Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 477 - Infeksi


__ADS_3

"Apa yang baru saja dia bilang?! Raja Rxeonal!?" Shuan tercengang ketika mendengarnya.


"Ya... Dia adalah anak dari Rxeonal yang berasal dari semestaku, ayahku berhasil membunuh Rxeonal berkat bantuan teman-temannya."


"Aku sendiri awalnya terkejut bahwa anaknya akan menampakkan diri sekarang, dia selama ini sudah mempersiapkan pembalasan dendamnya itu."


"Sekarang dia sudah siap sepertinya..." Kata Shou.


Methode memuntahkan darah hitam yang berjumlah banyak bahkan pandangannya mulai buram untuk sekejap tetapi Methode masih bisa maju dan bertarung dengan melepaskan api biru mudah di sekitarnya.


"Sacred Blaze...!!! Haaaarrrggghh!!!" Methode melepaskan gelombang api yang berskala besar ke atas dan menghilang begitu saja karena mengenai area yang di lapisi dengan sihir kegelapan itu.


"Ternyata kau mau menggunakan sihir suci itu ya... Ck, pergerakan yang bagus. Mari kita lanjutkan dengan sebuah pemanasan yang baru..." Sirkuit sihir hitam yang besar muncul di atas langit bahkan sampai mengejutkan ketiga Legenda itu.


"Lihatlah, baik-baik. Shiratori Shuan, Shiratori Methode, dan Shiratori Shou! Waktu hukuman untuk kalian sudah akan di mulai... Akan aku berikan kiamat secara langsung kepada kalian." Oskadon tersenyum serius.


Sirkuit sihir itu mengeluarkan gumpalan kegelapan yang di kelilingi dengan daging-daging hitam, gumpalan itu mulai melayang di atas jari telunjuk Oskadon sampai ia melepaskan petir hitam di sekitarnya yang mammpu mengubah apapun menjadi debu dengan belatung di dalamnya.


"Sihir yang berkebalikan... Abyssal... Sesuatu yang begitu jahatnya sampai kejahatan itu dapat mengambil alih apapun..." Ucap Methode pelan, rambutnya mulai terbakar dengan api putih sampai rambutnya memanjang dan berubah warna menjadi perak.


"Abyssal Swallow." Oskadon menunjuk Methode lalu menembak gumpalan itu dengan mengangkat jarinya sehingga gumpalan tersebut meluncur dengan kecepatan penuh menuju arah Methode.


Methode menunjuk gumpalan itu menggunakan kedua tapaknya sehingga beberapa tembok kristal yang berlapis-lapis muncul untuk menghalangi serangan itu tetapi tidak bisa.


Gumpalan itu hanya akan mengambil alih dan mengubahnya menjadi debu sampai Methode mulai kesal, rasa kesalnya menginjak paling atas sehingga lambang Wrath muncul di kedua pupil nya.


"Wrathful Blaze...!!!" Methode melepaskan gelombang api yang begitu tebal dan besar melalui kedua tapaknya.


Gumpalan itu perlahan-lahan terdorong dengan gelombang api itu tetapi Oskadon tersenyum serius, merasa percaya bahwa gumpalan itu akan terus maju dan memberi dirinya infeksi yang begitu kuat.


Methode memejamkan kedua matanya lalu ia mengepalkan tinju kanannya dengan sangat erat sampai aura putih dan emas mulai menyelimuti tinjunya lalu melepaskan cahaya yang begitu indah.


"Dengan bantuan dari surga... Keberkahan dari keindahan..." Oskadon melebarkan matanya ketika mendengar Methode mengatakan sesuatu yang terdengar sangat tidak jelas.


"Hestesia... Estonia... Artizea... Venetia.... Eiyua... Nectoria..." Kata-kata kuno dengan warna perak muncul lalu mengelilingi tubuh Methode sampai ia diberkahi dengan cahaya yang datang dari atas langit.


"D-Dia mengetahui rahasia dari surga---"


"Requiem Exorcism!!!" Seru Methode keras sehingga ia melancarkan satu pukulan ke depan yang mengeluarkan gelombang emas besar bahkan sampai menghancurkan gumpalan itu.


Oskadon tidak memiliki waktu untuk menghindar atau melakukan sesuatu karena serangan sihir itu memiliki kecepatan yang dapat melampaui apapun, gelombang itu cukup dahsyat bahkan sampai meretakkan pelindung wilayah itu.


Baammm!!!

