Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 665 - Selanjutnya adalah Dirimu!


__ADS_3

"Kamu tidak melupakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depanmu kan?" Kou mulai berbicara kepada Asriel yang sedang melihat pemandangan langit-langit.


"Kau benar... tempat seperti ini cukup cocok untuk melamar dirinya." Asriel mulai memegang saku celananya dan ia merasa lega ketika membawa cincin itu.


"Lakukan, semua persiapan pernikahan itu sudah aku siap, semuanya akan berjalan dengan lancar." Kou mengacungkan jempolnya dan membiarkan Asriel pergi menuju Mitsuki.


Asriel bisa melihat Mitsuki yang sedang bermain di atas lantai, "Mitsuki."


"Ahh, Asriel."


"Uhm... boleh minta waktunya sebentar?" Tanya Asriel selagi menggaruk-garuk pipinya sendiri.


"Uhm... iya, boleh kok."


"Jadi begini, kita kan sudah lama berpacaran..."


"I-Iya juga... kita sudah lama berpacaran sejak itu."


"Y-Ya, jadi sebenarnya aku sudah memikirkan hal ini sejak lama, bahkan aku sudah mengumpulkan banyak sekali yang untuk itu..." Asriel mengeluarkan sebuah kotak kecil.


"Jadi... maukah kau m-menikahiku?" Asriel membuka kotak itu dengan pipi yang memerah.


"M-Menikahimu? Ehhh... a-a-anu..." Pipi Mitsuki mulai memerah seketika karena dikejutkan dengan cincin yang baru saja ia lihat.


Yuuna dan Marie menghampiri mereka dari belakang, "Sepertinya gadis kecilku tidak lama lagi akan menikah juga."


"Syukurlah..." Kata Marie


"M-Mama, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Mitsuki.


"A-Ahh! Maafkan aku karena sudah mengambil alih hati anak Anda...!" Asriel menundukkan kepalanya kepada Yuuna.


"Dan kau juga Marie, maafkan aku karena telah mendapatkan hati sahabatmu!"


Yuuna menatap Asriel dengan perasaan senang, "Tidak perlu meminta maaf, bagaimanapun juga, selama ini Mitsuki sudah menaruh hati pada dirimu."


"Tidak apa-apa kok, lagi pula aku mendukungmu selama ini untuk mendapatkan hati sahabatku itu."


Yuuna mulai menatap Mitsuki, "Gadis kecilku, Mitsuki... lakukan apa yang hatimu katakan kepadamu."


"Terima kasih, Mama, Marie... aku menyayangi kalian." Mitsuki tersenyum lebar.


"Terima kasih banyak, Marie dan I-Ibu mertua!" Asriel menundukkan kepalanya.


Yuuna ikut menunduk sesaat, "Kamu sudah mendapatkan ijin dariku untuk menikahi gadis kecilku, tolong jaga dia baik-baik ya~"


"Ya! Aku akan melindungi Mitsuki dengan segenap jiwaku...!"


"A-Anu... Asriel, soal tadi... A-Aku menerimanya."


"A-Ahh! Terima... kasih..." Asriel meneteskan air matanya.


"Aku tidak menyangka akan segera menikah denganmu juga, aku sangat menunggu momen ini dalam waktu yang lama..." Mitsuki ikut meneteskan air matanya juga.


Haruki mulai menepuk kepala Asriel, "Selamat, putraku."


"Ayah!"


"Kalau begitu, Yuuna, mohon bantuannya untuk ke depan." Haruki menatap Yuuna dengan sebuah senyuman.


"Tentu saja! Haruki, dengan momen ini keluarga Ichinose dan Shichiro akan memulai ikatan baru. Sebuah ikatan kekeluargaan yang begitu besar...!"


"Ya! Kalau begitu, aku akan menginformasikan ini kepada Chloe." Haruki mengulurkan lengannya untuk melakukan sebuah jabatan tangan dengan Yuuna.


"Aku juga akan mengabari suamiku, Isuka, soal berita bahagia ini." Yuuna menggapai lengan Haruki untuk berjabat.


"Hm! Selamat menjalani kehidupan baru Asriel, Mitsuki, akan datang ke acara pernikahan kalian!" Haruki menghilang dengan cepat.


