Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 160 - Lebih Layak itu Dirimu


__ADS_3

Megumi dan Homuze mulai saling bertukar serangan, setiap cakar yang disinari dengan cahaya emas mampu melukai tubuh Homuze beberapa kali hingga meninggalkan luka-luka cakar yang memancarkan cahaya emas. Megumi melakukan salto ke depan dan berhasil mengayunkan kedua tangan-nya secara bersamaan hingga menebas tubuh Homuze dan mendorong dirinya ke belakang.


"Grggghhhh...!!! Dasar hama...!!!" Homuze melepaskan beberapa bola api menggunakan jari-jarinya, Megumi menghindari semua serangan itu dengan menyerang-nya kembali menggunakan kedua tinju dan ekor-nya.


"Yang hama itu seharus-nya dirimu, berani sekali kau mendekati sisi Eternal Shira... Semua milik Shira itu adalah milik-ku, sekarang kau akan membayarnya dengan darah yang akan mengotori cakar-ku...!!!" Megumi menatap Homuze semakin tajam, sihir cahaya dan api mereka mulai beradu menjadi satu hingga menciptakan cahaya yang diselimuti dengan api-api.


"Dengan ini kau akan aku ubah menjadi daging yang bisa aku makan...!!! Shining Eclipse Claw...!!!" Dengan menggunakan sihir yang diwariskan oleh Shira, Megumi dapat menyerap cahaya gerhana matahari dan mengalirkannya ke kedua cakar-nya yang diselimuti dengan sinar hitam.


Mendengar perkataan Homuze dimana dia pernah berhubungan intim dengan Shira membuat amarah dan kekesalan Megumi semakin bertambah besar hingga akhirnya dengan serangan yang membabi buta pun dilakukannya untuk dapat membuat Homuze tidak memandang rendah dirinya karena proporsi tubuh yang terlihat seperti anak.


"Aaaaaahhhhhh...!!!!! Kubunuh kau...!!! Kubunuh kau...!!! Kubunuh kau...!!!" Seluruh gigi Megumi mulai bertambah tajam, Homuze sontak kaget ketika melihat dirinya yang berubah menjadi sesosok makhluk buas sekarang yang sebentar lagi akan membunuh dan memakan dirinya.


Megumi yang berteriak sekuat tenaga sambil berulang kali mencakar seluruh tubuh Homuze berkali-kali dan tampak seperti menimbulkan angin dan cahaya berwarna emas yang berhembus serta lepas secara tidak beraturan bahkan darah-darah segar yang keluar dari tubuh Homuze mengotori wajah Megumi sehingga saat itu Megumi terlihat seperti makhluk buas yang kehausan darah.


"Kekuatan dan kecepatan apa ini...?! Bagaimana bisa Megumi yang berada di dimensi asli ini memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari-ku...!? T-Tidak mungkin..." Ungkap Homuze, ia mencoba untuk melepaskan sihir api-nya tetapi ekor Megumi sempat menyerap semua sihirnya.


Meski ribuan tusukan menusuk tubuh Homuze namun dirinya terlihat seperti menikmati rasa sakit itu, rasa sakit hanya akan membuat dirinya adalah keturunan dari Mortem, jadi dia memiliki sihir kuno yang bernama [Crimson] itu, merubah kesakitan menjadi kekuatan. Homuze berhasil menyerang balik dengan menghantam wajah Megumi.


Homuze menggenggam erat ekor-nya lalu memutar tubuhnya berkali-kali sampai membakar tubuh Megumi menggunakan api hitam-nya yang bisa disebut sebagai [Molten Flames], Megumi mencoba untuk  menahan semua rasa sakit itu dengan menenangkan pikiran-nya tetapi Homuze terbang ke atas dan melemparnya ke bawah lalu dilanjutkan dengan sebuah serangan gelombang api hitam.


"Grrggghhh...!!! Aaaaaahhhhhhh...!!!" Teriak Megumi keras ke arah gelombang itu sampai gelombang tersebut terlempar ke arah lain karena dorongan dari auman Megumi.


"Ck... Sepertinya pertarungan melawan seorang Neko Legenda memang akan menyusahkan. Kemampuan kalian dalam menggunakan amarah kalian menjadi sumber kekuatan yang berlebihan itu cukup membuat pertarungan ini semakin menyebalkan..." Kedua lengan Homuze terbakar dengan api hitam, ia mulai menghindari semua serangan Megumi beberapa kali dengan mengubah tubuhnya menjadi api.