__ADS_1


"Hah... Hah... Hah..." Lengan kanan Methode di selimuti dengan warna perak, ia tidak bisa menggunakan lengan itu untuk sementara jadi ia dengan cepat langsung membalutnya menggunakan perban yang ia simpan di dalam sakunya.


"Tadi itu... Heaven...?" Shuan menatap Methode lalu melirik kepada Kou yang masih tertidur dengan tenang.


"Satu-satunya sihir yang cukup efektif untuk mereka yang memiliki kejahatan murni, kemungkinan besar sihir itu akan membunuh Oska--- tidak, tidak jadi..." Shou melihat Oskadon yang berlutut di atas tanah dengan tatapan kesal.


"Hah...!!! Hah...!!! Hah...!!! Untungnya sihir itu masih belum cukup kuat, kau tidak memiliki bakat, Shiratori Methode!!!" Seru Oskadon keras dengan setengah wajahnya yang terbakar dengan warna emas tetapi ia dapat memulihkannya kembali dengan sihir Abyssal itu.


"Berani-beraninya kau menggunakan sihir atas nama dan julukan surga, kau dapat menggunakannya karena kau memiliki darah Comi tetapi..."


"...hadapilah realita karena kau hanya pantas menjadi seorang petarung seperti Ayahmu dengan sihir gerhana matahari." Oskadon muncul di hadapan Methode lalu menyentil dirinya sampai ia terhempas ke belakang.


Oskadon sadar bahwa ia memukul ilusi lagi, Methode yang asli berada di belakangnya selagi mengambil alih beberapa sihir yang dimiliki olehnya menggunakan lambang Greed dan Gluttony di kedua tapak tangannya.


"Ahh... Kau sendiri bisa melihat jelas bahwa Legenda seperti dirimu mengandalkan dosa untuk bertarung, itulah kenapa kekuatan dari surga tidak dapat memberkati dirimu!" Oskadon melepaskan beberapa pusaran angin melalui helaan nafasnya.


Methode mulai menyerap semua itu dan memakannya menggunakan lambang Gluttony, jumlahnya yang begitu banyak mampu menekan dirinya sampai pinggangnya terkena, membuat dirinya berlutut di atas tanah.


"Sihir Abyssal berasal dari sejarah yang begitu kuno sejak itu... Aku sendiri menjaminkan bahwa Ayahmu Shinra belum lahir terutama Kakekmu itu Shukaku..." Oskadon berjalan ke depan lalu mengeluarkan sebuah tongkat melalui sirkuit sihirnya.


"Teruslah mencoba sebanyak-banyaknya, keturunan Shiratori seperti kalian tidak pernah mengetahui arti dari menyerah dan itu adalah sumber kekuatanku..."


"...jika kalian ingin terus bertarung maka bayangkanlah seberapa banyak kekuatan yang akan masuk ke dalam tubuhku, aku akan terus bertambah kuat lagi dan lagi!" Oskadon menusuk tongkat itu ke dalam daratan sehingga menyebabkan getaran yang dahsyat.


Shou menepuk kedua tapaknya lagi sampai Oskadon terjatuh di atas tanah, tertekan dengan gravitasi yang begitu tinggi, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menatap Shou.


"Shiratori Shou... Kekuatan cahaya melalui gerhana bulan, aku mengetahui jelas tentang kekuatanmu yang begitu hebat dalam mengendalikan gravitasi." Oskadon memancarkan cahaya merah melalui kedua matanya.


Kristal merah yang berada di dadanya mulai menunjukkan wajah Shou dengan kedua mata yang tertutup sehingga Shou melebarkan matanya lalu terpengaruh dengan gravitasi yang sama tetapi lebih berat.


Pada akhirnya, ia terjatuh di atas tanah dan menciptakan lubang yang begitu besar.


"Shou...!" Panggil Shuan.


"Shuan... Kau harus berhati-hati dengan kristal di dadanya itu... Dia dapat memindahkan semua kerusakan yang ia terima kepada satu orang...!" Seru Shou yang mencoba untuk bangkit, Methode menghancurkan gerhana bulan itu menggunakan gelombang api sampai Shou kembali bergerak.


"Sudah aku bilang beberapa kali, seorang Demon King dan Demon Lord saja memiliki sihir yang tidak bisa di bayangkan dengan mudah..."


"...kau pikir bisa menandingi seorang iblis yang mewarisi Demon God? Dulunya iblis berjaya dalam menguasai apapun yang mereka mau, semua dewa dan Dewi kami bunuh agar kita bisa di akui sebagai seorang dewa penghancur!"


