan sikap serta keimutan dari Minami sehingga mereka semua sangat menantikan dirinya bertarung lagi.


"Baiklah-baiklah!!! Sabar-sabar biarkan saya---"


""BANYAK BACOT!!! MINAMI MANA WOI!!!""


"MINAMI TERCINTA KITAA!!!""


Mendengar semua perkataan penonton yang merasa tidak sabar untuk melihat Minami bertarung membuat Minami menepuk wajahnya dengan wajah yang memerah.


"Kenapa malah bertambah banyak...?!"

__ADS_1


"Minamism sudah seperti virus sekarang, bukan hanya penonton di sekitar sini saja melainkan seluruh penghuni semesta melihatmu bertarung loh." Ujar Methode sambil tertawa.


"Astaga, sekarang aku semakin gugup berhadapan denganmu, Minami! Semuanya terlihat sangat menantikan dirimu untuk bertarung dan tentunya mereka sudah pasti menginginkan idola mereka menang...!" Kata Mitsuki.


"Tidak... jangan seperti itu, aku sudah bilang kepada mereka untuk tidak mengeluarkan perkataan negatif kepada lawanku, apakah kau ingat sebelumnya? Mereka semua bereaksi seperti biasanya..." Jawab Minami.


"Sepertinya para penonton sangat menantikan pertarungan Minami melawan Mitsuki... kalau begitu kita mulai semi final yang terakhir!!!" Seru Jorgez keras.


Semua penonton menjerit keras nama Minami bahkan Shira dan Megumi sampai kewalahan ketika mencoba untuk menjual seluruh barang, tidak menghabiskan waktu selama 1 menit dan semua stok barang itu terjual habis.


"Kita mendapatkan banyak uang lagi...!" Shira memasang ekspresi yang terlihat senang bahkan kedua matanya mulai terbinar-binar.


"Kita dapat berlibur kemana saja, Shira!" Kata Megumi sambil menghitung semua uang itu.


"Ya...! Setelah ini mari kita berlibur ke setiap inti semesta yang ada...!" Shira mengangkat tinju kanannya ke atas dan tentunya, prioritas utama adalah melihat kedua anaknya bertarung sampai menang.


Minami mencoba untuk keluar dari ruangan peserta tetapi Honoka menghentikan dirinya sehingga Haruka mulai memasang sebuah penutup mata di mata kirinya.


"A-Aku tidak membutuhkan ini...!" Resah Minami.


"Sekali kau terkenal maka jangan sekali-kalinya kau mengecewakan mereka semua. Lagi pula, penutup mata emas itu bukannya menunjukkan Minami sang pengabdi cahaya?" Ejek Haruka.


Minami melihat Haruka dan Honoka mencoba untuk menahan tawanya bahkan ia bisa mendengar suara tawa kecil di sebelah kiri, Minami menatap tajam seluruh teman-temannya.


Mereka semua otomatis berbalik badan lalu menatap area sambil bersiul, Minami menghela nafas panjang lalu ia berjalan keluar.


Minami menarik nafas dalam-dalam lalu ia mengembusnya dengan pelan sehingga ia mulai menunjukkan diri dari sebelah berat, membuat seluruh penonton menjerit histeris ketika melihat idola mereka.


""MINAMI!!! KAMI MENCINTAIMU!!!""


""TOLONG NIKAHI AKU...!!!""


Minami memasang wajah canggung, ia tersenyum lalu melambai kepada seluruh penonton, senyuman dan lambaian yang di lakukan oleh Minami mampu menusuk hati mereka semua.


"Dia menatapku...!!! Aku mendapatkan tatapan langsung dengan Minami...!!!"


"Aku lebih baik...!!! Aku mendapatkan lambaian tangannya...!!!"


"Aku dapat figur Minami~"


"Aku dapat guling dan bantal Minami!"


Minami mendengar semua percakapan mereka melalui kedua telinga kucingnya yang dapat mendengar sangat jauh, ia menghela nafas pelan.


"Aku ingin mati..."


"...Mama... Papa... kenapa kalian memiliki bantal, guling, dan figur yang terlihat jelas sepertiku?"


"Apakah ini pelecehan secara tidak langsung...?"

__ADS_1


__ADS_2