
~Yuutouri - Indonesia~
Korrina mendapatkan sebuah sinyal dari anak-nya yang bernama Agfi, sinyal itu membawa dirinya ke sebuah tempat yang cukup mengerikan dimana ia hanya merasakan hawa yang sangat dingin di sekitarnya.
"Mereka bilang kepadaku bahwa mereka sedang berada di sekitar tempat aneh ini..."
"Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi semesta dimana bangsa Manusia tinggal... Aku sungguh tidak mengerti kenapa mereka menyukai tempat mengerikan seperti ini." Korrina bisa melihat banyak sekali patung yang berbentuk aneh di sekitar wilayah tersebut.
Wilayah yang Korrina masuki sangatlah mengerikan karena ia melihat banyak sekali batu nisan serta gubuk yang sudah tua. Aroma yang hanya Korrina cium itu aroma yang sangat menyengat hidung-nya, bau-nya itu tercampur seperti darah, nanah, kotoran, dan yang lain-lain.
"Apakah manusia menyembah benda seperti ini...?" Korrina mengusap-usap kedua lengan-nya sambil menatap sebuah patung di depan-nya, ia juga melihat dua kepala tengkorak dimana di atas-nya terdapat sebuah lilin yang menyala.
"Ughhh... Dimana Agfi dan Ophilia sih...? Tempat ini sangat menakutkan..." Ucap Korrina pelan, ia mulai pergi untuk melihat-lihat wilayah itu dimana ia sekarang menemukan sebuah boneka yang berbentuk seperti iblis.
"Apa ini...?"
Korrina berlutut dan menatap boneka tersebut dengan tatapan yang terlihat kebingungan, ia juga melihat dua tengkorak merah di sebelah boneka tersebut serta bunga yang memiliki aroma yang cukup busuk dan wangi.
Boneka yang Korrina lihat memiliki beberapa jarum di sekitar-nya serta ia juga melihat sebuah mangkuk yang memiliki cairan putih bening. Korrina bisa merasakan banyak sekali esensi negatif di sekitar-nya bahkan sampai membuat sihir Sacred-nya melonjak tinggi di dalam tubuh-nya.
"Manusia memang mengerikan dalam hal seperti ini, apalagi Indonesia... Aku pernah dengar mereka memiliki seseorang yang dapat membunuh tanpa harus menyentuh, itu mengerikan sekali." Korrina mencoba untuk menarik jarum yang tertusuk di boneka itu, tetapi ia mendengar sebuah suara keras di belakang-nya.
"... ...?" Korrina bangkit dan melirik ke belakang, ia segera membakar kedua telapak tangan-nya menggunakan api Sacred, ia sudah sepenuhnya bersiap untuk membasmi apapun yang membuat dirinya ketakutan.
Dengan pelan Korrina melangkah menuju suara yang terdengar mengerikan, suara itu berasal dari suara pohon besar yang berada di hadapan-nya. Suara lain-nya mulai terdengar oleh Korrina kali ini ia mendengar-nya dari arah kuburan.
"... ..." Korrina mulai berkeringat dingin serta ia menelan ludah-nya. Ia bisa mencium aroma busuk dari arah kuburan itu, sebelumnya ia juga melihat seluruh batu nisan itu dipenuhi dengan tanah tetapi sekarang tidak.
"Tanah-tanah itu kemana...? A-Apa yang terjadi...?" Korrina menghampiri kuburan itu lalu ia melihat sebuah kain putih kecil di depan-nya.
__ADS_1
"K-Kain...?"
Suara yang ia dengar mulai hilang untuk beberapa detik, Korrina mulai menutup kembali semua kuburan yang terbuka itu agar mereka yang terkubur itu bisa hidup dengan tenang di alam kematian.
"Aku disuruh untuk menunggu di tempat mengerikan seperti ini... Kenapa... Agfi dan Ophilia memang kejam... Aku tidak bisa merasakan keberadaan mereka karena aroma yang benar-benar membuatku terganggu..." Ucap Korrina pelan.
Dug... Dug... Dug...
Korrina mulai berkeringat ketika mendengar suara langkah yang ia dengar di sekeliling-nya, ini pertama kalinya Korrina bisa merasakan hawa dingin yang tinggi serta rasa takut yang mampu membuat dirinya bergetar ketakutan. Suara yang ia dengar mulai semakin mendekat dan Korrina segera melirik ke belakang dimana penglihatan-nya melihat sesuatu yang sangat mengerikan untuk dirinya.
"Hiiiii...!?" Mata Korrina terbuka lebar ketika melihat sebuah guling yang berdiri sambil melompat menuju arah-nya, guling itu bahkan memiliki wajah manusia yang berwarna hitam, kedua mata mereka terbuka lebar serta lubang hidung mereka di sumbat dengan kapas.
"Kyaaaaaaaaaaaa.....!!!!!!" Teriak Korrina keras sampai teriakan-nya itu mampu menakutkan seluruh gagak yang sedang beristirahat di setiap pohon yang ada di wilayah tersebut, tiba-tiba Korrina terpeleset jatuh dan terlihat ketakutan ketika menatap semua manusia guling itu, air mata mengalir keluar dari dua matanya karena makhluk aneh yang lihat itu memiliki hawa dan esensi yang membuat dirinya ketakutan.
"Sacred Exorcism...!" Korrina menembak seluruh manusia guling itu menggunakan kedua jari telunjuk-nya, sebuah api biru tua melesat menuju arah seluruh manusia guling itu dan membakar mereka sampai Korrina bisa melihat arwah yang melayang ke atas langit.
