
Shira berubah menjadi cahaya kembali lalu ia muncul tepat di atasnya dengan tubuh yang menjatuhkan banyak sekali darah, seluruh luka yang ia terima bertambah parah seketika.
"Hah... Hah... Hah..." Shira mengangkat lengan kanannya lalu ia mengepalkannya sehingga tinjunya memancarkan cahaya yang langsung mengumpulkan seluruh cahaya dari berbagai alam semesta.
Tubuh Kou dan yang lainnya langsung melepaskan sumber cahaya besar yang melesat ke atas tubuh Shira sehingga membentuk gumpalan cahaya besar sampai membuat Zoiru tersenyum, merasa menarik melihat Shira langsung menggunakan itu.
"Apa ini...? Apakah kau masih bisa yakin bahwa dirimu dapat mengalahkan diriku dengan Touriverse's Hope?" Tanya Zoiru dengan tatapan serius.
"Tidak... bukan hanya Touriverse... aku mencuri cahaya mereka semua, menjadikannya sebagai serangan terakhir untuk mengakhiri dirimu!" Shira meningkatkan seluruh kekuatannya, membiarkan gumpalan cahaya di atasnya terus membesar.
"Bagaimana jika aku menghentikan proses pengumpulan itu? Masih lambat ternyata dan aku sendiri yakin bahwa orang bodoh membiarkan lawannya bertambah kuat..." Zoiru menunjuk Shira.
"Tidak... biarkan aku mengisinya lebih lama lagi."
"Hohhhh... kau memohon? Badut sepertimu memohon kepada dewa agung Zoiru? Sungguh mengejutkan perkataan itu keluar darimu, Shiratori Shira." Zoiru menurunkan lengannya.
"Aku belum selesai..." Kedua pupil Shira menghilang, terhalangi dengan cahaya putih yang langsung memperbesar kembali otot-ototnya.
Zoiru mengangkat alisnya melihat Shira mulai mengepalkan kedua tinjunya karena ia masih tetap bertarung dan mengulur waktu sampai pengumpulan cahaya itu selesai walaupun tidak memiliki batas.
"Hraahhhh...!!!" Shira melepaskan kekuatan dan dorongan yang jauh lebih besar lagi dibandingkan sebelumnya bahkan Zoiru langsung merasakan peningkatan kekuatannya yang berkali-kali lipat.
"Bangsa Legenda... sungguh ras yang menakjubkan, prajurit seperti kalian memang keras kepala soal menyerah, kalian akan terus bangkit dan menginjak tingkatan baru." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
"Light of Hope..." Tekanan dan dorongan langsung menghempas Zoiru bersama yang lainnya terhempas ke belakang karena tekanan yang ia lepaskan langsung menggerakkan Touriverse seketika.
"...TINGKATAN TAK TERBATAS!!!" Shira melepaskan kekuatan penuhnya yang ditambah sihir peningkatan dan penumpukan yang bernama Light of Hope.
Zoiru melebarkan matanya ketika ia merasakan tubuhnya terus di serang dengan gelombang dan dorongan cahaya yang di lepaskan oleh Shira.
Semua partikel di dalam tubuhnya mampu melakukan reinkarnasi cahaya terhadap seluruh bangsa Legenda yang gugur dalam pertarungannya melawan Oather.
Minami tercengang ketika melihatnya, kemampuan seperti itu tidak bisa Shira dapatkan jika dia tidak memiliki Golden Spirit, melihatnya saja ia sendiri yakin bahwa Shira bekerja keras sendirian untuk mendapatkan kemampuan hebat seperti itu.
"Light of Incarnation... mustahil..." Ucap Minami pelan karena tumbuhan besar yang ia ciptakan itu sepertinya menjadi tidak berguna.
"Awalnya aku ingin menghidupkan kembali bangsa Legenda yang mati karena kekuatan penuh Zoiru tetapi semuanya terlambat..." Minami melihat seluruh bangsa Legenda memancarkan cahaya silau.
Tubuh Shira terus melepaskan gelombang cahaya di sekelilingnya sampai memulihkan kondisi Kou dan bangsa Legenda lainnya, berbeda dengan Zoiru yang terus di tekan.
"GRRRGGGGHHH...!!!" Shira merapatkan giginya sampai urat-urat mulai menonjol melalui tubuh dan keningnya.
"Dia memiliki kekuatan sebanyak ini...!? Legenda satu ini memang brengsek dan menakjubkan, aku terlalu meremehkan dirimu, badut cahaya!" Zoiru tersenyum penuh dengan rasa puas.
"Sekarang maju!!! Sebelum kau kembali menunduk kepada dewa sepertiku...!" Perintah Zoiru sehingga Shira sudah berada tepat di hadapannya dengan tinjunya yang menembus perut dan punggungnya.
"HUAAAAGGGGGHHHHHHH!!!" Zoiru memuntahkan seluruh isi perutnya ketika ia menerima satu pukulan yang melepaskan cahaya tak terbatas ke dalam tubuhnya untuk mengeluarkan semua darah dan isinya.
