
Slaassshhh!!!
Alvin melebarkan mata-nya ketika melihat aura pedang itu berhasil menyayat leher Korrina tetapi tidak mampu untuk melukai dirinya karena segala tipe sihir Crimson itu tidak akan pernah bisa melukai dirinya yang sudah menyerap Grimoire Crimson itu sendiri, Korrina tersenyum kecil dan ia sudah mengetahui sejak awal bahwa orang misterius itu adalah Alvin yang berasal dari dimensi palsu.
"Kau licik juga ya ternyata... sungguh bukan tipe-ku ternyata, aku kira aku akan mencintai Alvin lain-nya tetapi sendiri itu lebih baik... Hahaha! Apa yang aku perbicarakan!!!" Alvin melebarkan mata-nya ketika sebuah bilah belati menusuk perut-nya cukup dalam, ia melirik ke bawah dan melihat Korrina yang sedang memegang belati itu dengan ekspresi yang terlihat serius.
"Uccckkk...!!!" Alvin mundur beberapa langkah dan berhasil terlepas dari bilah belati itu tetapi darah mengalir keluar dari luka tusuk-nya itu, darah yang berubah menjadi warna hitam hingga ia bisa merasakan bahwa sumber Lenergy-nya mulai tidak beraturan seolah-olah sirkuit sihirnya berada di ambang kekacauan.
"A-Apa yang kau lakukan...!" Setengah dari wajah Alvin berubah menjadi seorang gadis dan itu adalah Virra, Korrina tersenyum serius ketika mengetahui bahwa ia mencoba untuk membunuh Korrina hanya dengan menyamar menjadi seseorang yang sangat ia percayai.
"Trik murahan apa itu, kau tidak akan pernah bisa merebut nyawa-ku yang sangat berharga bagi-ku sendiri!" Korrina memutar belati-nya lalu menjilat darah yang terdapat di bilah belati tersebut, kedua lengan-nya yang terdapat tiga garis merah pekat mulai menyebar hingga memperkuat serangan belati tersebut.
Virra kembali ke wujud semula-nya, ilusi sempurna-nya benar-benar hancur ketika tertusuk oleh belati yang berbentuk aneh itu, dia tidak menyangka bahwa belati seaneh itu dapat memberikan diri-nya luka yang cukup besar, sebuah senjata yang belum pernah ia lihat sebelum-nya bahkan ia mulai berpikir bahwa belati itu sama seperti Omni-Slayer.
"Ck... Bagaimana bisa kau menghancurkan ilusi sempurna-ku seperti itu? Kau hanya mortal biasa, asli atau apapun itu... kau tidak memiliki kekuatan yang setara dengan para dewa dan dewi!" Virra mencoba untuk melawan tetapi luka tusuk-nya masih terasa yang cukup menyakitkan bagi diri-nya, organ tubuh-nya juga terasa seperti robek.
"Aku tidak tertarik untuk menjadi Dewi atau apapun itu, cara-ku adalah cara-ku... aku akan mencari sebuah kekuatan Mortal yang dapat melampaui segala-nya, aku benar-benar membenci seseorang yang terlalu mengagungkan diri mereka... setidaknya aku masih memiliki harga diri, aku bangga menjadi diri-ku sendiri!" Korrina menunjukkan belati itu kepada Virra.
Virra menatap belati itu dengan sangat teliti, bilah yang berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya, tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok terlihat juga serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Tidak pernah sekali seumur hidup Virra melihat belati yang memiliki bentuk seperti itu.
__ADS_1
"Dan inilah kenapa aku tidak tertarik menjadi dewi bahkan aku membenci dewa-dewi tertentu... mereka yang memanggil dirinya sebagai mengetahui segala-nya benar-benar omong kosong, senjata hebat seperti ini yang berasal dari Indonesia saja tidak tahu atau mungkin Bumi di semesta kalian sudah hancur?" Korrina memperkuat keris yang ia pegang hingga garis-garis merah muncul lalu menyelimuti keris tersebut.
"Keris menjadi begitu menyakitkan bila tertancap karena dapat merobek isian tubuh. Ada sebuah fakta unik tentang keris, yaitu lekukannya yang harus selalu berjumlah ganjil. Kini Indonesia telah merdeka dan fungsi keris pun menjadi pelengkap busana daerah dalam upacara adat."
"Dengan menggunakan senjata ini, sudah cukup untuk mengalahkan-mu...!!!" Korrina mulai menari tarian tradisional hingga Virra melebarkan kedua matanya, kali ini ia dibingungkan lagi dengan sebuah tarian yang terlihat aneh tetapi tarian itu memberi Korrina efek tertentu.
"A-Apa ini...?! Sebenarnya kemampuan apa yang kau lakukan!? Bagaimana bisa...!? Tidak mungkin, kekebalan tubuh-mu meningkat, itu mustahil!!!" Virra meluncurkan beberapa sihir Crimson dan Sacred secara bersamaan kepada Korrina dan Korrina terus menari hingga semua sihir itu mengenai tubuh-nya, bukannya memberi kesakitan tetapi kekuatan yang Korrina dapatkan.
"Percuma saja, Virra. Sihir apapun yang ingin kau gunakan, aku sudah berada di level yang jauh berbeda dengan diri-mu... sejak awal aku sudah menemukan berbagai cara, cara-ku sendiri untuk mengalahkan orang tertentu termasuk dewa-dewi itu sendiri. Gunakanlah kekuatan Saint Legenda-mu, bukannya Haruka bilang bahwa kau adalah Saint Multiversal?" Korrina tidak menghiraukan Virra sama sekali, ia mencoba untuk menyerang Korrina dengan semua sihir yang dia miliki.
