
"Begitu ya... sayang sekali."
"Ternyata hubunganmu sangat erat dengan Tech." Anastasia memberikan kembali kacamata itu kepada Shinobu yang langsung mengenakannya karena ia tidak bisa dipisahkan dengan pendampingnya.
"Mm... Tech itu seperti keluarga... dia sangat baik, bukan sekedar sistem dan Android biasa melainkan makhluk hidup yang sama seperti kita semua." Kata Shinobu.
"Hehehe, terdengar menggemaskan. Hubungan kalian berdua memang tidak bisa diputus begitu saja." Anastasia mencoret kembali rencana tentang teknologi dan sistem itu, lebih baik melanjutkan yang sudah terjadi.
"Ternyata benar... sejarah tentang Shiratori akan terus berlanjut, mereka sangat keras kepala untuk menerima pemberian yang mempermudah kan jalan mereka."
"Ahn~ siapa yang peduli~ kucing kecil yang berusaha untuk meraih kepercayaan, sungguh hebat sekali~ kenapa seluruh Shiratori selalu saja membawa ***** seperti ini~!?"
"Apakah mereka memang lahir demi berusaha sekeras-kerasnya di dunia yang penuh kenikmatan ini~ apalagi kucing satu ini yang direndahkan..."
"...masih saja ingin mendapatkan kepercayaan walaupun semua orang tidak akan bisa berubah begitu cepat karena Neko Legenda dan keturunan Comi sudah dipandang sangat buruk."
"Maaf ya... karena sudah menolak tawaran seperti itu..."
"...Kakak sangat baik ya." Shinobu tersenyum polos sampai menyebabkan Anastasia tersipu lagi karena kepolosan itu, ia tidak tahu bahwa kekacauan akan muncul lagi nanti.
"Tidak apa... Kakak lakukan demi kebaikan dirimu, hmm... jika hal tersebut tidak membantu maka aku masih memiliki tujuan lain untuk dirimu."
"Tujuan lain---" Tubuh Shinobu seketika di tarik oleh seseorang sehingga Anastasia langsung melihat sebuah belati yang terlempar ke arah dirinya tetapi ia langsung menahannya menggunakan tongkat sihir itu.
"Wah, kenapa kalian menyerang diriku?" Tanya Anastasia yang melihat Shinobu baru saja di selamatkan oleh kedua teman dan sepupunya.
"Apa yang kau coba lakukan kepada, Shinobu...? Penyihir seperti dirimu berada di tingkatan paling mencurigai sejak insiden Zodiac Crusaders!" Koizumi menarik kembali belatinya.
Ako langsung membidik wajah Anastasia menggunakan busurnya, Anastasia langsung mengeluarkan sebuah suling yang memainkan lagu untuk menyelimuti tubuhnya dengan nota lagu.
"Sudah cukup... dia bukan orang jahat..." Kata Shinobu.
Perkataannya menyebabkan mereka semua berhenti menyerang Anastasia yang sudah siap menahan serangan apapun menggunakan sihir lagunya itu.
"Ehh? Ada apa, Shinobu?" Tanya Konomi.
"Dia tidak memiliki riwayat buruk apapun... hanya sekedar penyihir pengembara yang ingin memainkan lagunya di sekeliling alam semesta."
Mereka semua terdiam seketika lalu melepaskan tawa yang lumayan canggung, setelah itu mereka mendekati Anastasia untuk meminta maaf kepada dirinya sampai penyihir itu hanya bisa membalasnya dengan sebuah tawa kecil.
"Tidak apa, santai saja... mari kita berikan kalian semangat kecil~" Anastasia memainkan lagu kecil yang membangkitkan semangat mereka kembali.
Mereka semua terkejut ketika perasaannya yang dirasakan saat ini terasa begitu menyenangkan dan bersemangat lebih dari sebelumnya karena lagu serta suara merdu yang mereka dengar dari Anastasia.
