
Boundry of Touri - Grandmaster's Hideaway
Korrina mendarat di atas tanah yang memiliki warna hitam, Korrina datang dengan sebuah katana yang berukur panjang dan disarungi dengan sarung berwarna biru muda, katana itu hanya Korrina pegang dan tidak disimpan karena ia bisa menyimpannya di dimensi penyimpanannya yang bernama Sacred's Storage. Nama dari katana yang Korrina pegang adalah Shinsei-no-Muramasa
Ia menatap ke depan dimana ia melihat kastil yang memiliki warna ungu kegelapan, kastil itu juga terhalangi dengan beberapa sihir kegelapan yang mampu menyengat seluruh tubuh Korrina, tetapi Korrina terlindungi dari kegelapan itu melalui kesucian dan katana yang ia pegang. Perlahan-lahan rambutnya yang pendek mulai terkena hembusan angin yang besar, "Sepertinya mereka tahu keberadaan-ku, terserah-lah. Aku datang hanya untuk menanyakan Tournament of Solicitation, jauh-jauh aku datang dan mengunjungi perbatasan Touri." Korrina menghela nafasnya.
Korrina berjalan ke depan selagi memegang jaketnya karena suhu di pulau melayang itu dingin sekali bahkan lebih dingin dari kutub utara atau mortal biasa pasti akan segara membeku ketika memasuki pulau melayang itu yang ada di perbatasan Touri, "... ..." Korrina melihat beberapa penjaga yang memiliki zirah ungu kegelapan dengan helm lancip dan tinggi sekali, penjaga-penjaga itu memegang tombak tajam yang panjang sekali.
"Seorang Legenda yang tidak diundang dan tidak di kenal...! Segara mengeksekusi!" Semua penjaga itu lari menuju arah Korrina dengan menunjuk kepala Korrina menggunakan tombak-tombak itu, "... ..." Korrina tersenyum jahat lalu ia membuka mata kirinya dengan sangat lebar hingga pupil matanya berubah menjadi warna hijau yang dilingkari dengan aura sacred, pupil itu mulai melambangi jam yang berputar 360 derajat dan jam itu berputar dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
ZWOSSSHHH!!!
"... ..." Tanpa disadari penjaga-penjaga itu, Korrina saat ini sedang berada di belakang mereka masih dengan senyuman jahatnya, penjaga itu juga tidak bisa merasakan keberadaan Korrina sama sekali karena ia melumuri tubuhnya dengan sihir Sacred yang sangat kuat. Sihir yang tadi Korrina gunakan adalah sihir lompatan waktu, sihir itu Korrina pelajari dengan memakan kristal waktu juga, dengan keberuntungan yang miliki Korrina, ia mendapatkan sihir waktu yang berjenis lompatan waktu, jadi ini bisa melompat waktu selama 1 sampai 5 detik dengan batas lima kali di gunakan, ketika ia sudah menggunakannya selama lima kali maka ia harus menunggu satu jam atau dia bisa saja mengorbankan mata kirinya.
Korrina yang berada di belakang mereka membuka katananya sedikit dari sarungnya lalu ia memasukkannya lagi hingga ketika seluruh katana itu telah masuk ke dalam sarang, api sacred mulai muncul disekitar katana itu, "Shinsei-no-Gensetsu. (Phantom Sacred Moon.)"
ZBAAAASSSHHH!!!
Kepala-kepala penjaga itu terpental ke atas hingga lehernya yang putus mulai menyemburkan darah yang banyak sekali, kepala-kepala penjaga itu mulai terbakar dengan api sacred termasuk dengan darahnya. Korrina berjalan ke depan lalu ia melihat jembatan dan sebuah air merah di dalamnya pasti akan dipenuhi monster.
Korrina melirik ke atas dan ia melihat jendela yang terbuka, "... ..." Korrina membuata mata kirinya dengan sangat lebar hingga ia menggunakan lompatan waktu lagi, ia sekarang berada di dalam kamar mandi yang terlihat cukup menjijikkan, "... ..." Korrina berjalan ke depan lalu ia menghancurkan pintu yang ada di depannya dengan membuka katananya dari sarungnya lalu pintu itu yang terbuat dari baja langsung terbakar hangus.
