Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 290 - Perjuangan Legenda


__ADS_3

Arisu menendang leher bagian belakang Zangetsu menggunakan lutut-nya lalu ia berputar untuk menendang kepala-nya sampai ia terlempar ke belakang, Zangetsu awal-nya mengira bahwa pertarungan ini akan berjalan menyenangkan tetapi ia salah karena Arisu benar-benar tidak bisa diremehkan dengan kemampuan yang ia miliki yaitu cahaya, sihir cahaya benar-benar menyusahkan.


"Shiramura...!!!" Arisu mulai mengisi gelombang cahaya di kedua lengan-nya.


"ECLIPSE!!!" Ia langsung meluncurkan gelombang cahaya tebal yang besar itu ke arah Zangetsu sehingga ia langsung menahan-nya menggunakan kedua telapak tangan-nya, Zangetsu tercengang ketika ia tidak bisa mendorong-nya mundur melainkan Arisu mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatan-nya sampai Zangetsu terdorong ke belakang.


Baaammm...!!!


Sihir gelombang tadi mampu menimbulkan ledakan yang cukup besar sehingga Zangetsu tersenyum karena ia baru saja mendapatkan kekuatan tambahan, sedikit demi sedikit ia bisa merasakan peningkatan besar di dalam tubuh-nya sehingga sebentar lagi juga dia akan terbiasa dengan tubuh asli-nya, jika itu terjadi maka ia akan sangat menikmati pertarungan apapun itu.


Arisu mulai bernafas berat, tubuh-nya melepaskan asap emas yang mampu mengubah diri-nya kembali ke wujud asal-nya, semua orang langsung terkejut ketika melihat Arisu yang kembali melemah... seperti-nya wujud yang tidak ia miliki tidak bisa bertahan lama sampai Arisu benar-benar bisa menyempurnakan-nya.


Sekarang... Arisu masih ingin bertarung sehingga ia memiliki bala bantuan sekarang seperti Methode, Syna, Eclipse, Arata, Yuuna, Haruki, Shizen, dan yang lain-lain. Mereka semua akan terus bertarung sampai Shira bisa membangkitkan potensi yang ia sembunyikan di dalam jiwa-nya, cahaya yang ia kumpulkan masih cukup dan mereka semua akan terus bertarung dan berjuang sebagai seorang Legenda.


"Baiklah, Zangetsu... kami para Legenda masih belum selesai!!!" Seru Arisu keras.


***


Haruka dan Okaho mulai menatap Konari yang terlihat kesal, sekarang ia telah sepenuh-nya terkendali oleh Komi itu artinya tidak ada jalan kembali untuk diri-nya. Mereka bertiga telah bertarung dalam waktu yang cukup lama, kekuatan dan kemampuan mereka itu mampu menandingi satu sama lain bahkan sihir [Time] dan [Reality] Haruka dan Okaho tidak berguna.

__ADS_1


Konari sendiri memiliki kedua sihir itu karena dia adalah gabungan dari Korrina dan Komi, itu artinya dia memiliki segala sihir yang dimiliki oleh keturunan Comi dan juga Ghifari, ia memiliki sihir [Time] dan [Reality] karena eksistensi mereka berdua. Mereka sudah pasti merasa lelah karena bertarung habis-habisan.


"Okaho... kumpulkan kekuatan-mu, serahkan dia kepada-ku... aku akan melawan-nya menggunakan sihir waktu-ku" Haruka maju beberapa langkah dan Okaho mengangguk karena ia harus memulihkan kekuatan dan Lenergy yang ia sia-siakan ketika melawan Konari, Haruka harus berhati-hati ketika melawan diri-nya karena ia memiliki sihir yang sangat bertentangan dengan waktu.


"Konari... aku tidak mengerti tentang keberadaan-mu, kenapa muncul di dunia ini jika pada akhir-nya kau akan jatuh kepada pihak yang salah. Aku mengharapkan lebih dari-mu ketika pertama kali bertemu dengan-mu, aku juga berharap bahwa kau bisa menjadi adik atau kakak-ku, tidak menjadi Mama karena Mama-ku hanya satu." Haruka mulai melakukan beberapa pemanasan karena ia tadi hanya beristirahat melihat Okaho dan Konari bertarung.


Haruka bisa merasakan Konari menggunakan sihir waktu-nya sehingga sekarang ia berdiri tepat di belakang-nya, "Aku hanya berpihak kepada pihak kemenangan dan seperti-nya Komi berada di pihak kemenangan, itu artinya aku akan bekerja sama dengan diri-nya... seharusnya kalian melakukan sesuatu agar peluang menang kalian bisa besar."


"Dan siapa yang dapat menambahkan peluang menang itu? Bukan-nya kau? Jika kau berada di pihak kami semua maka tidak akan ada nyawa yang terbunuh dengan sia-sia, kau membunuh mereka semua dan itu adalah tindakan yang tidak bisa dimaafkan, kau benar-benar menyebalkan dan itu membuat tinju-ku gatal..." Kata Haruka sambil melancarkan satu pukulan ke arah diri-nya, Konari melompat ke belakang untuk menghindari serangan itu.


Haruka menghentikan waktu dan Konari kembali menjalankan waktu menggunakan sihir realita sehingga ia mulai menyambut Haruka dengan melepaskan segala sihir yang ada di Touri, Haruka menyebarkan sihir pengembalian waktu ke arah semua sihir tersebut sehingga Konari mengembalikan-nya menggunakan realita, Haruka tidak memiliki pilihan lain selain menghindari semua sihir itu.