"Penyihir sepertimu memiliki selera musik yang baik ya~ aku menyukainya...!" Kata Hinoka yang mulai melakukan pose imut.
"Aku memiliki sebuah permintaan!" Hinoka mulai memegang kedua tangan Anastasia sampai membuat dirinya merasa kebingungan seketika.
"Shizukaze Hinoka... aku perlu berhati-hati dengan pengubahan realitasnya menjadi ledakan..."
"...tetapi melihat dirinya dari dekat seperti ini, ia juga sama imutnya~ membuatku gatal juga ingin menggigit pipinya itu."
"Hinoka... ini bukan saatnya untuk bersikap akrab secepat itu, jangan lengah secepat itu." Peringat Koizumi yang melihat Hinoka mulai mencoba untuk akrab dengan penyihir itu.
"Buuuuu... tidak apa 'kan, lagi pula aku sudah menemukan kesempatan emas di hadapanku...! Dengan musik dan suara merdu seperti itu maka kita dapat melakukan sebuah duet yang hebat!"
"Jadi...? Apa yang sebenarnya kamu inginkan?"
__ADS_1
"Aku... Hinoka, ingin menjadi seorang Idola yang dilihat oleh semua orang bahwa kecantikan dan keimutan ku tidak bisa tertandingi oleh siapa pun!"
"Sebuah konser besar, penuh ledakan dan tentunya kembang api untuk menembak hati mereka semua dengan kecantikan dan keimutan ku sendiri...!!!" Hinoka mulai berkhayal terlalu jauh.
Khayalan tersebut entah kenapa membuat Koizumi ingin tertawa bersama kedua temannya, pikiran anak kecil memang seperti itu sehingga Shinobu bertepuk tangan karena menantikan khayalan itu menjadi nyata.
"Aku bisa membantu... mungkin suatu saat nanti... Koneko bisa menciptakan konser untuk kalian... semua orang pasti akan dipenuhi dengan rasa bahagia." Kata Shinobu.
"Kamu ingin membantu sepupu anehmu ini, Shinobu?" Tanya Koizumi.
"Mm... rasanya akan sangat menyenangkan... apalagi jika Kak Anastasia setuju." Shinobu menatap Anastasia yang langsung tersipu dan salah tingkah seketika.
"Permintaan yang menarik... suatu saat nanti, aku akan mengabulkannya." Kata Anastasia sambil mengelus kepala Hinoka sampai ia ikut senang.
"Mereka adalah teman yang menerima dirimu ya, Shinobu?" Tanya Anastasia.
"Mm... teman baik dan sepupu baik... semuanya dapat aku percayai." Kata Shinobu dengan pipi yang terlibat gugup, Koizumi langsung mengusap kepala Shinobu sampai ekornya bergerak cepat.
"Entah tujuan apa yang kau coba lakukan tetapi... sekali saja mencoba untuk mengkhianati Shinobu maka neraka sendiri bukanlah tempat yang cocok bagimu, mengerti?"
"Mengerikan... setiap keturunan Shimatsu akan selalu sedingin ini...?!" Ungkap Anastasia sampai ia mengangguk lalu melihat Ako mendekati dirinya.
"Sihir Kakak terlihat unik... seorang penyihir biasanya sering membaca buku dan mempelajari berbagai macam sihir dalam sebuah buku sihir yang bernama Grimoire kan?"
"Itu benar... aku lupa untuk memperkenalkan diriku kepada kalian semua..."
"...seorang penyihir yang suka untuk bermain musik di hadapan semua orang, penyihir suara Anastasia De Vorde." Anastasia memperkenalkan dirinya selagi menundukkan kepalanya kepada mereka.
Mereka semua langsung bertepuk tangan kecuali Koizumi ketika mendengar perkenalannya dicampur dengan iringan lagu merdu sampai membuat emosi dan perasaan mereka bertambah semakin tenang.
"Kalau begitu... urusanku sudah selesai sepertinya."