"Seperti biasanya, dia menghilang dengan cepat." Yuuna menggelengkan kepalanya sesaat.


"Mitsuki, Asriel, aku sangat menantikan acara pernikahan kalian."


"Semoga kamu memiliki keluarga yang bahagia, Mitsuki."


"Kami akan melakukan yang terbaik!"


Yuuna mengangguk pelan, "Hm! Jadikan itu sebagai komitmenmu, Asriel."


Yuuna mulai mengajak Marie untuk pergi dan pulang, "Sudah saatnya kita kembali."


"Baik, bibi." Mereka berdua berjalan pergi meninggalkan Asriel dan Mitsuki sendirian agar mereka bisa memiliki waktu berduaan bersama.


"Mitsuki..."


"Asriel..." Mereka berdua menatap satu sama lain.


"Aku mencintaimu, mulai saat ini dan seterusnya kita akan selalu bersama." Ucap Asriel.


"Begitu pun denganmu, Asriel. Aku mencintaimu dan akan selalu bersama baik dalam suka maupun duka." Mereka mulai mendekati kedua bibir untuk melakukan sebuah ciuman tetapi...


Tet! Tet! Tet! Tet! Tet!


Semua orang di kejutkan dengan suara klakson dari pesawat itu yang dijadikan sebagai peringatan bahwa mereka sudah menghabiskan waktu yang cukup lama di tengah malam ini.


"Tech...!!! Aku lupa mematikannya...!" Kou mulai menyentuh kacamatanya untuk mematikan suara dari klakson pesawat itu karena ia baru saja mengganggu momen yang begitu indah.


"Lebih baik simpan ciuman kalian pada saat pernikahan nanti." Haruka mulai tertawa karena semua orang sempat melihat lamaran itu.


"E-Ehhhh...!?"


"Kalian melihatnya...?"


"Tentu saja, Kou sudah memberitahu kami dari awal bahwa kau akan menikah." Jawab Rokuro.


"Generasi baru terus maju lagi dan lagi... anakmu akan menjadi saingan anakku, Asriel, Mitsuki!" Shuan menunjuk mereka berdua.


"A-Anak!?" Wajah Mitsuki memerah seketika.


"Ahh... generasi baru ya...?"


"Sudah waktunya untuk pulang, jangan menghabiskan waktu lebih lama lagi, teman-teman." Kou berjalan menghampiri pesawat untuk pulang, ia besok akan mengalami kesibukan mengurusi pernikahan itu.


***


Beberapa hari kemudian, acara pernikahan itu telah Kou rencanakan dengan baik sampai harinya sekarang sudah tiba juga untuk Asriel dan Mitsuki datang menuju panggung yang Kou sediakan.


Asriel dan Mitsuki berjalan bersama menuju ke depan, melihat banyak sekali bangsa Legenda yang datang untuk melihat acara pernikahan.


Mereka juga bahkan dikejutkan dengan ukuran kue putih besar di hadapan mereka, Kou menunggu kedatangan mereka untuk meresmikan hubungan Asriel dan Mitsuki sebagai suami dan istri.


Mitsuki dan Asriel berdiri di atas panggung selagi menatap satu sama lain dengan tatapan yang terlihat bahagia, "Acara pernikahan akan di mulai sekarang juga..."


"...mari kita memulainya, Shichiro Mitsuki, apakah Anda akan menerima Ichinose Mitsuki sebagai istri yang akan menjaga dirimu pada saat sakit dan sehat...?"


"Ya...'


"Ichinose Mitsuki, apakah Anda akan menerima Asriel sebagai suami yang akan menjaga dirimu pada saat sakit dan sehat...?"


"Ya...!"


"Kalau begitu, aku resmikan kalian berdua sebagai suami dan istri... untuk melakukan kontrak pernikahan, sang suami diperbolehkan untuk mencium sang Istri."


Asriel mulai meraba kedua pipi Mitsuki lalu memberi dirinya sebuah kecupan di bibir sampai mereka mulai berciuman dan telah resmi menjadi pasang suami-istri.


Acara pernikahan berjalan begitu baik sampai semua orang saling membagikan rasa kebahagiaan itu, Yuuna dan Haruki menantikan era dari generasi baru untuk cucu mereka nanti.


