
"Serangan Manusia datang lagi...!"
"Cyber, lepaskan lima Mecha Neko untuk melempar balik rudal itu kepada asalnya." Perintah Shinobu kepada Cyber yang langsung melaksanakannya dengan membuka pintu ruangan bawah tanah.
"Jika bangsa Manusia sudah bisa bersikap berani seperti ini... mereka sudah pasti memiliki kaitannya dengan konsep sihir yang sudah musnah." Ucap Ako.
"Ya, rasanya mereka memang memanfaatkan situasi buruk ini dengan mengerahkan semua senjata yang sudah mereka pegang..."
"...berhati-hati lah, ledakan nuklir itu sudah memiliki kandungan dari Mana yang dapat menekan daya tahan tubuh kita, aku harap kapasitas Lenergy kalian cukup untuk melawan balik."
Shinobu menarik laci mejanya lalu ia mengeluarkan sebuah dokumen yang menunjukkan ras Manusia, mereka semua lebih mendominasi dalam pertarungan jarak dekat dan murni tanpa yang dinamakan sihir.
"Umat Manusia bersikap seolah-olah mereka yang berhak menerima kedamaian dan kebebasan... tetapi alasan kenapa perang selalu terjadi adalah mereka..."
"...percuma saja jika mereka berhasil menyelesaikan masalah dengan membunuh kita bangsa Legenda, suatu saat nanti perang saudara akan terjadi hampir sama seperti kita melawan Legenda kerajaan dan Legenda fanatik."
"Kita terpaksa memberontak lagi, salah satu dari mereka pasti mengetahui alasan kenapa konsep sihir musnah atau mungkin mereka memang memiliki kemampuan manipulasi konseptual."
Mereka semua menatap satu sama lain dengan tatapan serius, "Awalnya aku mengharapkan sesuatu yang tidak terdengar serius... tetapi kemusnahannya konsep sihir sudah cukup mengerikan."
"Itu benar... populasi Touriverse kemungkinan sudah mengalami kemusnahan juga karena serangan rudal nuklir tadi..." Kata Konomi sambil melihat semua rekaman ledakan nuklir menggugurkan banyak sekali ras.
"Perbuatan mereka tidak bisa dimaafkan...!!!" Seru Shinobu keras yang mulai menghancurkannya meja belajarnya sampai mengagetkan mereka semua.
Shinobu terlihat sangat marah karena terlambat untuk mencegah kedatangan rudal nuklir itu, mengetahui semua ras yang tidak berdaya dan lemah mati karena ledakan nuklir membuat dirinya sangat frustrasi.
Koizumi melihat Shinobu terlihat begitu kesal, sangat kesal sampai dosa amarah yang ia miliki dapat mengukur rasa kesal dan amarahnya yang memiliki niat besar untuk menghancurkan umat manusia karena keserakahan dan keegoisan mereka.
"Shinobu, tenangkan---"
"Aku sudah tenang...!!! Aku sudah tenang saat ini...! Tidak, aku tidak tenang sama sekali...!!! Masalah Legenda fanatik sudah menjatuhkan banyak korban dan sekarang ledakan nuklir tadi menjatuhkan lebih banyak korban...!!!"
Shinobu duduk di atas kursi lalu ia memegang kepalanya sendiri, mencoba untuk menenangkan pikirannya tetapi Beast di dalam tubuhnya memberikan dirinya hasrat membunuh yang besar.
Mereka yang sudah menyebabkan banyak kerugian dan kehancuran berhak mendapatkan yang namanya hukuman besar dari dirinya yang bertujuan untuk membawa kedamaian itu.
Tetapi semuanya bersikeras, mencoba untuk menarik yang dinamakan perang alam semesta melawan satu sama lain, konsep sihir yang sudah musnah hanya memberikan bangsa Manusia keuntungan besar.
"... ..." Shinobu menghela nafasnya dengan tenang, mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk membalikkan kerugian tadi kepada bangsa Manusia yang terlibat dengan ledakan nuklir tadi.
"Kita akan pergi..."
"...menuju Yuutouri." Kata Shinobu dengan tatapan yang sangat tajam sampai mereka semua setuju dengan pilihannya, Manusia menjadi tersangka pertama atas kemusnahan sihir itu.