"Aku? Pada awal-nya aku lahir karena disebabkan oleh Korrina dan Komi yang bertarung di dalam ruangan kemustahilan, sekarang mereka sedang melanjutkan pertarungan mereka di dalam ruangan tersebut..." Ketika Konari berbicara seperti itu Haruka dan Okaho tercengang karena mereka tidak menyangka bahwa Korrina akan mengadukan sihir Vanish-nya dengan sihir Vanish milik Komi.


Jika dua orang yang sama masuk ke dalam ruangan kemustahilan lebih dari satu kali maka salah satu dari mereka akan bisa pulang dengan selamat, ruangan itu juga dapat menciptakan kemustahilan lain-nya yang berakhir buruk dan tidak menguntungkan jika mereka berdua berhasil melarikan diri dengan selamat tetapi ruangan itu benar-benar pantas untuk pertarungan terakhir Korrina dan Komi.


"K-Kenapa... kenapa mereka bertarung di ruangan berbahaya seperti itu...!?" Haruka mengepalkan kedua tinju-nya, "Ruangan itu sekarang mulai membentuk sebuah gunung besar dan seseorang yang jatuh dari atas gunung itu maka mereka akan tersedot ke dalam lubang dimana kalian tidak akan bisa bertahan atau keluar... kalian akan terjebak di sebuah dunia entah itu dimana!"


"... ..." Haruka melebarkan kedua mata-nya sehingga jarum jam di mata-nya berhenti bergerak dan mampu membuat Konari tidak bisa bergerak dan tak sempat untuk menggunakan sihir realita-nya, ia mulai melakukan sihir penghentian waktu itu secara terus menerus agar Konari tidak bisa melarikan diri.

__ADS_1


Haruka mulai menghampiri Konari lalu ia mempersiapkan pedang Omni-Slayer untuk memutuskan kepala-nya dari tubuhnya itu tetapi ketika jarak Haruka mulai semakin mendekat dengan diri-nya... ia langsung melebarkan mata-nya dan segera melompat ke belakang ketika melihat Konari yang ada di depan-nya tiba-tiba meledak dengan daya ledakan yang sangat dahsyat.


Tubuh Haruka langsung terikat dengan rantai yang keluar melalui tubuh Konari dan Haruka segera menggunakan sihir penghentian waktu selama sepuluh kali lalu ia berhasil menghindari rantai yang terikat ketat itu dengan menunjuk rantai tersebut lalu menggunakan sihir pengunduran waktu agar ia bisa lepas.


"Sihir waktu-mu tidak berguna, Haruka... kau juga lupa bahwa aku memiliki sihir ilusi yang sama sempurna-nya seperti Komi dan Korrina, sihir waktu-mu sendiri tidak akan bisa memenangkan pertarungan ini." Konari tersenyum jahat, ia mencoba untuk memancing Haruka agar ia menghancurkan Limiter terakhir-nya itu, "Bagaimana jika kau coba untuk menghancurkan Limiter terakhir-mu?" 


"Jangan lakukan, kakak!!! Ingat!!! Kau sudah berjanji kepada-ku untuk tidak menggunakan-nya!!!" Seru Okaho keras, ia mulai mendarat di sebelah Haruka dan siap kembali untuk bertarung melawan Konari, "Kau tidak harus mengandalkan Limiter itu, dengan kekuatan kita bersama... aku yakin kita bisa mengalahkan-nya!" Okaho mulai memunculkan aura-nya lalu ia melakukan kuda-kuda bertarungnya.


Haruka awal-nya sudah berniat seperti itu tetapi melihat semangat Okaho yang ingin bertarung kembali bersama, ia langsung dipenuhi dengan harapan dan semangat untuk bisa memenangkan pertarungan ini melawan Konari. Konari hanya tersenyum lalu melepaskan tawa yang sangat keras dan panjang ketika melihat mereka berdua Legenda bodoh yang tidak bisa memanfaatkan kemampuan yang mereka miliki.


"Hehhh... Hehehe... Hahaha... HAHAHAHAHAHAHAHA!!! Dasar kalian berdua gadis bodoh...! Kepercayaan diri kalian terlalu membuat kalian berdua yakin untuk bisa bertahan hidup di dunia bodoh ini, apakah kau yakin untuk terus menyimpan Limiter tersebut!? Kenapa tidak coba untuk menggunakan kekuatan kalian tanpa Limiter tersebut!? Kalian pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini dengan cepat!? Apakah kalian bodoh 'kah!? ****** 'kah!?" Konari mulai berbicara panjang lebar sehingga itu membuat Haruka dan Okaho kesal.


"Kami tidak menerima resiko dari Limiter itu, kemungkinan besar jika kita menghancurkan Limiter yang pertama maka kehidupan kita pasti terancam, apakah kau bisa melihat contoh-nya saja dari Zangetsu? Walaupun dia masih hidup, tubuh dan kekuatan-nya disegel oleh seluruh penghuni tiga inti semesta itu, jika kita menghancurkan Limiter kita maka kita bisa saja terancam dengan sesuatu yang sama buruk-nya seperti Zangetsu." Kata Okaho.


"Kalau begitu... apakah aku harus menggunakan-nya ya~~~ Mungkin akan menyenangkan...." Konari mulai memindahkan poni-nya sehingga Haruka dan Okaho melebarkan kedau mata mereka ketika melihat lambang Limiter di kening-nya.


"T-Tidak mungkin...?!"


"K-Kau memiliki Limiter...!?"

__ADS_1


__ADS_2