
Alvin mulai meminum air darah yang ia temukan di ruangan dimana ia berada saat ini, ruangan itu telah di takluk oleh dirinya sendiri karena ia berhasil mengalahkan semua prajurit Crimson dengan hanya menggunakan kedua kakinya saja berkat sihir Crimson dimana ketika si pengguna bertambah sakit maka kekuatan dari sihir Crimson-nya akan bertambah besar, kuat, dan lebih berkembang dari sebelumnya secara permanen, "... ..." Alvin mulai menatap aura C Crimson yang menunjukkan sedikit refleksi dari turnamen yang saat ini sedang berjalan, sepertinya perhatiannya barus saja teralihkan karena beberapa peserta yang memiliki kekuatan hebat.
"Iblis yang berjulukan sebagai Oni... Kekuatan yang dahsyat, ternyata para mortal memang memiliki pemikiran dan tujuan yang berbeda terhadap perkembangan. Aku tidak mempercayai bahwa Shiratori Shira bisa menginjak titik dimana ia bisa bertarung melawan seorang iblis yang berjulukan Oni, sepertinya di semi-final nanti... Shira dan Majin akan bertarung." Ucap Alvin yang tiba-tiba melihat Korrina akan bertarung melawan Ophilia dimana jika seseorang menang maka pemenang akan langsung dipindahkan ke tempat semi final, Alvin juga bisa melihat bahwa Agfi akan melawan Rexa sebentar lagi.
"Arata dan Haruki... Hmph... Menarik, aku tidak mempercayai bahwa mortal seperti mereka akan ada. Ini terasa aneh karena... Bagaimana bisa mereka bertahan hidup dari sesat-nya para dewa dan dewi yang sangat fanatik terhadap keseimbangan semesta?" Tanya Alvin selagi tersenyum sinis serta ia memiliki hormat besar untuk Arata dan Haruki karena dari kemampuan mereka bertarung serta kekuatan yang mereka miliki juga.
Alvin mulai bangkit dari lantai yang dipenuhi dengan darah, "Apa yang aku lakukan disini... Seharusnya aku harus mencari jalan keluar..." Ucap Alvin yang mulai bergerak ke depan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat lelah, ia memejamkan mata kirinya karena mata kirinya terasa pedih dan buram ketika ia mencoba untuk memaksakan diri dalam melihat, tidak lama kemudian Alvin terjatuh di depan selagi melihat dua kaki yang telah terhalang dengan darah bening, "... ...?!" Alvin mulai membulatkan kedua matanya lalu ia melirik ke atas dimana ia melihat seorang gadis kecil yang sedang tersenyum.
"Papa..."
"R-Rina...?!"
***
"AUMAN DARI SANG RAJA ES!!! WILAYAH YANG SANGAT DINGIN BERNAMA REALM OF ICE!!! ZENAISU!!!" Teriak Ophilia yang mulai mengangkat kartu-nya ke atas sehingga kartu itu bersinar berwarna biru muda dan mulai membuat arena membeku dengan es yang sangat dingin serta keras, Korrina mulai menghindari semua es itu selagi menghilang dan muncul di sekitar Ophilia, "... ..." Korrina muncul di belakang Korrina, tetapi Ophilia melompat ke depan lalu melirik ke belakang selagi menunjuk Korrina menggunakan kartu-nya dimana kartunya mulai mengeluarkan naga air yang berukuran lumayan besar dan panjang ke arah Korrina.
Korrina menghindari semua serangan itu selagi menggunakan ilusi dan ia juga memegang katananya erat, ia bergerak menuju arah Ophilia dengan penuh kecepatan karena ia tidak mau bertarung dengan waktu yang cukup lama karena ia memiliki proyek yang harus ia kerjakan, "AKU MEMANGGIL ZENAISU DAN WATERUMA!!!" Ophilia mengangkat kartu pembangkit monster-nya ke atas, ia memanggil dua naga yang berasal dari wilayah mereka masing-masing seperti Realm of Ice dan Realm of Water.
