Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 545 - Golden Nature Vs Water and Leviathan


__ADS_3

Aura emas Minami melepaskan cahaya berjumlah besar bahkan sampai membuat Hana bertambah semangat dan iri melihat kekuatan serta Lenergynya yang tidak bisa di ukur seperti sebelumnya.


"Baguslah... ini yang aku tunggu, apakah kamu bisa melanjutkan kekuatan yang lebih hebat di bandingkan Golden Nature itu?"


"Aku ingin membiasakan tubuhku, merasakan semua kekuatan dan kemampuan yang berbeda agar bisa merasakannya lagi dan lagi..."


"...hibernasi selama beberapa bulan memberikan diriku ketenangan jiwa yang begitu tinggi bahkan sampai sekarang aku tidak pernah merasakan stres." Minami tersenyum serius.


Minami dan Hana melesat ke arah satu sama lain, Hana mengayunkan kedua pedang airnya beberapa kali tetapi Minami berhasil menghancurkannya, setelah itu ia menghantam tinju Hana sampai ia terhempas ke belakang.


"Nrgghh---" Hana mencoba untuk menahan serangan lainnya dari Minami tetapi ia terdorong ke belakang lagi.


Hana mengepalkan kedua tinjunya lalu ia melepaskan beberapa sihir gelembung ke arah Minami, Minami mulai menahan semua serangan itu sehingga gelembung tersebut melepaskan ombak dan hujan yang begitu besar.


Hana melihat kulit Minami mulai berdarah karena menerima serangan air yang cukup menyengat, tubuhnya sekarang basah karena terkena ombak yang begitu besar, hampir saja membawa dirinya menuju batasan arena.


Di dalam pelindung arena itu, Hana telah menciptakan sebuah hujan dengan badai yang begitu ekstrem sehingga Hana bisa merasakan banyak kekuatan di dalam dirinya sedangkan Minami mencoba untuk fokus di situasi seperti ini.


Hana dan Minami bergerak menuju arah satu sama lain, melepaskan satu pukulan yang mulai teradu sampai melepaskan dorongan besar di sekitarnya, Hana menendang lengan kanan Minami dan Minami mulai menghantam tinjunya.


Mereka melancarkan beberapa serangan lagi, Minami mencoba untuk menghantam tubuh Hana tetapi tinjunya menembus perutnya sehingga Hana langsung memukul perut Minami cukup dalam lalu melepaskan ombak besar.


Menyebabkan Minami terdorong ke belakang dengan pakaian di bagian perutnya yang sudah robek, semua penonton langsung tergila-gila ketika melihat pakaian Minami hampir robek secara keseluruhan.


Hana melepaskan gelembung ke arah Minami dan Minami melepaskan gumpalan cahaya ke arah gelembung itu sehingga menggabung menjadi satu, menciptakan tumbuhan yang begitu besar.


Shira merasa tertarik ketika melihat serangan sihir Minami dan Hana dapat menciptakan sebuah kombinasi serta gabungan yang cukup serasi, ia tersenyum serius dan menantikan serangan lainnya.


Minami dan Hana saat ini saling mengadu serangan tetapi Minami menghentikan serangan Hana dengan menendang wajahnya sampai ia terdorong ke belakang.


"Haaaahhh...!!! Hargghhh!" Minami melepaskan cahaya matahari melalui tubuhnya sehingga tubuhnya yang basah kering seketika bahkan seluruh air hujan yang mengenai tubuhnya langsung berubah menjadi partikel emas.


"Aku juga tidak akan kalah, Minami...!!!" Hana melepaskan aura biru yang membesar dan auranya melepaskan ombak dan badai hujan yang sangat dahsyat sehingga seluruh penonton mulai terkena air sampai basah.


"Itu dia...!!! Mizuhana telah menggunakan kembali kekuatan penuh dari airnya yang dapat menciptakan ombak, tsunami, dan badai hujan besar!!!" Jerit Jorgez.

__ADS_1


Minami dan Hana melepaskan beberapa sihir kecil ke depan sehingga kedua sihir mereka menciptakan ledakan emas yang mampu memunculkan tumbuhan-tumbuhan kecil di sekeliling arena.


Hana melepaskan tsunami yang besar ke depan tetapi Minami terbang masuk ke dalam tsunami itu lalu menyambut Hana dari depan dengan sebuah tendangan yang membuat dirinya terhempas ke belakang.


Hana kembali bangkit lalu ia bersama Minami melepaskan satu tinju yang teradu, menyebabkan dorongan dan tekanan besar di sekeliling arena sampai menghancurkan semua batu itu lalu menciptakan tumbuhan lagi.


Mereka terus menyerang satu sama lain, kekuatan dan kecepatan yang terlihat setara bahkan keduanya juga memiliki kemampuan untuk menghindari serangan dengan mudah berkat tubuh cahaya dan air mereka.


Minami terus menghantam Hana beberapa kali yang saat ini sedang bertahan, Hana mulai menyerang dengan menciptakan sebuah gelembung besar tepat di hadapan Minami.


"Apa---" Hana berhasil menipu Minami dengan membuat dirinya mencoba untuk menahan sihir itu, awalnya Hana tidak berniat untuk melepaskan sihir melainkan menipunya.


Setelah menciptakan sihir yang di jadikan sebagai pengecohan, ia mulai menghantam wajah Minami sampai kedua hidung Minami tersumbat dengan jumlah air besar yang masuk ke dalam tubuhnya.


Minami terdorong ke belakang dan mengenai ombak besar di belakangnya sampai punggungnya terkena serangan yang cukup menyakitkan dari ombak itu, menyebabkan pakaian yang melindungi punggung robek.


