
"... ..." Shinra mendarat di atas tanah yang berwarna hijau tua, ia merasakan panggilan yang tidak terduga oleh seseorang yang ia kenal, karena saking penasaran-nya ia datang hanya untuk memastikan tujuan dari panggilan tersebut. Sepertinya wilayah itu dipenuhi dengan kerangka serta mayat yang berserakan dimana-mana.
"Tempat mengerikan apa ini... aku mencium banyak sekali mesiu... bukan hanya mesiu tetapi semua aroma yang mengerikan bisa aku rasakan sekaligus." Shinra menjelajahi wilayah tersebut pelan-pelan karena ia tidak mau bahaya muncul dengan tiba-tiba.
Ia tidak melihat keberadaan siapapun, sepertinya mereka yang mencoba untuk memanggil bala bantuan telah terbunuh duluan sebelum Shinra sempat sampai di planet yang sangat tua itu, planet mengerikan yang bernama [Necromary] terletak di dalam semesta kecil yang bernama [Zuutouri] dimana para ras Vampire tinggal.
"Sepertinya peristiwa yang menggabungkan kedua semesta Touri berbeda mampu menciptakan sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelum-nya, hebat juga... Aku harap semua ini benar-benar tidak merugikan siapapun, tetapi aku masih curiga dengan Korrina... kenapa dia selalu pergi dan tidak pulang kembali untuk melapor tujuan asli...?" Shinra melihat banyak sekali mayat malaikat yang terbunuh cukup sadis.
"Tidak mungkin... Aku benar-benar terlambat, sepertinya mereka semua sudah mati---" Terdengar suara ledakan yang berasal dari arah barat, ledakan itu benar-benar membuat dirinya terkejut sehingga ia merasakan keberadaan Komi yang terasa seperti bertarung dengan seseorang.
Shinra tanpa segera pergi menuju ledakan tersebut untuk mencari tahu apa yang sedang Komi lakukan, ketika ia tiba di atas gunung yang sangat tinggi... terlihat banyak sekali ras Vampire yang sedang bertarung sampai mati mencoba untuk melindungi sebuah gua tetapi Komi terlihat seperti menikmati pertarungan ini... dia sendiri masih bertahan melawan semua Vampire yang berjumlah ribuan itu.
"Apa yang dia lakukan...? Selama ini kau disini, Korrina...!" Shinra terkejut ketika melihat Komi yang membunuh mereka semua dengan cara yang sadis, bukan hanya Komi saja yang Shinra lihat, ia juga melihat seseorang yang memiliki rambut emas serta sumber cahaya yang besar di dalam diri orang tersebut.
"S-Seorang Legenda...? Ini pertama kalinya aku melihat seorang Legenda yang memiliki sumber cahaya sebesar ini, apakah dia juga memiliki sihir cahaya yang sama hebat-nya sepertiku?" Shinra benar-benar melupakan tujuan utamany, seharusnya ia menghentikan Komi yang saat ini sedang membunuh mereka semua tetapi Legenda yang ia lihat benar-benar menarik perhatian-nya.
Seseorang yang Shinra liat adalah Shira, salah satu-nya Legenda yang memiliki sihir cahaya sempurna di dunia-nya sendiri, ia tidak bisa merasakan Shinra karena tubuh-nya bergetar ketakutan ketika merasakan keberadaan Komi sendiri... ia mampu bertahan melawan mereka semua dengan mudah bahkan kedua Vampire yang ia kenal bernama Vania dan Elvano itu terkalahkan begitu mudah.
Komi hanya tertawa terbahak-bahak melihat mereka semua mati dengan cara yang sadis, tidak ada keselamatan bagi mereka melainkan penderitaan saja yang melanda mereka semua. Vania tidak bisa bertarung karena senjata yang selalu ia pakai hancur dengan satu tatapan Komi bahkan Elvano sendiri tidak bisa memimpin seluruh pasukan-nya.
"Kalian semua benar-benar keras kepala ya... menghalang jalan-ku saja..." Komi berjalan ke depan dengan senyuman sadis di wajah-nya, semua Vampire yang mencoba untuk menyerang-nya dan mengepung diri-nya berakhir menjadi daging potongan kecil karena keberadaan Komi sangat kuat sehingga dengan satu langkah sudah mampu mengubah menjadi menjadi potongan daging.
Komi melebarkan mata-nya hingga semua Vampire yang ada di hadapan-nya berubah menjadi partikel putih karena tatapan Komi sekarang mengandung sihir [Vanish], dia bertambah kuat lebih dari sebelumnya. Vania mencoba untuk melawan Komi tetapi Elvano menghentikan-nya dengan menghalang-nya sehingga Shira datang dengan meluncurkan matahari ke arah Komi.