"Walaupun amarah kalian tidak bisa di kontrol, kemampuan kalian dapat mengubah amarah itu menjadi kecerdasan dan juga kekuatan... Kecerdasan hanya dalam pertarungan dan strategi, bisa aku bilang hal itu cukup menakjubkan---" Homuze menundukkan kepala-nya berhasil menghindari serangan cakar Megumi yang hampir saja menebas leher-nya.

__ADS_1


"Sepertinya kemampuan kalian-lah yang menjuluki diri kalian sendiri sebagai ras Legenda yang cukup berbahaya jika amarah kalian bangkit dan menginjak tingkat paling tinggi... [Neko's Fury], sepertinya kemampuan yang akan membawa-ku ke lubang kekalahan jika aku tidak menghentikan-mu dengan cepat...!!!" Homuze terbang ke atas lalu melepaskan beberapa meteor api hitam yang mengejar Megumi.


"Grrggghhh...!!!" Seluruh cakar Megumi mulai bertambah panjang dan tajam, ia melompat semua meteor itu dan melepaskan cakar yang meluncur menuju arah Homuze sampai menusuk bahu kanan-nya.


"Ck...!" Homuze menciptakan dua katana yang terbuat dari api hitam, mereka berdua melesat menuju arah satu sama lain dan saling bertukar serangan yang menciptakan bunyi yang menggema. Homuze tidak dapat mengejar kecepatan Megumi sampai ia terkena serangan-nya beberapa kali dan membuat dirinya mengalami pendarahan yang cukup besar.


Mereka mundur ke belakang dan saling meluncurkan gelombang yang sama besar-nya sampai kedua gelombang sihir itu terus beradu dan saling mendorong satu sama lain. Megumi dan Homuze masuk ke dalam gelombang yang beradu itu lalu saling bertukar serangan yang menyebabkan mereka berdua terlempar ke belakang.


"Hah... hah... hah..." Homuze dan Megumi sama-sama terlihat kelelahan, berbeda dengan Shiro dan Arata yang saat ini masih terus bertarung dan menyebabkan banyak kehancuran di sekitarnya, Homuze merasa tidak yakin bahwa dirinya akan benar-benar menang melawan Megumi.


"Sekarang... Aku lebih mengerti kenapa Shira dimensi ini lebih memilih-mu... Megumi... Kau ini memiliki semangat yang hebat dan besar, berbeda dari dimensi-ku... Kau menghilang entah kemana sampai beberapa orang tertentu yang hanya menyadari-nya..." Kata Homuze.


"Jangan samakan yang asli dengan yang palsu... Shira secara keseluruhan itu milik-ku, kau tidak berhak mendapatkan dirinya sekecil apapun...!!!" Megumi mulai menaikkan tingkatan amarah-nya menuju puncak yang misterius, dia berubah menjadi seekor makhluk buas yang besar dan memiliki bulu-bulu emas.


"Tidak mungkin...!? Beast Neko Legend...!?" Homuze melebarkan matanya ketika melihat Megumi yang berubah menjadi wujud [Beast Neko Legend], tubuhnya menjadi sangat besar dan berbentuk seperti kucing yang sangat buas. 


Homuze melawan rasa takutnya dengan mengerahkan semua sihir api-nya ke arah Megumi, setiap sihir yang mengenai tubuh Megumi tidak mampu melukai-nya karena tubuhnya yang emas itu kebal dengan beberapa serangan. Gelombang Shiromura Eclipse yang ia lepaskan saja tidak mampu membuat Megumi merasa kesakitan karena ia memakan semua gelombang itu.


"...Tidak mungkin... Kau bercanda 'kan...!? Kau tidak akan bisa mengontrol wujud itu...!!!" 


Homuze yang baru saja berkata-kata tampak merasa akan terjadi sesuatu yang buruk kepadanya, kala itu Megumi sama sekali tak menjawab perkataan gadis itu yang berada di hadapannya, Megumi bisa sepenuhnya mengontrol wujud itu tetapi amarah-nya yang memerintah dirinya untuk menyelesaikan pertarungan melawan Homuze.


Dengan tubuh yang terus gemetar, Homuze melayangkan beberapa serangan ke arah Megumi sampai dirinya tidak merasakan apapun. Serangan yang diberikan oleh Homuze terasa seperti gigitan semut dan itu hanya membuat Megumi mengaum lebih keras sampai tubuh Homuze terkena serangan ekor Megumi yang terasa sangat menyakitkan.


Serangan ekor itu mampu membuat tulang yang ada di dalam-nya menjadi retak, Megumi melanjutkan serangan ekor itu dengan menggerakkan kedua lengan-nya sambil berputar di atas angkasa, menyebabkan angkasa itu bergetar dan membuat Homuze memuntahkan banyak sekali darah.

