
Rokuro saat ini sedang mengurus semua energi hijau yang berada di semesta Zuusuatouri dengan menyerap-nya menggunakan kubus yang ia pegang, Hana melakukan hal yang sama dan ia berharap untuk tidak bertemu dengan Akina karena ia takut Akina dan Asuka sudah memiliki cucu lagi dan cucu itu sama tidak normalnya dengan mereka. Gadis dan gadis saling menyukai itu benar-benar cukup menggelikan bagi Hana.
Minami hanya perlu menunggu panggilan dari mereka, tidak ada yang mengetahui keberadaan Minami karena ia menyamar dan melakukan kamuflase sama halnya seperti bunglon dimana ia tidak bisa dilihat atau dirasakan, tugas seperti ini cocok untuk seorang Neko Legenda yang memiliki kemampuan terhadap alam di sekitarnya. Minami benar-benar gugup ketika ia berada di masa depan, ia tidak ingin mengetahui sesuatu yang mengejutkan dirinya dan melihat Shira saja sudah cukup untuk membuat Minami berkeringat dingin.
Tubuh Minami dipenuhi dengan keringat dan ia sendiri bahkan bernafas cukup berat, ia takut untuk melihat dirinya sendiri di masa depan. Telinga Minami yang begitu tajam mendengar beberapa suara gadis yang melewati lorong, lorong yang sama dengan Minami sehingga ia melihat ruang tamu yang sama di masanya itu, "Ruangan tamu itu tidak pernah berubah ya..." Minami mengalihkan pandangannya ke arah suara dan sontak kaget ketika melihat Haruka yang sudah besar, terlihat seperti seorang ibu yang sudah memiliki anak.
"Bfffttt... k-kenapa Haruka terlihat seperti ibu yang cantik di masa ini... ahh, ini benar-benar masa depan 'kan!?" Minami mencoba untuk menahan tawa-nya ketika melihat Haruka bersama seorang gadis yang memiliki tinggi sama seperti dirinya, gadis itu memiliki warna rambut merah yang sama seperti Haruka dengan kedua matanya yang terlihat mematikan karena Haruka merasakan sesuatu di kedua matanya itu, "A-Apakah dia anak Haruka...?"
"Tidak... jika aku melihat Haruka di sini, itu artinya Haruka benar-benar akan kembali. Walaupun semua ini hanyalah prediksi dan cuplikan yang aku lihat, setidaknya aku senang untuk melihat Haruka yang sudah tumbuh besar... kalau begitu aku harus berjuang lebih keras lagi..." Minami menemukan Haruka sekarang dan ia hanya perlu menunggu sampai waktunya tepat, Kuharu memperhatikan Minami dan ia tidak tahu harus bertindak apa karena mereka sudah berada di jarak yang dekat untuk bertemu dengan dirinya kembali.
Minami mengikuti Haruka dari belakang dan ia merasa penasaran dengan pembicaraan mereka yang terlihat menyenangkan, Minami melakukan ini dengan sengaja agar ia bisa mengumpulkan informasi lain di masa depan. Kesempatan seperti ini tidak bisa ia sia-siakan karena ia juga harus sepenuhnya siap dengan masa depan yang berbeda, cuplikan ini terlihat cukup damai karena bisa melihat seorang gadis kecil yang ikut bersama Haruka.
"Hari ini kamu mau makan malam apa, Koizuka?" Tanya Haruka, Minami baru saja mengetahui nama dari anak itu [Koizuka] melihat nama awalan [Ko] sudah cukup meyakinkan bahwa gadis satu ini keturunan Comi, ternyata garis keturunan satu ini masih terus berkembang sehingga Koizuka cukup menarik perhatian Minami karena kedua matanya yang terlihat memiliki tatapan mematikan, mungkin mereka tidak bisa melihatnya tetapi Minami bisa merasakannya dengan jelas, "Haruka... aku ingin tahu kau menikah dengan siapa sampai bisa memiliki anak seperti ini..."
"Apakah kita tidak bisa pergi keluar untuk makan malam di restoran Kakek...?"
"Hmm... boleh saja sih tetapi jangan lama-lama ya, Mama memiliki pekerjaan yang harus diurus."
"Ahh... untuk nenek ya...? Apakah Nenek tidak pernah kembali...?"
__ADS_1
Percakapan mereka menciptakan banyak pertanyaan di dalam pikiran Minami, yang dimaksud Koizuka tentang kakek siapa dan sepertinya nenek yang dimaksud oleh Koizuka mungkin Korrina. Itu artinya di masa depan ia belum kembali walaupun perjalanan itu cukup panjang, ia tidak menyangka bahwa Kou akan pergi selama 20 tahun lamanya, bisa terlihat dari kubus waktu yang ia pegang.
"20 tahun ke depan ya... apakah Korrina tidak pernah kembali selama perjalanan itu?"
Minami terus mengikuti mereka dan entah kenapa ia merasa bersalah sampai kepalanya pusing karena dibingungkan dengan pertanyaan yang seharusnya tidak ia pecahkan, masa depan yang ia lihat bisa saja berubah jadi ia hanya perlu diam dan menunggu sampai Haruka sendiri.
Ia ingin merebut kubus waktu itu dengan cepat agar bisa pergi kembali menuju masanya untuk menghancurkan Kuharu secara habis-habisan, "Koizuka, setelah ini... kamu mau bermain dengan Koneko dan Kotone?"
