Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 211 - Pikiran Berbeda


__ADS_3

"Apa yang kau mau dari kami, Arisu?" Konari menghalang Korrina, Arisu hanya diam... tatapan-nya terarah kepada Korrina yang terlihat diam, kedua mata-nya terlihat sangat mati karena semua populasi asli Touri telah menganggap diri-nya sebagai penghianat hingga ia berubah menjadi seperti ini.


Pengkhianatan seperti apapun itu, sudah pasti akan merugikan seseorang hingga bisa saja mengubah orang itu yang baik menjadi seseorang yang membenci segala-nya, tetapi Arisu percaya bahwa Korrina yang berasal dari dimensi asli ini tidak akan pernah mengetahui arti dari balas dendam juga ia tidak akan pernah berubah menjadi sesosok yang berbeda karena peristiwa itu.


Arisu menggelengkan kepala-nya, membuat Konari melebarkan matanya karena ia bisa mendengar dan melihat perasaan serta isi hati yang dimiliki oleh Arisu bahwa ia membiarkan mereka berdua pergi untuk sesaat, lebih baik-nya Konari bisa membaca pikiran Arisu yang awal-nya ia sudah berpikiran ingin bekerja sama bersama Korrina dan Konari untuk menyelamatkan Komi yang benar-benar sudah busuk.


Konari bisa membaca semuanya hingga ia sempat terkejut bahwa salah satu dari anggota keluarga-nya telah dicuci otak oleh Komi karena membantah perintah-nya untuk menghancurkan dimensi yang asli, Arisu sendiri yang benar-benar merasakan sesuatu yang janggal tentang Komi sendiri dan Konari langsung berhenti untuk melindungi Korrina.


"Ternyata kau berpikir seperti itu juga, seberapa banyak korban yang telah ia cuci otak...? Sebenarnya yang mencuci untuk bukan Komi sendiri melainkan seseorang yang mengendalikan Komi di atas sana seperti mengendalikan sebuah boneka tanpa nyawa, tetapi perasaan yang dimiliki itu benar-benar asli. Hanya dengan sebuah percakapan dari orang itu saja sudah mempengaruhi Komi, jelas sih... dia mudah lengah dan meremehkan tanpa berpikir."


"Orang itu? Siapa yang kau maksud?"


"Entahlah, selama ini aku, Haruka, dan Honoka masih belum mengetahui siapa orang yang mengendalikan Komi seperti boneka... jika aku rancang kembali kata-kataku maka Komi bertingkah seolah-olah ia benar-benar dewi segalanya, hanya dengan percakapan orang itu... ia mudah terkendalikan hingga berpikir bahwa semua konflik dan ancaman yang datang itu berasal dari dimensi asli kita ini." 


Sekarang Arisu mengerti, sebagian teman yang ia tahu juga memiliki dendam dengan dimensi asli karena mereka memiliki pikiran yang salah paham seperti semua ancaman dan konflik besar-besaran itu ada karena keberadaan dimensi asli, mereka semua tidak menerima bahwa diri mereka itu palsu... semua ini benar-benar salah Haruka, Arisu sempat membenci Haruka ketika mengetahui tentang dua Touri yang berbeda.


"Tidak ada guna-nya untuk membenci Haruka, Arisu. Dia adalah satu-satunya alasan kita semua masih tinggal di dunia yang hebat ini... Dia memiliki sebuah rencana, rencana yang tidak dapat kita mengerti... hanya diri-nya saja yang dapat melihat dan mengerti dengan masa depan yang akan datang, sebuah ancaman dan konflik yang jauh lebih besar masih jauh dan itu akan terjadi suatu saat nanti."

__ADS_1


Konari sebisa mungkin menjelaskan tentang kebaikan Haruka kepada Arisu agar ia bisa menerima-nya, semua yang ia lakukan itu terlihat buruk bagi pandangan mereka sendiri tetapi bagi pandangan tertentu... Haruka adalah pahlawan yang mengubah semua hal mustahil menjadi sesuatu yang asli, kedamaian yang dapat diraih oleh diri-nya dan keluarga disekitar-nya termasuk Korrina sendiri yang mengalahkan Shinku.


Melihat keadaan Korrina yang memburuk, Arisu langsung tidak memperdulikan tentang Haruka yang masih belum ia percayai... bukti dari melihat Korrina saja sudah cukup untuk membuat diri-nya yakin bahwa semua yang dikatakan oleh Konari adalah kebenaran, tetapi dia juga harus waspada dengan Konari yang dapat membaca apapun dengan hanya menatap serta merasakan-nya.


"Lupakan soal Haruka dulu! Lebih baik kita membawa Korrina pergi ke sebuah tempat agar ia kembali pulih..." Arisu membantu Korrina dan Konari menatap wajah Arisu dengan ekspresi yang terlihat senang, ia tersenyum kecil karena Arisu benar-benar berada di pihak mereka... sepertinya masih terdapat beberapa orang yang bisa dipercayai dari dimensi palsu.


 Mereka berdua pergi meninggalkan luar angka secepat mungkin, Arisu membawa mereka berdua ke wilayah dimana populasi palsu berada, sepertinya dengan menampakkan keberadaan yang tidak bisa dirasakan oleh populasi asli mungkin akan baik-baik saja, lagipula Konari masih bisa melindungi Korrina.


