Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 556 - Mencoba Hidangan Tikus


__ADS_3

Hana membuka kedua matanya dan ia dikejutkan oleh Kou bersama Minami yang saat ini sedang memperhatikannya, Hana terkejut seketika lalu ia bangkit dan menabrak wajah Minami.


"Aw!" Minami mengusap keningnya.


"Sakit...!" Hana merasa kesakitan yang sama dengannya, Kou terlihat kebingungan lalu ia membantu Hana untuk berdiri.


"Hana, kamu telah di culik, sekarang serahkan semua hidangan lezat yang bisa kamu buat!" Ancam Kou dengan tatapan lembut, membuat Hana kebingungan karena ia berada di dalam sebuah dapur yang terlihat sederhana.


"Di culik? Kalian kan temanku... Sebelum itu, kenapa sampai harus menculik diriku segala ke dapur ini?" Tanya Hana, ia menatap keluar jendela dan terkejut ketika melihat banyak sekali penduduk Neko Legenda.


"Ahh! Kalian ternyata menculik diriku ke pulau Neko Legenda, tidak buruk juga... aku selalu ingin melihat bangsa Neko Legenda itu dari dekat." Hana tersenyum melihat semua penduduk itu.


"Kami sebenarnya tidak berniat untuk menculikmu tetapi jika Arata mulai mengatakan sesuatu soal pulau dan kepergian dirimu maka..." Minami mengingat kembali soal Arata yang marah besar kepadanya.


"...dia bisa saja marah besar."


"Hmm? Marah? Papaku tidak galak kok."


"Maksudnya itu loh! Harga diri seorang koki itu mutlak, aku mengajak diriku ke dapur ini karena memiliki sebuah permintaan." Jawab Minami.


"Permintaan? Jangan-jangan memasakkan sebuah hidangan?" Tanya Hana yang mulai melihat-lihat dapur.


"Itu dia, kau mengerti cepat. Intinya aku tidak ingin menanyakan Arata soal hidangan, aku sudah besar sekarang, mungkin dia akan melakukan sesuatu yang buruk kepadaku."


"Emangnya kamu mau aku buatkan hidangan apa? Jika tidak terlalu sulit maka aku bisa." Hana mulai mengambil sebuah spatula.


"Hmm... hidangan tikus---"


BAG!!!


"Sa-Sakit...!!!" Minami langsung jongkok sambil mengusap kepalanya yang terkena tepuk oleh Hana dengan spatula itu.


"Maaf, refleks. Sepertinya kamu sedang bercanda ya? Terdengar masuk akal kenapa Papaku bisa marah besar kepadamu bahkan sampai menepuk dirimu!"


Minami bisa melihat Hana terlihat jelas seperti Ayahnya, mungkin dia juga memiliki harga diri koki yang sama dengan Arata.


"Liat, Kou, bukannya itu cukup mengerikan...?! Hana bahkan sampai menepuk diriku dengan spatula, inilah amarah dari seorang koki!" Kata Minami sambil memeluk Kou.


Kou mulai menatap Hana dan Hana langsung menatapnya kembali dengan sebuah senyuman, "Tidak apa, Kou, kamu tidak harus merasa sedih atau kecewa."


"Koki juga memiliki batasan dalam membuat sebuah hidangan, tidak mungkin ada satu pun koki yang mau membuat sebuah hidangan dengan daging tikus." Ucap Hana dengan tubuhnya yang menggetar karena geli memikirkannya.


"Hana..." Panggil Kou.


"Iya, Kou?"


Kou mulai memegang erat bajunya lalu memasang ekspresi yang terlihat sedih, "Hana..."


"...tolong!" Kou mulai memasang wajah memohon kepada Hana sehingga tatapan itu melepaskan serangan efektif yang langsung menembus dadanya.


Membuat Hana memasang ekspresi kaget sampai dirinya tidak bisa menolak apapun ketika melihat tatapannya, Hana mencoba sekuat mungkin untuk menahannya tetapi tidak bisa.