"Kkkgghhhh...!!!" Shira menghantam dadanya lagi sampai ia perlahan-lahan mengubah setengah dari tubuh Zoiru menjadi cahaya.
"G-Gawat...!" Zoiru dengan cepat mengeluarkan aura Bamushigaru untuk melakukan kemampuan reinkarnasi dan pemulihan daging agar ia bisa terus hidup tanpa terhapus oleh cahayanya itu.
__ADS_1
Shira dan Zoiru menghilang seketika, ia membawa dirinya jauh sampai mereka tiba di jarak dimana Touriverse tidak bisa terlihat atau terasa lagi.
Kecepatan serangan Shira terus menekan tubuh Zoiru sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menjerit kesakitan karena kekuatan dan kemampuannya jauh lebih mengerikan di bandingkan Golden Universal itu.
"HAARRGGGHHH!!!" Shira menendang wajah Zoiru sampai meledak, kemudian ia meninju perutnya dan menarik seluruh organ tubuh di dalamnya sebagai pembalasan.
Setelah itu, ia menghantam kepala Zoiru sampai hancur lagi menggunakan sikutnya, pemulihan yang di alami oleh Zoiru sangat cepat, secepat dengan pukulan tak terbatas Shira dalam satu detik.
Shira menyatukan kedua pukulannya lalu ia menghantam puncak kepala Zoiru sampai seluruh tubuhnya meledak dan kepalanya menuju alam semesta lain yang tidak diketahui.
"Oi...! Shiratori Shira, apa yang kau lakukan!? Kau mencoba untuk menghancurkan alam semesta lain!?"
"Jika kau tidak ingin di atur maka aku juga sama, lagian... untuk apa aku peduli dengan alam semesta lain jika pada akhirnya kau akan memakannya!!!" Kata Shira dengan tatapan yang mengancam.
"HAAAAAARRRGGHHH!!!" Zoiru melepaskan erangan keras sehingga kekuatan dan kecepatannya meningkat lagi dan lagi tanpa pembatas yang menghalangi.
Zoiru bisa melihat dua gelombang emas mulai mengelilingi tubuh Shira dan memberikan dirinya kekuatan yang lebih besar, mereka melesat menuju arah satu sama lain sampai menyebabkan alam semesta di sebelah mereka terbelah menjadi dua.
Tekanan dari tabrakan itu sangat besar dan berakhir penuh dengan kehancuran di sekeliling mereka, Shira dapat mengontrol kekuatannya semaunya jadi ia tidak berniat untuk membunuh celah dimensi atau masa lain seperti yang Kuro lakukan.
Tujuan utamanya adalah menghentikan Zoiru dan menarik keluar sampul dari Grimoire itu agar Kou dapat melakukan ritual untuk menghentikan Bamushigaru.
Shira muncul tepat di belakang Zoiru lalu menghancurkan punggungnya sampai ia meringis kesakitan, Shira melakukan satu putaran dan menendang wajahnya sampai tubuh menerima lebih banyak tekanan cahaya.
"Grrrggghhh... badut cahaya sialan...!" Zoiru mengepalkan kedua tinjunya dan kembali bangkit dengan tubuh sempurna yang tidak akan pernah bisa hancur dengan serangan apapun.
"Touriverse's Hope sudah hampir beres... sisanya aku hanya perlu mengakhiri dirinya lagi dan lagi, trauma terhadap merasakan kematian..."
Zoiru muncul di hadapan Shira lalu melancarkan beberapa serangan tetapi semua serangan yang ia lakukan terus melesat dan tidak mengenai tubuh Shira yang terbuat dari cahaya.
Shira masih bisa menyerang balik dengan menendang wajah Zoiru sampai hancur, setelah itu ia menarik alam semesta yang berada di jarak tidak jauh dengannya.
"Gawat... tubuhku mulai tidak stabil sekarang... aku bisa saja berubah menjadi cahaya secara permanen jika terus seperti ini, maafkan aku penghuni alam semesta yang tidak ku ketahui..." Shira mengepalkan kedua tinjunya.
Kedua alam semesta yang ia tarik langsung di selimuti dengan cahaya sehingga ia menerima satu pukulan Zoiru yang mampu memuntahkan semua isi perutnya lagi.
"Hugggghhhh.... Grrrggghhh..." Shira menyerang balik dengan menghantam wajahnya menggunakan keningnya sampai ia terdorong ke belakang.
Tubuh Shira kembali pulih karena cahaya yang terus masuk dan keluar dari tubuhnya, setelah itu ia melesat maju ke depan dan menendang perutnya sangat dalam menggunakan kedua kakinya..
"AAAAGGGGHHHHHH...!!!"
"HRAAAHHHH!!!" Shira mengakhiri serangan dengan menginjak bawahnya sampai Zoiru terpental ke belakang dan menabrak beberapa asteroid.
"Satu serangan terakhir... kau benar-benar brengsek jika masih hidup..." Shira mengecilkan kedua alam semesta di sebelahnya sehingga terus mengecil sampai berubah menjadi gumpalan cahaya yang melayang di atas kedua tapaknya.