Korrina mulai mencari sumber Mana milik sang penemu turnamen yang bernama Tournament of Solicitation, sang penemu itu adalah manusia dan dia memiliki kekuatan yang bisa saja menyetarai Korrina. Korrina berjalan di tengah lorong dimana lorong itu akan membawanya ke tempat manusia yang ia cari, ia melihat beberapa penjaga mulai menghalang jalannya dari depan dan belakang, "Astaga... Aku datang hanya untuk berbicara, tetapi aku tidak ada larangan untuk membunuh kalian." Korrina mulai menarik katanya lalu ia memegang sarungnya di tangan kirinya dan katananya di tangan kanannya.
Korrina melihat penjaga yang ada di depannya mulai menarik pelatuk senjata yang bisa disebut dengan nama gatling gun ke arah Korrina, peluru-peluru yang dimiliki senjata api itu terlumuri dengan api berwarna ungu, "... ..." Korrina mulai memutar sarung katana-nya 360 derajat ke depan dan peluru-peluru yang ada di belakangnya ia tahan dengan menggunakan api sacred yang muncul di belakang punggungnya.
__ADS_1
Korrina mulai menancapkan katananya di bawah lantai hingga lantai-lantai yang diinjak oleh semua penjaga itu mulai terbakar hingga menciptakan lubang yang besar, semua penjaga itu langsung terjatuh ke dalam lubang tersebut. Korrina mulai melayang di atas lalu ia bergerak ke depan dan melihat seorang manusia yang memakai zirah yang terlihat cukup canggih, "Bot-Fighting X..." Korrina memanggil zirah itu dengan nama Bot-Fighting X dimana zirah itu dapat melihat cara bertarung Korrina dan zirah itu juga dapat bertarung sehebat mungkin tanpa pengguna harus berlatih.
Korrina menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal hingga api-api yang terdapat dipunggungnya mulai membentuk sebuah paku-paku yang terbuat dari api sacred, paku-paku itu melesat menuju arah manusia itu dan manusia itu mulai memunculkan perisai elastis melalui lengan kanannya.
ZWOSH! ZWOSH! ZWOSH!
"Mode pertarungan kekuatan penuh...!" Manusia itu melesat menuju arah Korrina dan Korrina mulai membuka mata kirinya dengan sangat lebar, ia menggunakan sihir lompatan waktunya dan ia melompat selama lima detik karena ia melesat ke depan selagi melewati manusia yang dipenuhi dengan teknologi canggih yang bisa saja jebakan ketika di serang asal-asalan, "Hah..." Manusia itu sadar bahwa Korrina tiba-tiba hilang, helm dari zirah-nya mengerti apa yang Korrina lakukan yaitu ia menggunakan sihir lompatan waktu.
"Hmph... Sihir lompatan waktu, apakah dia bisa terus menggunakan sihir itu...!?" Tanya manusia itu yang mulai mengejar Korrina dari belakang, "Legenda tercantik dan petarung yang hebat, tetapi kau ini pengecut karena memiliki sihir murahan yang bernama lompatan waktu atau bisa disebut dengan Time-Leap." Manusia itu mulai memejamkan kedua matanya hingga helm dari zirah itu mulai menciptakan dua antena di telinga kanan dan kiri, "Mode Batin..." Zirah itu dapat mendeteksi pergerakan, suara, dan detak jantung di sekitar kastil itu. Manusia itu bisa mendeteksi Korrina yang sedang berada di lantai atas, "Aku menemukannya..." Manusia itu mulai menghancurkan atap lalu ia terbang ke atas untuk menangkap Korrina.
