Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 958 - Bloodshed


__ADS_3

"Tembak...!!!" Seru seorang komandan yang langsung menerima injakan dari Shinobu sampai ia mulai mengamuk dengan menghantam daratan beberapa kali menggunakan kedua tangannya.


Daratan berguncang sangat dahsyat, tetapi kali ini semua pasukan aliansi itu berhasil berdiri tegak dan menahan Shinobu dengan melepaskan banyak sekali sengatan listrik yang sudah di isi ulang.


Serangan sengatan listrik itu tidak memberikan efek apapun kepada Shinobu, semua energi Vile yang menempel kepada tubuhnya mulai berubah kembali menjadi bulu dan daging yang baru bagi dirinya.


Shinobu bisa dibilang berada dalam kendali penuh dengan wujud itu berkat bantuan The Mind, tetapi semua Manusia yang bersembunyi dalam cangkang yaitu pakaian Goliath dan Juggernaut menyebabkan dirinya merasa lapar.


"ROOOOOAARRRRR!!!" Shinobu meraung keras lalu ia melangkah ke depan sampai menabrak seluruh pasukan Juggernaut yang sudah menyerang dirinya dengan usaha keras.


Pada akhirnya tubuh mereka hancur menjadi kepingan ketika menerima injakan dan serangan cakarnya yang dapat memanjang sampai menebas tubuh para tentara itu menjadi dua.


"Monster...!!! Apa yang harus kita lakukan sekarang, lapor!!! HWAAAHHHHH!!!" Tentara yang melapor kepada Mitler langsung dimakan oleh Shinobu.


Ekornya yang ia gerakan ke arah para tentara itu untuk mengambilnya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya yang sudah terbuka lebar, semua pasukan aliansi yang menyerang Shinobu mulai gugur satu per satu.


Ako dan Yuffie baru saja tiba di lokasi yang bisa dibilang penuh dengan darah atau dengan istilah dari [Bloodshed], semua tentara itu terlihat panik ketika menghadapi Shinobu yang kebal dengan serangan apapun.


Sengatan listrik dan ledakan granat tidak mampu menekan dirinya, Shinobu melihat tank mulai berdatangan dari arah yang berbeda, semuanya melepaskan banyak peluru penetrasi dan ledakan tetapi Shinobu mementalkan balik menggunakan ekornya.


Semua tank itu terkena oleh serangannya sendiri lalu terpental ke belakang karena menerima hantaman dari ekor Shinobu yang ia gerakan, "GRAAAGGGHHHHH...!!!"


Shinobu membuka mulutnya lebar lalu memakan semua tembakan rudal dari tank itu, dari atas langit juga mulai kedatangan pesawat tempur yang mulai menjatuhkan banyak sekali granat ke arah dirinya.


Semua ledakan itu hanya membuat Shinobu semakin mengamuk sehingga pandangannya tertuju kepada pesawat tempur yang melepaskan banyak sekali peluru kepada dirinya.


Semua peluru yang mengenai tubuh Shinobu sebagiannya hancur tanpa sisa dan sebagiannya lagi terpental ke arah yang berbeda sampai Yuffie langsung mengamankan Ako secepatnya karena mereka sudah memasuki wilayah yang berbahaya.


Shinobu melompat ke atas langit untuk menangkap semua pesawat itu menggunakan mulutnya lalu menghancurkannya dengan satu gigitan, ketika ia mendarat di atas langit terjadi gempa bumi lainnya.


Tetapi hanya di wilayah Indonesia, lompatan tadi sudah cukup untuk menjatuhkan sebuah benua dan pulau ke dalam lautan lalu mengejutkan semua pasukan Indonesia serta aliansi yang sedang berperang.


"Jarang sekali aku melihat Nobu berubah menjadi wujud mengerikan seperti ini..."


"...tidak bisa dibilang jarang juga sih malahan tidak pernah sama sekali, ia sangat sering menggunakan wujud Beast dalam wujud Legendanya tetapi ini sangat berbeda dan brutal."