"Terasa cukup singkat ya...? Kita sudah akan menjadi Kakek dan Nenek." Shira mulai tertawa selagi menggaruk-garuk pipinya.


"Benar juga... aku merasa bersyukur untuk bisa hidup sampai titik ini. Melihat diriku yang sebentar lagi akan menjadi seorang Kakek." Jawab Haruki.


"Generasi baru memang menanti kita semua..."


***


~9 bulan kemudian~


"Kou, apakah kau baik-baik saja? Mau minum susu lagi...?" Tanya Shuan yang melihat Kou kesakitan di bagian perutnya yang sudah sangat besar.


Sebentar lagi, anaknya akan keluar dan Kou dalam waktu yang dekat akan melahirkan harapan baru untuk seluruh alam semesta, meneruskan nama dari Shiratori dan Comi yang mengalami ikatan sama.


"Aku baik... baik saja..." Jawab Kou dengan tatapan yang terlihat murka karena ia baru saja mendapatkan berita buruk lainnya.


"Kou...!" Terdengar suara panik Haruka ketika ia masuk ke dalam ruang kerja Kou, ia bisa melihat Kou mengalami kesulitan untuk bangkit dari kursinya.

__ADS_1


"Dia... dia menyebabkan masalah lainnya... kah...?" Tanya Kou yang mulai kesulitan untuk berbicara karena bayi di dalam perutnya yang tidak bisa diam.


"Ada apa, Haruka...? Apakah si brengsek itu menyebabkan masalah lain kepada bangsa Legenda dan mengumbar kembali sejarah yang gelap...?" Tanya Shuan.


Haruka hanya bisa mengangguk, kedua sepupunya lagi-lagi melakukan sesuatu yang buruk, mengumbar kembali masa lalu dan menyebabkan kerugian kepada sebagian Legenda.


Perselisihan dan permusuhan sudah muncul beberapa bulan yang lalu, di sebabkan oleh sepupu Haruka yang memiliki tujuan tidak begitu jelas karena sudah merugikan beberapa Legenda.


Bukan hanya itu saja, Kou mengalami kesulitan mengurusi penduduk dan bangsa Legenda yang tidak mampu sampai sebagai dari sumbangannya di ganti oleh sesuatu yang rusak dan sempat membuat hati mereka sakit.


Kou harus menahan kesakitan di dalam perutnya dan sekelilingnya, semuanya berjatuhan seiring waktu berjalan dan ia sudah tidak bisa mengendalikan keadaan jika sudah menyebar kemana-mana.


Pada akhirnya, Kou dan Haruka menjebak kedua sepupu mereka di dalam perpustakaan yang begitu ramai karena mereka ingin meminjam semua buku sejarah gelap dan tersembunyi.


"Kou... lebih baik kamu beristirahat saja daripada mengurus ini..." Haruka mencoba untuk menghentikan Kou.


"Tidak bisa... sudah... keterlaluan, aku tidak akan membiarkan mereka... menghancurkan reputasi lainnya..."


"...jika mereka di diamkan sampai berbuat hal yang tidak diterima seperti ini maka... kekerasan dan cara yang kasar akan manjur..." Ucap Kou pelan selagi meraba perutnya.


"Kou, kamu sedang hamil. Lebih baik hentikan!" Shuan memegang erat lengannya dan Kou langsung menatap wajahnya dengan tatapan sedih.


"Mereka sudah mengumbar sebagian dari keturunanku... menghancurkan reputasi Shimatsu dan Phoenix... menyebabkan kekacauan dengan ras Elf dan Malaikat..."


"...mengubah semua sumbanganku menjadi sesuatu yang buruk... apakah pantas untuk membiarkan mereka?!" Kou melepaskan genggaman tangan Shuan lalu ia berjalan masuk ke dalam perpustakaan itu.


"Sudah berbulan-bulan aku mencari mereka... mereka terus menghindari diriku dan sekarang... sudah waktunya untuk turun tangan..."


"Semua orang datang karena sudah memiliki rasa kepercayaan tinggi karena sejarah itu..." Kou menggunakan pikirannya untuk menyingkirkan semua bangsa Legenda yang menghalang.


Setelah semua bangsa Legenda itu pergi meninggalkan perpustakaan, Kou dan Haruka langsung berpapasan dengan sepupu mereka bahkan sempat bertemu dengan tantenya juga.