Di sisi lainnya Korrina sedang berdiri tepat di belakang pintu dimana di dalam pintu itu terdapat lorong yang panjang, "...Zirah itu juga bisa melakukan mode batin dimana ia bisa mencari-ku dengan mudah... Tidak ada pilihan lain..." Seluruh tubuh Korrina mulai bersinar dan perlahan-lahan ia membuat tubuhnya itu menjadi sebuah ilusi agar manusia yang berzirah tadi menyangka bahwa ilusi itu adalah Korrina yang asli, Korrina yang asli mulai berubah menjadi aura sacred dan mulai pergi meninggalkan tubuh ilusinya.
BAAMMM!!!
Manusia itu menghancurkan pintu lorong yang ada di depannya, ia bisa mengetahui bahwa Korrina sedang berada di depannya, ia melesat ke depan lalu melirik ke arah kiri dimana ia melihat ilusi Korrina, "Disini, Johnsen!" Teriak ilusi Korrina karena ia mengetahui namanya dengan menggunakan sihir pembaca pikiran dan ingatan, ilusi Korrina meluncurkan beberapa api sacred yang berbentuk seperti paku-paku tajam, "Serangan sihir kuno yang bernama Sacred itu bukan apa-apanya bagi perisai yang termodifikasi untuk melindungi apapun dari yang namanya sihir."
BUUSSHHH!!!
Peluru itu meninggalkan lubang yang lumayan dalam di bahu kirinya hingga lubang itu menyemburkan darah yang cukup banyak hingga mampu membuat Johnsen melemah, ia menghalang lubang itu menggunakan telapak tangan kanannya lalu ia melirik ke belakang dan mulai memunculkan dua peluncur roket di bahu kanan dan kirinya, peluncur roket itu mulai melesat banyak sekali roket menuju arah Korrina dan Korrina mulai memanggil katananya lagi dan setelah itu ia menebas semua roket.
BAM! BAM! BAM!
Korrina mulai menghilang dan meninggalkan Johnsen sendirian selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Serangan dan trik murahan-nya itu mampu membuatku lengah... Legenda sialan, inilah kenapa aku membenci Legenda yang seharusnya tidak memiliki akal sehat atau kecerdasan yang mampu melampaui bangsa Manusia!"
"Kau tidak akan aku biarkan untuk bertemu dengan Morgan Reinheit... Dia tidak membutuhkan seorang Legenda sepertimu, dia tidak mau diganggu dalam menciptakan Tournament of Solicitation yang kelima...! Legenda yang memiliki kekuatan tingkat dewa sepertimu berhak diam dan tidak berurusan lagi dengan turnamen ini untuk kedua kalinya...!!!" Johnsen terus mengikuti Korrina dari belakang dan Korrina mulai menghilangkan sarung katana-nya lalu ia mulai mengusap logam katana itu menggunakan kedua jari di tangan kirinya yang terbakar, "Step-Up Sacred Flow...!"
__ADS_1
"Sepertinya zirah yang digunakan itu mulai mendapatkan informasi baru tentang melacak dua Legenda yang sama... Aku harus mengakhiri kehidupannya dengan satu serangan fatal." Korrina terus mengusap-usap logam katana itu hingga logam itu mulai bersinar cerah, "Sepertinya dia tidak memiliki banyak mana dan pengalaman dalam bertarung, ia hanya mengandalkan zirah canggih-nya saja, itu peluang emasku untuk menang." Korrina mulai menghilang layaknya seperti api yang ditiup.
"GRAAGGHHH!!! KEPARAT!!!" Johnsen mulai menghancurkan tembok-tembok kastil itu menggunakan kedua tinjunya karena luka kecil yang di bahu kirinya mulai perlahan-lahan mempengaruhi seluruh tubuhnya termasuk jantungnya yang mulai berdetak pelan sekarang. Johnsen mendengar suara detakan jantung milik Korrina yang bersembunyi di lorong kanan, "Aku menemukanmu, dasar janda rendahan..." Ucap Johnsen.
