Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 906 - Sel Legenda Tidak akan Bisa Diasah tanpa Latihan


__ADS_3

Mereka melancarkan satu pukulan yang saling tertarik menuju satu sama lain sehingga terjadi tabrakan yang menyebabkan guncangan dahsyat sampai keluar dari luar Yuusuatouri lalu mempengaruhi Touriverse sekaligus.


Semua penghuni mendadak tidak bisa bergerak karena tekanan yang terlepas itu bahkan pandangan mereka juga sempat menggelap karena menerima cahaya yang langsung menyebar di seluruh alam semesta.


Cahaya yang menahan daya kehancuran dari Demetrio sampai ia memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu masih bertahan tetapi ekspresinya terlihat kesal.


"Apakah kau pikir menghancurkan planet dan alam semesta akan semudah itu sekarang...? Setiap tempat sudah aku pasang pohon emas yang menahan serangan kehancurannya..."


"...karena pukulan kita yang saling bertabrakan sampai menyebabkan guncangan dan kehancuran besar, semua itu berhasil aku netralkan menggunakan Nature's Hope yang menahan semua planet atau alam semesta dari kehancuran serta tekanan!"


"Aku tidak akan membiarkan mereka yang seenaknya menghancurkan apapun itu... semua daya tahannya sudah diperkuat karena Nature's Hope dan kekuatan yang aku pegang...!!!"


"Golden Sunshine!" Shinobu terbang kembali ke dalam planet Lemia agar Demetrio tidak macam-macam dengan planet lainnya terutama lagi planet Legenia.


"Hmph, kau memang selalu membuat terkejut, Shinobu Koneko! Tetapi tujuanku bukanlah menghancurkan planet atau alam semesta melainkan kau sendiri yang harus aku hancurkan...!!!"


Demetrio mengejar Shinobu sampai mereka berdua mulai saling bertarung mengelilingi planet itu, Koizumi bersama yang lainnya sudah kehilangan jejak pergerakan mereka, keberadaannya juga terasa dimana-mana.


Demetrio menyambut Shinobu dari depan, ia mulai melancarkan banyak sekali serangan yang ditahan oleh Shinobu selagi memfokuskan semua Lenergy alami dalam tubuhnya ke dalam kepalan tinjunya.


"Sungguh luar biasa...!!! Kekuatan dari Touriverse's Hope memang hebat!" Shinobu dan Demetrio melancarkan banyak sekali serangan yang saling mengenai satu sama lain tanpa henti.


Demetrio menciptakan banyak sekali Golem yang mulai menyerang Shinobu dari arah berbeda, ia mulai menghancurkan semuanya dengan melepaskan dorongan cahaya tetapi wajahnya menerima satu pukulan dari Demetrio.


Shinobu terpental menuju daratan lalu ia mendarat dengan selamat, melihat Demetrio mendarat di hadapannya dengan ekspresi puas karena kekuatannya terus meningkat tanpa henti karena doa dan harapan semua pengikutnya.


"Aku bertambah semakin unggul dibandingkan dirimu sekarang...!!! Semuanya mempercayai diriku sebagai penyelamat, anggap saja yang baik dan kau yang jahat."


"Dalam sudut pandangan seperti itu, memang benar. Aku bisa dibilang penjahat dan ancaman untukmu bersama dengan seluruh pengikutmu itu." Kata Shinobu yang mengakuinya.


"Setiap perbuatan seseorang memiliki kandungan berbeda di dalamnya, mereka yang tidak mengerti bisa saja menganggap hal yang tidak wajar itu jahat... tetapi bagi seseorang yang mengerti dan dekat akan dianggap baik."


"Sungguh penuh dengan misteri, bukannya begitu?" Tanya Shinobu sampai Demetrio memasang tatapan serius.


"Kenapa mau masih setenang itu!? Aku ingin kau gemetar ketakutan...!!!" Perintah Demetrio sehingga Shinobu muncul di hadapannya lalu melancarkan satu tendangan yang berhasil ia tahan.


Walaupun sudah menahannya, tulang di dalam tangan Demetrio sempat patah sampai ia hanya bisa tersenyum puas, "Hahaha! Percuma saja... tubuhku akan jadi lebih keras untuk menerima itu, dengan sendirinya!!!"


Lengan yang berhasil Shinobu patahkan itu mulai menumbuhkan tangan Golem yang ia berhasil perbesar lalu lancarkan kepada Shinobu untuk menindih tubuh kecilnya itu.


Shinobu menghindari serangan itu dengan melakukan backflip ke belakang yang ditambah dengan lompatan tinggi ke atas serta tambahan salto yang langsung mengenai puncak kepalanya.


"Urrgghhh!!!" Demetrio tersenyum puas karena tubuhnya mulai berubah menjadi Golem yang perlahan-lahan membesar sampai membuat Shinobu mengangkat kedua alisnya.


