
Semua murid yang berada di akademi pemberontak terpaksa untuk dibubarkan karena para guru mendapatkan banyak berita serta pesan bahwa kejadian bunuh diri itu bukan hanya terjadi di dalam akademi.
Pembunuh yang di sebut dengan bunuh diri berjalan cukup meluas, hampir seperti virus dimana semua orang akan melakukan tindakan bunuh diri dengan yang berbeda.
Setiap caranya sudah pasti sadis bahkan mereka tidak meninggalkan pesan apapun, keluarga atau teman yang dekat dengan mereka tidak merasakan apapun darinya.
Tidak ada satu pun penderitaan atau kesedihan yang mereka rasakan, entah kenapa mereka bisa melakukan tindakan keji seperti itu di tempat yang berbeda sampai membuat semua orang takut bahwa bunuh diri secara tiba-tiba ini bisa di bilang penyakit menyebar atau kutukan.
Bukan hanya di Yuusuatouri, setiap semesta juga sama sampai satu hari sudah menjatuhkan hampir lima juta penduduk karena membaca jurnal yang Shinobu masukkan kata-kata terkutuk untuk mengendalikan takdir mereka menjadi kematian.
Populasi yang sudah berkurang atau bisa di bilang populasi tidak berguna telah disapu oleh Shinobu sebanyak satu hari 24 jam sampai para penyelidik tidak melihat kejadian atau bukti aneh apapun kecuali sebuah buku.
Buku yang memberikan informasi tata cara untuk melakukan bunuh diri yang benar, melihatnya saja membuat para penyelidik ketakutan bahkan salah satunya nekat membaca satu kata sampai mereka langsung melakukan bunuh diri.
Di saat itulah, semua ras perlu berhati-hati tentang buku tersebut yang sangat berbahaya dan terkutuk, kemungkinan besar dalang di balik perbuatan semua ini adalah seorang penyihir.
***
"Banyak sekali mayat yang mulai berjatuhan ya... semua itu disebabkan karena sebuah buku misterius..." Penyihir itu mulai memegang dagunya selagi memeriksa salah satu mayat yang ia bawa.
"...hyahhh~ eksperimen baru telah muncul! Aku tidak sabar harus melakukan apa sekarang~!"
"Aku yakin semua itu disebabkan oleh Shinobu Koneko lagi, sungguh kucing kecil yang hebat ya... aku tidak menyangka dia akan menyebabkan kekacauan secara tidak langsung!"
"Aku menyukai tindakanmu seperti itu, Shinobu Koneko... entah kenapa, kau hanya membantu diriku saja dengan pengumpulan kekacauan demi eksperimenku sendiri."
"Hn~ aku bisa merasakannya... kumpulan kekacauan dari berbagai macam alam semesta... terkumpul satu karena kejatuhan seluruh orang sampai jumlah mayat terus bertambah..."
Penyihir itu bangkit dari atas kursinya lalu menoleh ke belakang, melihat sebuah kristal yang terus berputar sampai putarannya bertambah secepat mungkin ketika kekacauan sedang terjadi.
"Magnus, sebentar lagi... aku ingin kamu bermain lagi dengan para gadis itu tetapi dengan syarat..."
"...tunggu sampai bangsa Manusia mengajukan sebuah peperangan besar dengan Legenda... tidak... sifat ras seperti mereka sudah pasti akan menyerang secara diam-diam."
Penyihir itu mulai membuka kedua tapaknya yang mengeluarkan senar sampai menciptakan kristal hitam yang berputar, ia terus menatap keindahan dari kristal tersebut yang berharga mahal.
"Tiga orang... aku hanya perlu memakainya kepada mereka... ahhnnn~ aku tidak sabar untuk melihat wajah mereka~"
***
"Koizumi!" Panggil Haruka yang sedang melayani beberapa pelanggan, ia mulai membungkus semua makanan itu lalu memberikannya kepada mereka semua.
Banyak sekali pelanggan berdatangan sampai ia membutuhkan bantuan putrinya untuk menyediakan beberapa masakan dan tempat pembungkus yang akan habis.
"Koizumi!!!" Teriak Haruka sampai menakut-nakuti para pelanggan yang sedang menunggu pesanan mereka karena Haruka sekarang terlihat seperti Ibu-ibu galak.
"Anak itu selalu saja tidak mau mendengarkan...!" Haruka merapatkan giginya, sikap Koizumi sangat kental dengan Rokuro sehingga ia yakin dirinya sedang berlatih.
Haruka melompati waktu lalu mendobrak pintu ruangan latihan Koizumi sampai mengejutkan dirinya sendiri, "Koizumi!!!"
