Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 50 - Akhiri Kehancuran dengan Kehancuran yang Lebih Dahsyat


__ADS_3

"Tekanan dan kekuatan ini!?" Obelisk membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Korrina yang tiba-tiba menggunakan sihir Crimson, ia bisa melihat rambutnya yang tadinya pirang mulai berubah menjadi warna silver yang menandakan bahwa Korrina telah berubah menjadi wujud sihir Sacred-nya, "SACRED BURST!!!" Aura silver Korrina mulai muncul sehingga menciptakan dorongan yang besar dan membuat Obelisk terdorong ke belakang.


Obelisk juga bisa melihat bahwa terdapat beberapa warna merah di rambut Korrina yang berwarna silver, mata kanan Korrina mulai berubah menjadi biru muda dan ia langsung memanggil Shinsei-no-Muramasa, "Tidak mungkin... Bagaimana bisa mortal seperti dia memiliki sihir Crimson...!? Ini semua gara-gara Alvin sialan itu yang sudah bercinta dengan mortal yang berbahaya, dia ini berasal dari keluarga Comi dan juga memiliki sihir kuno yang bernama Sacred. Sacred dan Crimson yang digabungkan akan menciptakan kekuatan yang besar, mortal ini benar-benar harus dihentikan karena dia sudah membuat keseimbangan semesta Touri hancur!" Ucap Obelisk yang terlihat kesal, beberapa keringat dingin mulai berjatuhan dari wajah Obelisk.


"HAAAAAARRRRRGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Arata, Catherine, Agfi, dan Shira bersamaan sehingga aura mereka masing-masing mulai membesar dan melonjak tinggi sehingga membuat planet yang mereka tepati bergetar dengan cepat, "HAAHHHHH!!!" Catherine berubah menjadi wujud Saint Observation dimana sebuah cincin merah muda muncul di kedua lengannya dan mulai berputar, Catherine mulai menciptakan dua portal di kedua telapak tangannya.


Mereka semua mulai mencoba untuk menggunakan kekuatan penuh mereka dan juga mencoba untuk menghancurkan batasan yang menghalangi mereka semua untuk berkembang, "LIGHT OF HOPEEEEEEEEEE!!!!!" Teriak Shira keras sehingga ia mulai menggabungkan sihir penguat Light of Hope dengan wujud Saint Observation-nya. Shira sepertinya masih ingin terus bertarung dan melampaui batasan-nya, tetapi ia sekarang tidak akan menggunakan Light of Hope tingkat yang jauh dari tingkat ke satu atau dia akan cepat berakhir dalam beberapa menit. Auranya mulai membesar dan berlapis-lapis emas yang menyinari luar angkasa hampir sama seperti matahari.


"Grrrggghhhh...!!! Aku harus bisa...!!!" Agfi mengepalkan kedua tinjunya dan ia mencoba untuk menaikkan seluruh kekuatannya sehingga menginjak puncak yang baru, ia bersama rekan-nya harus bisa mengalahkan Obelisk agar bisa lulus dan mengikuti Tournament of Solicitation secara langsung, "Aku... Aku... Aku sudah berjanji bahwa aku akan menyelamatkan Papa...!!! Aku harus bisa menembus batasan agar aku bisa menjadi kuat sama seperti Papa!!!" Rambut dan kedua mata Agfi perlahan-lahan mulai menjadi merah Crimson.


"AKU AKAN MENEMPUH KEKUATAN-KU DENGAN CARAKU SENDIRI!!!" Teriak Agfi keras sehingga ia berubah menjadi wujud Crimson Burst, dimana itu adalah perubahan wujud sihir kuno yang bernama Crimson. Sihir Crimson dapat menghancurkan segala sihir apapun dan sangatlah kuat disetiap detik terlalui, tetapi sihir Crimson memiliki resiko yang besar sehingga membuat tubuh akan terasa menyakitkan. Walaupun begitu, setiap kesakitan yang terdapat di tubuh pengguna maka dia akan terus bertambah kuat, singkatnya sihir Crimson akan bertambah kuat ketika si pengguna terluka, merasakan kesakitan, dan sekarat.