"Hahaha!!! Tubuhku akan bertambah kuat setia kau melukai diriku, Shinobu Koneko...!!! Aku menggunakan kekuatan alam untuk menyerap semua serangan itu yang mampu mengubahku menjadi Golem...!!!"

__ADS_1


Karena ukuran Demetrio yang bertambah besar, ia semakin kesulitan untuk mendeteksi Shinobu karena tubuh kecilnya itu, pada akhirnya perut Demetrio menerima satu tendangan dari Shinobu yang memuntahkan banyak darah melalui mulutnya.


"Demetrio, kau mengulangi kesalahan yang dialami oleh Barak sebelumnya... kekuatan yang kau terima dari Touriverse's Hope itu sangat berlebihan sampai mempengaruhi tubuhmu itu!" Kata Shinobu.


"Lagi pula sebagian dari harapan yang kau terima adalah kepalsuan, mungkin beberapa ras yang terpaksa masuk menerima dendam besar yang mempengaruhi tubuhmu sampai mengacaukan kekuatan di dalam dirimu..."


"Aku lebih memilih menerima harapan asli dari temanku sendiri dibandingkan harapan palsu yang kau terima karena memaksa mereka." Kata Shinobu sampai Demetrio memasang tatapan kesal.


Tubuhnya terus mengeluarkan banyak sekali sihir yang tidak bisa ia kendalikan, bisa dibilang tubuhnya hilang kestabilan atas kekuasaan sendiri sampai semua yang ia lakukan berjalan dengan sendirinya karena kekacauan di dalam tubuh itu.


"Aku menguasai alam dan cahaya termasuk harapan yang dilepaskan oleh semua tanaman, tumbuhan, dan alam itu sendiri agar bisa menahannya."


"Tubuh Legenda yang kau gunakan sudah tidak bisa merespon dengan jelasnya, efek samping lainnya mungkin karena jarang latihan dan mengasah sel Legenda yang kau punya."


"Kekuatan pemberian dan sembarangan itu tidak bisa kau pakai sesuka hatimu sebelum kau mengasah tubuh, otot, dan sel Legendamu."


"Buanglah semua harapan palsu yang kau tidak bisa tampung atau kau akan hancur karena kemampuanmu sendiri, Kakekku juga mengalami kelumpuhan setelah menggunakan Touri's Hope sejak itu."


"Hahahahaha!!! Lucu sekali kau anggap aku, Dewa Demetrio, memiliki batasan! Kau pasti ingat seberapa banyak orang yang sudah aku ubah menjadi Legenda yang mempercayai dewa?!"


"Semakin banyak kepercayaan maka semakin kuat diriku, ditambah lagi kita saat ini sedang bertarung dalam wilayahku sendiri dimana kau tidak memiliki kesempatan apapun...!!!"


"Semua orang memiliki batasan... maupun itu Dewa atau Mortal, ini sudah terlihat jelas batasanmu sendiri." Kata Shinobu dengan tatapan serius sampai Demetrio tidak mendengar peringatannya sama sekali.


Tubuh Demetrio yang begitu besar mencoba untuk menindih Shinobu lalu menangkapnya tetapi ia terus melesat sampai Shinobu mendapatkan banyak keuntungan dengan menendang wajah Demetrio sampai retak.


Demetrio terjatuh di atas tanah, ia benci mengakui semua perkataan yang Shinobu jelaskan sebelumnya, jadi ia memikirkan sesuatu yang sudah ia tahan sampai titik ini yaitu sebuah kristal yang bisa disebut sebagai pembangkitan.


Kristal yang digunakan oleh Demetra sebelumnya sampai mengubah dirinya menjadi Golem yang sangat besar dan mengerikan, jika Crystal of Awakening dapat mengubahnya seperti itu maka ia penasaran dirinya akan menjadi seperti apa.


Crystal of Awakening itu mulai menempel di dadanya sehingga ia melebarkan kedua matanya karena merasakan kekuatan besar yang mengalir ke dalam tubuhnya lalu menyebar luas sampai ia sendiri tidak bisa mengendalikan.


"AAGGGGHHHHH!!!" Demetrio menjerit kesakitan, Shinobu melepaskan banyak sekali tembakan cahaya menuju arah tubuh Demetrio sampai menyebabkan ledakan besar yang menimbulkan asap emas.


Koizumi bisa merasakan keberadaan Demetrio menyebar seketika, daratan ia injak berguncang dengan sangat dahsyat sampai dirinya bisa melihat gunung yang tumbuh tinggi dari arah barat.


"Apa yang terjadi dengan planet ini...!? Rasanya seperti gempa bumi yang ditumpuk berkali lipat...!" Kata Ako yang mulai terbang ke atas langit sampai ia bisa melihat daratan mulai bergerak.