Korrina mulai menampakkan dirinya di depan Johnsen selagi memegang katananya, "Strategi yang kau lakukan itu buruk sekali, bukan strategi yang hebat. Strategimu hanya diandalkan melalui keberuntungan yang kau miliki. Sekarang aku akan menunjukkanmu perbedaan strategiku dengan strategi keberuntungan-mu!" Johnsen mulai tersenyum dengan sangat jahat, ia mulai membuka penutup wajahnya dan Korrina bisa melihat wajah jeleknya.
"Tuan Morgan tidak mau diganggu karena dirimu, janda rendahan. Seharusnya kau sadar bahwa dia tidak akan mendaftarkanmu untuk mengikuti Tournament of Solicitation, sudah dua kali kau datang ke sini dan yang kau incar itu hadiah dari Tournament itu bukan...? Kau sudah dua kali berturut-turut menang karena kekuatanmu yang jauh dari kata kekuatan seorang Mortal..."
"Dasar rendahan... Seharusnya kau sadar bahwa kau terlalu kuat dan tidak layak untuk mengikuti turnamen ini." Johnsen terus berbicara-cara omong kosong dan Korrina hanya bisa diam selagi memegang katananya dengan rautan wajah yang terlihat sabar karena Johnsen terus memanggilnya janda, sepertinya ia tahu bahwa Alvin telah mati atau pergi dan tidak pernah kembali kepada dirinya, "Shinsei-no-Zekku...!" Korrina memutar katananya lalu ia tiba di belakang Johnsen selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Kau bukanlah manusia yang aku cari."
Korrina menghilang katana-nya dan ia berjalan pergi meninggalkan Johnsen, "Kau---"
SLASH! SLASH! SLASH!
Shinsei-no-Zekku adalah kemampuan katana Korrina yang mampu menyerang beberapa tebasan ke arah tubuh yang ia tandai menggunakan aura sacred-nya yang melumuri tubuh musuhnya lalu ia bergerak cepat bersama dengan tebasan yang ia gerakkan hingga sekarang Korrina berjalan pergi meninggalkan Johnsen yang sudah mati.
Seluruh tubuh Johnsen tertebas hingga mengeluarkan banyak sekali darah, "GUAAAAAGGHHHH...!!!" Teriak Johnsen kesakitan karena semua urat-uratnya putus karena serangan fatal milik Korrina, "TERKUTU---" Seluruh tubuh Johnsen langsung terbakar dan Korrina hanya bisa tersenyum lalu ia tiba di depan pintu dimana di balik pintu itu terdapat manusia yang Korrina cari bernama Morgan Reinheit.
Korrina mulai menggunakan lompatan waktunya lalu Morgan yang sedang duduk di atas meja selagi menatap kertas tentang data-data para petarung yang akan mengikuti Tournament of Solicitation, "... ...!" Korrina menunjuk leher Morgan bagian depan menggunakan katana-nya.
"Korrina... Seperti biasanya kau datang untuk daftar secara paksa. Tenang saja..." Morgan mulai mengambil kertas yang berisi data milik Korrina, ia mulai menunjukkannya kepada Korrina dan itu membuat Korrina terkejut karena dengan anehnya ia didaftarkan oleh Morgan tanpa harus Korrina memaksanya, "Korrina... Alasannya kau mengikuti turnamen ini sesuai kehendakkan-ku karena saingan kali ini semuanya tangguh dan bisa saja kau tidak akan selalu menjadi pemenang."
"Apa...?"
"Peserta yang akan mengikuti turnamen itu berbeda-beda sekarang. Kekuatan dari hewan, Saint yang berbakat dan berpotensi tinggi, malaikat yang memiliki kekuatan Enchantment Flower of Evolution, iblis yang berjulukan sebagai iblis takdir atau Demon Bloodes, mortal yang memiliki kekuatan Seven Deadly Sins dan Seven Heavenly Virtues. Pokoknya saingan-nya akan lebih tangguh dan sulit dari turnamen selanjutnya, Korrina."
__ADS_1
"Aku akan mengalahkan mereka semua..." Korrina mulai menarik katana itu lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "...lalu aku akan menyelamatkan suamiku... Alvin Ghifari!"