__ADS_1


Tubuh Homuze dipenuhi dengan luka tebas dan gores yang disebabkan oleh Megumi, dirinya sudah tidak bisa lagi bertarung melainkan berlutut di atas angkasa. Serangan lainnya mulai dilepaskan oleh Megumi sampai beberapa dari kulit Homuze mulai terkupas dan darah mengalir keluar dari tubuh-nya.


Megumi terus memberikan dirinya siksaan yang menyakitkan sampai Homuze tidak memiliki pilihan lain selain menerima serangan itu dengan ekspresi yang terlihat tenang, senyuman mulai ia tunjukkan kepada Megumi sampai dirinya berubah kembali ke wujud asal-nya ketika melihat senyuman yang terlihat tulus itu.


"Kau... Kenapa kau tiba-tiba berhenti bertarung...?" Tanya Megumi dengan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"Tidak berguna juga untuk melanjutkan-nya... bukan...? Pertarungan ini hanya untuk menentukan siapa yang lebih pantas untuk memiliki Shira, kau sudah melebihi-ku dari segi apapun... Tidak ada satupun orang yang menyukai-ku karena aku adalah ******, berbeda dengan-mu... Kau itu kecil... Seperti anak kecil..." Jawab Homuze dengan senyuman sinis-nya.


"Apa yang kau maksud dengan anak kecil...!? Aku adalah seorang ibu sekarang...!!!" Jawab Megumi dengan kedua telinga dan ekor yang naik, wajah-nya juga mulai memerah ketika Homuze baru saja memanggil dirinya anak kecil.


"Lebih kita menghentikan pertarungan ini... Aku menyerah, aku tinggalkan harga diri-ku sebagai Legenda karena menyerah melawan seseorang yang jauh lebih kuat dariku... Lagipula, aku hanya ingin sepenuhnya istirahat dari dunia yang dipenuhi dengan konflik ini..." Homuze menatap ke atas sambil menunjukkan senyuman kecil-nya.


Megumi bisa melihat bahwa tubuh Homuze mulai kembali pulih, ia masih merasa waspada di dekat Homuze karena bisa saja semua ini adalah jebakan yang akan dia buat dengan sikap baik-nya itu. Megumi sontak kaget ketika Homuze mengalirkan seluruh kekuatan dan sihir-nya ke dalam tubuh Megumi sampai ia diselimuti dengan api-api yang memberi dirinya kekuatan.


"Aku tidak mengerti dengan pola pikiran ras seperti-mu... Eternal... Kenapa kau melakukan semua ini...? Pada akhirnya kau hanya akan menyerah dan menyerah semua-nya kepadaku..."


"Hehh... Aku melakukan ini demi yang terbaik, lebih baik kau berterima kasih karena aku sudah mengerahkan semua kekuatan dan sihir-ku kepada dirimu... Sekarang kau dapat mempelajari sihir api yang bisa kau sempurnakan."


"Kau memang bodoh..."


"Yang lebih bodoh itu dirimu... Shira yang saat ini sedang melawan Rxeonal... Kau seharusnya sadar bahwa dirinya tidak akan terlalu lama bertahan melawan... Iblis itu abadi dan Shira tidak akan terlalu lama menggunakan sihir itu sebelum Rxeonal bertambah lebih kuat lagi karena kemampuan adaptasi-nya..." Homuze perlahan-lahan kehabisan nafas-nya karena seluruh sumber Lenergy-nya telah habis.


"Kau akan mati..." Megumi menunjuk tubuh Homuze dan mencoba untuk memberi dirinya Lenergy yang berjumlah banyak tetapi Homuze menolak itu dengan menunjuk Megumi.


"Tidak perlu membantu-ku... Ingat ini, Megumi... Semuanya... memiliki misteri itu tersendiri... Eternal seperti-ku tidak seharusnya hidup selamanya... aku hanya harus berharap bahwa kau akan... bertemu dengan diriku yang asli yaitu Homura... Kau... pasti akan bersenang-senang bertarung dengan-nya...." Homuze menghembuskan nafas terakhir-nya lalu ia mati dengan sebuah senyuman di wajah-nya.

__ADS_1


"... ..." Megumi memejamkan kedua matanya dan memberikan Homuze sebuah salut untuk menunjukkan rasa hormat-nya karena dia benar-benar menikmati pertarungan-nya, setelah memberi hormat... Megumi langsung membakar tubuh Homuze agar ia bisa hidup dengan tenang di dunia kematian.


"...Homura...ya...?" Megumi menatap ke atas.


__ADS_2