"Ahh...! A-Apa...? Bukannya Mama melihat aku sedang latih?" Tanya Koizumi yang sedang mengangkat beban selagi melakukan push-up di atas lantai api terbakar yang melebihi matahari.
"Cepat bantu ibu sekarang juga!" Ancam Haruka dengan tatapan mengerikan sampai Koizumi langsung bangkit dengan ekspresi kelelahan.
__ADS_1
"Baiklah..." Koizumi mengangguk lalu ia mengambil sapu tangan untuk mengusap semua keringat yang mengalir deras.
Ketika mereka pergi menghampiri toko itu, pandangan mereka dikejutkan dengan beberapa Legenda yang berkumpul di hadapan pohon, melihat seseorang yang sedang bergelantungan.
""KYAAAAAHHHHHHH!!!""
Haruka dan Koizumi langsung bergegas mendekati pohon itu, mereka ikut kaget ketika melihat seorang pria bergelantungan di atas pohon itu dengan rantai besi yang mencekik lehernya.
"Seseorang melakukan bunuh diri lagi...!!!"
"Cepat panggil para kesatria---"
"Tidak! Tunggu dulu...!" Haruka langsung menghentikan mereka, ia menggerakkan jarum jam di kedua matanya lalu melihat orang yang bunuh diri itu sebelumnya membaca buku.
Buku yang memiliki sampul hitam dengan tulisan darah "tata cara baik untuk melakukan bunuh diri", melihatnya saja membuat Haruka hanya bisa diam karena ia sendiri tidak tahu buku itu terjual dimana.
Haruka langsung menjelaskan kejadian kepada mereka semua sehingga ia meminta beberapa pelanggan untuk membersihkan mayat itu dan imbalannya mendapatkan makanan gratis.
"... ..." Koizumi memegang dagunya sendiri, memastikan siapa dalang di balik semua pembantaian yang mengurangi populasi dengan cara bunuh diri.
***
"Ikan... Ikan... Kemana kau berada...?" Tanya Konomi yang sedang duduk di atas batu selagi memegang tongkat pancingan.
Ako duduk di sebelahnya selagi melihat sungai yang dipenuhi dengan ikan, mereka datang untuk menikmati masakan ikan yang dibuat oleh Mitsuki.
"Kenapa akademi harus terpaksa berhenti ya...? Perpustakaan di dalamnya padahal dipenuhi dengan cara-cara untuk menjadi pemberontak hebat..." Kata Ako.
"Yahhh, mungkin karena kasus bunuh diri yang terus terjadi, bukan hanya bunuh diri saja sih tetapi mereka terkadang akan saling membunuh satu sama lain seperti hewan yang mencoba untuk merebut mangsa."
"Penyebabnya mungkin saja berkaitan dengan Shinobu."
"Kakak... jangan menyalahkan Nobu seperti itu, dia sendiri bahkan memasang tatapan yang terlihat ketakutan."
"Benar juga ya... tetapi aku terus mengingat kejadian pertama kita masuk ke dalam akademi itu loh, dia membunuh kedua anak itu tanpa segan apapun." Kata Konomi dengan tatapan serius.
"Ahh... B-Benar juga ya... kejadian yang cukup mengerikan, mungkin Kakak Hana yang mengubah dirinya menjadi seperti itu."
"Bukan hanya Kak Hana saja, aku yakin pikirannya menyediakan Shinobu berbagai macam jalan untuk ia tempuh, dia ini gadis cerdas loh..."
"...menipu atau membodohi dirinya sama saja seperti mencoba untuk membuang air lautan ke dalam pasir. Aku sendiri masih bingung apa yang selalu Shinobu laku---"
Pancingan Konomi bergerak seketika, "Hohhh! Tangkapan baru...!"
Konomi mencoba untuk menarik ikan yang dapatkan menggunakan pancingan tersebut, awalnya ia sedang menahan diri dikejutkan dengan berat dari ikan itu sehingga ia langsung menariknya sekuat tenaga.
Ako melihat Konomi berhasil menarik seekor ikan besar yang langsung terjatuh di atas daratan, mereka segera menatap ikan tersebut yang terhalang dengan lumut.
"Lihat, Ako! Besar sekali bukan?! Kita pasti akan menikmati makan malam ini bersama..." Konomi mendekati ikan tersebut lalu membersihkan lumut itu sehingga matanya terbuka lebar lalu ia melompat ke belakang dan terjatuh.
"Ma-Mayat...! Hugghhh...!" Konomi menutup hidungnya yang mencium aroma bau sekali.
