Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 314 - Harapan yang Diserahkan


__ADS_3

Hari esok telah tiba, Korrina sudah mempersiapkan semua sehingga ia bersama teman-temannya sudah berkumpul di halaman rumahnya, ia tidak akan pergi sampai semua teman-temannya mengatakan selamat tinggal kepada dirinya karena Koura dan Nurosa sudah menunggu Korrina untuk pergi, mereka masih bisa menunggu lebih lama kok karena saat ini Korrina sedang berbicara dengan teman-temannya.


"Apakah benar kami tidak bisa menghubungi dirimu?" Tanya Yuuna.


"Iya... luar jangkauan loh, luar jangkauan. Perbatasan tiga inti semesta itu sangat jauh dan ketika aku mencoba untuk menghubungi kalian di Palouce dan Reaoum saja tidak bisa, aku mencoba untuk berbicara dengan kalian melalui saluran televisi tetapi itu terlalu memalukan, ahahaha!" Korrina tertawa sambil mengusap kepalanya sendiri, mereka tersenyum dan merasa lega untuk sempat melihat kepergian Korrina.


"Kau tidak akan melakukan tindakan ceroboh lagi?" Tanya Ophilia.


"Aku ceroboh ya... Aku sebentar lagi akan menjadi nenek-nenek loh." Korrina berbicara dengan sarkasme sehingga mereka menepuk wajah mereka masing-masing karena memanggil diri sendiri sebagai seorang nenek tidak akan menunjukkan sikap tegas dan menghapus sikap ceroboh yang ia miliki, "Kau sendiri bahkan belum memiliki cucu, umur hanyalah angka untuk kita para Legenda." Kata Shizen.


Kou menghampiri Korrina sambil memegang sebuah layar, ia melompat-lompat sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat senang, sepertinya perkataan Korrina sebelum tidur mampu membuat Kou tidak menangis lagi ketika ingin di tinggal oleh Ibunya lagi. Korrina merasa lega dan tenang sekarang melihat anaknya yang sangat kecil itu berbahagia kembali, ia sekarang sudah memiliki banyak teman jadi tidak ada hal yang harus di khawatirkan.


"Kenapa, Kou...? Kamu tidak menangis lagi 'kan, sayang?" Korrina tersenyum lalu Kou mengangguk cepat, ia memberi beberapa foto keluarga kepada Korrina agar ia bisa mengingat keluarganya dan tidak merasa kesepian. Kou juga bahkan memberi kembali foto dirinya bersama teman-temannya. Korrina dengan senang hati menerimanya lalu ia mencium pipi Kou beberapa kali, "Kamu imut sekali astaga... walaupun Mama kadang ditakuti ketika malam hari."


"Korrina, jangan sampai kau mengacaukan sesuatu." Kata Arata.


"Memangnya aku Komi apa?! Aku Korrina Comi!" Jawab Korrina dengan penuh harga diri, "Sekali lagi maaf ya... aku memang ratu Touriverse yang sangat egois, aku benar-benar ingin kalian menikmati waktu damai ini."


""Kau memang ratu Touriverse yang egois sejak awal."" Kata mereka sambil tersenyum dan tertawa.


"Kau adalah harapan untuk Touriverse, kau tahu itu? Jika saja kau tidak berbicara di hadapan seluruh penduduk Touriverse maka riwayat kita sudah tamat sejak awal ketika melawan Zangetsu. Kau adalah harapan yang menciptakan harapan lainnya seperti kami jika saja kita tidak bertemu dengan seorang gadis yang berasal dari keturunan Comi maka semua keajaiban dan kedamaian ini tidak akan bisa terjadi...!" Kata Ophlia.


"Walaupun kau sudah mempertemukan kami semua, bertemu dengan kami... kau masih Korrina Comi yang dulu sekali, pertama kali kita bertemu dengan sikap bertanggung jawab berlebihan, naif, dan egois yang sangat tinggi...!" Shira mulai berbicara sekarang, Korrina tidak bisa mengatakan apapun ketika mereka mulai mengatakan sesuatu yang terdengar menyedihkan bahkan ekspresi mereka semua seperti menahan rasa sedih ketika Korrina benar-benar akan pergi.


"Kau adalah panutanku, Korrina... bukan hanya aku saja tetapi semua orang yang sudah kamu berikan harapan itu menganggap dirimu sebagai panutan dan guru yang sudah mengajarkan mereka berbagai hal penting tentang Touriverse. Kau adalah gadis mortal yang sangat hebat dan mendalami harga dirimu sebagai seorang Mortal walaupun kamu sudah ditawarkan menjadi dewi beberapa kali." Akina mulai menangis karena ia tidak terlalu bisa menyembunyikan perasaan sedihnya.