"Tetapi sebelum itu... kalian membutuhkan senapan yang digunakan oleh bangsa Manusia juga." Shinobu menatap Yuffie yang bersedia untuk menjadi amunisi dan penciptaan senjata.
__ADS_1
"Semua Ancient Legend sejak mengalami pertarungan alam semesta dulunya tidak mengandalkan yang namanya sihir bukan...?" Ako mulai berbicara.
"Mereka menggunakan senjata dan fisik murni mereka masing-masing karena nyawa mereka tidak akan bisa terbunuh dengan serangan sihir apapun, kebal dengan yang namanya sihir."
"Itu benar... kebetulan kemusnahan sihir ini tidak memberikan kerugian apapun kepada Koneko, tetapi aku merasa bersalah kepada mereka yang gugur tidak mengetahui konsep sihir hapus begitu saja."
"Yang mereka ketahui hanyalah detik-detik terakhir menerima ledakan nuklir yang menghabiskan semua Lenergy mereka untuk memperkuat daya tahan..."
Shinobu menyelimuti kedua lengan dan kakinya dengan teknologi, hampir sama dengan tangan dan kaki robot yang selalu ia gunakan ketika belum memiliki tangan dan kaki asli.
Shinobu melepaskan beberapa Golden Repulsor ke atas langit, "Alat Koneko mendapatkan sumber energinya melalui cahaya matahari pada pagi sampai sore..."
"...sedangkan untuk malam hari, aku hanya perlu berharap bahwa bulan dan bintang masih melepaskan cahaya untuk memberikan alat ini kekuatan."
Shinobu menyentuh lengan kanannya yang mengeluarkan senapan mesin [AK47], "Setiap senapan Manusia memiliki tekanan ketika menembakkan banyak sekali peluru..."
"...sumber Mana memberikan mereka keuntungan yang sangat besar untuk mengendalikan tekanan itu sampai mereka dapat menembak secara akurat."
"Lenergy juga sama... karena sumber energi sihir Legenda adalah gabungan dari segala energi sihir yang ada sampai kita dapat meniru apa yang Manusia lakukan." Shinobu mengalirkan Lenergy itu ke dalam senapan tersebut.
Shinobu membidik ke atas langit lalu menarik pelatuk senapan tersebut sampai melepaskan lima puluh peluru yang sudah diperkuat dengan Lenergy sampai pelurunya tadi sempat memasuki luar angkasa dan menghilang begitu saja.
"Peluru yang diperkuat Lenergy tergantung dengan daya kekuatan yang terkandung di dalamnya..."
"...jangan berlebihan memasukkan Lenergy itu atau kalian akan menciptakan daya ledakan yang sangat mengerikan." Peringat Shinobu yang mulai memasukkan kembali senapan itu ke dalam zirah teknologi di bagian kedua lengan dan kakinya.
"Tidak, aku hanya perlu lindungan di bagian tangan dan kaki sudah cukup karena kecepatanku bisa dibilang tidak normal untuk Manusia..."
"...aku adalah seorang Neko Legenda, ras yang lebih menerapkan kecepatan dibandingkan yang lainnya." Shinobu mulai mengambil peta alam semesta Yuutouri dan bumi untuk menandainya.
"Bertarung dengan senjata dan fisik murni, aku tidak begitu keberatan... aku lebih menyukai pertarungan adil seperti itu dibandingkan sihir." Ucap Koizumi dengan tatapan serius sampai ia menghampiri Yuffie.
"Yuffie, kamu bisa menciptakan senapan yang aku inginkan...?"
"Umu~ apa yang kamu inginkan... aku bisa membayangkan semua benda yang dapat aku ciptakan menggunakan Invent'o." Yuffie mulai melakukan sedikit pemanasan dengan jari-jarinya.
"Manusia diketahui dengan kehebatan senjata mereka dan tentunya semua kendaraan yang mengandung banyak sekali senjata..."
"... baiklah, kami akan mengikuti rencanamu Nobu, senjata memang kita butuhkan untuk melawan balik Manusia yang berada di jarak jauh." Ako mengangguk.
Mereka semua setuju dengan berjuang hanya menggunakan fisik dan sihir saja karena Legenda yang pertama tidak memiliki yang namanya sihir karena mereka semua adalah ras bar-bar yang menyebabkan kekebalan terhadap apapun.