"... ...!!!" Korrina menembak gelombang api sacred melalui telapak tangan kirinya dan Ophilia langsung terlindungi oleh Wateruma yang berputar di sekitarnya selagi mencoba untuk memadamkan api sacred, kedua mata Korrina mulai berubah menjadi warna Crimson dimana ia melihat Wateruma yang meluncurkan beberapa pusaran gelombang air menuju arahnya, tetapi Korrina terbang ke atas selagi menghindari semua serangan sihir tersebut, "Ahh!?" Korrina terkejut ketika ia melihat semua pusaran gelombang itu berubah menjadi tiruan dari monster Leviathan.
Korrina mulai menarik katana-nya keluar lalu ia menghancurkan semua pusaran air yang berwujud Leviathan itu menggunakan listrik yang terdapat kekuatan Sacred di dalam-nya, ia menebas semua pusaran air yang mengepungnya dan mengakhiri semua sihir itu dengan tembakan gelombang listrik sacred ke arah Leviathan yang berada di depannya, sihir milik Korrina mampu menghancurkan Leviathan tiruan itu sehingga sihir-nya melesat menuju arah Ophilia.
ZBUUSSSHHHH!!!
Ophilia terlindungi dengan Wateruma dan itu membuat Korrina tersenyum naif seolah-olah dia baru saja diremehkan, "THUNDER SACRED BOLT!!!" Korrina menembak halilintar berwarna biru tua ke arah Wateruma dan membuat monster itu mengaung keras karena merasa kesakitan serta tubuhnya yang dipenuhi dengan air mulai meregenerasi air yang baru, tetapi hal itu membuat Ophilia tertekan karena ia merasa sedikit sengatan dari listrik milik Korrina. Korrina mulai membelah menjadi beberapa bagian yang mengartikan ia menggunakan ilusi klon, Ophilia membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Korrina yang mengepungnya selagi meluncurkan halilintar besar ke arah Wateruma.
ZBASH! ZBASH! ZBASH!
__ADS_1
"Ophilia masih bertahan di titik ini?!" Tanya Akina selagi menunjukkan ekspresi yang terkejut, Arata merasa bangga melihat Ophilia yang bertahan cukup lama melawan Korrina yang berada di mode serius-nya, itu artinya ia akan memberi Ophilia sebuah hadiah ketika pertarungan selesai, "Hebat juga, Ophilia. Kau mampu bertahan cukup lama melawan seorang bangsawan dari keluarga Comi."
Korrina terus mengeluarkan sihir listrik-nya tanpa henti sehingga membuat Wateruma mengecil serta seluruh tubuh Ophilia yang mulai tersengat dengan beberapa listrik yang memiliki volt sekitar ratusan, "U-Ugh... Aku tidak bisa kabur atau melakukan penyerangan balik jika seperti ini..." Ungkap Ophilia, ia melompat ke atas lalu mengepalkan tinju-nya di depan Wateruma sehingga membuat naga itu meledak dan menimbulkan air yang berwujud tsunami di sekitar arena dan membuat Korrina menghilangkan ilusi-nya lalu menciptakan sebuah barrier di depannya agar tidak terkena oleh gelombang air yang disebabkan oleh Wateruma.
"ZENAISU!!!" Suruh Ophilia sehingga Zenaisu mulai melingkari tubuh Ophilia lalu menyemburkan gelombang es ke arah semua air yang berada di bawah mereka semua sehingga menyebabkan semua air itu berubah menjadi es dan juga membuat kedua telapak kaki Korrina yang beku, "... ..." Korrina melirik ke atas dan ia melihat Zenaisu yang menembakkan beberapa paku es yang berukuran hampir sama seperti meteor.
ZWASSHHH!!!
Korrina menghancurkan semua es itu dengan hanya menunjuknya menggunakan katana yang ia pegang, Korrina mulai menatap Ophilia dengan tatapan yang terlihat mematikan karena ia menghabiskan waktu yang cukup lama. Ophilia hanya bisa menatap Korrina selagi memegang kartunya erat sehingga ia membulatkan kedua matanya karena melihat Korrina yang tiba di depan Ophilia selagi mengayunkan katana-nya, kecepatan Korrina meningkat cukup besar sehingga Ophilia cukup beruntung untuk sempat menciptakan sebuah dinding es di depannya dan membuat Korrina menebas es itu lalu Ophilia terpental ke belakang.