Korrina menoleh ke bawah dan melihat Kou memegang sebuah layar yang memiliki tulisan, 'Legends never dies, inti harapan Mama tersebar kemana-mana, kami mempercayai Mama.' tulisan yang di tulis oleh Kou cukup membuat Korrina menangis sampai ia memeluk Kou dengan sangat erat lalu memejamkan kedua matanya, Koura dan Nurosa sendiri merasa terharu mendengar dan melihatnya.

__ADS_1


"Kalian semua harus melanjutkan kehidupan di Touriverse tanpa mengandalkan siapapun... andalkan saja seseorang di sekitar kalian, jangan terlalu mengandalkan diriku karena aku selalu merepotkan kalian dan membawa masalahku kepada kalian sejak turnamen Solicitation. Melihat kalian yang sudah bertambah kuat dan menjadi seorang Legenda yang benar-benar sejati, aku sadar bahwa kekuatan kalian itu adalah harapan untuk Touriverse. Kekuatan dan kalian adalah perisai dan pedang yang digabung untuk Touriverse."


"Aku merasa puas melihat hasilnya... aku sangat senang melihat perkembangan kalian semua, semua masalah yang kita hadapi secara bersamaan membuatku sadar bahwa aku tidak ingin lagi merepotkan kalian dengan masalah dan tugasku ini. Kalian harus bisa merasakan arti kedamaian dalam waktu yang sangat amat lama jika bisa untuk selama-lamanya, aku masih ingin berkembang dan bertambah kuat!!!" Korrina menatap Kou lalu mereka semua dengan senyuman yang dipenuhi tekad.


"Aku akan pergi untuk melaksanakan tugasku, mencari tahu misteri yang terdapat di setiap perbatasan inti semesta dan lingkungan yang baru seperti Palouce dan Reaoum, jangan mengecewakan diriku ketika aku kembali... kekuatan kalian masih rendah dan di bawah kekuatanku ketika aku kembali." Semua orang langsung termotivasi ketika mendengar perkataan itu, mereka sadar bahwa mereka juga masih bisa berkembang dan menjadi Legenda yang menginjak puncak paling atas dan puncak atas itu juga masih bisa dihancurkan untuk menginjak puncak yang lebih tinggi lagi.


"Jangan sampai kalian mengecewakan diriku ketika aku kembali nanti, kalian adalah harapan Touriverse... seorang pahlawan yang selalu melindungi Touriverse, tidak ada kata lelah dan tidak ada kata menyerah... kalian semua pasti menemukan sebuah cara untuk berhasil melindunginya. Aku memiliki banyak harapan besar kepada kalian semua, ya?" Korrina tersenyum kepada mereka semua.


"Tech akan mengawasi kalian semua, awasan-nya itu bisa aku lihat ketika aku kembali suatu saat nanti. Ingat, aku juga ada dimana-mana... jangan sampai menyerah dengan berlatih dan bertambah kuat ya." Korrina bangkit lalu seluruh teman gadisnya mulai menghampiri dirinya dan memberinya pelukan erat karena kata-katanya selalu memiliki makna tinggi seperti motivasi, Korrina juga bahkan melakukan beberapa tepukan tinju dengan teman laki-nya yang lain.


Korrina mulai berhadapan dengan Shira, "Jangan sampai cahaya harapan-mu itu hilang, Shira. Kau adalah salah satunya Saint Legenda yang aku percayai dapat menggunakan Touriverse's Hope dan Touri's Hope." Shira mengangguk lalu ia menunjukkan ekspresi yang dipenuhi dengan motivasi bahwa ia pasti akan bertambah kuat lagi dan lagi.


Korrina menghampiri Haruka lalu ia menatap dirinya yang masih terdiam, Korrina terkejut dan tersenyum sambil meneteskan air matanya ketika melihat Haruka meneteskan air matanya, sepertinya perkataan yang ia katakan terdengar oleh dirinya, "Kau juga selalu mengawasi ya, Haruka... sebentar lagi, Okaho akan menyelamatkan dirimu dan kamu hanya perlu diam sambil mengawasi ya~"


"Hah... hah... hah... syukurlah kami tidak terlambat, Korrina bodoh, kenapa tidak memberitahu diriku bahwa kau akan pergi!?" Tanya seorang Elf yang baru saja datang, Korrina terkejut ketika melihat beberapa orang yang ia kenal datang juga terutama para pahlawan dari berbagai semesta seperti Yuffie, Yusa, Aditya, dan Asuka.