Fisik saja sudah cukup karena bangsa Legenda mengatasi masalah apapun dengan fisik sejak itu sampai pukulannya pernah menghancurkannya hukum itu sendiri.
Semua serangan rudal yang mencoba untuk masuk ke dalam alam semesta Yuusuatouri di lempar balik oleh beberapa Mecha Neko yang Shinobu perintahkan untuk menjaga keamanan alam semestanya sendiri.
__ADS_1
Yuffie memutuskan untuk membantu mereka semua dengan menciptakan banyak sekali persiapan senjata yang dimiliki oleh Manusia termasuk dengan amunisinya.
"Sumber energi sihirku tidak terbatas jika konsep sihir sudah musnah, aku memilih sihir untuk memulihkan energi sihirku kepada asalnya sampai bisa menciptakan semua hal yang aku inginkan."
"Sayang sekali ya..."
"Tenang saja, aku bisa mengisi kembali kapasitas Lenergy kalian dengan ini." Kata Koizumi sambil menyentuh lehernya yang memiliki lambang Greed.
"Ahh, benar juga...! Kita terselamatkan...!" Konomi merasa bersyukur ketika mengetahui Koizumi bisa menjadi pengisi kapasitas mereka semua.
"Sayang sekali kita tidak akan bisa terbang ya..." Hinoka menghela nafasnya.
"Tenang saja, Kak Hinoka, aku bisa menggunakan Mecha Neko yang dapat dijadikan sebagai zirah teknologi untuk kalian agar bisa terbang dan mendapatkan perlindungan tambahan."
"Hohhh~ kamu memang jenius ya, sepupu kecilku~"
Melihat mereka semua mempersiapkan segalanya dari sekarang membuat Anastasia merasa tidak berguna karena ia hanya bisa melihat tanpa membantu sedikit pun.
Shinobu menatap Anastasia yang terlihat murung, "Kak Anastasia... kenapa kamu terlihat murung seperti itu?"
"Ahh, tidak apa-apa... aku masih kaget soal ledakan nuklir tadi, mengetahui konsep sihir musnah juga terasa seperti dunia ini semakin menuju kehampaan."
"Benar... tetapi Koneko akan memecahkan semuanya, ledakan tadi adalah perlawanan dari mereka yang perlu dibalas balik!" Kata Shinobu dengan tatapan serius.
"Itulah kenapa... Koneko akan berjuang...!" Seru Shinobu sampai ia mendengar panggilan Cyber yang memperingati dirinya bahwa seseorang saat ini sedang berada di depan kabin.
"Putri kecil, nona Ophilia saat ini berada di depan pintu." Kata Cyber, Shinobu bergegas naik ke permukaan atas untuk membuka pintu kabin itu sampai ia melihat Ophilia yang terlihat begitu panik.
"Hah... Hah... Hah..."
"...syukurlah, kalian baik-baik saja!"
"Ada apa, nenek?" Tanya Koizumi.
"Ledakan nuklir tadi... mengubah semua bangunan kita menjadi debu... dan gejala aneh lainnya adalah aku tidak bisa menggunakan sihir sama sekali termasuk terbang ke atas langit."
Shinobu mengingat beberapa orang yang sedang menjalani misi, salah satunya adalah Shira yang saat ini berada di Realm of Light sudah pasti akan terjebak di dalamnya karena tidak melalukan perpindahan cahaya.
"Kita akan berkumpul di restoranmu!" Kata Shinobu untuk mengurus sesuatu yang lebih penting dari Manusia yaitu keselamatan para Legenda yang sedang melakukan misi di berbagai macam lokasi.
***
Mitler mengerutkan dahinya ketika melihat beberapa rudal nuklir itu terlempar kembali menuju arah planet yang tidak berpenghuni, melihatnya saja membuat dirinya kesal karena seseorang masih bisa melawan penerbangan rudal itu.
"Jenderal, semua rudal itu berasal dari alam semesta Yuusuatouri... kemungkinan besar bangsa Legenda melakukan sesuatu dengan rudal itu sampai kembali masuki alam semesta Yuutouri."
__ADS_1
"Sialan... ternyata hanya Yuusuatouri yang dapat memberontak ya, kalau begitu kita hanya perlu mengurus alam semesta lainnya yang tidak bisa melakukan apapun!"
"Kita musnahkan Vampir dan Iblis itu lebih awal...!"