Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 529 - Kekuatan yang di Kunci karena Menahan Diri


__ADS_3

Seorang wasit mulai memasuki arena, pertarungan sebentar lagi akan di mulai dan Hana masih terlihat kebingungan karena ia tahu harus apa, setiap pilihan yang terdapat di pikirannya itu semuanya serba salah.


"Kedua peserta bersiap...!"


Hana bisa melihat Kouko telah keluar dari dalam tubuh Kou selagi memunculkan Keris yang cukup berbahaya karena campuran dari seluruh pedang, jika Hana terluka dengan itu maka situasinya akan semakin buruk.


Hana mulai memunculkan gumpalan air di kedua tinjunya, mencoba untuk bertarung dengan Kou menggunakan cara yang lembut tetapi dapat memberikan hasil yang jelas bahwa ia harus memenangkan pertarungan ini untuk menginjak Final.


"Pertarungan di mulai...!!!"


"Kouko!" Kou menunjuk Hana sehingga Kouko melesat maju ke arah Hana dengan kecepatan yang mampu mengejutkan dirinya yang terus terlihat khawatir dan gugup.


Hana melebarkan kedua matanya lalu ia menghindari satu serangan Keris itu yang mampu membelah celah di sebelahnya, celah itu terbuka lebar dan melepaskan gelombang Crimson yang mampu menghempas Hana mundur.


"A-Ack...!" Kedua lengan Hana mulai berdenyut-denyut, sihir Crimson tadi sempat mengenai kedua lengan Hana sampai masuk ke dalam hanya untuk memakan daging Hana secara bertahap-tahap.


"S-Sakit...!" Hana merapatkan giginya, ia berlutut di atas tanah sehingga Kou memasang wajah yang serius, bisa terlihat jelas bahwa dirinya masih menahan diri dan menunjukkan rasa belas kasihan kepada Kou.


Dari awal memang sudah bisa di baca seperti buku, Kou hanya bisa diam dan memasang wajah kesal karena ia tidak ingin lagi orang di sekitarnya menganggap dirinya penuh kekurangan dan lemah, ia ingin sekali-kali di anggap Legenda yang kuat.


Hana menatap Kou yang terlihat tidak seperti biasanya, wajahnya terlihat begitu kesal karena tidak ingin di anggap lemah sehingga ia mulai bangkit lalu melepaskan gumpalan air ke arah Kou.


Kouko membelah gumpalan itu menjadi dua lalu menghisapnya menggunakan Keris sehingga ia menendang Hana lalu menebas perutnya sampai terluka.


"Aghh...!" Hana melompat ke belakang lalu menyentuh lukanya, ia segera menggunakan sihir airnya untuk memulihkan lukanya.


"Hana sepertinya masih tidak bisa memilih pilihannya..." Kata Ophilia.


"Percuma saja Hana menyembunyikan sesuatu dari Kou, bukannya dia dapat membaca siapa pun dengan mudah seperti buku? Bahkan ia dapat mengubah buku itu menjadi apapun yang ia mau."


Hana sudah menerima beberapa luka yang cukup menyakitkan sehingga para penonton merasa sedikit terhibur bahkan Jorgez sampai menganggap Hana terlihat tidak enak badan karena ekspresi yang terlihat suram sebelum pertandingan di mulai.


Kou menghela nafasnya, "Hana..."


Hana bisa mendengar suara Kou di dalam pikirannya, ia baru saja mengingat soal Kou yang dapat melihat kebohongan dan rahasia apapun.


"Jika kau menahan diri terus maka pertarungan ini bukan seperti Legenda layak yang sebenarnya..."


"...apakah kau ingin mengecewakan Papa dan Mamamu?" Kou mencoba untuk melakukan provokasi Hana agar ia bisa bertarung serius dengan dirinya tanpa menahan diri.

__ADS_1


Hana terkejut ketika mendengar Kou sangat serius soal semi final ini, ia menatap Kou yang terlihat kesal karena ia dari awal sudah menantikan pertarungan yang sengit dan menyenangkannya dari Hana.