"Kalian tidak perlu menghabiskan tenaga kalian untuk mengucapkan selamat jalan kepadaku." Korrina terkekeh.


"Mana mungkin ada pocong yang bisa terbang ke luar angkasa... hahahahaha..."


"...aku mohon jangan." Mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak ketika mendengar Korrina masih takut dengan hantu terutama hantu yang berasal dari negara Indonesia, ia tersenyum melihat mereka semua tertawa penuh dengan kebahagian seperti itu, mungkin ia bisa pergi tanpa harus mengkhawatirkan mereka semua sekarang.


"Beritahu kami semua... apa yang kau temukan di perbatasan ketiga inti semesta itu ya." Kata Yusa.


"Korrina harus berjuang!" Kata Asuka.


"Iya, baiklah!" Korrina tersenyum lalu ia menoleh ke belakang dan melihat Koura mengangguk, sudah saatnya ia pergi, "Sudah saatnya aku berangkat sekarang, teman-teman."

__ADS_1


""Kau harus kembali, Korrina. Jika tidak kami kasih pocong.""


"Hehhh, tantangan yang sangat kejam! Apapun asalkan jangan pocong!!!" Seru Korrina dengan ekspresi yang terlihat ketakutan, mereka kembali tertawa dan ia langsung mengembungkan pipinya, Korrina terkekeh lalu ia memberi ciuman terakhir untuk anak-anaknya, "Kou... ini... karena Kakakmu menolaknya jadi aku memberikannya kepadamu agar Kou bisa berlindung dan bertarung."


Korrina memberi Kou sebuah keris yang tercipta dari seluruh pedang terkuat yang terdapat di Touri, mereka semua tercengang ketika Korrina masih memiliki Keris tersebut dan sekang ia memberikannya kepada Kou, "Korrina, apakah kau yakin untuk memberikan Keris itu kepada Kou?" Tanya Arata.


"Tentu saja... aku sudah mengetahui kekuatannya sekarang dan Kou... jangan memberitahu kekuatanmu kepada mereka ya, biarkan mereka mengetahuinya sendiri~" Korrina tersenyum, Kou tersenyum lalu ia melompat-lompat penuh dengan kesenangan karena diberi senjata untuk bertarung dan berlatih di lain hari.


"Ehh!? Mama tahu!?" Okaho terkejut ketika mendengarnya, "Tentu saja~ Aku yang melahirkannya~"


"Itu tidak adil! Kapan Kou memberitahunya!?"


"Ketika kita bangun tidur." Korrina menghampiri Koura lalu ia meraba punggung Nurosa dan Koura selagi menatap mereka semua dengan tatapan yang dipenuhi dengan harapan bahwa mereka semua pasti akan baik-baik saja di tinggal.


""Selamat jalan, ratu Touriverse!!!""


Korrina menatap mereka semua dengan ekspresi yang dipenuhi harapan, "Ya! Kedamaian abadi untuk Touriverse!"



Korrina tersenyum lalu ia bersama Nurosa dan Koura diselimuti dengan cahaya biru muda lalu cahaya itu melesat ke atas dan meninggalkan Touri. Mereka semua melambaikan tangan mereka ke arah cahaya itu yang masih terlihat, mereka menyaksikan kepergian-nya sampai akhir dan setelah itu mereka bubar untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing.


***


Korrina bersama yang lainnya muncul tepat di luar perbatasan Touriverse, ia mencoba untuk terbang ke depan tetapi Koura menghentikan dirinya karena ia ingin Korrina untuk mengetahui tugasnya terlebih dahulu, Korrina bisa melihat kedua mata mereka bersinar cerah untuk melihat sesuatu yang sangat jauh, Korrina melakukan hal yang sama lalu ia menatap tajam ke depan sehingga pandangannya mulai melihat jutaan cahaya ke depan bahkan melewati jutaan cahaya, ia sontak kaget ketika melihat sesuatu di jarak yang sangat jauh itu.


"Apakah kau melihatnya, Korrina?"

__ADS_1


"Ya..."


"...aku melihat semesta yang sangat besar tapi jaraknya sangat jauh dan di sisi lainnya terdapat big bang yang sedang terjadi... proses terciptanya semesta 'kah? Bukan hanya satu tapi banyak sekali, tidak diragukan lagi kalian mengatakan perjalanan ini akan menghabiskan bertahun-tahun."


__ADS_2