Agfi mulai menciptakan tombak berwarna hitam keunguan lalu ia mengambil dan memutarnya, "Toxic Penetration Waltz..." Arata mulai memejamkan kedua matanya lalu ia memunculkan aura-nya yang berwarna merah darah juga "Aku Shimatsu Arata seorang saint Imitation dan pengguna kekuatan Seven Deadly Sins memanggil pedang yang ditakdirkan untuk membunuh para dewa dan dewi!" Sebuah gagang pedang muncul di dada Arata lalu ia mulai membuka kedua matanya yang bersinar cerah, "Aku berjanji bahwa aku akan mengalahkan Dewa Kehancuran yang bernama Obelisk. Dengarkanlah suara hatiku dan niatku... Jika aku kalah maka hancurkanlah pedang ini serta tubuh-tubuhku yang dipenuhi dosa ini!!!!" Teriak Arata keras sehingga sebuah pedang besar mulai keluar dari dada-nya dan pedang besar itu bisa disebut dengan jenis Greatsword (pedang besar.)


Greatsword itu memiliki sebuah kata yaitu "God Slayer." di atasnya dan dibawahnya, "Obelisk." Arata langsung memegang gagang pedang itu dengan kedua tangannya lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. Pedang yang dipegang Arata adalah pedang yang ia dapatkan di saat-saat ia berpetualang, dia mendapat pedang yang berjulukan sebagai kematian untuk para dewa dimana pedang itu adalah pedang yang sangat pas untuk membasmi dewa apapun termasuk dewa kehancuran. Obelisk sendiri mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut dan juga ketakutan bahwa ia melihat Arata seorang mortal yang memiliki pedang God Slayer, "T-Tidak mungkin... D-Dia memiliki God Slayer...?"


Korrina mulai menghampiri Obelisk bersama dengan Arata dan juga Shira. Mereka berdua mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Sepertinya mortal seperti kalian adalah mortal yang patut di contoh atas sikap kalian yang pantang menyerah dan terus berusaha walaupun kalian tidak akan bisa mengalahkan seorang dewa, bahkan menginjak puncak dimana para dewa sendang berdiri. Terkadang aku membenci para mortal ketika mereka tidak menerima apa yang harus terjadi atau apa yang seharusnya ditakdirkan."


"Ya... Kita para mortal ceroboh dan memiliki pemikiran yang akan terus berubah-ubah. Tetapi, dewa atau mortal... Kita semua sama, sama memiliki tujuan hidup dan juga ujian dalam hidup. Dewa abadi? Abadi sudah jelas pasti didapatkan dengan sebuah usaha, mortal dan dewa memiliki moto kehidupan... Mati atau bertahan, itu saja." Ucap Korrina yang mulai membuka baju-nya dan sekarang ia memakai sebuah baju yang lumayan terbuka agar ia bisa bergerak lebih cepat.


"Sepertinya aku tidak salah untuk mencoba menghancurkan akademi, aku bertemu dengan kalian peserta yang cukup menantang dan juga kuat. Aku pasti akan menghancurkan kalian sehingga tidak ada sisa lain yang tersisa." Ucap Obelisk yang mulai melepas baju-nya dan ia mulai memunculkan auranya sehingga seluruh tubuhnya mulai terlumuri dengan aura kegelapan yang sangat menyengat, "K-Kekuatan penuh...?" Tanya Shira yang mulai melihat seluruh tubuh Obelisk membesar dan kedua matanya bersinar merah, "HARRGGGHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Obelisk keras sehingga mampu membuat mereka bertiga terpental ke belakang karena dorongan yang diciptakan oleh Obelisk.