Korrina mundur beberapa langkah ke belakang dan ia tiba-tiba menginjak sebuah tangan yang dipenuhi dengan darah, ia melirik ke belakang sedikit dan melihat seorang gadis dengan baju putih polos dengan rambut hitam berantakan yang menghalangi wajah-nya, melihat gadis itu langsung membuat Korrina merasa ketakutan bahkan aura yang dimiliki gadis itu sangat mengerikan sampai membuat bulu kuduk-nya naik.
"Kyaaaaaaaaaaa....!!!" Korrina melompat ke belakang sehingga ia mengenai pohon besar yang berada di belakang-nya, ia melihat gadis itu bangkit tetapi Korrina segera mengeluarkan sihir [Sacred Exorcism] lagi sampai gadis itu terbakar dan arwah yang berada di dalam-nya langsung bebas.
"Hah... hah... hah..." Korrina bernafas berat, ia mencoba untuk menenangkan dirinya agar ia berhenti untuk merasakan ketakutan.
Tetesan darah mulai menetes di hidung Korrina sampai aroma dari darah itu sangat tidak sedap, ia melebarkan matanya karena merasakan keberadaan yang sangat mengerikan di atas-nya. Dengan pelan Korrina melirik ke atas dan melihat banyak organ tubuh yang dipenuhi dengan darah serta diatas-nya terdapat sebuah kepala wanita.
"Hiiiiii....!!! Kyaaaaaaaaa......!!!!" Korrina meneriakkan suara yang sangat keras, ia mundur ke belakang dan menembak kepala itu menggunakan sihir sacred-nya sampai kepala wanita serta organ-organnya mulai terbakar hangus.
"Woi....!!!! Kenapa kau membakar kekayaan-ku...!?" Teriak seorang pria yang lari menuju pohon yang terbakar dengan api Sacred itu.
"Tidaaaaaakkkkkk...!!! Kenapa kau membakar pohon ternak Kuyang-ku...!!! Aku tidak jadi kaya...!!! Aku tidak kaya...!!! Kuyang itu dapat membuatku kaya, sialan...!!!" Pria itu berlutut dan mulai memukul-mukul daratan karena kepala wanita tadi mampu membuat dirinya kaya.
__ADS_1
"Hee...?" Korrina mengusap air mata-nya, ia melihat seorang pria tua yang memakai baju serba hitam dan kepala-nya dihalang dengan sebuah bandana yang memiliki motif indah berwarna coklat. Pria itu juga bahkan memiliki sebuah kumis panjang yang berwarna hitam bahkan itu membuat Korrina ketakutan.
"Salah satu dari mereka...!!!" Korrina menunjuk pria tersebut menggunakan telunjuk-nya.
Pria itu segera menatap Korrina dan mulai mengeluarkan sebuah boneka yang berbentuk seperti manusia, "Jangan menyerang...!!! Diam...! Jangan menyerang...!!!" Pria itu segera mengeluarkan tongkat kecil yang mencoba untuk menahan serangan api suci Korrina.
"Kalian berhenti sekarang juga...!!!" Teriak dua gadis yang segera menghampiri Korrina untuk mencoba menghentikan-nya agar ia tidak membunuh pria itu.
"Ophilia...!? Agfi...!?" Korrina langsung merasa bersyukur ketika melihat mereka berdua baik-baik saja, tetapi ia merasa lebih bersyukur ketika bertemu dengan mereka karena sekarang dirinya tidak akan merasa ketakutan lagi ketika melihat makhluk-makhluk aneh yang baru saja ia lihat tadi.
"Aku takut...!!! Hweeehhhhh...!!!" Korrina memeluk mereka berdua dengan sangat erat, ia mulai menangis bahkan sampai membuat Ophilia dan Agfi mencoba sekuat mungkin untuk menahan tawa mereka. Selama ini mereka berdua telah berbuat iseng kepada Korrina dengan menakuti dirinya dengan makhluk yang belum pernah ia lihat sebelum-nya.
"Sepertinya rencana-ku dengan Ophilia berhasil..." Ungkap Agfi sambil menahan tawa-nya.
Dua pria yang memakai jas hitam segera datang menghampiri pria berjanggut itu dan mencoba untuk menenangkan diri-nya bahwa Korrina ini bukanlah musuh, sepertinya dia panik bahkan ketakutan dengan hantu atau makhluk gaib yang berasal dari negara Indonesia.
"Mbah Sakti, sudahlah. Kau bisa menggunakan ilmu mutlak-mu itu untuk membuat peternakan Kuyang yang baru bukan...?" Tanya pria yang menggunakan kacamata.
"Tapi abah tidak akan bisa kaya jika Kuyang tadi tidak abah jual, dek Aditya...!" Sepertinya pria berjanggut itu bernama [Sakti] dan dia memanggil dirinya abah karena itu adalah tradisi.
"Sudahlah, percuma jika mbah kaya. Kekayaan itu akan hilang ketika semesta ini hancur, bukannya abah lupa bahwa bangsa setan saat ini sedang mencoba untuk menciptakan perang antar semesta...?" Kata laki-laki berkacamata yang bernama [Aditya].
"Kuyang...? Abah...? Sakti...? Apa maksud-nya itu...?! Aku tidak mengerti...!" Ucap Korrina yang merasa kesal.
"Ahahaha, sepertinya Mama tidak mengetahui banyak tentang keunikan Yuutouri ya termasuk negara yang kita saat ini tempati bernama Indonesia. Mereka memiliki sebuah senjata mutlak dan juga orang yang sangat kuat, orang itu bernama [Dukun]! Aku dengar mereka bisa membunuh tanpa harus menyentuh...!" Ucap Agfi.
"Pria yang marah karena kekayaan-nya kau bakar itu bisa disebut sebagai orang Dukun..." Ophilia menunjuk Sakti.
"Dukun...?" Korrina terlihat kebingungan.
__ADS_1