Ophilia mulai bangkit dari atas lantai lalu ia mulai menyuruh Zenaisu untuk melindungi dirinya selagi menyerang Korrina dengan beberapa bola es, Korrina menebas semua sihir itu menggunakan katana-nya saja, "Tadi itu apa...? Ilusi...? Kecepatan...? Sacred...?" Ungkap Ophilia yang mulai merasa gugup karena pergerakan Korrina tadi hampir saja membuat dirinya kalah, pergerakan Korrina seolah-seolah seperti melakukan teleportasi ke depan dengan hanya kurang dari satu detik dan dia sudah berada di depannya, "O MAI GUDNESS...!!! DIA SANGAT BERUNTUNG UNTUK BISA MENAHAN SERANGAN TERCEPAT MILIK KORRINAA!!!" Teriak Jorgez.
"Sepertinya itu membuat Ophilia terkejut dan bahwa pikirannya saat ini entah pergi kemana." Ucap Morgan, Ophilia mulai menggunakan Phoenix Armory Battle Form-nya untuk berjaga-jaga, seluruh tubuhnya juga saat ini sedang diputari oleh Zenaisu, "Aku tidak pernah melihat kecepatan yang lebih cepat dari tadi. Apakah aku melamun...? Aku seharusnya fokus." Ungkap Ophilia.
"Inti-nya, tadi itu berbahaya jika aku fokus dan melamun dalam melawan seorang putri dari keluarga Comi. Aku harus yakin dan bisa untuk membuat Arata bangga bahwa aku akan mena---" Korrina mulai memegang gagang katana-nya sehingga ia tiba tepat di depan Ophilia selagi menunjukkan tatapan yang terlihat seperti mengancam, "AHH!?" Korrina menebas dada Ophilia sehingga membuat Phoenix Armory Battle Form-nya dan Zenaisu hancur, "OPHILIA!!!" Teriak Akina sehingga Ophilia langsung berubah menjadi api-api berwarna kuning.
Korrina tersenyum kecil sehingga membuat lengan kirinya terlumuri dengan aura Crimson, semua penonton dan juri langsung terkejut melihat pipi kanan dan kedua lengan Ophilia yang tertebas lalu luka tebasan itu mengeluarkan darah yang cukup banyak sekali, "T-Tidak mungkin...! Ophilia baru saja terluka cukup fatal sehingga darah-darahnya mulai keluar dari luka-lukanya, Korrina Ghifari adalah peserta pertama yang berhasil melukai lawannya di pertandingan ini." Ucap Morgan yang terlihat terkejut karena kemampuan Korrina yang semakin maju semakin meningkat.
Korrina mulai memasukkan katana-nya kembali kepada sarungnya dan membuat semua penonton bersorak lalu bertepuk tangan, "Aku tidak mengerti... Apakah ini semua ilusi, sihir, atau kecepatannya sendiri? Sihir lompatan waktu bisa saja... karena, Akina pernah bilang bahwa Korrina memiliki sihir lompatan waktu." Ungkap Ophilia selagi menghapus semua darah yang berjatuhan. Korrina muncul kembali tepat di depan Ophilia dan Ophilia segera muncul di belakang Korrina, sepertinya Ophilia sedikit yakin bahwa Korrina menggunakan sihir lompatan waktu yang mampu membuat kecepatannya meningkat.
"Lihat lebih jelas lagi." Korrina membelah dirinya menjadi tiga klon dan itu membuat Ophilia terkejut karena ia merasakan keberadaan Korrina yang mulai mengelilinginya, Zenaisu tertebas habis oleh Korrina yang asli dan Ophilia terpojok oleh dua klon Korrina yang pergerakannya cepat sekali. Ophilia tidak diberi celah untuk menyerang melainkan seluruh tubuhnya mulai terkena beberapa serangan sehingga membuat juri tidak bisa mengeluarkan kata apapun, "Jorgez... Bagaimana menurutmu?" Tanya Morgan selagi menatap Jorgez yang terlihat diam selagi menatap pertarungan itu cukup serius.
"Kau terdiam, langka sekali."