Baaaammmmm...!!!
Shinra tercengang ketika melihat Shira dapat menciptakan sebuah matahari lalu melempar-nya ke arah dirinya, ledakan yang ditimbulkan matahari itu cukup besar tetapi ketika asap yang menghalangi tubuh Komi menipis, terlihat dirinya masih pulih dan tidak terluka sama sekali... serangan tadi hanya mampu membuat Komi tertawa lebih keras.
__ADS_1
"Jadi kau sudah setuju dengan pikiran-mu sendiri 'kah? Bukannya pikiran-mu itu dipenuhi dengan rasa ketakutan ketika melihat diriku yaitu Korrina Comi---"
"Jangan berikan aku omong kosong lagi, Komi! Aku sudah mendapatkan banyak informasi tentang diri-mu dan dimensi palsu... sepertinya kau adalah ancaman yang sebenarnya, untuk apa aku takut kepada seorang Legenda!? Harga diri seorang Legenda itu tidak akan pernah hilang, aku tidak takut kepada diri-mu!!!" Shira mengendalikan seluruh cahaya yang ada di sekitar-nya lalu mengubahnya menjadi sumber kekuatan yang ia gunakan untuk melakukan sihir cahaya tanpa henti ke arah Komi.
Shinra benar-benar dikejutkan oleh Shira karena ia bisa merasakan cahaya yang ia kumpulkan di dalam diri-nya tiba-tiba terserap oleh Shira, ia mengubah semua cahaya itu menjadi sumber kekuatan dan sihir untuk menyerang Komi tetapi Komi sama sekali tidak terluka melainkan ia bertambah kuat berkat bantuan dari wujud [Crimson Queen].
"Ck..." Shira ingin sekali menunjukkan semua kekuatan dan potensi yang ia miliki tetapi Kuro memperingati dirinya untuk bertarung melawan Komi bertahap, siapa tahu ia memiliki sebuah kekuatan atau kemampuan yang belum ia ketahui sebelum-nya. Melihat Komi yang benar-benar kebal dengan segala serangan membuat Shira langsung melayang ke atas.
Shira mengangkat kedua lengan-nya, "Hahhhhhh....!!!" Matahari muncul di atas kepala Shira, bentuk-nya bertambah besar per detik hingga mengejutkan Shinra lagi dan lagi tetapi Komi hanya menatap matahari itu dengan tatapan yang tenang.
"Kau terus mencoba ya...? Sama ceroboh-nya dengan Shira yang aku kenal." Komi tertawa terbahak-bahak, Shira merasa kesal ketika mendengar Komi terus tertawa seperti itu karena ia merasa sangat bersyukur untuk tidak memiliki Korrina yang sama seperti-nya.
"Rasakan ini...!!! Komi...!!!" Seru Shira keras sehingga ia melempar matahari itu ke arah Komi, tekanan yang dimiliki matahari itu sangat besar hingga Shinra turun tangan untuk membantu beberapa Vampire yang berada di medan perang itu sehingga Komi tersenyum jahat ketika melihat diri-nya serta merasakan keberadaan-nya.
"Jadi... kau disini ya..." Kedua mata Komi memancarkan cahaya putih lalu matahari yang melesat menuju arah-nya tiba-tiba terbang kembali kepada Shira ketika merasakan keberadaan dan tekanan Komi yang sangat mengerikan, ia tidak perlu melakukan apapun untuk membuat matahari itu tiba-tiba terbang kembali ke arah Shira.
"Ck... dia benar-benar kuat..." Shira menyerap semua matahari itu, ketika ia selesai menyerap semua matahari tersebut... cahaya putih terlihat di kedua mata-nya hingga Komi berada tepat di hadapan-nya sehingga Shira melebarkan matanya, tidak diberi kesempatan sekecil apapun untuk menyerang karena Komi menghantam leher-nya sehingga ia terlempar ribuan meter ke belakang lalu pingsan.
"Akhirnya... Satu-satunya buku sihir yang dapat membawa-ku menuju kemenangan, semua-nya akan berubah...!!! Tidak ada lagi yang nama-nya dimensi asli karena palsu akan menggantikan yang asli dan palsu akan selalu menjadi yang terbaik...!!!" Komi menghancurkan semua rantai itu dengan satu tatapan lalu ia mengangkat buku sihir itu ke atas.
"Dengan ini...!!! Aku sudah mendapatkan dua buku sihir...!!! Grimoire of Oath dan Grimoire of Necromancer!!!" Komi tertawa terbahak-bahak sehingga buku itu menyelimuti Komi dengan aura hijau yang mengartikan ia diterima sebagai pemilik dari buku sihir Necromancer.