"Semua mortal tidak akan pernah tau kekuatan penuh dari seorang dewa kehancuran, kalian juga sebentar lagi akan mati dan tidak akan pernah bisa menciptakan sebuah sejarah tentang dewa kehancuran." Korrina muncul di belakang lalu ia mengayunkan pedang-nya tepat di belakang Obelisk, Obelisk dengan cepat menghantam wajah Korrina lalu ia melihat Arata yang melempar pedang-nya dan Obelisk langsung menghindari serangan pedang itu.


Shira mengayunkan pedangnya dan Obelisk berhasil menahannya lalu ia menendang perut Shira sehingga ia terpental ke belakang. Agfi mulai melempar beberapa belati yang dilumuri dengan racun penghancur sirkuit sihir serta dengan ribuan panah yang dilumuri dengan racun yang sama. Obelisk menghancurkan semua itu dengan menggunakan Punish Barrier, sebuah sihir barrier yang dapat menghancurkan apapun.


"JYAAAHHHHH!!!" Korrina dan Arata langsung melesat menuju arah Obelisk dengan gaya zig-zag, Korrina mengayunkan katanya-nya menuju arah kepala Obelisk, tetapi ia langsung menghindari serangannya. Arata mencoba untuk menggorok leher Obelisk, tetapi Obelisk menghindari serangan itu juga. Mereka berdua langsung berbalik arah dan menyerang Obelisk secara bersamaan dengan bantuan dari portal Catherine yang bermunculan dimana-mana, mereka bisa menghindari semua serangan Obelisk dengan masuk ke dalam portal tersebut.


Obelisk menahan semua serangan itu menggunakan kedua tangannya yang mengandung beberapa sihir kehancuran yaitu Ultimate Ruinous Armor. Serangan mereka berdua masih mampu Obelisk tahan tanpa harus kesulitan, perlahan-lahan seluruh atribut Obelisk meningkat karena serangan mereka yang mengandung dengan kehancuran. Obelisk langsung mendorong mereka mundur menggunakan kedua tinjunya, setelah itu Obelisk langsung memunculkan sihir Destruction of Ruinous di tangan kirinya yang berbentuk bola kegelapan dengan partikel-partikel putih disekitarnya. Mereka berdua melesat bersama menuju arah Obelisk dan menyerang Obelisk secara bersamaan.


Obelisk menahan serangan mereka menggunakan kedua lengannya, tetapi Obelisk langsung lengah ketika melihat Shira yang menyinari kedua matanya menggunakan sinar cahaya, merela berdua langsung menebas perut Obelisk sehingga dorongan dari serangan mereka berdua mampu membuat Obelisk terdorong ke belakang. "Bagus!" Ucap Shira yang mulai mengisi sihir Megura Light, ia berada di level yang jauh dari mereka jadi ia hanya bisa diam dan membuat Obelisk Lengah, "Serangan serentak! apakah mereka berdua benar-benar bekerja bersama!?" Tanya Catherine selagi menatap Arata dan Korrina bekerja sama.


Obelisk langsung menatap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Mengganggu saja...!!!" Mereka berdua melesat menuju arah Obelisk sehingga mereka berdua langsung menyerang Obelisk secara bersamaan, Obelisk masih menahan serangan mereka menggunakan sihir kehancurannya agar serangan mereka tidak berdampak besar ke tubuhnya. .


Obelisk mencoba untuk melakukan serangan balik, tetapi ia tidak bisa karena kewalahan oleh dua Legenda yang sedang berada di wujud kekuatan penuh mereka, Arata dan Korrina langsung menendang perut Obelisk dengan sangat dalam hingga ia terpental ke belakang. Kedua bola kehancuran di kedua telapak tangan Obelisk "GYAAGH...!!! DESTRUCTION OF RUINOUS!!!" Teriak Obelisk sehingga ia langsung melempar sihirr kehancuran yang berefek ledakan besar ke arah mereka berdua, bola kegelapan berpatikel putih itu langsung membelah diri dan menciptakan sihir Destruction of Ruinous lainnya.