Lagi-lagi Minami dikejutkan dengan dua nama gadis yang berkaitan dengan keturunan Comi, mereka bertambah lagi dan lagi sehingga Minami bertambah penasaran dengan kedua gadis itu. Haruka masuk ke dalam ruangan yang terasa dingin karena suhu ruangan-nya itu dan Minami diam-diam masuk ke dalam ruangan tersebut sehingga melihat seorang gadis yang memiliki rambut merah dengan sedikit keputihan di sekitarnya, "... ...!?"
Bukan hanya warna rambut yang mengejutkan Minami tetapi gadis itu memiliki telinga kucing dan ekor kucing, "T-Tidak mungkin... N-Neko Legend...?"
"Koneko, selamat pagi~"
"Ahh, Koizuka... pagi." Koneko tersenyum, Minami tidak bisa mengeluarkan satupun kata ketika gadis yang bernama Koneko ini benar-benar seorang Neko Legenda, pertanyaan lainnya muncul di dalam pikirannya sehingga Minami melihat Haruka membantu Koneko untuk bangun, "Ahh..."
Minami bisa melihat kondisi Koneko yang benar-benar buruk karena kedua lengannya itu terbuat dari besi dan kedua kakinya juga, kemungkinan besar ia tidak memiliki kedua lengan dan kaki yang asli bisa terlihat dari pergerakan-nya terlihat sangat kaku.
"Apakah kamu bisa jalan sekarang, Koneko? Aku sudah memperbaiki kedua lengan dan kakimu... aku juga meminta Systi untuk memperbaikinya."
__ADS_1
"Sudah baik sekarang... mungkin aku bisa mengendalikannya secara bertahap, terima kasih, Haruka... Aku akan mencoba sekuat mungkin untuk berusaha jalan sekarang, Koizuka sudah datang maka aku ingin bermain dengannya." Kata Koneko dengan senyuman yang terlihat lembut, senyuman itu membuat hati Minami merasa tidak enak karena ia mengingatkan dirinya kepada Kou.
"Kenapa... takdir garis keturunan keluarga ini harus buruk...? Sampai ada yang tidak memiliki lengan dan kaki..."
Beberapa menit kemudian, Minami mulai mengikuti Haruka yang pergi menuju ruang kerja, meninggalkan Koneko dan Koizuka di dalam kamar itu. Minami ingin menghabiskan waktu bersama mereka tetapi ia baru saja ingat tentang tugas yang harus ia laksanakan dengan cepat, tidak menghabiskan waktu yang lama sebelum Minami menyaksikan sebuah alat yang besar, terlihat seperti portal yang dapat membawa Korrina kembali pulang.
Minami mencoba untuk memeriksa semua ruangan satu per satu dan ia tidak menemukan apapun kecuali barang yang terlihat rumit, sepertinya ia harus melakukan rencana kedua jika ia tidak menemukan apapun.
Beruntungnya Honoka dan Kou memberi Minami sesuatu jika rencana tidak berjalan begitu lancar, Minami mengeluarkan sebuah kristal berwarna emas lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah Haruka yang menghilang begitu saja, "Sial..."
Kuharu tersenyum jahat karena ia berhasil mempengaruhi Haruka yang berada di masa depan dengan kubus hitam itu, semuanya bisa ia kendalikan asalkan tidak mengubah masa depan, tidak lama kemudian Minami menunjukkan keberadaannya dan ia melepaskan gelombang cahaya besar di sekitarnya yang mampu membawa dirinya ke dalam hutan emas dengan langit-langit yang dipenuhi dengan bintang dan bulan emas yang sangat besar, "Maaf, Haruka, aku membutuhkan sesuatu darimu jadi aku membawamu ke dimensiku sendiri... [Golden Forest]."
Haruka berada tepat di hadapan Minami dengan ekspresi yang terlihat datar, Minami bisa melihat jelas bahwa kubus hitam itu berada tepat di keningnya sehingga ia tidak memiliki pilihan lain untuk bertarung. Masa depan tidak akan berubah jika ia membawa Haruka ke dalam dimensinya karena Kuharu sudah mulai bergerak dan mencoba untuk menghentikan Minami, "Kau pasti kuat di masa ini... bisa juga menjadi pengalaman dan latihan untuk diriku, aku senang untuk bisa bertarung dengan dirimu lagi---"
Minami terpengaruh dengan penghentian waktu dan ia melihat Haruka melancarkan beberapa serangan tetapi serangan itu menembus tubuh cahaya Minami, "Aku juga bertambah kuat, sepertinya kekuatanmu tidak jauh lagi dengan waktu ya... kita bandingkan dengan cahayaku!" Minami melepaskan dorongan besar di sekitarnya sehingga ia bergerak cukup cepat sampai penghentian waktu itu ia hancurkan dengan mudah.
"Sepertinya Minami benar-benar ancaman yang sangat menyebalkan... kekuatan sihir yang sangat menyebalkan!!! Sialan!!!" Seru Kuharu keras sambil menunjukkan ekspresi yang kesal, ia tidak bisa mengendalikan sesuatu dari masa depan dalam waktu yang lama karena tubuhnya saat ini ikut terpengaruh juga.
"Aku sudah siap kapanpun, Haruka..."
__ADS_1
"...berikan aku kekuatan dari kubus waktumu jika aku menang!!!"