
"Golden Saturn...!!!" Seru Shuan keras, ia mengeluarkan potensi cahayanya yang berdasarkan planet Saturnus dengan cincin yang mengelilingi, cincin emas itu mulai melukai Rokuro bahkan meninggalkan luka dalam di pipinya karena ia tidak melihat dua cincin emas yang berputar menuju arah Shuan lalu menempel di kedua lengannya untuk mengelilinginya.
Golden Saturn adalah kekuatan cahaya Shuan dimana ia dapat menciptakan replika atau planet palsu yang sama persis dengan Saturnus tetapi ia hanya menggunakan cincinnya saja untuk menyerang sedangkan planet-nya ia simpan untuk nanti, Rokuro mulai menyerap semua cahaya cincin itu tetapi Shuan mulai menariknya kembali dengan menggunakan kedua cincin di lengannya.
"Jika kau menyerap cahaya dari Golden Saturn maka hasilnya akan cukup merugikan bagi dirimu karena cahaya yang terdapat di dalammu akan aku buat menjadi cincin Saturnus yang mampu merobek-robek dalaman itu... bahkan bisa saja meninggalkan luka yang besar!" Rokuro mulai mendekati Shuan karena ia tidak ingin menanggung resiko, ia mulai menghancurkan semua cahaya itu dengan melepaskan sihir cahaya yang ia lepas sehingga semua cahaya itu membantu cincin saturnus lainnya.
Shuan dan Rokuro berada di jarak yang sangat dekat sekarang, mereka mulai melancarkan beberapa serangan yang saling mengadu tetapi Rokuro berada di tingkat paling atas untuk membuat Shuan terlempar ke belakang dengan mulut yang mengeluarkan sedikit darah. Rokuro menghantam daratan sehingga ia terlepas lah tekanan besar sampai membuat Shuan terjatuh tetapi ia berhasil melempar cincin emas lainnya yang terlihat seperti cakram.
Rokuro melompat ke atas lalu terbang untuk melarikan diri dari cincin saturnus yang terus mengikutinya, ia mulai menghindarinya dengan menipu semua pergerakan cincin itu dengan mencoba untuk menabrak daratan tetapi tidak jadi, hasilnya cincin itu mengenai daratan dan menimbulkan ledakan yang kecil. Ia melihat Shuan yang berada tepat di belakangnya, ia mulai terbang ke atas lalu melepaskan dorongan yang besar sehingga Shuan terdorong ke belakang karena tubuhnya tidak begitu kuat untuk menahan semua serangannya.
Haruka merasa terkesan ketika melihat Shuan mengeluarkan cahaya yang memiliki bentuk Saturnus, kemungkinan besar cahayanya lebih menonjol terhadap luar angkasa atau tata surya karena ia tadi sempat melihat beberapa bola planet yang mengelilingi leher Shuan tetapi menghilang seketika. Shuan menyembunyikan potensi lainnya tetapi ia tidak bisa mengeluarkannya secara langsung karena akan mempengaruhi tubuhnya itu, Rokuro berhasil menghajar Shuan beberapa kali sehingga ia tidak diberi kesempatan untuk menyerang.
Setiap serangan yang Rokuro lepaskan mampu melukai Shuan dengan hasil kedua lengannya terbakar dengan cahaya sampai meninggalkan beberapa luka tebas, ia melompat ke belakang lalu menatap kedua lengannya untuk melihat luka-nya, luka yang dihasilkan dari serangan cincin emas itu. Tubuhnya terasa begitu menyakitkan dan tajam entah kenapa bahkan ekornya sempat menyentuh punggungnya sampai meninggalkan luka tebas yang begitu besar.
"Tidak buruk juga, Shuan... cukup hebat juga sepertinya, aku tidak bisa meremehkan potensi yang kau miliki saat ini. Aku mengakui bahwa dirimu sudah cukup untuk melindungi Kou... jika kau terus berlatih dan beristirahat dengan cukup maka hasil yang kau dapatkan tidak akan buruk." Rokuro tersenyum serius dan Shuan terlihat kelelahan, ia merasa tidak puas karena kekuatannya masih belum cukup untuk mengalahkan Rokuro bahwa membuat dirinya lelah karena ia tidak melihat sedikit keringat yang keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
"Aku masih belum selesai...! Grrrgghhh...!!!" Shuan merapatkan gigi-nya sehingga taringnya mulai membesar, ia melepaskan cahaya yang cukup besar bahkan sampai membuat Haruka dan Rokuro terkejut ketika melihat delapan planet yang mengelilingi leher Shuan bahkan sampai berputar cukup cepat, ia mulai mengepalkan kedua tinjunya sampai membuat gravitasi di sekitarnya bertambah setiap detiknya.
"Kekuatan ini...!?" Rokuro melebarkan matanya.
"Golden Solar System--- Hugghhhhh!!!" Shuan memuntahkan darah yang cukup besar melalui mulutnya lalu ia berlutut di atas tanah karena tubuhnya tidak mampu menampung seluruh kekuatan dari tata surya yang ia ubah menjadi cahaya emas, hasilnya ia melemah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan karena Lenergy dan tenaga yang menurun secara drastis.
"Kau kalah... tetapi hasilnya tidak buruk juga untuk memperlihatkan kekuatan berbahaya tadi. Golden Solar System ya...? Hebat juga" Kata Rokuro.