Ako menatap ikan yang Konomi sebut mayat itu, ia mulai menatapnya lalu dikejutkan dengan mayat yang mulutnya terbuka lebar sampai di dalamnya terdapat banyak sekali ikan kecil yang berkeliaran.
__ADS_1
Tubuhnya juga dipenuhi lubang kecil karena belatung bahkan kulitnya juga sudah menjadi hijau karena terlalu lama berada di dalam lautan, lehernya terlihat seperti diikat dengan tali yang begitu ketat.
"Hwahhh...! Kakak!!!" Ako langsung melarikan diri kepada Konomi dan bersembunyi di belakangnya sampai mereka mencoba untuk mencari sumber arwah itu yang pergi entah kemana.
"Dia sudah mati... beberapa jam yang lalu... cepat sekali..." Kata Konomi dengan tatapan yang terlihat takut.
"A-Ayo cari tempat memancing lain..."
Mereka berdua langsung melarikan diri dari wilayah tersebut, Konomi tidak lupa untuk menendang mayat tersebut masuk ke dalam sungai karena itu adalah tempat yang cocok untuk dijadikan kuburan baginya.
"Sepertinya hari ini memang tidak aman untuk berkeliaran... mayat berserakan dimana-mana, itu sangat mengerikan." Ucap Konomi.
***
"Haruki, apakah kau lihat ini?" Arata mulai memanggil Haruki yang baru saja selesai menumpuk mayat seluruh Kesatria di sebuah kerajaan yang berada dalam planet lain.
"Aku tahu... bukan hanya orang jahat, sesak, atau apapun itu. Mereka yang tidak memiliki riwayat jahat dan bahkan sandera tersendiri melakukan bunuh diri karena sebuah buku?" Tanya Haruki.
"Ya... aku sendiri tidak berani membacanya, kutukan ini sangat kuat bahkan aku sendiri tidak yakin jika Logic Breaker dapat merusaknya." Arata mulai memegang buku tersebut.
"Mereka bilang bahwa isi dari buku ini dipenuhi perkataan mutlak yang akan mengajak pembaca untuk melakukan bunuh diri secara langsung."
"Korban terus bertambah, bukan hanya di Yuusuatouri melainkan seluruh alam semesta juga memiliki banyak orang yang berjatuhan menjadi mayat dengan posisi bunuh diri."
"Seseorang yang dibalik semua perbuatan ini... entah kenapa cukup menguntungkan bagi kita pemberontak karena masalah seperti peperangan terus diundur sampai tidak terjadi apapun."
Shira muncul seketika di hadapan Arata lalu merampas buku tersebut, "Hahhh... kau selalu saja seperti ini, Shira. Datang entah dari mana hanya untuk merebut buku tersebut..."
"Memangnya aku hanya akan diam saja ketika melihat pembantaian massal yang berjalan misterius?" Tanya Shira yang mulai membuka pintu itu sampai Arata menjatuhkannya.
"Kau tidak sayang nyawa?"
"Aku sendiri tidak takut dengan namanya kematian." Jawab Shira yang mulai mengambil kembali buku itu dengan keadaan terbuka sampai ia membaca isi buku tersebut lalu memasang tatapan kaget seketika.
"Ada apa, Shira? Sudah lama sekali aku tidak melihat ekspresi seperti itu---"
Mereka berdua terkejut seketika melihat jurnal tersebut sudah berubah menjadi cahaya, kecepatannya sempat mereka lihat tetapi tidak sempat untuk menghentikan Shira yang menghancurkan jurnal tersebut.
"Buku itu memang berisi dengan sesuatu yang terkutuk... Aku hampir saja terpengaruh dengannya." Kata Shira yang berbohong sehingga ia mulai menepuk punggung mereka.
"Kalau begitu... selamat bersenang-senang untuk memberontak atau kemungkinan pensiun karena nyawa mulai berjatuhan...?" Tubuh Shira menipis seperti cahaya seketika.
"Apa maksudnya dengan perkataan itu?" Tanya Haruki.
"Entah..."
***
Shinobu saat ini sedang melakukan meditasi, tubuhnya melayang di atas sampai seluruh kulitnya terselimuti dengan cahaya yang mengeras sampai menciptakan bongkahan emas yang mengubah dirinya seperti patung.
Tidak menghabiskan waktu lama sampai bongkahan itu retak dan hancur di sekelilingnya Shinobu, berbagai macam nyawa emas mulai terkumpul di dalam bongkahan tersebut.
Nyawa yang datang dari tubuh orang-orang ketika melihat bunuh diri, sebagian dari nyawa itu Shinobu ambil menggunakan kemampuan Astral untuk tujuan lain.
__ADS_1
"Selamat datang di rumah baru kalian..."
"...Golden Astral."