Arata dan Korrina langsung terkena oleh sihie itu sehingga mereka berdua langsung terpelanting ke belakang. "MEGURA LIGHT!!!" Shira meluncurkan gelombang Megura Light menuju arah Obelisk dan setelah itu, gelombang yang Shira luncurkan langsung menyerap gelombang tersebut, "Ternyata cukup sulit..."


Arata dan Korrina langsung mendarat di depan Obelisk selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal. "Cih..." Korrina mulai meluncurkan Final Shine Attack ke arah Obelisk dan Obelisk langsung menahannya menggunakan kedua telapak tangannya sehingga ia mulai bergerak ke depan dan Arata langsung melempar pedangnya ke arah Obelisk, "Hee..." Obelisk tersenyum lalu ia memegang seluruh tubuhnya dan mulai menggunakan Korrina sebagai perisai, "ULTRA SACRED AND CRIMSON BARRIER!!!" Korrina dengan cepat menciptakan barrier yang tebal di depannya sehingga pedang milik Arata menghancurkan barrier tersebut dan membuat Korrina terpental ke belakang, "Nrrggghhh..." Korrina mulai merasa lemah karena ia memaksakan tubuhnya untuk menggunakan sihir Crimson yang dapat menimbulkan kehancuran bagi tubuhnya.


Shira melakukan frontflip ke depan sehingga ia menendang wajah Obelisk, Obelisk menyerang balik dengan memukulnya dan Shira langsung menahannya menggunakan pedang-nya sehingga itu masih membuat Shira terpental ke belakang dan terjatuh di atas tanah. Arata menunjuk pedangnya sehingga pedangnya terbang menuju arahnya dan ia langsung memegang pedang besar itu, "HAAAAHHHHH!!!" Arata bergerak menuju arah Obelisk yang mulai meluncurkan beberapa Devastation Orbs, semua sihir itu langsung hancur ketika panah yang Agfi lesatkan mengenainya.

__ADS_1


ZWOOOSSHHH!!!


Arata mengayunkan pedangnya ke depan lalu Obelisk mulai menciptakan sebuah perisai yang terbuat dari sihir kehancuran, "Ruinous Shield!" Obelisk tersenyum dan berhasil menahan serangan pedang milik Arata yang mulai membuat perisai itu retak. Arata langsung menghancurkan perisai itu lalu ia mulai mengayunkan pedangnya beberapa kali dengan seluruh tenaga-nya, setiap ayunan mampu membuat tubuh Arata lelah karena pedang itu berat dan mengandung beberapa kekuatan yang tidak bisa Arata tahan dengan lama. Obelisk menendang kedua tangan Arata sehingga ia melepaskan pedang tersebut.


Obelisk langsung menghantam seluruh tubuh Arata beberapa kali sehingga Arata tidak bisa menyerang balik, Obelisk mulai mencekik Arata lalu ia menghantam seluruh tubuhnya di atas tanah beberapa sekali sehingga membuat planet itu benar-benar hancur menjadi beberapa bagian. Obelisk mencekik leher Arata keras lalu ia menghantam wajahnya beberapa kali dan setelah itu ia melempar-nya ke belakang. Obelisk bergerak menghampiri Arata lalu ia menginjak wajahnya beberapa kali dan Arata langsung menunjuk pedangnya sehingga Obelisk mulai menginjak kedua tangannya, "Kau adalah korban yang pertama."


Obelisk tersenyum lalu ia memegang wajah Arata, "Hrrrggghhhh..." Arata mulai memegang tangan kanan Obelisk, "Vanish---" Shira melempar pedangnya sehingga pedang itu mengenai punggung Obelisk dan membuatnya terpental ke depan. Shira langsung menarik kembali pedangnya dan ia mulai menatap Obelisk dengan ekspresi yang terlihat serius, "Enchantment Luz Legendaria!!!" Shira mengangkat pedangnya ke atas sehingga pedang itu bersinar dan memberi Shira beberapa kekuatan.