Ophilia hanya bisa menunjukkan ekspresi yang terlihat kecewa terhadap dirinya sendiri dan merasa bodoh karena tidak mengetahui apa yang sedang Korrina lakukan, semua peserta yang masih bertahan sudah jelas akan mempelajari cara bertarung Korrina serta sihir-sihirnya yang kuat dan juga misterius seperti saat ini, "Sepertinya Korrina menggunakan kecepatan dari sihir Sacred dan Crimson, ilusi pikiran, dan lompatan waktu yang digabungkan menjadi satu sehingga membuat Ophilia bingung. Jujur, sebenarnya aku bingung ketika melihat Korrina bisa bergerak sangat tidak wajar, aku yakin Ophilia hanya fokus terhadap pergerakan bertarung Korrina, bukan sihirnya atau sihir yang ia gabungkan menjadi satu." Arata mulai berbicara.
"Jika Ophilia tidak menyerah atau mencari kesempatan untuk menang maka ia bisa saja kalah dengan cara yang menyakitkan." Ophilia melompat ke belakang selagi bernafas berat, ia mulai menggunakan Phoenix Armory Battle Form-nya sehingga membuat semua lukanya teregenerasi karena api-api yang keluar melalui armor itu, "Aku melakukan apapun untuk bisa melampaui batasan-ku. Caranya adalah... Legenda tidak pernah menyerah melawan musuh yang jauh lebih kuat dari dirinya sendiri. Aku harus menang dan bertemu Akina di semi final nanti, lalu... Aku berencana di final nanti untuk bisa melawan Arata!" Ucap Akina yang mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.
__ADS_1
"O MAI GAWWWDDDD!!! SEPERTINYA OPHILIA MASIH INGIN TERUS MELANJUTKAN PERTARUNGNYA TANPA HARUS MENYERAH! RAS LEGENDA MEMANGLAH HEBAT!!!" Teriak Jorgez keras, ia bisa berbicara kembali seperti biasanya, "Aku tidak bisa terus bertahan... Aku harus menyerang! Dengan caraku sendiri!!!" Ophilia mulai meluncurkan beberapa bulu api ke arah Korrina yang meluncur lurus dengan kecepatan seperti peluru. Korrina muncul tepat di depan Ophilia dengan kecepatan yang meningkat lebih tinggi lagi.
Ophilia mulai mengangkat kedua lengannya ke atas sehingga membuat lantai yang Korrina injak menyemburkan gelombang api lahar yang besar, gelombang itu mampu membuat Korrina terpental ke atas dan Ophilia meluncurkan beberapa bulu api lagi ke arah Korrina, bulu-bulu itu ketika mengenai musuhnya akan membakar kulit-kulit mereka serta tulang-tulang mereka. Korrina menebas semua bulu itu dan ia melihat beberapa gelombang lahar yang mulai melingkarinya selagi menjebaknya, "... ..." Ophilia mulai mengerahkan semuanya dengan meluncurkan berbagai sihir api yang membuat katana Korrina terbakar.
BAAMMMMM!!!
Arena dipenuhi dengan berbagai sihir api sehingga semua penonton serta juri tidak bisa melihat Ophilia dan Korrina lagi karena terhalang oleh banyak sekali asap, Korrina menyerap semua api itu lalu ia tiba di depan Ophilia dengan menebas dadanya, "Hehhh..." Ophilia mulai berubah menjadi bulu api dan bulu itu meledak sehingga membuat Korrina lengah serta terkejut, ia terpental ke belakang dan melihat banyak sekali jenis naga yang meluncur menuju arahnya.
Korrina bergerak menuju arah semua naga itu lalu menebasnya menjadi beberapa bagian dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat begitu saja, Arata merasa cukup terkejut melihat kecepatan dan cara bertarung Korrina yang terus meningkat dan berubah seolah-olah dia memiliki pengalaman besar dalam semua hal tentang pertarungan, Korrina melirik ke depan dimana ia melihat Ophilia tersenyum, "BAMUSHIGARU!!!!" Teriak Ophilia keras sehingga ia menunjuk Korrina menggunakan kartu yang ia pegang, Bamushigaru melesat keluar dari arena itu lalu meluncurkan beberapa kabut berwarna hijau. Bamushigaru adalah naga terbesar yang ada di semesta Touri dan dia berasal dari wilayah Oath atau bis disebut dengan Realm of Oath.