"Haruka...? Kou...?" Mereka semua memasang tatapan yang terlihat kaget.


"Mau melarikan diri lagi...?" Tanya Kou yang mulai menutup perpustakaan itu dengan bantuan Shuan yang memasang tumbuhan emas.


"Tante Sabrina... kau juga merencanakan semua ini?" Haruka terkejut melihat tantenya melakukan suatu tindakan yang sama buruknya.


"Dia juga yang memulai semuanya, Kakak. Aku tidak menyangka setelah membaca isi pikiran mereka... semuanya dipenuhi dengan sampah...!"


"Kenapa kalian datang ke sini? Apa yang kalian butuhkan dari kami?" Tanya Kojima, sepupu laki-laki dari Haruka dan Kou.


"Kau menanyakan kenapa sekarang? Tidak melihat luar sana apa yang terjadi...? Kedua kekacauan dan demo muncul karena perbuatan manipulatif kalian...!"


"Kalian tidak seharusnya melakukan tindakan bodoh seperti ini untuk di kenal dan menjadi kaya...! Memangnya apa yang kalian pikirkan untuk mengumbar kembali sejarah aib semua orang!?"


"Gadis pintar yang kita pandang bodoh sepertimu tidak akan mengerti, Kou... sejarah tidak boleh di sembunyikan, semuanya harus di beritahu."


"Lagi pula, sudah berapa kali kau membela seseorang yang salah? Phoenix dan Shimatsu jelas melakukan banyak kesalahan..."


"...tetapi keturunan Comi sepertimu mendukung dan mencoba untuk menyelamatkan mereka. Apakah Ratu Touriverse tidak mengetahui arti dari keadilan?" Tanya Kotoko yang juga sepupu Haruka dan Kou.


"Aku membutuhkan jawaban lebih awal sebelum membakar perpustakaan ini..."


"...kalian iri ya? Iri karena kami keturunan Comi telah sukses dan menjadi kaya, bukan keturunan ComiĀ  yang sudah di lantarkan oleh kalian semua sejak itu!" Seru Kou keras.


"Mamamu sudah melakukan banyak kesalahan, Kou---"


"Dan beliau memperbaiki semuanya dengan sebuah tanggung jawab... lihatlah sekeliling kalian, semuanya terjaga dengan baik oleh Mama..." Jawab Kou dengan cepat.


"...tetapi ketika kalian mengumbar semua sejarah itu kembali, semuanya mulai runtuh satu per satu... kembali menginjak era kuno seperti dulu, memiliki banyak sisi karena perselisihan."


"Semua yang Korrina lakukan kepada Touriverse... cukup bodoh, apa gunanya teknologi dan sistem? Lebih baik era kuno kembali dengan kerajaan yang memimpin dengan benar." Kata Sabrina.


"Kau tidak akan mengerti, Kou... era kerajaan jauh lebih baik di bandingkan sekarang, banyak sekali raja memimpin bangsa Legenda untuk bertambah kuat."


"Dan raja itu dengan bodohnya merendahkan semua Legenda yang tidak mampu dan rendah... mengubah mereka menjadi budak sampai mati!" Kou mengerutkan dahinya.


"Tidak ada masalahnya dengan itu, raja memang seharusnya ada dan ia harus mengetahui mana yang kuat dan lemah... yang lemah..."


"...apa gunanya yang lemah kau jaga dengan baik? Bukannya itu terlalu menyusahkan untuk membiarkan yang lemah dan tidak mampu hidup?"


"Tidak semuanya sama, Sabrina...! Kau tidak boleh mengharapkan semua Legenda sama, sebagiannya tidak mampu dan lemah karena mereka takut..."


"Ketakutan mereka lah yang cukup menyedihkan... kita bangsa Legenda membutuhkan pemimpin benar yang dapat menciptakan sejarah yang lebih baik!" Kata Sabrina.


"Ibuku benar... Ratu Touriverse seperti dirimu sudah ketinggalan dengan zaman baru, Kou." Kotoko mulai mendekati Kou.


"Korrina sudah sukses dan mendapatkan semua jabatan bahkan kekayaan tiada batas... mendapat semua kepercayaan dari seluruh alam semesta."