"Aku bisa menjatuhkan dirimu menggunakan pikiranku tetapi... harga diriku sebagai bangsa Legenda dan Comi akan hancur, aku menginginkan pertarungan yang sebenarnya!"


"Dalam waktu yang lama... aku ingin merasakan pertarungan tanpa menunjukkan rasa belas kasihan atau apapun...! Aku sudah siap kapan pun, risiko atau konsekuensinya bisa aku urus...!" Kou mengepalkan kedua tinjunya lalu menunjukkan tekad besarnya.


Hana terlihat terkejut, entah kenapa ia masih tidak bisa melanjutkan pertarungan ini karena ia hanya merasa takut dan kasihan bahwa Kou bisa saja mengalami sakit berat atau ke tidak sengaja yang mengerikan.


"A-Apa yang mereka lakukan...?" Tanya Asriel.


"Kou sepertinya sedang berkomunikasi dengan Hana melalui pikiran... mencoba untuk memerintah dirinya agar bisa bertarung dengan baik." Jawab Haruka, ini pertama kalinya ia melihat Kou terlihat begitu serius dan kesal karena sebuah pertarungan.


Perkembangan yang cukup baik untuk dirinya bahkan ia sudah bisa menunjukkan sikap yang sama dengan Korrina.


Hana menerima satu pukulan oleh Kouko sehingga ia terjatuh di atas lantai dengan ekspresi yang terkejut, Kou mencoba untuk menyadari Hana sampai ia mau bertarung dengannya.


"Hana, aku masih bisa melihat rasa belas kasihan dan penahan diri dari pikiranmu, semuanya aku bisa merasakannya..." Kou mulai berbicara kembali di dalam pikiran Hana sehingga ia mulai memejamkan mata kanannya.


"Apakah kau tidak memiliki harga diri!? Keturunan Shimatsu dan bangsa Legenda sepertimu seharusnya tidak memandang bulu dari lawan, kalian akan terus bertarung dan membantai!"


Hana melebarkan matanya ketika Kou mengetahui itu, ia bisa melihat Kou yang mencoba untuk membangkitkan rasa niat bertarung dengannya sebelum para penonton dan juri bosan melihat semi final ini.


"Itulah kenapa aku membutuhkan bantuanmu untuk bisa memperlihatkan diriku sebagai Legenda yang layak, Legenda yang mau menghadapi semua kekurangan dan kelemahannya!"


"Bayangkan saja! Apa yang terjadi jika aku memenangkan pertarungan ini hanya dengan menjatuhkan dirimu menggunakan pikiran...!? Kau pasti akan di anggap rendah karena kalah oleh seorang gadis penyakitan sepertiku!"


Hana merasa tersinggung ketika mendengar kata rendah sekarang, ia mulai mengepalkan kedua tinjunya dan mencoba untuk tetap sabar dengan perkataan Kou yang mencoba untuk membantu dirinya juga.


"Apakah kau ingin Shimatsu Mizuhana di anggap rendah dan kegagalan oleh keluargamu sendiri karena kalah olehku tanpa sebuah perlawanan!?"


"Rokuro bahkan jauh lebih baik darimu karena dia berada di peringkat atas sekarang! Ia mampu menginjak final dengan semua kekuatan dan sikapnya tanpa menahan diri atau memandang bulu kepada lawan...!!!"


Hana merapatkan giginya lalu menunjukkan ekspresi yang kesal dosa Envy di dalam dirinya mulai terbakar sehingga ia merasa sangat iri, Kou terus membandingkan dirinya dengan Rokuro dan yang lain.


Bahkan ia sampai terus membicarakan harga diri dan keturunan Shimatsu, ia tidak akan pernah menahan diri sampai Hana benar-benar terpengaruh dengan Envy agar ia bisa bertarung dengan semua kekuatannya.


"Hentikan...!" Seru Hana yang terlihat kesal sekarang.