Tetapi luka yang disebabkan oleh Keris itu membuat diri-nya melemah, sumber Lenergy-nya saat ini sedang kacau sekali... dia tidak bisa menggunakan sihir, memaksakan-nya saja hanya akan membuat diri-nya merasakan kesakitan. Awal-nya Virra memang sudah tidak bisa bertarung atau menang melawan Korrina yang berhasil menusuk Keris-nya itu yang benar-benar sakral.
"Uck... Uhugh! Uhugh!" Virra mulai batuk darah, jantung-nya berdetak cukup cepat... Keris yang sudah diperkuat oleh sihir Crimson Korrina yang sempurna mampu memberikan Virra kutukan mematikan, kematian-nya mulai mendekat bahkan dengan hitungan menit saja sudah cukup untuk membuat Virra lumpuh lalu terbunuh.
Setiap Virra melawan atau bergerak maka luka yang disebabkan oleh Keris itu bertambah parah, satu-satunya penyembuhan yang bisa mengatasi luka itu terdapat pada Korrina sendiri... harga diri Virra menurun drastis ketika ia kalah hanya dengan satu tusukan saja, seharus-nya ia masih bisa bertarung dan menang ketika menggunakan semua kemampuan-nya dari awal.
"Kau sama seperti Ibu-mu, kau tahu? Lengah dan meremehkan seseorang adalah kelemahan terbesar kita semua, terlalu naif dan gegabah juga termasuk. Karena kepercayaan diri-mu itu yang mampu mengalahkan diri-ku serta menipu-ku itu adalah inti dimana kau sudah kalah sejak awal, Virra. Informasi yang kau dapatkan dari-ku masih kurang, kau bahkan tidak mengetahui apa tujuan untuk menyerang dimensi palsu termasuk diri-ku sendiri." Korrina menatap Virra dengan ekspresi yang terlihat serius.
Ketika mendengar perkataan yang baru saja keluar dari Korrina membuat Virra sadar, sejak awal kenapa ia harus mengincar semesta asli...? Ancaman dan konflik yang melanda semesta palsu, apa hubungan-nya dengan yang asli jika kedua semesta saling membagi konflik yang sama tetapi berbeda...? Sejak awal Virra juga merasakan sesuatu aneh dari Komi dan teman-temannya.
__ADS_1
Benar... semua yang Virra lakukan itu benar-benar salah, entah kenapa dia menuruti orang di sekitarnya termasuk Komi sendiri... seharusnya dia mempercayai diri-nya sendiri dan mengikuti jalan yang ia anggap pantas, pada awal-nya tujuan Virra untuk bertahan hidup agar Corni yaitu adik-nya yang sudah mati bisa bahagia di atas sana.
Korrina mengangkat lengan kanan-nya, ia menatap Virra dengan tatapan yang mengancam, dia benar-benar berani mencoba untuk menipu Korrina dengan menyamar menjadi Alvin... itu adalah tindakan yang sangat menyebalkan bagi Korrina sendiri hingga ia berpikir untuk langsung membunuh-nya saja menggunakan Keris itu agar ia menderita di alam sana karena luka kutukan dari Keris.
"Benar... seperti-nya aku kalah... kalah dan salah dengan sesuatu yang bisa aku ubah menjadi kebalikan-nya, seharusnya aku sadar dari awal bahwa Mama benar-benar aneh, kekuatan segala-nya yang dimiliki itu mampu mengubah dirinya menjadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya..." Virra menghela nafas-nya panjang, dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena luka tusuk-nya bertambah parah.
"Lebih baik kau akhiri penderitaan-ku ini, Korrina... tidak, Mama asli... Aku ingin secepat-nya lepas dari luka kutukan ini..." Suara Virra mulai melemah karena luka itu mulai bertambah parah, tanpa basa basi lagi Korrina mengayunkan lengan kanan-nya dengan cepat hingga bilah itu menusuk punggung Virra.
"Ucckk...!!!" Virra melebarkan mata-nya, awalnya rasa sakit yang dahsyat ia rasakan tetapi rasa sakit itu hilang dan berubah menjadi sihir penyembuhan yang terasa nyaman di tubuh-nya sendiri, ia terasa seperti tertusuk tetapi tusukan itu tidak menyakiti-nya melainkan membuat diri-nya kembali pulih dari luka tersebut.
Virra perlahan-lahan menatap wajah Korrina yang sedang tersenyum lebar, "Kamu masih bisa disebut sebagai anak-ku, Virra... Ibu sejahat apa sih yang membunuh anak-nya sendiri." Korrina terkekeh pelan.
Perkataan itu langsung mengejutkan Virra karena ia tidak pernah mendengar Komi mengatakan sesuatu yang sangat mengharukan kepada diri-nya sendiri, tetapi Korrina-lah yang pertama untuk membuat diri-nya terharu sampai air mata mengalir keluar dari kedua mata-nya.
"Mama... maaf.... aku tidak pantas... aku benar-benar bersalah..."
"...biarkan aku membalas kebaikan---" Virra langsung melompat ke arah Korrina dan menyelamatkan diri-nya dari pedang yang hampir saja memutuskan leher-nya.
"Apakah Mama baik-baik saja?!" Virra menatap Korrina dan Korrina mengangguk pelan, "Hm... kau tidak perlu menyelamatkan-ku seperti itu, aku merasakan-nya..."
__ADS_1
Virra melepas Korrina lalu menatap seorang laki-laki yang melempar pedang itu ke arah leher Korrina dengan tatapan yang mengancam, "Wajah yang asing, pemilik asli dari tujuh dosa besar dan tujuh kebajikan...!"
"...Kuro dan Hikari!"