Haruka mendarat di sebelah Shuan karena ia tidak menyangka Shuan akan mewarisi kekuatan cahaya hebat seperti itu, jika Minami memiliki cahaya berdasarkan cahaya alam maka Shuan memiliki cahaya yang lebih menonjol dengan tata surya. Pertarungan berakhir dengan Rokuro yang memenangkan-nya tetapi Haruka sudah pasti akan mengijinkan dirinya untuk memiliki Kou karena ia memiliki kekuatan yang jauh lebih dari cukup untuk melindungi Kou.
Beberapa menit kemudian, suasana kembali damai seperti biasanya dan tadi Shira baru saja melihat potensi Shuan yang selalu ia sembunyikan darinya, melihatnya sudah cukup untuk membuatnya bangga, ditambah lagi Minami tidak menyangka bahwa Shuan akan memiliki kekuatan cahaya yang sangat hebat karena berdasarkan dari tata surya. Perayaan hari keluarga kembali berlanjut dengan Shuan yang sedang berada di kamarnya merasa nyeri di bagi dadanya.
"Selamat, Shuan, sebagai Kakak Kou sepertinya aku akan mengijinkan dirimu untuk tetap bersamanya, jagalah adikku dengan baik dan benar ya~ Ingat... aku melarang kalian untuk melakukan hubungan yang tidak sehat, jika ketahuan maka aku bunuh kau!!!" Seru Haruka dengan tatapan yang terlihat mengerikan, Shuan memasang ekspresi datar karena ia tidak mengerti maksud dari hubungan yang sehat itu.
"Jika kamu sudah mengerti maka bagus... sudah waktunya untuk menggunakan kemampuan ini, mungkin ini yang terakhir karena aku tidak ingin menggunakan lebih lanjut karena mempengaruhi Limiter-ku." Haruka mendekati Shuan dan ia mulai mengangkat jari telunjuk-nya yang diselimuti dengan aura hijau, aura hijau itu memiliki simbol waktu yang berputar cukup cepat ke depan.
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan kepadaku?"
"Tidak banyak... hanya mempercepat umurmu, tidak akan berpengaruh kepada dunia. Anggap saja aku mempercepat waktu hanya untuk dirimu jadi kau seperti mengalami perjalanan maju menuju masa depan tetapi kau masih berada di masa sekarang, intinya berterima kasih-lah kepada diriku... jika kau mencintai dirinya di umur ini, aneh sekali tau. Masih anak-anak sudah punya rasa cinta saja, mengerikan..." Haruka mulai menyentuh dahi Shuan sehingga pandangan-nya mulai melihat waktu yang berputar cukup cepat sehingga tubuhnya mengalami kesakitan untuk sementara.
"Agghh...!!!" Shuan mengalami lompatan waktu ke depan yang mampu mengubah umurnya yang awalnya lima tahun menjadi 18 tahun sekarang, ia merasa pusing seketika dan Haruka tersenyum bahwa semuanya berjalan dengan lancar.
Shuan dikejutkan dengan ukuran kedua lengannya yang begitu besar dan kekar, mungkin karena efek dari sering latihannya memberikan hasil yang cukup memuaskan. Ia menatap Haruka dan tidak lupa untuk berterima kasih kepada dirinya, dengan tubuh yang ia miliki sekarang, ia dapat melakukan latihan lebih giat tanpa mengkhawatirkan batasan yang selalu menghalangi dirinya, ia juga sempat melihat tangan Rokuro di luar pintu.
"Rokuro... aku tidak akan merebut pacarmu, pergi sana..." Kata Shuan dengan wajah datarnya, Rokuro baru saja tertangkap basah dan ia segera pergi dari lorong itu, Haruka hanya bisa terkekeh dan tersipu karena Rokuro terlalu protektif kepada dirinya karena mereka sudah menjalani hubungan yang baru.
"Dengar ya, Shuan... Kau pasti sudah mengetahui tentang kekurangan besar yang dimiliki oleh adikku bukan? Dia tidak bisa berbicara, mendengar, melihat, dan dia memiliki riwayat penyakit yang besar sehingga penyakit yang berbeda bisa saja menyerang dirinya kapanpun. Semua itu sudah diamankan berkat bantuan dari teknologi dan Mamaku, intinya aku menyerahkan keamanannya kepadamu..."
"...jika... Jika! Aku melihat! Dirinya! Menangis! Karena! Sikap! Brengsekmu! Kau! Mati! Mengerti!?" Tatap Haruka kejam dan Shuan hanya bisa mengangguk sehingga ia pergi meninggalkan ruangan itu dan ia baru saja lupa mengatakan informasi penting kepadanya.
"Kau benar-benar mirip seperti Shira, Shuan. Tekad dan semangat tinggi untuk menjadi seorang Legenda yang layak ditambah lagi mencintai seorang gadis yang memiliki fisik seperti anak kecil, dasar pedofil. Fisik Kou akan tetap seperti itu walaupun umurnya sekarang sudah sama denganmu." Haruka meninggalkan kamar itu dan tertawa terbahak-bahak karena selera Shiratori kepada seorang gadis cukup aneh karena mencintai gadis kecil seperti itu.
__ADS_1
"Masa bodoh dengan fisik... umur... atau apalah itu..."
"...yang penting aku bisa bersama dengannya, hanya untuk melindungi dirinya."