"Ba-Baiklah... untukmu, Kou, tidak untuk Minami tentunya." Hana mulai mengusap kepala Kou sehingga ia menerima sebuah pelukan dari Minami.


Minami melompat kepada Hana lalu memberikannya sebuah pelukan erat, "Jawaban yang bagus, Hana! Aku mencintaimu!!! Sekarang ayo kita bekerja...!"


Hana tersipu ketika menerima sebuah pelukan dari Minami bahkan ia sempat mengatakan mencintai kepada dirinya, wajahnya berubah menjadi merah seketika.


"Y-Ya..." Hana mengangguk, melihat Minami berjalan pergi untuk mengambil sebuah karung yang ia simpan di pojok dapur.


"Bagaimana cara memasak hidangan tikus? Aku sendiri belum pernah melakukannya bahkan memakan satu saja belum..." Kata Hana, Minami langsung mengeluarkan satu tikus yang sudah mati dan menunjukkan tepat di hadapan Hana.


"Hiii...! Jijik, aku tidak menyangka kamu suka makanan seperti itu...!" Kata Hana, mencoba sekuat mungkin untuk tidak merasa geli melihat tikus itu.


"Tunggu, kenapa tidak mau bangkai atau busuk?"


"Aku sudah membersihkannya dan membuat semua tikus yang para penduduk kumpulkan memiliki aroma bunga agar bau busuk itu bisa hilang." Minami mulai memakan kepala tikus itu.


Membuat Hana merasa mual dan jijik bahkan ia sempat menawarinya kepada Hana, "Hana, mau coba? Sebelum memasak biasanya kan harus mencoba dulu."


"Tidak!"


"Minami, aku ingin coba!" Kou mengulurkan kedua lengannya.

__ADS_1


"Kamu sepertinya tidak boleh memakan sesuatu yang mentah, Kakakmu bilang begitu bukan?" Jawab Minami sambil menepuk kepalanya.


"Kalau begitu aku akan menunggu sampai hidangan itu jadi!" Kou merasa tidak sabar bahkan ia sampai melompat-lompat, Minami mulai merasa panik dan bingung bagaimana cara agar Kou tidak mencicipinya.


"Hana, bagaimana? Coba dulu ini." Minami menawarkan seekor tikus tanpa kepala kepada Hana.


"Tidak... tolong berikan aku kesempatan untuk berpikir---" Hana melihat karung itu mulai bergerak dan seekor tikus kecil melompat keluar lalu mencoba untuk melarikan diri.


"Ahh! Sepertinya masih ada yang hidup...!" Minami mulai menghalang tikus itu menggunakan kecepatannya sehingga tikus itu melarikan diri ke arah Kou.


Kou mencoba untuk menangkapnya tetapi tikus itu melompat tinggi ke atas meja dan melihat Hana yang mencoba untuk menghantam tikus itu menggunakan spatula.


"Aku dapat!!!" Hana mengayunkan spatula itu tetapi tikus tersebut melompat lalu masuk ke dalam pakaian Hana.


"Hiii...!!!"


"HYAAAHHHHHHHHHH!!!" Hana menjerit keras, mencoba untuk menyingkirkan tikus yang masuk ke dalam pakaiannya.


"Ahh, Hana! Seperti itu, tahan!!!" Minami menghampiri Hana yang terlihat panik mencoba mengeluarkan tikus yang menggelitik tubuhnya yang bergerak terus menerus.


Minami memasukkan tangannya ke dalam pakaian Hana, "Hiii!!! Minami...! G-Geli!"


"Tahan dulu, akan aku masukkan dengan pelan agar tikus itu bisa tenang..." Minami menyentuh kulit Hana yang terus mulus.


"Hyah...!"


"Whoa..." Kou memperhatikan dari jauh lalu ia menyentuh kacamatanya untuk menyalakan sebuah rekaman karena ia melihat sebuah adegan yang Honoka suka.