Yang lainnya juga dapat melihatnya dengan jelas, daratan bergerak seperti menjalar luas ke arah yang berbeda. Mereka juga bisa melihat dua gunung besar tumbuh dari arah berbeda dengan jarak yang membatasinya.


Ketika Shinobu berhasil melepaskan semua serangan yang menyebabkan asap emas itu, ia bisa melihat asap tersebut mulai menipis sampai menunjukkan tubuh besarnya yang sudah berubah menjadi batu lalu membuatnya kebingungan.


"Huh---" Shinobu memasang tatapan kaget ketika daratan di bagian barat mulai memunculkan sebuah lubang sampai menciptakan bola mata yang mirip sekali dengan Demetrio.


"Jangan-jangan...!?" Shinobu memasang tatapan kaget seketika sampai ia bisa melihat planet Lemia terus berguncang sampai daratan bergerak dengan sendirinya.

__ADS_1


"HAHAHAHAHA!!! Ternyata ini yang dihasilkan oleh Crystal of Awakening...!!!" Suara Demetrio terdengar sangat keras sampai bisa di dengar oleh seluruh alam semesta yang berada di dalam Touri.


Suaranya menggema dan keras sekali, Koizumi memasang tatapan kaget ketika melihat gunung yang ia memperhatikan membentuk tangan panjang yang terlihat seperti tangan Legenda yang mulai memanjang.


Daratan yang Shinobu lihat melepaskan banyak sekali sihir kepada dirinya tetapi ia terus menghindar, tubuhnya merasakan sesuatu yang sensitif tentang wilayah di sekitarnya.


Bukan hanya Shinobu saja tetapi mereka bisa merasakan Realm of Earth menghilang sampai mengecil lalu berpindah ke dalam planet tersebut, membuat Shinobu melebarkan matanya ketika ia melihat sebuah mulut besar.


"SHINOBU KONEKOOGGHHHH!!!" Mulut itu melepaskan gelombang lahar dengan elemen yang disatukan sampai memicu reaksi elemen ketika mengenai tubuhnya itu yang sudah berada dalam posisi pertahanan.


"Teman-teman...! Ayo keluar dari planet ini sekarang juga!!!" Seru Hinoka yang terbang keluar bersama teman-temannya.


Setiba dirinya di luar angkasa, pandangan yang mereka pasang terlihat kaget dan tercengang ketika melihat planet Lemia memiliki dua tangan panjang serta kedua mata dan mulutnya.


Planet itu terlihat mirip dengan Demetrio sekarang, terutama lagi wajah yang mereka lihat saat ini, wajah Demetrio terus melepaskan banyak sekali serangan sihir kepada Shinobu yang langsung mengarah kepada Hinoka bersama yang lainnya.


Shinobu muncul tepat di hadapan Hinoka lalu membungkus semua sihir itu menggunakan cahaya daun yang memindahkannya ke tempat lain sampai ia tidak perlu khawatir dengan kehancuran planet yang sudah ia jaga.


"Tidak mungkin... dia ternyata masih menyimpan kartu as terakhir, sesuatu yang ia pinjamkan kepada Demetra sejak itu." Shinobu memasang tatapan kesal melihat wajah planet itu tertawa.


"Aku telah bersatu dengan planet Lemia sekarang...!!! Realm of Earth sudah aku sedot sampai berada di dalam planet ini... kekuatanku tak terbatas sekarang!!!"


"Lihatlah...!!! Mana batasan yang kau bicarakan sebelumnya, Shinobu Koneko!!!" Teriakan Demetrio mampu mengguncangkan alam semesta karena tubuhnya sekarang adalah planet.


"Kau sudah berbuat sejauh ini ya...!" Shinobu mengepalkan kedua tinjunya sampai ia melihat Koizumi ikut memasang tatapan yang kesal.


"Apa yang dia lakukan sekarang, Shinobu?!"


"Untuk bisa menahan semua kekuatan dari Touriverse's Hope... Demetrio menggunakan kartu as terakhir untuk menyatukan dirinya dengan planet Lemia bersamaan Realm of Earth itu juga."


"Daya tahannya sangat kuat... keabadian yang ia miliki sebelumnya tidak bisa aku hentikan karena masih belum cukup, aku membutuhkan kekuatan yang kau serap menggunakan Greed, Koizumi." Kata Shinobu yang terlihat kesal.


"Greed ya..."


"Membunuh Demetrio adalah salah satu cara untuk menghentikan dirinya menggila akan kekuatan seperti ini, entah kapan ia akan meledak karena kekuatan dari Touriverse's Hope."


"Jika itu terjadi maka seluruh alam semesta yang tidak mendapatkan lindungan dari Golden Sunshine bisa hancur..." Kata Shinobu.


"Hahahahaha...!!!"


"Coba lawan aku sekarang juga...!!!"


"Shinobu...!!!"


"...KONEKOOOOGGGHHHH!!!"

__ADS_1


__ADS_2