"Apa gunanya anggota keluarga jika kau melupakan kami semua yang memiliki kehidupan pas-pasan!?" Tanya Kojima dengan nada keras.


Perkataan Kotoko dan Kojima memicu adrenalin Kou, membiarkan tentang keluarga dan keturunan yang tidak memedulikan satu sama lain.


"Apa yang kalian katakan tadi...?" Tanya Kou dengan nada pelan.


"Ibumu dan kalian semua... melupakan keturunan Comi seperti kita, kenapa tidak membagi kekayaan dan jabatan kalian kepada kami juga...!?"


"Kita kan memiliki ikatan besar---"


"BRENGSEK!!!" Teriak Kou keras sampai menghempas mereka semua, termasuk Haruka dan Shuan karena dorongan yang di lepaskan oleh Kou.


"Kou...?!" Haruka merinding seketika Kou mengeluarkan kekuatan yang begitu langka, sungguh momen yang langka baginya untuk melihat Kou marah seperti itu.


Kedua matanya yang biru berubah seketika menjadi merah darah, "Tidak memedulikan ikatan keluarga satu darah? Keturunan Comi...!?"


"Coba katakan itu kepada wajah kalian di masa lalu...!!!" Kou mulai berbicara dengan nada keras.


"Kemana kalian, hah!? Kemana kalian ketika ibuku sedang kesakitan dan kesulitan...?!"


"Ketika Ibuku sedang di siksa dan menjadi tikus percobaan... kemana kalian!? Apakah salah satu dari kalian membantu dirinya!?"


"Ternyata apa yang Ibuku katakan benar...! Semua orang akan mendekat ketika kau sedang bahagia dan sukses sedangkan ketika kau kesulitan..."


"...mereka semua mendadak melupakan dirimu tanpa rasa peduli apapun! Ibuku yang dulu menderita dan kesusahan tanpa bantuan apapun dari Ophilia...!!!"


"Kalian meminta jabatan dan kekayaan kami? Properti kami!? Lucu begitu ya...!? Lucu!?" Kou berjalan mendekati mereka dan Haruka mencoba untuk menghentikannya.


Sabrina memasang tatapan kesal ketika Kou mengetahui masa lalu Korrina yang selama ini memang dikucilkan oleh semua keluarganya tetapi sekarang mereka menyesal.


Korrina yang sudah sukses mendapatkan semua kekayaan dan jabatan sebagai ratu Touriverse tidak memberikan kebaikan apapun kepada keturunannya sendiri kecuali anak-anaknya saja.


Korrina sudah memutuskannya sejak awal bahwa ia adalah keturunan pelarian dari Comi, lebih baik menciptakan keturunan Comi baru dengan anak-anaknya tanpa semua sepupu, kakak, dan kedua orang tuanya.


Mereka semua tidak pernah membantu sama sekali, hanya bisa menyiksa dan membuat dirinya menderita. Tidak ada bantuan juga, mereka hanya menertawakan dirinya.


"Aku mengetahui semuanya...! Memangnya seorang penerus tidak akan mengetahuinya!?" Tanya Kou.


"Tak ada yang membantu... ketika ibuku susah dan menderita, tidak ada yang mencoba untuk membantu dari anggota keluarganya sendiri..."


"...bukan ayah, bukan ibu, bahkan kedua saudaranya. Hanya seorang gadis kecil dari keturunan Phoenix yang mau menerima dan membantu dirinya."


"Itulah kenapa aku melindungi reputasi Phoenix. Mereka adalah orang baik yang mengubah ibuku menjadi seperti ini..." Kou terus memasang tatapan kesal.


"Kau tidak akan pernah mengerti, Kou... dia terlalu berbahaya untuk hidup---"


"Pfft... Bahaya... bahaya ya... karena kalian semua yang memperlakukan ibu dengan cara yang salah..."


"...hanya karena ibuku lahir dengan kekuatan nol, kalian mencoba untuk menyiksa dan membunuhnya beberapa kali sampai ia membangkitkan kekuatan misterius..."


"...kekuatan itu kemudian di gunakan sebagai eksperimen dan Ibuku yang menjadi tikus percobaan terhadap segala hal..."


"...entah berapa kali dia sudah mati..." Kou mengepalkan kedua tinjunya, Haruka hanya bisa diam karena ia sudah mengetahui jelas masa lalu Ibunya sendiri.