"Ahh! Aku menemukannya...!!!" Minami mulai meremas dada Hana, menyangka salah satunya adalah seekor tikus.


"Ahn...! Minami!!! Itu bukan tikusnya...!!! Hentikan!"


"Kenapa terasa empuk dan halus seperti tikus itu!?" Minami kembali mencari sehingga mereka berdua terjatuh di atas lantai.


"Ahh! Memperlama keadaan saja, cepat telanjang!" Seru Minami yang tidak berpikir lebih jauh lagi soal harga diri wanita, Hana bertambah semakin panik bahkan ia tidak bisa melawan.


"Minami...! Kamu melakukan tindakan pelecehan seksual padaku--- Ahh...!" Minami telah melepas baju Hana dan ia bisa melihat jelas tikus itu bersembunyi di belahan dadanya.


"Aku mendapatkannya, Hana! Lihat!"


"Hebat, Minami!" Kou bertepuk tangan sambil melompat-lompat sehingga ia tidak sengaja terpeleset dan terjatuh di hadapan Minami.


Membuat Minami ikut terdorong sambil wajahnya terjatuh dan tersandar di kedua gunung milik Hana, membuat wajah Hana memerah sampai melepaskan asap.


"Hiii...!"


"Bantal...?"


"HYAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!"


***


Beberapa menit kemudian, Hana saat ini sedang memotong beberapa bawang dan sayuran selagi memasang ekspresi yang terlihat masih malu.


Minami dan Kou saat ini sedang menatap resep yang baru saja di tulis oleh Minami, Kou tidak begitu pandai dalam memasak jadi ia hanya melihat dan menyarankan Minami sesuatu.


"Agar membuat makanan sehat, kita membutuhkan banyak sayur, mungkin akan terdengar lezat jika kita membuat sayuran dengan daging tikus cincang!" Kata Minami yang mulai merasa lapar.


"Minami! Minami! Bagaimana jika membuat hidangan yang sama dengan ayam madu tetapi ayam itu di ganti dengan tikus?! Pasti akan menjilat jari-jari setelah selesai memakannya...!" Kata Kou yang merasa tidak sabar.


"Whoa! Itu boleh juga... Lebih baik lagi jika kita membuat spageti ekor tikus!"


"Tikus panggang dengan saus lemon madu!"


"Sup tikus!"


"Tikus bakar madu!"


Hana terus mendengarkan kedua temannya yang membicarakan hidangan tikus, terdengar cukup menjijikkan bagi dirinya bahwa ia mencoba untuk fokus mengiris semua sayuran itu.


"Aliran sesat... aku tidak menyangka akan melakukannya karena hipnotis dari keimutan Kou..." Ungkap Hana.


"Baiklah, aku akan mengikut sesuai permintaan kalian. Mau hidangan apa dulu yang harus aku buat?"

__ADS_1


"Olahan Tikus madu." Jawab Minami dan Kou, Hana menghela nafasnya lalu menyalakan kompor untuk memasang daging tikus yang sudah Minami kupas kulitnya.


Setelah penggorengan panas, Hana memasukkan sepuluh daging tikus ke dalamnya karena Minami meminta 10 untuk di berikan kepada Neko Legenda yang mahir dalam memasak juga.


Beberapa menit kemudian, daging itu matang dan Hana langsung mengangkat semuanya dengan pikiran yang mencoba untuk fokus, ia mulai menganggap daging tikus itu sebagai daging ayam.


Hana mulai mengeluarkan sebuah mentega lalu mengolesi penggorengan lain yang tidak memiliki minyak, Minami dan Kou dengan tatapan polos terus melihat Hana memasak.


"Hana, kamu sepertinya memang mahir memasak ya, cocok untuk menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga." Kata Kou.


"Sayang tidak punya jodoh---"


Bag!"


"Aduh!!!" Minami menerima tepukan lainnya.