"Aku akan berhenti jika kau ingin bertarung! Masih menahan diri dan menunjukkan belas kasihan adalah suatu kegagalan untuk keturunanmu sen---" Kou melebarkan matanya ketika melihat Hana melesat maju ke arahnya dengan kecepatan yang tidak bisa ia lihat.

__ADS_1


Satu pukulan ia lepaskan tetapi sebuah arwah di belakang Kou mulai menahan serangan tersebut sampai mereka terhempas ke belakang, Hana sempat melihat wujud arwah itu yang berbentuk seperti Korrina.


"Ck...! Kalau begitu maju, Kou...!!!" Seru Hana keras sehingga tubuhnya memunculkan aura biru dengan gelembung air yang mengelilingi tubuhnya.


Semua penonton langsung bersorak keras ketika merasakan Hana melepaskan seluruh kekuatan yang ia selalu tahan di dalam dirinya, Kou tersenyum senang bahkan ia sampai melompat-lompat karena tidak sabar untuk bertarung serius.


"Hana... dia terlihat serius sekarang, Envy telah mempengaruhi dirinya." Kata Ophilia sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut.


"Kou berhasil melakukan sesuatu kepada Hana agar ia dapat bertarung tanpa menahan diri, aku yakin Kou dapat bertahan jika ia mampu membuat Hana seperti ini." Kata Arata karena ia bisa mempercayai kedua Legenda itu dapat menciptakan pertarungan yang baik.


Kou memerintah Kouko untuk bergerak cepat lalu menusuk punggung Hana menggunakan keris itu, menyebabkan dirinya memuntahkan banyak darah melalui mulutnya sampai ia berlutut di atas lantai.


"Urrrggghhhh...!!!" Hana merapatkan giginya, mencoba untuk memulihkan lukanya itu.


"Masih belum cukup, Hana... kau masih memiliki sedikit rasa untuk menahan diri, bukan ini yang aku inginkan melainkan pertarungan besar." Kou mencoba untuk mendorong Hana agar ia bisa menginjak kekuatan yang lebih besar lagi.


"Bertarung dengan harga dirimu itu, kau tidak pernah percaya dengan kekuatanmu itu tetapi aku percaya... kau memiliki potensi yang begitu hebat sebagai Legenda." Kou sekarang mencoba untuk menyemangati dirinya bertarung.


"Hana... kau itu kuat..."


"...hanya saja kelembutan dan rasa untuk menahan dirimu yang mengunci kekuatanmu sebenarnya." Ketika mendengar itu melalui pikirannya, Hana langsung mengepalkan kedua tinjunya lalu bangkit dari atas lantai dengan tatapan serius.


Auranya kali ini bertambah jauh lebih besar dari sebelumnya terutama gumpalan air di sekelilingnya terlepas ke atas dan menciptakan air hujan yang begitu deras bahkan sampai membasahi kedua tubuh mereka.


Kou menunjukkan ekspresi yang terkejut sekarang karena pikirannya mampu membaca jelas bahwa Hana akan bertarung dengan serius, demi menjadi Legenda yang sangat kuat di bandingkan dengan seluruh teman dan keluarganya.


Hana mengepalkan tinju kanannya sehingga naga Leviathan yang terbuat dari air mulai mengelilingi lengan kanannya itu.


"Hahhhh!!!" Hana melepaskan ombak air yang begitu besar ke arah Kou, bahkan sampai mengejutkan dirinya lalu mendorong Kou ke belakang.


Untungnya ia dapat bertahan dengan meminta Kou menahan tubuhnya lalu menebas semua ombak itu sampai menghilangkannya menggunakan keris yang ia pegang.


Ombak air itu bertambah sangat besar bahkan sampai mengejutkan semua orang karena mereka juga ikut tersiram dengan semua sihir air yang Hana lepaskan.


Kou dan Kouko sekarang mencoba untuk menahan ombak di hadapan mereka dengan penuh kekuatan karena Kou saat ini berada di perbatasan arena dan ia bisa saja jatuh karena ombak itu.


"Itu yang aku tunggu..." Kou tersenyum.


"...Hana!"

__ADS_1


__ADS_2