Obelisk menghampiri Shira lalu ia menendang wajah Arata sehingga ia terpental ke depan, "Kau terus bertarung... Apakah kau abadi...?" Tanya Obelisk.


"Ingatlah... Jangan sekali-kali mencoba untuk meremehkan Legenda karena... Legends Never Dies." Ucap Shira yang mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. Obelisk muncul di depan Shira lalu Shira menebas perut Obelisk dengan kecepatan cahaya sehingga Obelisk tidak bisa menahannya atau menghindarinya, Shira mengakhiri serangan kombo-nya dengan menendang perut Obelisk dan membuatnya terdorong ke belakang.


Shira melempar pedangnya ke depan dan Obelisk berhasil menghindari-nya, "MEGURA BURST FLASH!!!" Shira menciptakan dua bola cahaya di kedua telapak tangannya lalu ia menepatkan kedua telapak tangannya di kening-nya setelah itu ia menunjuk ke depan dan meluncurkan gelombang cahaya yang besar dan tebal ke arah pedangnya. Obelisk berguling ke depan dan berhasil menghindari sihir milik Shira.


Shira tersenyum sehingga gelombang sihirnya mengenai pedang-nya lalu pedang itu memantulkan sihir gelombang milik Shira ke arah Obelisk sehingga punggung-nya langsung terkena oleh sihir itu, "GARRRRGGGHHHH!!!" Teriak Obelisk kesakitan sehingga ia terjatuh di atas tanah.


BAAMMMMM!!!


Shira menarik kembali pedangnya lalu ia mulai menendang wajah Obelisk beberapa kali lalu ia menusuk perutnya dan setelah itu ia mengangkatnya ke atas, Shira mulai melakukan beberapa tebasan vertikal dan horizontal tepat di perut Obelisk menggunakan pedang Luz Legendaria. Shira mulai menarik sebuah cahaya dari pedangnya dan menciptakan pedang yang berbentuk sama seperti Excalibur, ia mulai menebas wajah Obelisk dengan pedang Excalibur itu lalu ia mengubah pedang tersebut menjadi sebuah bola cahaya, "MAKAN INI!!!" Shira menghantam wajah Obelisk menggunakan bola cahaya itu sehingga ia terpental ke belakang.


BAAMMMMMM!!!!


Shira mulai mengangkat pedangnya ke atas sehingga matahari mulai menyinari pedang itu lalu membakarnya dengan api yang berwarna kuning, "WRATH OF SUNLIGHT!!!" Shira menusuk daratan dengan pedangnya sehingga matahari meluncurkan laser cahaya ke arah Obelisk dan mengenai seluruh tubuhnya, "UAAAAAGGGHHHHHHHH!!!" Seluruh tubuh Obelisk mulai terbakar, Shira melompat ke depan lalu ia mencoba untuk menusuk wajah Obelisk menggunakan pedangnya, tetapi Obelisk menghilang dan muncul di sebelahnya.


Obelisk langsung mencekik leher Shira dan setelah itu ia menghantam seluruh tubuhnya di atas daratan, "Semut sialan..." Kedua tinju Obelisk mulai terlumuri dengan sihir kehancuran yang besar, "Ruinous Fury." Obelisk bersinar lalu ia mencoba untuk memukul seluruh tubuh Shira, tetapi Shira berhasil menghindari semua serangannya, tetapi Obelisk menghantam perut Shira sehingga ia langsung memuntahkan banyak sekali darah, "HUEGGHH---" Obelisk menghantam tangan kiri Shira sehingga pedangnya terpental ke belakang.