"Apakah kau menyukai itu, Minami?! Para penonton sekarang bertambah bersemangat melihat dirimu terluka seperti itu, rasanya seperti di sengat bukan?" Tanya Hana sambil tersenyum serius.


Minami kembali bangkit lalu ia tersenyum, "Aku tidak menyangka kamu akan memiliki kekuatan yang begitu hebat... tubuhku masih bisa merasakan sengatan dari air itu."


Hana mulai melancarkan beberapa serangan ke arah Minami dan ia mulai menahannya beberapa kali sehingga kepalanya terkena tabrak oleh kepala Leviathan itu.


Minami mulai melepaskan beberapa sihir cahaya ke arah Hana dan Leviathan yang mulai menyerang Minami bersama-sama, Minami bisa melihat Hana bergerak ke sebelah kiri sedangkan Leviathan ke sebelah kanan.


Leviathan itu menyerang duluan dengan mencoba untuk menghantam tubuh Minami menggunakan ekornya tetapi Minami berhasil menahan serangannya sehingga wajahnya menerima satu tebasan dari pedang Hana.


Menyebabkan dirinya terlempar ke belakang, Minami bisa melihat Leviathan milik Hana mulai menyerang dirinya dengan agresif sampai ia harus menahan semua serangan kepala dan ekornya.


Leviathan itu tiba-tiba mengelilingi tubuh Minami lalu menyelimutinya dengan sangat ketat, setelah itu melemparnya ke arah Hana yang sedang mengayunkannya pedangnya penuh tenaga.


Pedangnya langsung melepaskan gelombang tebas air yang mampu menyayat perutnya sampai menyebabkan pendarahan yang begitu besar.


Minami meringis kesakitan dan tersenyum kepada Hana karena ia berhasil menerima banyak kerusakan karena serangan airnya yang begitu perih bahkan gelombang yang pedang itu lepaskan dapat menyayat perutnya.


"Aku bisa merasakannya... sekarang kita mulai serius sepertinya, kamu melatih Leviathan mu dengan benar bahkan badai yang sedang terjadi juga sihir airmu itu cukup menyengat tubuhku." Minami tersenyum.

__ADS_1


"Apakah kau tidak akan mengkhawatirkan tentang pakaianmu yang bisa saja robek?"


"Aku mengorbankan harga diriku sebagai wanita ketika dalam pertarungan, lagi pula aku memakai dalaman jadi tidak ada yang harus di khawatirkan."


"Kalau begitu...  bersiaplah untuk menerima serangan lainnya!!!" Hana dan Leviathan melesat maju ke arah Minami lalu melancarkan satu serangan yang mampu di tahan oleh Minami, hanya menggunakan kedua lengannya.


Hana dan Leviathan mulai menyerang Minami menggunakan kombinasi yang begitu akurat bahkan Minami sampai mengalami kesulitan ketika menahan semua serangan itu selagi mencoba untuk menyerang balik.


"Leviathan!" Seru Hana, ia bersama Leviathan melepaskan satu serangan tenaga penuh yang mampu melempar Minami ke belakang.


Minami menyentuh daratan dan berhasil menyeimbangkan tubuhnya, ia bisa melihat Hana dan Leviathan melepaskan tsunami yang besar ke arah Minami.


"GROOOOOAAAAAGGGGGGHHH!!!" Minami langsung mengerang keras, membuat Hana bersama seluruh penonton merasa merinding seketika Minami melepaskan suara Beast di dalam dirinya.


Jeritan tadi mampu membuat kedua kaki Hana bergetar seketika karena kekuatan Beast yang ia rasakan jauh lebih berbeda dengan sebelumnya


Ketika ia bekerja sama dengan Golden Beast Minami, semuanya berjalan biasa saja tetapi sekarang, Hana merasakan kekuatan besar yang melonjak sampai tingkatan tinggi.


Semua penonton membuka mulut mereka sangat lebar ketika karena melihat wujud Golden Beast dari Minami yang semakin membuat para penonton dan juri bertambah semangat.


""MINAMI!!! AHHHH!!! WUJUD ITU IMUT SEKALI...!!!""


"Imut...? Imut dari mana... ini mengerikan." Kata Hana, mencoba untuk mengontrol rasa takutnya ketika melihat tatapan tajam dari Golden Beast milik Minami.


"Semua yang aku dapatkan ini berkat kalian, bertarung melawan Legenda yang memiliki kuasa penuh terhadap air ternyata cukup menantang juga..." Minami mulai berbicara dengan suara Beast yang menggema.


"Kekuatanmu terus melonjak tinggi... jadi ini Golden Beast yang telah kau perkuat?! Berbeda seperti dulu..." Hana mengepalkan kedua tinjunya, merasa iri melihat Minami hampir mempunyai kekuatan dan kemampuan apapun.


Minami tiba-tiba berubah kembali menjadi wujud Legendanya karena ia masih bisa merasakan sesuatu yang janggal ketika mencoba untuk meningkatkan kekuatannya di dalam wujud Beast itu.


"Hahaha~ aku tidak bisa menahan diri ketika berubah menjadi Beast, menghasilkan banyak kekuatan sehingga aku merasakan beberapa kejanggalan." Minami terkekeh.


"Setidaknya kau telah memberi diriku rasa semangat dan ketakutan tetapi semua itu akan aku olah menjadi kekuatan yang baru...!!!" Hana meningkatkan seluruh sihirnya lalu ia melepaskan ombak yang besar di sekitarnya.


"Aku tidak sabar, Hana..."

__ADS_1


"...kamu cukup menarik perhatianku."


__ADS_2