"Dia gila... menghabiskan langsung semesta sekaligus hanya untuk mengumpulkan kekuatan cahaya besar." Zoiru menghapus darah yang terus keluar melalui mulutnya.
"Dia dapat memperkecil alam semesta dengan menyelimutinya menggunakan cahaya, kemudian ia dapat mengubahnya menjadi kekuatan atau serangan terakhir..."
Shira menggabungkan kedua gumpalan emas itu, "Jangan ganggu kami lagi... bawa peliharaanmu pergi dari wilayah kami..."
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan dengan kedua alam semesta itu, Shiratori Shira?" Tanya Zoiru dengan tatapan yang terlihat kagum melihat kekuatan Shira, seorang Mortal dapat mengubah alam semesta menjadi gumpalan cahaya.
"Entahlah... mungkin menghentikan dirimu jika bisa!" Shira melebarkan kedua lengannya lalu ia memegang erat kedua gumpalan itu.
"Kau sendiri tahu kan... apa itu ledakan big bang..." Tanya Shira sehingga Zoiru tercengang ketika mendengarnya.
"Kau...? Kau akan menabrakkan kedua gumpalan cahaya itu untuk melepaskan ledakan big bang yang sangat besar...!? Kau bisa saja menciptakan alam semesta yang jauh---"
"GOLDEN...!!!"
"Sialan... aku memukul kepalanya terlalu keras... dia menjadi gila seperti ini untuk mencoba menabrak kedua alam semesta!" Zoiru sendiri terlihat ketakutan dengan kegilaan yang Shira coba lakukan.
"HAHAHAHAHA! Kau tidak akan berani menciptakan ledakan big bang dengan menabrak kedua alam semesta itu..." Zoiru hanya bisa melepaskan tawanya.
"Kau bisa saja menciptakan sesuatu yang baru dengan ledakan big bang itu, ayolah... kau pasti lelah, lebih baik kau menikmati popcorn dan melihat Bamushigaru bangkit."
"Tidak, Shira..." Zoiru menyadarinya ketika Shira melepaskan kekuatan penuhnya, ia ternyata serius selama ini.
"Hentikan sekarang juga, badut cahaya!!!"
"Tidak, aku menerima jika kau mau bersepakat atau menjalani sumpah yang selalu kau anut itu..." kata Shira sehingga membuat Zoiru kesal karena perkataannya itu membuat harga dirinya hancur seketika.
"Kau... kau beraninya mengucapkan perkataan yang selalu aku keluarkan!? Badut kampung!!! Kau tidak pantas untuk mengatakan itu!!!" Zoiru bergerak laju ke arah Shira untuk mencoba memberinya siksaan.
Shira menghilang seketika sehingga tubuh Zoiru langsung di selimuti cahaya emas yang membuat dirinya tidak bisa bergerak sama sekali, perutnya menerima gumpalan cahaya itu yang mulai membesar.
"Ahh...!?" Zoiru tidak bisa berkata-kata lagi ketika satu gumpalan cahaya itu sudah di lepas dan menyentuh perutnya.
"Aku harap kau menikmati kematian di tengah ledakan big bang besar, Zoiru." Shira muncul di belakang Zoiru dan ia mulai mengayunkan gumpalan cahaya itu ke arah punggungnya.
"TIIIIDAAAAAAA---"
"GOLDEN BIG BANG BLAST...!!!" Shira menghantam gumpalan itu tepat di punggung Zoiru sehingga ia langsung melakukan perpindahan dengan cepat sampai kedua gumpalan itu mulai saling menabrak dengan tekanan penuh.
BAAAAAAAMMMMMM!!!
Terjadilah ledakan big bang emas yang sangat dahsyat bahkan sampai melepaskan dorongan dan tekanan kemana-mana, bukan sekedar ledakan big bang biasa.
Ledakan satu ini tercipta kedua alam semesta yang saling bertabrakan sehingga skala dari ledakan itu sangat luas sampai Shira yang muncul di hadapan Kou mulai memunculkan tembok cahaya besar untuk menahan semua tekanan yang di lepaskan ledakan itu.
"Shira!? Apakah kau gila...?! Kau baru saja menyebabkan ledakan big bang yang tidak biasa...! Dua alam semesta yang bertabrakan...!!!" Seru Kou, ia mengetahui ketika membaca pikiran Shira.
"Berhasil sesuai rencana... Zoiru sudah pasti mati dan tidak akan bisa mengalami reinkarnasi jika ia terjebak di dalam ledakan big bang itu." Kata Shira.
Shira sempat melihat cahaya yang ia kumpulkan sudah sangat besar, ia terus membiarkannya untuk melihat keadaan selanjutnya.
"Apakah kita menang...? Begitu saja...?" Tanya Haruki.
"Zoiru sudah kalah...?"
"Mungkin..."
__ADS_1
"...mustahil juga jika dia bertahan dari ledakan big bang yang terjadi di sekelilingnya."