"Kou, aku membutuhkan dirimu untuk menghentikan semua tindakan ini... lebih baik hapus saja nama dari Ratu Touriverse, biarkan sejarah berlanjut dengan kelahiran semua kerajaan." Kata Sabrina.


"Dan aku membutuhkan kalian untuk berhenti mengingat masa lalu dan melanjutkan apa yang sudah di sediakan..." Jawab Kou.


"Kalian tahu apa yang aku butuhkan...? Aku ingin pergi ke rumah sakit dan melahirkan anakku..." Kou merasa lemas seketika.


Haruka mulai membantu dirinya untuk berdiri, "Kou... sudah... lupakan saja mereka..."


"Apa yang kita butuhkan adalah...!!! Kebersamaan antara semua bangsa Legenda! Semuanya sederajat, tidak ada yang namanya lebih besar atau kuat!"


"Kau tidak bisa membandingkan hal ini itu dan itu, tidak ada yang luar biasa...! Tidak ada yang sempurna! Semuanya memiliki kekurangan masing-masing!"


"Yang lemah dan kuat... semuanya berada di tingkatan yang sama, sederajat! Kita semua bisa bertambah kuat bersama jika saling membantu...!"


"Dan kalian menginginkan era kerajaan kembali? Raja yang menghamilkan semua gadis untuk melahirkan Legenda yang baru...?"


"Legenda yang dipilih yaitu kuat... lemah di jadikan sebagai sampah yang di injak, membiarkan mereka semua mati karena kemiskinan dan siksaan Legenda Elit..."


"Kou, sudah cukup..." Haruka tidak bisa menghentikan Kou yang terus berbicara penuh dengan kebenaran.

__ADS_1


"Apa yang kita butuhkan adalah kebersamaan... kebaikan! Tidak semua Legenda membutuhkan kekuatan atau kesuksesan, apa yang kita butuhkan adalah kebaikan untuk bertambah kuat bersama!"


"Kalian mengatakan... properti ratu Touriverse ingin di bagi? Bagi dengan alasan apa? Ibuku dikucilkan oleh kalian..."


"...memangnya aku punya kewajiban untuk melakukan seperti itu? Lihatlah...Ā  buka mata kalian, semua masalah ini berhasil di pertanggung jawab kan olehnya."


"Phoenix juga sama... berkat bantuan Arata dan Ophilia, kita dapat mengalahkan Bamushigaru!"


"Peduli pada saat kita sukses dan terkenal saja... ketika kita sudah sukses seperti ini di kenal tetapi ketika susah malah di lupakan sampai terkucilkan!"


Kou mencoba untuk mendekat tetapi Haruka menghentikan adiknya sendiri sebelum ia hilang kendali, "Kou, ayo, ke rumah sakit di gedung Comi's Corporation."


"Tidak... tunggu! Kita adalah keturunan Comi bukan?! Satu ikatan dan darah, bukan sekedar organisasi atau klan! Benarkan, Kakak?!"


"Satu keturunan darah...! Darah yang sama...! Seharusnya membutuhkan satu sama lain di keadaan susah bukan muncul ketika sudah sukses!"


"Kamu sudah mengungkapkan semuanya, Kou. Lebih baik kamu beristirahat..."


"Aku sudah muak mendengar omong kosong ini... itulah kenapa keturunan Comi terbelah menjadi dua, aku tentunya berada di sisi Ibuku sendiri!" Kou maju ke depan dan menunjuk Sabrina.


"Tidak ada kepercayaan... tidak ada kebaikan... tidak ada yang peduli... semuanya negatif... kesakitan... penderitaan..."


"...semuanya dirasakan oleh Ibuku, pembohong dan bahkan korban fitnah... semuanya di lampiaskan kepada beliau...!" Kou menatap kedua mata Sabrina.


"Tak bisa dipercaya... pembohong..."


Kou mengeluarkan sebuah buku dan memberikannya kepada Sabrina, "Gunakan ini..."


"...tulis lah sejarah yang benar---" Kou hampir saja terjatuh tetapi Haruka menghentikan waktu lalu menggendong dirinya yang sudah tidak bisa berdiri.