"Dia ini terkenal atas riwayatnya, awalnya aku ingin membantunya dengan sebuah musik yang dapat mengubah pandangan mereka tentang kucing kecil ini."
"Tentunya membutuhkan bayaran yang setimpal karena sihir suaraku tidak semudah yang kalian bayangkan."
"Aku sebenarnya menginginkan sistem Tech untuk menciptakan sebuah layar besar yang menunjukkan konserku sendiri."
Ketika Anastasia berbicara seperti itu Hinoka menunjukkan ekspresi penuh semangat karena ia sendiri tidak sabar untuk menunjukkan ledakan kebahagiaan kepada semua orang.
"Koneko~ ayolah~ ciptakan konser secepatnya~" Hinoka mulai memeluk Shinobu tetapi keningnya menerima sentilan dari Koizumi.
"Berhentilah mengkhayal, Legenda tidak pantas menjadi seorang idola terutama dirimu yang aneh, bisa saja kau menyebabkan ledakan berlebihan di konser itu."
"Buuuu... lihat saja nanti... aku akan menjadi puncak dari keimutan dan kecantikan yang menyebabkan ledakan besar...! Hahaha!" Hinoka langsung melakukan beberapa gaya pose sampai membuat mereka semua menepuk wajahnya sendiri.
"Dasar aneh..." Kata Konomi.
Anastasia baru saja sadar bahwa dirinya berada di posisi yang tidak baik, di hadapan mereka adalah penyebab kegugurannya seluruh Zodiac Crusaders.
Awalnya ia menyewa mereka semua untuk menyebabkan lebih banyak kekacauan tetapi gagal begitu saja, mungkin mempengaruhi atau memperlakukan mereka seperti alat adalah ide yang baik.
Entah kenapa, menghabiskan waktu bersama Shinobu memberikan dirinya perasaan yang begitu baru bahwa mereka sebenarnya bukan musuh utamanya melainkan hanya sekedar Legenda yang harus dihindari.
Jika saja mereka mengetahui tentang pengumpulan kekacauan maka mereka sudah pasti akan mencoba untuk menghentikannya, ia baru saja mengingat hal lain ketika ingin bertemu dengan Shinobu.
"Jika dia tidak mau menyerahkan Tech maka biarkanlah... aku masih bisa pergi menuju Xuutouri untuk merampas beberapa sistem dan teknologi untuk menciptakan kekacauan lebih lanjut lagi."
__ADS_1
"Tetapi..." Anastasia mengeluarkan sebuah biola yang langsung ia mainkan pelan-pelan sampai mereka terdiam seketika karena mendengar suara musik yang begitu merdu.
"...ahhnnn~ Untungnya musik yang diciptakan oleh suaraku dapat melakukan apapun... suara yang dapat menggambarkan sebuah tempat..."
"...Ahn~ aku merasa bersyukur untuk tidak melakukan apapun kepada tempat tersebut, mengajak mereka ke sana mungkin akan menyebabkan kekacauan lagi oleh Magnus."
"Hm... bangsa Neko Legenda masih belum bisa disebut punah karena sebagian dari mereka berlindung dari dunia luar agar tidak diburu oleh bangsa Legenda."
"Hanya Shinobu yang memberanikan diri untuk menunjukkan keberadaannya di hadapan mereka semua, Ahn~ gadis yang benar-benar berani, aku semakin menyayangi dirinya seperti anakku sendiri...!"
"Aku baru saja ingat bahwa aku ingin memberitahumu tentang sesuatu, Koneko." Anastasia langsung mengubah nota musik yang ia keluarkan melalui suaranya menjadi sebuah peta.
Peta tersebut langsung mendarat di atas tanah Shinobu lalu ia bersama kedua teman dan sepupunya mulai memeriksa sampai mereka bisa melihat banyak sekali tempat yang ditandai oleh Anastasia.