Di sisi lain-nya Shinra baru saja menyelamatkan semua Vampire itu, Vania dan Elvano awal-nya berpikir bahwa dia adalah kakak dari Shira tetapi ternyata tidak melainkan dia bernama [Shiratori Shira], hal itu cukup membingungkan sehingga Vania dan Elvano pamit kepada Shira karena ia harus melindungi semua vampire untuk tidak lagi berkunjung kepada gua yang terdapat buku sihir Necromancer di dalam-nya.
"Sekarang... Aku harus berbicara dengan Korrina sepertinya." Shinra melirik ke belakang lalu ia melihat Homura yang lari menghampiri diri-nya dengan senyuman yang mampu membuat diri-nya tersipu, "H-Homura? Apa yang kau lakukan di sini?"
"Shiraaa.... Aku mencari-mu dimana-mana, ternyata kau berada di tempat aneh ini ya, kau benar-benar membuatku khawatir---" Dada Homura tiba-tiba tertusuk dengan sebuah pedang cahaya, Shinra melebarkan mata-nya ketika melihat Homura yang tertusuk dari belakang oleh seseorang yang ia kenal.
__ADS_1
"H-Homura...!?" Shinra terkejut ketika melihat orang itu mencabut pedang itu lalu menendang Homura ke depan sehingga ia terjatuh tepat di depan Shinra dengan ekspresi yang terlihat seperti menahan kesakitan, ketika Shinra mencoba untuk memulihkan diri-nya, Homura tiba-tiba berubah menjadi cahaya yang merasuki tubuh seseorang yang baru saja membunuh-nya.
Shinra mengepalkan kedua tinju-nya hingga gigi-nya tertutup rapat, ekspresi-nya terlihat kesal bahkan amarah-nya melonjak tinggi ketika melihat istri-nya yang baru saja datang lalu terbunuh di hadapan-nya, "Keparat...!!! Sialan...!!! Kau...!!!"
"Istri-mu ternyata lemah... apakah kau pantas untuk memiliki istri seperti itu, Shinra?" Orang itu tertawa terbahak-bahak, seseorang yang baru saja membunuh adalah Shira.
Shinra sendiri merasa tidak percaya dengan perbuatan sehingga emosi dan amarah-nya mampu meningkatkan seluruh kekuatan-nya, ia meneteskan banyak air mata karena istri-nya baru saja mati.
"Kau...!!! KAU AKAN AKU BUAT MENDERITA, SIALAN!!!" Shinra melesat menuju arah diri-nya sehingga Shira tiba-tiba menghilang.
"Sial...!!! Kemana kau pergi...!!!! Tunjukkan diri-mu, dasar pengecut...!!!" Shinra mengerang keras sehingga ia meninjuk daratan beberapa kali sambil meneteskan banyak air mata.
Komi muncul di belakang Shinra lalu ia menyentuh bahu-nya sehingga Shinra menatap diri-nya dengan ekspresi yang kesal, "Apa mau-mu!?"
"Kau seharusnya bertarung dan berjuang bersama-ku untuk menghancurkan dimensi asli... Hancurkan semua makhluk hidup yang berasal dari dimensi asli, termasuk diri-mu sendiri!" Tatapan Komi terlihat serius.
"Ternyata Legenda yang memiliki sihir cahaya sempurna itu adalah sesosok diri-ku dari dimensi asli...? Grrrgghh... Dia benar-benar akan menerima rasa penderitaan yang kuberikan!" Shinra bangkit dari atas tanah.
"Tenang saja, Shinra. Mari kita kumpulkan teman-teman kita, salah satu dari mereka masih belum bisa mempercayai tentang fakta bahwa dimensi asli itu adalah alasan utama dalam semua konflik dan ancaman yang kita hadapi."
"Aku tahu..." Shinra mengangguk.
"Tenang saja, nyawa Homura masih aman karena aku dapat menghidupkan-nya kembali."
"Kalau begitu aku mohon, Korrina. Hidupkan Homura kembali, sekarang tujuan utama-ku adalah membunuh Shira yang berasal dari dimensi asli. Sepertinya aku harus berlatih untuk bertambah lebih kuat lagi." Shinra terbang pergi meninggalkan wilayah tersebut.
"Hehh..." Komi tersenyum jahat lalu ia menjentikkan jari-nya karena semua peristiwa yang baru saja Shinra lihat hanyalah sebuah ilusi belaka milik Komi.
__ADS_1
"Heh... Hehehe... Hahaha...!!!"
"HAHAHAHAHAHA...!!!!"