Bayi di dalam perut Kou sudah tidak tahan untuk keluar, tidak akan kemudian mereka semua pergi meninggalkan Sabrina dan yang lainnya.


Mereka hanya memasang tatapan kesal dan tidak menyangka bahwa Kou yang selalu lembut dan bersikap positif sempat marah seperti itu sampai mengeluarkan sedikit dari kekuatan aslinya.


***


Comi's Corporation, lantai 5, ruangan yang dipenuhi dengan perawatan dan Kou saat ini sedang berbaring di atas kasur, mencoba untuk mendorong bayinya keluar melalui perutnya itu.


"Aaaaahhhhhhhhhh...!!! Sakit...!!! SAKIT...!!!" Teriak Kou keras selagi memegang tangan Shuan erat karena ia tidak menyangka melahirkan akan terasa lebih menyakitkan dari yang ia kira.


"Tahan, Kou... sebentar lagi...!" Shuan memegang erat tangan Kou, mencoba untuk menyemangati dirinya.


"Hwehhhh...! HWEEEEEHHHH...!!!" Terdengar suara bayi menangis dan Kou berhasil melahirkan seorang gadis kecil yang begitu sehat.


Shira melebarkan matanya, menyadari sesuatu yang janggal dari cucunya ketika melihat kedua lengan dan kakinya menghilang seketika.


Kedua kaki dan lengan cucunya terlihat begitu transparan sampai menghilang seketika, kemungkinan besar ia berpikir karena cahaya yang menyebabkannya tetapi...


"...salah satu dari kutukan Comi, aku adalah setengah Astral, Dewi, dan Legenda... sedangkan Shuan... setengah dari Neko Legenda dan Legenda." Kou mulai mengalami pemulihan setelah melahirkan.


"Anakku... kutukan yang ia dapatkan... kedua lengan dan kakinya itu... transparan... seperti hantu... tidak bisa menyentuh atau melakukan apapun..." Kou meneteskan beberapa air mata.


Mereka semua terkejut seketika, ternyata kutukan Comi masih tetap menyerang untuk generasi baru dan anak Kou jauh lebih buruk karena lahir dengan kedua lengan dan kaki yang transparan sampai hilang.


"Walaupun anakku... lahir tidak normal seperti ini, setidaknya dia hidup dan sehat selalu... memiliki kehidupan tanpa kaki dan tangan..." Kou mulai menggendong anaknya.


"...tidak akan menghentikan dirinya menjadi harapan untuk seluruh alam semesta." Kou memberi bayinya sebuah kecupannya sampai ia berhenti menangis.


"Cup... cup... cup... maaf ya, Mama melahirkan dirimu seperti ini... tetapi, hal positifnya adalah... kamu bisa berbicara, tidak sepertiku sejak itu." Kou tersenyum bangga.


Mereka juga dikejutkan dengan mata kiri bayi Kou yang hilang, mungkin karena efek dari setengah Astral itu, sebagian dari anggota tubuhnya menghilang seperti makhluk halus.


"Tidak ada yang sempurna di dunia ini... aku menerima bayi ini sebagai harapan baru untuk Shiratori dan Comi." Kou mengusap pipinya dengan pipi bayinya.


"Kau benar, Kou. Tidak ada yang sempurna, walaupun cucuku memiliki beberapa kekurangan... tidak ada yang dapat menghentikan diriku untuk mencintainya!"


Shira berbicara dengan tatapan serius, ia merasa sangat bangga melihat cucunya seorang gadis Neko Legenda kecil yang begitu imut karena tangisannya.


"Shira benar... selamat, Kou... kamu sudah melakukan yang terbaik untuk melahirkan harapan baru kami semua." Megumi mengelus kepala Kou.


"Ibu... Ayah... terima kasih, aku akan menjadikan anakku sebagai Legenda dengan harapan paling besar..." Kou tersenyum dan memberi bayinya sebuah kecupan di pipi.


Kou menatap Shuan yang terlihat sedih karena merasa begitu bangga melihat Kou berhasil melahirkan anak pertamanya dengan kondisi yang baik-baik saja.


Dia terlihat sehat kembali bahkan Shuan diberikan kesempatan oleh Kou untuk menggendong dirinya, ia bisa melihat anak pertamanya tertidur dengan damai.