ZBUSSHHHHHH!!!
Semua penonton dan bahkan juri tidak bisa melihat pertarungannya lantas kabut hijau yang menghalangi, Korrina merasa mual karena menghisap kabut-kabut yang berwarna hijau, ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat jijik karena ia merasakan keberadaan seekor monster yang memiliki sihir Oath, "Ughhh..." Bamushigaru mulai mencoba untuk menyerang Korrina bersama Ophilia, tetapi Korrina menahan semua serangan yang mereka kerahkan dengan mudah.
Korrina mulai melihat wujud dari Bamushigaru dan ia bergerak cepat sehingga menebas tubuh Bamushigaru menjadi beberapa bagian yang kecil, hal itu memberi Ophilia kesempatan dengan mengumpulkan kekuatan penuhnya lalu mengakhiri pertarungan Korrina yang saat ini sedang melawan Bamushigaru, "Phoenix Spirit of Highness!" Ucap Ophilia sehingga api-api kuningnya mulai terbakar besar dan membuat seluruh tubuhnya terasa ringan, Korrina saat ini masih menebas Bamushigaru yang masih bertahan hidup karena sihir regenerasi-nya yang besar, "Sebentar lagi, Bamushigaru akan menghilang yang mengartikan bahwa ini kesempatanku untuk menyerang Korrina dengan semua yang aku miliki!"
Bamushigaru bersinar lalu menghilang dan itu membuat Korrina terdorong ke belakang selagi memejamkan kedua matanya, Ophilia tiba di belakang Korrina selagi menarik kedua tinjunya ke belakang, dia sudah mengumpulkan tenaga penuh dan dia hanya membutuhkan dua tinju yang mengenai punggung Korrina untuk bisa menang, "FIST OF PHOENIX RAGE!!!" Teriak Ophilia sehingga ia sadar bahwa Korrina perlahan-lahan melirik ke belakang.
"Time Stop..." Korrina tersenyum dan sebuah kalung yang melambangkan waktu mulai bersinar, seluruh pergerakan Ophilia serta penonton dan juri berhenti selama sepuluh detik, Korrina mulai mengumpulkan kekuatan Crimson melalui kedua jari di tangan kanannya, ia melepaskan katananya lalu menyentil dahi Ophilia menggunakan kedua jari yang terlumuri dengan sihir Crimson.
BAAMMMMMM!!!!
Ophilia terpental ke belakang dan menghancurkan barrier yang berada di belakangnya, ia terjatuh di atas tanah berwarna merah yang mengartikan bahwa Korrina telah menang dan maju ke ronde semi final, "... ..." Semua penonton dan juri membuka mulut mereka selebar mungkin karena Korrina baru saja menggunakan sihir Time-Stop, "Jadi begitu... Dia memiliki sihir time stop karena kalung yang Haruka pakai." Ucap Akina dengan ekspresi yang terlihat terkejut.
"AWWWWW YEAAAA!!! PERTARUNGAN DI MENANGKAN OLEH KORRINA GHIFARI!!! ITU ARTINYA DIA TELAH MAJU KE RONDE SEMI FINAL!!!" Teriak Jorgez keras sehingga semua penonton bersorak keras dan bertepuk tangan sekeras mungkin karena merasa puas melihat pertarungan sengit mereka berdua, Korrina berjalan ke depan dan melihat Ophilia yang sedang dibantu oleh Arata, Ophilia menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat terkejut, "Pertarungan yang hebat, Korri---"
Korrina menundukkan kepalanya kepada Ophilia dan itu membuat dirinya terkejut, "Terima kasih karena sudah memberikan pertarungan yang hebat, sepertinya pengalaman-ku bertambah lagi. Aku merasa terhormat bisa bertarung dengan dirimu." Ucap Korrina, ia berjalan pergi dan meninggalkan Arata dan Ophilia berduaan, "E-Ehh...?"
__ADS_1
"Sepertinya Korrina sadar tentang semangatmu. Kau telah dihormati oleh dirinya, Ophilia." Ucap Arata yang mulai mencium bibir Ophilia sebentar, "Hmm... Sepertinya begitu..." Ophilia tersenyum.