"Minami sendiri tidak memiliki pasangan sama sekali, jadi kamu tidak memiliki hak untuk mengatakan sesuatu seperti itu." Kata Hana sambil menunjuk Minami dengan spatula itu.


"Galak sekali sih... kamu sedang datang---" Minami melihat Hana langsung mengancamnya dengan pisau, "Tidak jadi, hehehe~"


Hana mulai memasukkan bawang putih cincang ke dalam penggorengan, mengaduknya sampai matang, lalu ia memasukkan dua sendok saus makan membuat Minami mulai berliur melihatnya.


Hana mulai mengaduknya menggunakan spatula, setelah itu memasukkan air, tidak lama kemudian ia mengambil sebuah botol penuh madu.


"Ini Kou, aahhh~" Hana mulai menyuapi Kou satu sendok madu.


"Ahhh~" Kou langsung memakannya lalu menunjukkan ekspresi yang terlihat senang.


"Enaknya...." Kou terkekeh.


"Hana! Aku juga!"


"Suapi dirimu sendiri..." Hana lanjut memasak dengan memasukkan dua sendok masuk ke dalam penggorengan.


"Hehhhh... Kamu masih marah ya..." Kedua telinga Minami mulai turun.


Hana mulai memasukkan tepung yang sudah cair, setelah itu ia mulai memasukkan 10 daging tikus yang sudah ia goreng, setelahnya ia mengaduknya sampai saus itu bisa mengenai dan menyelimutinya dagingnya.


Melihat hidangan itu sebentar lagi jadi, ekor Minami mulai bergerak cepat karena tidak sabar untuk mencobanya, Kou juga sama tetapi ia merasa sangat kelaparan ketika melihat daging itu diselimuti dengan madu yang begitu kental.


Beberapa menit kemudian, Hana bisa melihat hidangan itu sudah mengental yang artinya jadi, ia menempati satu daging di setiap sepuluh piring yang Kou sediakan.


Sentuhan terakhir, Hana menaburkan beberapa wijen dan hidangan telah jadi, ia mulai mengambil satu piring lalu menempatinya di hadapan Minami.


"Sudah... silakan coba." Kata Hana yang mulai memberi Minami sebuah sendok.


"Ahhhhhh~ Selamat makan~!" Seru Minami keras, ia mulai memakan daging itu secara pelan dan lidahnya langsung merasakan rasa yang begitu nikmat.


"E...ENAKKK!!!" Seru Minami keras, ia langsung menghabisinya selama lima detik.


"Hana! Tambah!" Kata Minami.


"Jangan melupakan tujuanmu itu, bukannya kamu ingin memberikan sisanya kepada koki yang lain?" Tanya Hana, membuat Minami terkekeh lalu mencoba untuk bersabar.


"Tapi kamu mau kan membuatkannya lagi untukku?" Tanya Minami.


"Ya, jika kamu suka maka aku akan buatkan lagi."


"Ahh~ Hana, aku mencintaimu~ Mending jadi istriku saja ya agar aku bisa menerima banyakan hidangan lezat darimu." Kata Minami sambil tersenyum lebar, membuat Hana tersipu merah.


"A-Apa maksudmu!? Istri!?"


"Ya~ Ayo kita menikah~ Kamu cocok menjadi rumah tangga bagiku, hehehe~"


"E-Enak saja...! Kamu baik-baik saja kan!? Apa hidangan itu membuatmu gila!?"


"Tidak kok..." Hana dan Minami menatap satu sama lain sehingga pandangan Hana sempat melihat Kou mengambil salah satu piring lalu menuangkan lebih banyak madu lagi.


"Hm~ Madu~ Daging~ Tikus~ selamat makan~" Kou mengambil sendoknya lalu mencoba untuk mencicipi daging tikus itu.


Hana dan Minami melihatnya, otomatis mereka langsung panik karena tidak ingin memberinya makanan yang tidak cocok untuk gadis yang baru saja sembuh.


""Kou!!! Jangan!!!""

__ADS_1


__ADS_2