"Anakku... harapan... yang aku serahkan kepada dirinya." Shuan memberi anaknya sebuah kecupan di kening.


"Jadi... nama apa yang akan kamu berikan kepada kucing kecil ini, Kou?" Tanya Megumi.


"Aku ingin nama anakku memiliki ciri khas dengan keturunannya... Comi dan Shiratori, kita sudah membincangkan soal namanya." Shuan dan Kou menatap satu sama lain.


""Shiratori Shinobu Koneko.""


"Dia bisa di panggil dengan sebutan Shinobu atau Koneko untuk menunjukkan keturunannya lebih jelas..." Kou tersenyum.


"Shinobu Koneko ya... Hm! Nama yang bagus untuk harapan kita yang baru!" Shira mengangguk dan menatap cucunya yang bernama Shinobu.


"Selanjutnya giliranmu...!" Shira menunjuk Shinobu.


"...Shinobu Koneko!"


~A New Generation Begins...~


~Shiratori Shinobu~


...


...


...


ZWOOOOSSSHHH!!!


Sebuah portal hitam muncul dan mengeluarkan beberapa orang, sebagian dari mereka terluka cukup parah dan salah satunya mulai menahan portal hitam itu.


"Korrina...!" Panggil Fuyuma.


"Cepat pergi...! Aku akan menahan mereka, mereka mengincar dewa dan Dewi kehidupan seperti kalian!" Peringat Korrina yang mendorong semua serangan dari dalam portal itu.


Nurosa dan Fuyuma tidak memiliki pilihan lain selain mundur karena situasi yang mereka hadapi cukup buruk, mereka semua terluka cukup parah karena di serang oleh sesuatu.


Korrina terus menahan serangan itu, ia sempat melihat ibunya yaitu Koura mulai mendekat lalu menyentuh punggungnya untuk menyalurkan semua kekuatan dan Lenergy kepadanya.


"Jika portal ini tertutup... kita bebas dari ancaman luar, itu artinya... kita bisa pulang, aku dapat bertemu dengan anak-anakku." Korrina tersenyum lega.


Bertahun-tahun ia mengatasi semua masalah di luar Touriverse, sekarang saatnya ia kembali untuk menemui ketiga anaknya yang pasti sudah menunggu dalam waktu panjang.


"Ketika aku sudah pulang... Aku akan tetap berada di sisi mereka!!!" Korrina mengerahkan semua kekuatannya tetapi portal itu mulai bertambah besar sampai menarik Koura.


"Ibu!!!" Korrina menggenggam tangannya erat, ia berhasil menyelamatkan ibunya yang hampir saja masuk kembali ke dunia dan semesta lain.


Korrina ikut tertarik sampai ia bisa merasakan tekanan yang begitu kuat, kekuatannya juga terasa hilang sebagian sehingga ia mulai menatap ayahnya yang sedang mengulurkan lengannya.


"A-Ayah..." Korrina mencoba untuk meraih tangan Ayahnya yaitu Futsu.


"Semua yang kau dapatkan..."


"...akan menjadi milikku." Tatap Futsu serius sehingga ia melakukan sebuah putaran dan menendang Korrina sampai ia terdorong ke belakang.


Korrina melepas Koura sampai tersedot kembali ke dalam portal, "A-Apa yang... kamu lakukan, Ayah? Hentikan..."


"Hidup yang panjang ya... ratu Touriverse, semuanya akan baik-baik saja." Futsu memasang tatapan yang membuat Korrina ingat masa lalu.


Tatapan yang membuat dirinya menderita karena sudah dikucilkan sampai di rendahkan oleh semua orang itu kembali, wajahnya menerima satu tendangan sampai Korrina tersedot ke dalam portal.


Harapannya yang ingin menemui ketiga anaknya telah hilang karena ia tidak bisa pulang, ia harus mencari jalan yang lebih panjang untuk kembali pulang.


"Aku bisa mengambil alih jabatan Ratu Touriverse sekarang..." Futsu tersenyum.


...


...


...


...


...


"3 bidadari memuaskan kehidupan mereka... hidup dengan menikmati kedamaian sampai di dampingi oleh teman..."


"...tiga arwah yang berkeliaran untuk membantu seseorang..."

__ADS_1


"...tiga wadah suci yang menunggu di atas."


__ADS_2