Ako melihat sahabatnya terus mengamuk seperti tidak terkendali terapi Shinobu sendiri memang berniat untuk berubah agar bisa memusnahkan semua pasukan aliansi yang memegang senjata canggih dan mematikan itu.


"Koneko memang sengaja melakukannya... bisa dilihat dari situasi ini, Beast Neko Legenda dapat memberikan pemulihan sempurna kepadanya sendiri."

__ADS_1


"Lihatlah..." Yuffie menunjuk genangan darah milik Shinobu, semua darah yang menyentuh tanah itu langsung menumbuhkan banyak sekali emas sampai mengejutkan dirinya.


"Ehh?! Kenapa bisa darah itu menumbuhkan tumbuhan dan bunga yang terlihat indah...?! Semuanya itu memberikan Shinobu cahaya juga..."


"Saking polosnya Shinobu... darah yang ia pegang sangat murni dengan tumbuhan dan alam sampai efek dari darah itu memiliki kelainan yaitu dapat menumbuhkan tumbuhan dan bunga apapun ketika menyentuh daratan."


"Apa yang sedang Shinobu lakukan saat ini adalah memanfaatkan wujud itu sebagai tekanan untuk jumlah pasukan aliansi bersenjata mematikan..."


"...kamu tidak perlu khawatir soal temanmu yang sudah berubah monster emas ini, dia terkendali sepenuhnya dan semua Manusia yang ia makan bisa di bilang insting dirinya."


"Lagi pula percuma saja membiarkan Manusia mati dan membusuk, ia lebih memilih untuk memakannya... semua luka yang diterima juga memudahkan Shinobu untuk mengaktifkan Legend's Boost."


"Semua ini adalah rencana dirinya, ia berhasil... semua tentara itu membantu dirinya memicu transformasi Golden Beast itu sampai ia sekarang tidak perlu khawatir soal jumlah mereka yang tadinya menekan dirinya karena sengatan listrik."


Ako membidik ke arah seorang tentara yang mencoba untuk menyerang dirinya tetapi Shinobu langsung menindih tubuhnya dengan duduk di atas tentara tersebut.


Semua pasukan aliansi yang mencoba untuk menyerang Shinobu telah musnah, tidak menyisakan tubuh apapun karena semuanya sudah ia masukkan ke dalam perutnya.


Semua sisa darah di bawah tanah langsung ia jilat sampai dirinya mulai menjilat tubuhnya sendiri yang ternodai dengan cipratan darah dari para pasukan aliansi yang tidak memiliki kesempatan ketika menghadapinya.


"Nobu...!" Panggil Ako kepada Shinobu yang sedang menjilati bulu-bulunya.


"Tidak, Nobu...! Jangan!!!" Ako memejamkan kedua matanya lalu ia mendengar Shinobu tertawa dalam wujud itu sampai suara yang terdengar terasa begitu dalam.


"Hehehe, tenang saja... Koneko sudah berada dalam kendali penuh di wujud ini karena sudah menguasai ketenangan dan kedamaian batin serta jiwa ketika masih kecil."


"Whoa~ kamu sangat besar, Koneko... besarmu melebihi satu bangunan!" Kata Yuffie.


"Mm~ Koneko masih bisa membesarkan ukuran Beast ini tetapi risiko mulai bertambah besar, bumi bisa saja hancur..."


"...baiklah, kita bahas soal topik utama kita yaitu penyerangan pihak aliansi. Semua Jenderal sudah pasti sedang berperang saat ini dan semoga saja aku tidak terlambat." Shinobu memegang tubuh Yuffie dan Ako menggunakan ekornya.


Ekornya langsung menempati dirinya di atas punggungnya itu untuk pergi bersama dirinya melihat kondisi kota, suara tembakan sengatan listrik dan peluru dapat ia dengar dari jauh, ia hanya bisa berharap bahwa semuanya berjalan dengan lancar.


"Nobu, aku masih penasaran soal wujud ini... kenapa kamu menggunakannya?" Tanya Ako.