"Peta...? Apa yang kau coba rencanakan sekarang, penyihir?" Tanya Koizumi yang mulai menatap dirinya dengan tatapan serius.
"Membantu tentunya, karena Shinobu adalah salah satu Neko Legenda yang berkeliaran di dunia kejam ini maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberitahu dirinya tentang lokasi para Neko Legenda berlindung."
Mereka semua langsung dikejutkan dengan informasi yang sangat penting seketika, Shinobu langsung membaca pikirannya dan ia tidak bisa menemukan kebohongan apapun melainkan perkataannya yang tadi adalah kebenaran.
Mungkin mimpi Shinobu yang tidak terlalu ia harapkan akan bisa terkabulkan karena dirinya selama ini ingin melihat ras Neko Legenda lainnya untuk mempelajari mereka juga.
"Ternyata bangsamu belum punah ya, Koneko. Syukurlah~" Hinoka memeluk Shinobu erat sampai Koizumi mulai memegang dagunya karena merasa curiga.
"Kamu tidak harus mencurigai seorang penyihir terlalu berlebihan, Shinobu sendiri mempercayainya... kau ingatkan dia memiliki The Mind yang dapat mendeteksi apapun."
"Kau benar... lagi pula aku sendiri lebih percaya dengan pilihan Shinobu, jika dia ingin mengunjungi setiap pulau dan tempat persembunyian Neko Legenda maka aku akan ikut."
"Aku sendiri ingin melihat mereka yang ditindas oleh bangsa Legenda, sungguh perbuatan yang sampah untuk memperlakukan sesama bangsa dengan cara yang berbeda."
Shinobu menunjukkan senyuman yang begitu lebar dan polos sampai ia merasa sangat berbahagia karena tidak sabar untuk bertemu dengan sesama bangsanya sendiri di setiap tempat persembunyian yang ada di peta itu.
"Kalau begitu... Koneko akan memeriksanya." Kata Shinobu dengan senyuman lebar.
"Bagus, kalau begitu... mungkin Kakak akan mengembara ke tempat lain." Anastasia mengubah tongkat sihirnya menjadi sapu yang mengeluarkan nota musik ketika melayang.
"Ehh...? Kakak tidak ingin ikut...?" Tanya Shinobu.
"Ya... Kakak tidak begitu tertarik, tetapi... suatu saat nanti Kakak akan kembali." Kata Anastasia yang mulai mengelus kepala Shinobu lalu melayang tinggi ke atas dengan sapu sihirnya.
"Sampai jumpa lagi ya~ cao~" Anastasia terbang tinggi dan menghilang begitu saja sampai Koizumi mulai menatap Shinobu untuk memastikan dirinya kembali.
"Kamu ingin pergi melihat bangsa Neko Legenda yang sedang bersembunyi...? Peta ini... apakah kamu bisa mempercayai seorang penyihir?"
"Buktinya kuat... suara dan musik yang selalu ia mainkan itu terasa begitu menenangkan sampai membawakan berbagai macam kebahagiaan untuk kita sama."
"Pikirannya juga murni termasuk perasaannya bahwa ia memang seorang penyihir pengembara yang ia bernyanyi di hadapan berbagai macam orang."
"Begitu ya... kalau begitu aku setidaknya bisa menumbuhkan rasa percaya untuk penyihir Anastasia." Kata Koizumi selagi menyilangkan kedua lengannya.
"Kalau begitu ayo kita pergi~ Menuju pulau dimana bangsa Neko Legenda bersembunyi~" Seru Hinoka yang terlihat bersemangat.
"Jika Nobu ingin pergi maka aku juga..." Kata Ako.
"Bagaimana, Koizumi? Mungkin kita akan mendapatkan sebuah hiburan di sana." Konomi mencoba untuk mengajak Koizumi yang terlihat masih curiga.
"Hahhh... terserah..."
__ADS_1
"...semoga saja tidak ada kejadian menyebalkan terjadi."