Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1073 - Crystallized Form


__ADS_3

Vania dan Yusa melepaskan banyak sekali serangan menggunakan senjata mereka, tetapi semua itu langsung terhempas kembali kepada mereka berdua sampai menerima banyak sekali tebasan karena serangannya sendiri.


"Gawat... kita memang akan dibatasi dalam menggunakan sihir---" Vania langsung menciptakan tembok darah yang besar di hadapannya dengan bantuan Yusa yang membangkitkan tulang berbentuk naga.


Tubuh Grace melepaskan banyak sekali pusaran lubang hitam kecil yang melesat menuju arah yang berbeda, "Jangan sampai kau tersedot ke dalam lubang hitam!"


"Kau khawatirkan dirimu sendiri, Vania. Aku tidak membutuhkan rasa khawatir dari seorang gadis yang seharusnya mundur, dan membiarkan dirinya melawan musuh berbahaya ini."


Grace kembali bangkit dari atas tanah lalu tubuhnya menumbuhkan banyak sekali kristal tajam, wujudnya telah sepenuhnya berubah menjadi kristal dan berlian yang begitu keras sehingga ia sendiri dapat menangkis serangan apapun.


Kedua matanya juga membentuk berlian merah seperti Ruby serta keningnya masih memiliki banyak sekali berlian yang sudah menyedot sihir Haruki dan Vania lalu menggunakannya.


Yusa melakukan sedikit percobaan dengan melepaskan satu tebasan yang berhasil dihempas oleh Grace hanya menggunakan tubuh berliannya itu, "Gawat sekali... dia berkemungkinan untuk kebal dari serangan apapun---"


Grace melepaskan pusaran lubang hitam yang sempat menghilang sampai muncul tepat di hadapan Vania lalu menarik dirinya ke dalam sedikit demi sedikit.


"Apa...!?" Lengan kanan Vania berhasil tersedot ke dalam sehingga mulai tertarik sampai kedua kakinya menginjak daratan sekuat mungkin untuk bisa terlepas dari tarikan lubang hitam itu.


Yusa mencoba untuk membantu Vania tetapi lengan kanan yang dimilikinya langsung diputuskan agar dirinya tidak tertarik langsung ke dalam lubang hitam itu, "Apa yang kau lakukan---"


Darah yang menyembur keluar dari bekas putusan tangan itu melepaskan banyak sekali darah tajam menuju arah Yusa sampai matanya menerima tebasan sehingga membutakan dirinya.


Pusaran kecil dari lubang hitam itu juga langsung melepaskan ledakan yang begitu besar sampai mementalkan mereka berdua ke belakang dengan kondisi luka yang cukup fatal.


***


Shinobu memunculkan dua hantu di hadapannya yang langsung membentuk tubuhnya untuk dijadikan sebagai tumbal, Ogun langsung menghancurkan semua itu sekaligus sampai melenyapkan arwahnya.


"Dia menahan diri... aku yakin pukulan yang mengabaikan konsep kehidupan itu masih ia tahan agar bisa langsung membunuh diriku sekaligus..." Batin Shinobu.


"...walaupun tubuh yang aku gunakan ini adalah tanah liat maka nyawaku juga akan ikut terpengaruh, pukulan yang dapat menghancurkan inti kehidupan sejarahnya sendiri sampai menyebar menuju alur waktu yang berbeda."


"Sekali saja pukulan itu mengenai diriku maka tamat sudah... apakah menggunakan tubuh cahaya dan Astral dapat menghindari serangan dari hukuman mati itu...?" Shinobu melihat Ogun melancarkan satu dorongan menggunakan tinjunya.

__ADS_1


Shinobu langsung menghindarinya tetapi ia dapat melihat Ogun berada di hadapannya dengan pukulan yang ia lancarkan sehingga Shinobu langsung meninggalkan tubuh itu lalu melewati tubuhnya.


Tanah liat yang berbentuk Shinobu langsung hancur tanpa sisa sampai berubah menjadi ketiadaan, "Itu tadi hampir saja, kau memang bisa membunuh apapun lalu mengubah mereka menjadi Nothingness dengan pukulan."


"Kau ini memang hantu ya..."


"Ya, aku setengah Astral... itu artinya aku bisa mengubah tubuhku menjadi hidup dan mati, sesuai dengan apa yang aku inginkan." Shinobu menumbuhkan daun dari atas tanah sampai daun itu membentuk tubuhnya yang berhasil dirasuki.


"Brimgard tidak mengetahui kemampuan lain yang aku miliki yaitu ilmu hitam, hanya kau saja..."


"...itu artinya aku memang tidak akan pernah bisa melepaskan dirimu sana sekali." Shinobu mengerutkan dahinya lalu ia melihat Ogun mengeluarkan sebuah jarum yang berhasil ia rampas.


"Kecepatan kita masih bisa dibilang setara... tetapi aku akan terus mempelajari musuhku sendiri." Shinobu mulai membaca pikiran Ogun sampai ia dapat merasakan niat besar darinya yang mencoba untuk membunuhnya.


"Demetrio..." Panggil Shinobu sampai Demetrio dapat mendengarnya melalui pikiran itu lalu ia memunculkan tanah liat yang membentuk tubuhnya lagi.


Shinobu meninggalkan tubuh daun itu dengan melompat ke belakang sampai merasuki tubuh tanah liat itu yang mulai melepaskan banyak sekali daun emas yang mengarah menuju Ogun yang langsung menangkis semua serangan itu.


"Kau memang suka sekali melarikan diri ya, sama seperti kucing yang mencoba untuk mencuri ikan!" Ogun melancarkan beberapa pukulan menuju arah Shinobu yang berhasil di tangkis.