Shira mulai mengambil sarung pedang yang terdapat di belakang punggungnya lalu ia menahan semua serangan Obelisk, "AVALON OF LUZ LEGENDARIA!!!" Sarung tangannya mulai menciptakan dinding yang berbentuk matahari sehingga semua serangan Obelisk mampu tertahan, tetapi Shira terdorong ke belakang dan mulai merasa lemas ketika ia menggunakan kekuatan dari pedang Luz Legendaria, "ULTIMATE RUINOUS FURY!!!" Obelisk mulai menghantam dinding itu beberapa kali sehingga dinding-nya mulai retak dan rusak.


BAM! BAM! BAM!


Shira membulatkan kedua matanya ketika ia melihat sarung dari pedangnya mulai retak, "A-Apa...?" Obelisk mulai melakukan serangan bertubi-tubi lalu ia mengakhirinya dengan pukulan penuh tenaga yang mampu membuat sarung tangan pedang Shira hancur menjadi kepingan emas, *CRACK!* "Ahh---" Obelisk menghantam wajah Shira sehingga ia terpental ke belakang lalu tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang terluka, "Ughhh..." Seluruh tubuhnya terasa pegal dan beberapa tulangnya sepertinya retak.


Obelisk melesat ke depan dan ia mencoba untuk menendang wajah Shira, tetapi Catherine dan Agfi muncul di depan Obelisk dengan Agfi yang mulai menusuk perut Obelisk, tetapi Obelisk langsung melompat ke belakang, "Percuma... Kerja sama kalian tidak akan memberikan hasil yang baik ketika melawanku." Ucap Obelisk.


"Jangan sombong dulu." Jawab Agfi sehingga membuat Obelisk mulai merasa kesal dan menaikkan aura-nya, ia menghancurkan semua batu-batuan yang terdapat di sekitarnya. Obelisk muncul di depan Agfi lalu ia mulai memukulnya beberapa kali, tetapi Agfi menahan semua serangan itu menggunakan tombak-nya. Obelisk menghantam wajah Agfi, tetapi Agfi langsung berubah menjadi debu, "Cih! Dasar---" Catherine melesat menuju arah Obelisk lalu ia mendorongnya dengan menendang perutnya.


BAM!


Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain sehingga Obelisk menghantam daratan dan menciptakan lubang yang besar dimana mereka sedang bertarung di dalam lubang tersebut, "Sepertinya aku hanya harus menyerang ketika racun-ku sudah siap." Ucap Agfi yang mulai lari melingkari mereka berdua selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


Catherine langsung membelah dimensi menggunakan jari-nya sehingga menyebabkan dimensi itu meluncurkan beberapa pecahan yang mampu membuat Obelisk terdorong ke belakang, "Sialan---" Catherine langsung menghisap Obelisk masuk ke dalam portal merah yang muncul di atas kepalanya, Obelisk langsung keluar dari portal itu dan ia tiba di depan Agfi yang mulai mendorongnya ke belakang selagi menyentuh punggungnya.

__ADS_1


"Sepertinya ini akan bekerja..." Agfi mulai menyebarkan racun Blood Frangpianis yang mampu menyebabkan kelumpuhan otot dan darah keluar melalui pori-pori kulit serta lubang tubuh, "RACUN-MU TIDAK AKAN MANJUR TERHADAP TUBUHKU!!!" Ucap Obelisk yang mulai mengangkat lengan kanannya dan mencoba untuk menghantam puncak kepala Agfi, "Kemarahan dan serangan-mu juga sama tidak berguna-nya..." Agfi langsung berubah menjadi debu dan ia melihat Catherine yang mulai menghantam perut Obelisk.


Obelisk terdorong ke belakang dan ia melihat perutnya yang terdapat portal kecil, "Dimensional of Explosion!" Catherine mengepalkan tinju kanannya sehingga membuat Obelisk meledak karena portal kecil itu yang berasal dari Realm of Explosive.


BAMMMMMM!!!