"Kenapa setiap iblis selalu memiliki ideal yang berkaitan dengan dewa terutama lagi mengalahkan salah satunya..." Shuan mulai berbicara kepada Shou.


"Kebanggaan mereka sebagai makhluk berdarah dingin memang seperti itu, semuanya adalah pertarungan dan perang bagi mereka. Berperang hampir setara nya dengan sarapan..."

__ADS_1


"Walaupun begitu... Bukannya mengalahkan Dewa adalah hal biasa akhir-akhir ini..."


"Apa kau bilang tadi, Shuan?! Mengalahkan Dewa adalah hal biasa, di dunia seperti ini tidak ada yang namanya Dewa dan Dewi yang mudah untuk di kalahkan..."


"Memangnya kau sendiri pernah mengalahkan salah satunya?! Dunia yang bernama Touriverse ini dipenuhi dengan hal yang memungkinkan dan semuanya dipenuhi misteri...!"


"Bukan sekedar dunia biasa dimana para Dewa dan Dewi mudah untuk di kalahkan!" Oskadon merasa kesal ketika mendengar Shuan tadi, Shuan hanya bisa diam dengan tatapan kesal karena ia di permalukan lagi.


"Menghabiskan waktuku saja... Seharusnya aku tidak berbicara dengan dirimu yang sangat lemah dan mengecewakan..." Oskadon melepas tangan kanannya lalu menjatuhkannya ke atas sirkuit sihir.


"Methode, Shou, Shuan... Ketiga Legenda seperti kalian mencoba cara apapun hanya akan membuat diriku yang kuat, beritahu aku... Apakah kalian bisa melawan [Prime Giblis]?" Oskadon menjentikkan jarinya sampai tangan kanannya itu mulai meleleh lalu membuka celah berwarna merah.


"Graaaawwwrrr....!!!! Rrrrraaaggghhhhhh....!!!" Dua tangan tengkorak mulai terlihat melalui celah merah itu dimana seorang Giblis berkepala kerangka melompat keluar dari dalam celah yang berisi lahar panas itu.


"Prime Giblis...?" Methode dan Shou terlihat bingung ketika melihat iblis yang baru, sepertinya iblis yang berasal dari Yuusuatouri asli ini sampai mereka hanya bisa mengandalkan Shuan.


"Oi, Shuan! Kau pasti mengetahui iblis satu ini bukan? Keberadaannya terasa begitu menekan bahkan bisa di bilang sebagai iblis yang setara dengan Demon Lord." Kata Shou.


"Aku hanya mengenal Giblis... Ras Giblis yang gila dan berdarah dingin dengan kemampuan bertahan yang begitu tinggi karena... Adaptasinya melalui peperangan dan pertarungan." Kata Shuan dengan keringat dingin yang mengalir deras.


"Giblis ya..." Methode mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.


"Jangan mengharapkan Giblis satu ini adalah Giblis biasa, bayangkan saja... Satu Giblis biasa mampu membuat keributan yang besar sedangkan satu ini berada di tingkatan yang berbeda."


"Aku menamakannya Prime Giblis, Giblis yang sudah mati lalu masuk ke dalam neraka yang begitu panas, neraka adalah tempat Giblis tinggal..."


"Di tempat itu mereka terus melakukan keributan dan menyimpan dendam besar kepada makhluk hidup apapun itu."


"Kekuatan dan kemampuannya jauh lebih besar karena mendapatkan keberkahan dari neraka sampai iblis yang menjaganya juga tidak tahan..."


"Pada akhirnya terdapat sebuah wilayah di mereka dimana para Giblis gila berkeliaran di sana, semua rasa dendam itu terbakar dengan kekuatannya sendiri."


"Semua kesakitan yang mereka terima selama kehidupan mereka hanya akan menyembuhkan luka-luka yang mereka terima sekarang..."


"Ya, itu adalah keabadian..." Oskadon tersenyum serius, Prime Giblis itu mulai bergerak menuju Methode pelan-pelan.


Methode melepaskan berbagai macam sihir api ke arah Giblis itu tetapi semua api itu berubah menjadi hitam lalu menyerang kembali Methode.


"Ck..!!!" Methode menghindari semua serangan itu dengan tatapan yang kesal.


"Aku sudah bilang bukan? Waktu penghukuman telah tiba untuk kalian..."


"...Shiratori!"

__ADS_1


__ADS_2