Shinobu menoleh ke belakang lalu ia melancarkan beberapa tebasan menggunakan Keris itu sampai Ogun menghindarinya dengan bantuan dari seni bela diri kematian yang dapat membaca pergerakannya.


Ogun muncul di belakang Shinobu lalu ia melancarkan satu pukulan yang diselimuti dengan kegelapan, lengan kanannya langsung tertangkap oleh ekor yang dimiliki oleh Shinobu.


"... ...!!!" Ogun terlempar ke depan sampai Shinobu langsung mengeluarkan Rapier itu hanya untuk melancarkan banyak sekali tusukan cahaya yang berhasil Ogun tahan menggunakan kedua lengannya.


Ogun melangkah maju ke depan selagi menahan semua tusukan Rapier itu, Shinobu melihat Ogun mencoba untuk melancarkan serangan lainnya yang berhasil ditahan menggunakan Rapier dan Kerisnya.


"Sepertinya kau mencoba sebisa mungkin untuk tidak menerima pukulan kematian ya...? Kau bertahan cukup lama sebagai gadis kecil yang tidak berdaya...!!!"


"GADIS KECIL!?" Shinobu memancarkan cahaya emas melalui kedua matanya sampai menghempas Ogun ke belakang karena sudah melakukan pergerakan salah untuk mengejek dirinya.


"Aku akan memperlihatkannya langsung kepada dirimu bahwa gadis kecil seperti diriku dapat memberikan Kakek tua sepertinya sebuah kesulitan...!!!" Shinobu melepaskan raungan keras menuju arah Ogun yang mulai menahannya.

__ADS_1


Shinobu menggunakan kekuatan Beast Neko Legenda dalam wujud Legendanya itu lalu ia melesat maju menuju arah Ogun, dan melepaskan tebasan Keris serta tusukan Rapier yang dilakukan secara bersamaan.


Ogun mulai menahan semua tebasan dan tusukan itu menggunakan kedua lengannya sampai berdarah tetapi ia berhasil melancarkan satu tendangan sampai mendorong Shinobu ke belakang dengan bekas luka yang besar di perutnya.


Kedua senjata Shinobu berhasil ditangkis oleh Ogun sampai terpental ke arah lain, ia dapat melihat dirinya mulai melepaskan pukulan lain tetapi Shinobu langsung merasuki tubuhnya sehingga pukulannya berpindah langsung ke arah wajahnya.


Sebelum pukulan itu mengenai wajah Ogun sendiri, Shinobu sudah meninggal tubuh Ogun lalu kembali merasuki tubuh tanah liat itu sehingga ia dapat melihat musuh di hadapannya terdorong ke belakang.


"Kau cukup menyebalkan untuk merasuki tubuh---" Ogun melihat Shinobu bergerak mengelilingi tubuhnya sampai kehadirannya dapat dilihat dari arah yang berbeda.


Shinobu melesat maju menuju arah Ogun sehingga terjadi tabrakan dimana mereka terdorong ke belakang, setelah itu melancarkan banyak sekali serangan yang mulai mengenai satu sama lain.


Ogun mencoba sebisa mungkin untuk menghantam tubuh Shinobu tetapi ia tidak berhasil memberikan dirinya hukuman mati ketika pukulannya itu berhasil dihantam balik menggunakan tinju emasnya itu.


Shinobu muncul di belakang dengan melancarkan satu pukulan, tetapi Ogun melompat ke belakang dengan satu tendangan yang sudah ia lancarkan menuju arah dirinya tetapi Shinobu menahannya menggunakan ekor itu sampai menjatuhkan tubuh Ogun di atas tanah.


Shinobu melihat pasukan Myrmidon mencoba untuk membantu guru mereka yang sedang kesulitan, "Santet...!!!"


Semua pasukan Myrmidon itu langsung memuntahkan banyak sekali benda tajam dari mulut mereka serta perutnya juga langsung pecah karena benda yang dimasukkan oleh pasukan Astral di dalam tubuh Shinobu.


Ogun mendorong Shinobu ke depan lalu ia melirik ke belakang hanya untuk melihat semua muridnya kalah tanpa menerima serangan atau sentuhan apapun dari Shinobu, melihatnya saja sudah membuat Ogun berkeringat dingin.


"Aku kira seni bela diri kematian akan mengajarkan kalian ilmu yang diketahui oleh Dukunku... tetapi Santet yang aku miliki mengabaikan yang dinamakan sebagai kekebalan dan daya tahan." Kata Shinobu.


Shinobu melesat menuju arah Ogun yang langsung mundur ke belakang hanya untuk melihat ratusan muridnya yang mati tanpa disentuh karena semua Astral itu sudah memberikan mereka penyakit mutlak dan benda mematikan.


"Kemampuan mengerikan apa ini...? Apakah bisa dibilang cukup kuat dari seni bela diri kematian...!?"


"Ya...! Ini adalah ilmu hitam yang aku pelajari...!"


"...Santet!" Seru Shinobu sampai Ogun melebarkan matanya lalu mulutnya mengeluarkan banyak sekali silet emas sehingga wajahnya langsung menerima satu pukulan yang mendorongnya ke belakang.


"Ternyata cukup efektif ya... tetapi aku yakin kau tidak akan jatuh semudah itu."

__ADS_1


"Aku akan membalaskan dendam kematian Ophilia dan Mitsuki yang sudah kau bunuh dengan Fist of Endless Path..."


"Kau mengetahuinya...?!"


__ADS_2