Catherine dan Agfi mulai menatap ke depan dimana ia melihat Obelisk yang berlutut di atas tanah selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat lelah, "Sepertinya kita berhasil---" Kata-kata Catherine terpotong ketika Obelisk bangkit kembali dengan auranya yang mulai menyebar kemana-mana, "PERSETAN DENGAN SEMUANYAAAAAAAAAAA!!!" Teriak Obelisk keras sehingga ia mulai menyebarkan aura kehancuran yang mampu menghapuskan apapun.


Agfi dan Catherine terdorong ke belakang lalu ia melihat aura itu melesat menuju arah mereka berdua, Agfi mulai menciptakan barrier yang tercipta dari sihir Crimson dan Catherine mulai menciptakan beberapa portal di sekitar pelindung itu agar semua aura itu bisa ke transfer ke wilayah lain. *BUSHHH!!!* "Tingkatkan semua tenaga dan Lenergy terakhirmu!" Suruh Agfi yang sedang menahan barrier-nya yang mulai retak.


"Jangan menyuruhku!!! Aku sudah tahu!!!" Mereka berdua mencoba sekuat mungkin untuk menahan pelindung itu agar tidak hancur karena aura kehancuran milik Obelisk, "TAMBAHKAN SEMUA YANG KAU MASIH MILIKI!!!!" Teriak Agfi sehingga kedua lengannya mulai bergetar, "AKU SUDAH MENCOBANYAAAAAA!!!" Teriak Catherine keras sehingga ia langsung berubah kembali ke wujud biasa-nya.


"Hancurlah bersama dengan aura kehancuran!!!" Teriak Obelisk keras sehingga ia langsung membulatkan kedua matanya karena ia melihat barrier itu terlindungi dengan aura Sacred, "Maaf karena terlambat..." Ucap Korrina sehingga mereka berdua langsung melirik ke belakang dimana mereka melihat Korrina yang sedang menunjuk pelindung yang berada di depan mereka, "Sepertinya aku dapat mengontrol sihir Crimson untuk sekarang..." Korrina tersenyum kecil.


"M-Mama?" Agfi terkejut ketika ia melihat Korrina yang terlumuri dengan aura Sacred dan Crimson, "Kita gunakan rencana terakhir kita... Rencana dengan satu kesempatan. Agfi, kau bantu Mama dan Arata untuk bisa membuat tubuh Obelisk lemah dan lumpuh. Shira akan membuat Obelisk lengah agar ia tidak bisa menyerang balik dan yang terakhir adalah kau Catherine... Persiapkan untuk membuat sebuah portal menuju wilayah api." Suruh Korrina sehingga mereka langsung mengangguk.


"Dimengerti!" Ucap mereka berdua bersama. Korrina langsung mendorong pelindung itu ke depan sehingga aura kehancuran milik Obelisk langsung hilang. Arata muncul di sebelah Korrina selagi memegang pedang God Slayer-nya dengan erat, "Kalian para mortal memang membuatku merasa kesal... Kemarahan-ku sekarang berada di ambang... KEBATASAN!!!" Teriak Obelisk keras sehingga ia melesat menuju arah mereka.


"HAAHHHHHHH!!!" Teriak Arata dan Korrina bersama sehingga mereka berdua melesat ke depan lalu Korrina mulai menghantam perut Obelisk menggunakan tinju kiri-nya yang terlumuri dengan aura Crimson. *BAG!* "HUGGHHH!!!" Obelisk terpental ke belakang lalu ia menyerang balik, Arata dan Korrina mulai mengayunkan senjata mereka ke arah Obelisk yang sedang melesatkan kedua tinju-nya beberapa kali.


BAM! BAM! BAM!