"Aku memiliki alasan tersendiri untuk menggunakan, melihat Manusia itu memakai energi Vile dalam senapan sengatan listrik dan bom itu, aku ingin menerima semua luka itu mengumpulkan amarah..."


"...semakin besar amarah dan emosi negatif yang aku rasakan maka semakin kuat wujud Beast dalam mode raksasanya, aku akan menerima kekebalan dengan sengatan sebelumnya."

__ADS_1


"Bisa dibilang transformasi ini dapat meningkatkan adaptasiku untuk kebal dengan suatu serangan, energi Vile itu sudah aku biasakan sekarang sampai diriku bisa kebal dalam wujud Legenda dengan kekuatan Beast."


"Ya, begitulah... aku tidak bisa meremehkan kekuatan teknologi Malaikat dan energi murni dari Elf, kita harus bisa menghentikan pasukan aliansi itu."


"Kali ini aku akan memanfaatkan wujud ini sebagai penekan jumlah mereka yang sangat banyak dengan perlengkapan mematikan yang dapat menekan seluruh umat manusia negara."


"ROOOOAARRRR!!!" Shinobu meraung keras sampai mereka berdua menutup kedua telinganya itu.


"Wujud ini empuk sekali... lembut .. Ahhh... seperti kasur...!" Seru Yuffie yang memeluk punggung Shinobu, semua bulunya terasa begitu halus dan empuk sampai ia mulai memejamkan kedua matanya.


"Hei, jangan tidur..."


"...fokus dengan tujuan utama kita." Shinobu menghela nafasnya sampai melepaskan dorongan besar di depannya yang menyatukan beberapa pohon.


"Semoga Kak Koizumi dan Kak Aditya dapat mengendalikan situasi dalam pesawat luar angkasa itu..." Batin Shinobu.


***


Aditya bersama yang lainnya berhasil mengamankan ruangan penuh dengan perlengkapan yang dapat melindungi mereka semua dari serangan peluru, masih ada sisa pakaian Juggernaut yang langsung dipakai oleh ketiga Manusia itu.


Mitler melihat mereka semua sudah berada di jarak yang begitu dekat dengan ruangan utama, ia juga masih belum mendapatkan perintah dari John untuk berhadapan dengan mereka semua, dirinya terpaksa untuk mundur.


"Prajurit! Lepaskan lebih banyak pasukan yang sudah disuntik dengan ramuan itu!" Perintah Mitler sampai mereka semua sampai banyak sekali pasukan aliansi mulai berdatangan dari arah yang berbeda.


Wilhelm mulai mengamankan bagian barat dengan melempar sebuah granat yang berhasil mendorong mereka semua ke belakang, ledakan granat itu tidak cukup untuk menghancurkan seisi ruangan.


Pesawat luar angkasa itu bisa di bilang ciptaan malaikat, itulah alasan kenapa daya tahan dari pesawat itu sangatlah kuat, "Kalau begitu kita berpencar untuk mencari ruang kendali yang mengendarai pesawat ini."


Andrian memberikan mereka semua sebuah walkie talkie untuk bisa menghubungi satu sama lain ketika menemukan ruang kendali itu karena mereka disuguhi dengan banyak sekali jalan yang membawa mereka semua menuju ruangan berbeda.


"Kita berpencar satu-satu saja." Kata Koizumi kepada Konomi dan Hinoka untuk berpencar sendirian karena mereka sendiri sudah cukup untuk mengalahkan para Manusia yang menggunakan suntikan itu.


"Baiklah, semoga beruntung...!" Koizumi bergegas pergi menuju arah timur sedangkan untuk Konomi ia melangkah lurus lalu melemparkan ramuan yang melelehkan pakaian Juggernaut yang dikenakan.


Hinoka di sisi lainnya maju selagi memegang granat melalui kedua tangannya sampai menyebabkan ledakan yang sangat besar, semuanya mencoba untuk mencari ruang utama yang mengendalikan pesawat luar angkasa itu.


"Persiapkan pesawat luar angkasa darurat..."


"...aku tidak akan jatuh di tempat ini tanpa perintah Komandan John!"

__ADS_1


__ADS_2