Ketika mereka tiba di wilayah yang cukup aman dari populasi asli, Arisu membaringkan Korrina di atas kasur dimana ia mulai dipenuhi dengan keringat dingin, Korrina bernafas sangat berat dan Konari segera mengangkat kedua lengan-nya untuk melihat garis-garis merah Crimson-nya membentuk tiga garis yang melambangkan kemampuan untuk memperkuat serangan.


Ketika ketiga garis itu memancarkan cahaya merah maka serangan selanjut-nya Korrina itu diperkuat, jika ketiga garis itu sudah memancarkan sinar yang sama maka serangan selanjutnya berpotensi untuk menghancurkan planet termasuk musuh dengan sekali pukulan hingga mengubah diri menjadi partikel merah.


"Sementara... tetapi seiring-nya waktu berjalan maka dia akan baik-baik---" Konari melirik ke belakang karena ia merasakan keberadaan seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu, ia melihat Homura yang masuk ke dalam ruangan itu memegang beberapa makanan untuk Korrina agar kondisi-nya kembali membaik.


"Kau pasti Homura ya... Shiratori Homura, itu artinya kau adalah istri dari Shiratori Shira yang berasal dari--- Ehem, maaf, sepertinya telah mengalami kebiasaan dalam membacakan informasi seseorang panjang dan lebar..." Konari menggaruk-garuk pipinya dan membuat Homura terkekeh pelan.


"Tenang saja, kau pasti seorang Legenda yang berasal dari dimensi asli ya... tidak ada yang perlu harus aku ceritakan seperti-nya karena kau sudah mengenal-ku, Arisu memberitahu kami tentang diri-mu... Kalau tidak salah kau adalah gabungan dari Komi dan Korrina hingga menciptakan Legenda yang baru yaitu Konari Comi." Homura menempatkan makanan yang ia bawa di atas meja lalu ia duduk di sebelah Korrina.

__ADS_1


"Sepertinya kau benar-benar memberitahu mereka semua ya, Arisu... Bagaimana jika salah satu dari orang yang kau beritahu itu memiliki rencana untuk menghianati kami?" Konari mengancam Arisu dan Arisu menggelengkan kepala-nya, "T-Tidak kok, hanya orang tertentu yang aku beritahu... tentu saja aku harus mempercayai ibu-ku sendiri."


"Baiklah..." Konari mengangguk pelan, ia memejamkan kedua matanya untuk mencari lokasi Haruka dan Honoka... sepertinya mereka tidak jauh dari tempat ini, kabar baik-nya mereka berdua telah bertemu di satu tempat, Konari hanya bisa berharap bahwa populasi asli tidak menemukan mereka berdua lalu menyerang mereka.


"Hah... hah... hah... Urrggghhh....!!!" Korrina mengerang pelan, ia mulai meremas kasur-nya karena di kondisi siuman seperti itu, ia melihat sesuatu yang sangat mengerikan hingga membuat Arisu bersama yang lainnya khawatir ketika melihat Korrina ketakutan seperti itu.


***


"... ..." Korrina berjalan di tengah ruangan yang dipenuhi dengan kegelapan, ia tidak bisa berbicara atau merasakan apapun... kedua kaki-nya berjalan dengan sendirinya hingga ia melirik ke belakang pelan dan melihat seekor naga yang berukuran satu semesta membuka mulut-nya lebar lalu mencoba untuk melahap Korrina tetapi gagal karena tubuh-nya secara refleks bergerak ke belakang.


"... ...!!!" Naga itu terbang melewati Korrina hingga ia menatap naga tersebut sampai melihat sesuatu yang sangat mengerikan, terlihat banyak sekali semesta dan dimensi yang hancur sampai berantakan... setiap celah terbuka lalu mengeluarkan beberapa prajurit dari dimensi sihir yang berbeda.


"... ..." Korrina mundur pelan-pelan hingga punggung-nya menyentuh seseorang, ia melirik ke belakang lalu melihat seorang laki-laki yang langsung mencekik leher-nya, "Kau...!!! Kau seharusnya...!!! Kau seharusnya tidak...!!! Tidak membiarkan dia menjadi salah satu diri-mu...!!! Kenapa kau...!!! Kenapa kau masih memiliki semua ini jika dia sudah memperlakukan-mu seperti ini...!!!!"


"Aaaaahhhhhhh!!!" Korrina menjerit keras hingga ia menghantam wajah laki-laki itu menggunakan kening-nya lalu gravitasi terasa berat hingga Korrina terjatuh ke dalam lubang yang sangat dalam dan luas, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat ke atas dimana semesta Touri terbelah menjadi dua.


"Sebenarnya... apa.... yang aku... lihat---" Lengan kanan Korrina langsung diraih oleh seseorang, ia menatap seseorang yang baru saja menyelamatkan diri-nya dari lubang tersebut, wajah dari seseorang yang menyelamatkan diri\=-nya tidak bisa terlihat jelas melainkan kegelapan menghalang penampilan-nya.

__ADS_1


"Kau memang bodoh ya..."


Korrina melebarkan matanya, ia kembali siuman dengan wajah yang terlihat khawatir, "Hah... hah... hah...!!!"


__ADS_2