Obelisk menghantam perut Korrina dan Korrina langsung memegang lengan kanan Obelisk dengan sangat erat sehingga Arata menebas wajah Obelisk dan membuatnya terdorong ke belakang. Obelisk bergerak menuju arah mereka dan mereka langsung menghilang dengan masuk ke dalam portal yang Catherine ciptakan, Obelisk melihat Shira yang meluncurkan Megura Light tepat di wajahnya. *BAM!* "AGGHHH---"


"BLOOD FRANGPIANIS!!!" Agfi mulai meluncurkan jutaan panah yang mengandung sihir racun yang menyebabkan kelumpuhan otot, semua panah itu menusuk seluruh tubuh Obelisk dan membuatnya terdorong ke belakang, "UAAAGGHHHHHH!!!" Teriak Obelisk keras karena seluruh tubuhnya mulai terasa lemas seakan seperti mati rasa. Dua portal muncul di sebelah kiri dan kanan Obelisk, mereka berdua melompat keluar langsung menebas seluruh tubuh Obelisk beberapa kali sehingga ia langsung meledakkan dirinya dan membuat mereka berdua terpental ke belakang.


Obelisk melesat menuju arah Agfi, Agfi langsung menembak beberapa panah racun yang mengandung Ice bone (menyebabkan sendi tulang membeku dan tulang menjadi sangat rapuh.) Obelisk mendarat di depan Agfi dengan kondisi yang terlihat seperti lelah karena seluruh tubuhnya sudah tercemari dengan racun yang berbahaya, "SOLAR LIGHT!!!" Shira menyinari kedua mata Obelisk sehingga ia langsung berlutut di atas tanah dengan kondisi yang mulai melemah.


"LEMPAR AKU KEPADANYA!!!" Suruh Arata kepada Korrina, Korrina menatap Arata lalu ia mengangguk dan mulai memegang lengan kanan Arata, "JYAGGGHHHH!!!" Korrina melempar Arata ke arah Obelisk yang lumpuh, "Red Snowflakes!" Agfi menusuk kening Obelisk dengan belati yang mengandung racun Red Snowflakes, (menyebabkan darah membeku dan membentu kepingan-kepingan sehingga merusak pembuluh darah.)


Arata langsung menusuk punggung Obelisk menggunakan pedang God Slayer-nya sehingga Arata mulai mendorong Obelisk ke depan dengan pedangnya yang tertusuk cukup dalam di bagian punggung Obelisk, "AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Obelisk keras sehingga ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi, Obelisk sudah tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya, "HAAAAAAAHHHHHH!!!" Teriak Korrina keras selagi melesat menuju arah Obelisk lalu menusuk lehernya menggunakan katana-nya. 


BAAMMMMM!!!


Korrina dan Arata dengan bersamaan mendorong Obelisk mundur dengan tenaga penuh, "HAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak mereka berdua bersamaan sehingga Obelisk mulai mencoba untuk meregenerasi luka tusuk-nya, Obelisk langsung memegang wajah mereka berdua, "SEKARANG!!!" Teriak Korrina keras sehingga Catherine menciptakan portal besar menuju Realm of Flames. Mereka berdua langsung masuk ke dalam portal itu dan Catherine secepatnya menutup portal itu dengan sangat rapat, "J-Jadi... Inikah... Kepercayaan para mortal untuk menang...?" Ungkap Obelisk yang mulai menyesal.


"HUAAAAAAAAAAAAAGGGHHHH!!!" Teriak Arata dan Korrina bersamaan sehingga mereka langsung menebas seluruh tubuh Obelisk menjadi bagian kecil lalu Korrina muncul di atas Obelisk dan Arata muncul di bawah Obelisk, "FINAL SHINE ATTACK!!!" Korrina meluncurkan gelombang crimson menuju arah sisa-sisa tubuh Obelisk, "Imitation Activated: Magic!" Arata mulai meniru sihir Korrina yaitu Final Shine Attack.


"FINAL SHINE ATTACK!!!" Arata meluncurkan gelombang Final Shine Attack dari bawah sehingga kedua gelombang itu mengenai seluruh tubuh Obelisk lalu meledakkan ledakan yang melebihi ledakan nuklir dan membuat wilayah berapi itu melonjak besar seperti gunung yang akan meletus.


BAAAAAAAMMMMMMMMMM!!!!

__ADS_1


__ADS_2