
Shuan dan Minami baru saja kembali menuju kelas mereka masing-masing, kedua Neko Legenda itu jauh merasa lebih baik sebelumnya karena saling memberi semangat dan motivasi untuk bisa membanggakan Shira bahkan menjadi seorang penerus yang bisa dibilang sebagai harapan untuk masa depan Touriverse.
Untuk hari ini akademi akan mengalami perayaan yang cukup panjang selama satu minggu penuh karena semua murid membutuhkan istirahat dengan menikmati seluruh fasilitas yang tersedia. Satu minggu ini sudah cukup untuk Shuan mencoba agar bisa berkembang jauh lebih tinggi lagi.
Minami sendiri mencoba untuk tidak melakukan apapun yang berkaitan dengan kekerasan atau latihan karena ia ingin memperdalam lagi tentang ketenangan dalam jiwa.
Sore hari, akademi saat ini masih di buka tetapi isi dari akademi itu dipenuhi dengan kesenangan yang pantas untuk dinikmati bersama-sama seperti pesta yang cukup meriah, semua murid langsung melupakan semua beban dan tekanan yang mereka rasakan di akademi.
"Aku tidak menyangka akan melihat semua ini terjadi begitu cepat... rasanya istirahat seperti ini itu seperti meraih kedamaian dari sesuatu yang dipenuhi dengan konflik." Kata Haruka sambil menguap.
"Benar sekali... Kita gunakan hari-hari libur ini dengan bersenang-senang dan beristirahat." Kata Hana.
Para gadis berada dalam perjalanan menuju tempat pemandian air panas untuk bersantai di sana, pemandian air panas yang memiliki aura sihir di dalamnya bahkan mampu menenangkan tubuh termasuk jiwa di dalam tubuhnya.
Rasa nyeri dan pegal yang selalu mereka rasakan saja bisa langsung hilang dalam sekejap.
Tidak lama kemudian, mereka baru saja tiba di tempat yang mereka nantikan. Tempat itu dipenuhi dengan gadis-gadis yang menginginkan air panas yang dapat menenangkan diri mereka.
"Bagus juga ya... Pemandian air panas yang hanya ekslusif untuk para gadis, aku tidak melihat satupun pria." Kata Mitsuki selagi melihat sekeliling.
"Justru itu bagus, tidak ada orang yang dapat menganggu waktu kualitas kita... Itu artinya tidak akan ada satupun pengintip yang berkeliaran di tempat ini." Kata Hana.
"Kita tidak perlu mengantri sepertinya... Aku memiliki senjata rahasia ampuh yang dapat menyediakan kita sebuah ruangan privasi." Haruka mengeluarkan sebuah kartu lalu ia memberikannya kepada pemilik pemandian air panas tersebut.
Pemilik itu melihat kartu milik Haruka sampai mengejutkan dirinya karena ia memiliki banyak poin yang cukup untuk memesan sebuah ruangan privasi.
Semua teman Haruka langsung bertepuk tangan dan mengacungkan jempol karena waktu kualitas mereka benar-benar bisa dinikmati dengan sesama teman dekat tanpa ada gangguan sedikitpun dari orang asing.
Setelah masuk ke dalam ruangan privasi, para gadis melepaskan pakaian dari atas ke bawah lalu melompat ke dalam pemandian air panas itu dengan penuh semangat.
Rasa kehangatan yang pas langsung menyelimuti tubuh mereka sampai kepala mereka dipenuhi dengan rasa tenang, Minami mencoba untuk menyentuh air itu lalu ia masuk dengan pelan-pelan.
"Ternyata tidak buruk juga ya... Ahhh... Ini benar-benar yang terbaik." Minami tersenyum lalu ia memejamkan kedua matanya.
Mereka seolah-olah dikuasai dengan kehangatan dan ketenangan yang dicampur menjadi satu sampai ruangan itu dipenuhi dengan keheningan ditambah suara desahan tenang mereka.
"Hebatnya... Semua beban dan tekanan yang aku rasakan dan pikirkan seolah-olah menghilang, aku tidak menyangka bisa merasakan istirahat setenang ini." Kata Hana sambil menepuk kedua pipinya dengan air hangat.
"Kita berusaha setiap hari untuk bertahan dengan mengumpulkan poin-poin... Semua tekanan itu terasa hilang ya..." Kata Honoka sambil bersandar dengan batu di belakangnya.
"...aku bisa merasakan air hangat ini mencoba untuk menenangkan diriku dari tekanan yang akan datang selanjutnya di akademi." Kata Mitsuki.
__ADS_1
"Kita sudah berusaha sekeras mungkin ya, waktu akan berlalu dengan cepat jadi kita lakukan dengan pelan-pelan dan penuh usaha." Haruka tersenyum.
Kou mulai menyentuh Honoka untuk memberitahu dirinya bahwa ia harus menggunakan realita agar bisa menciptakan bunga sakura.
Menikmati pemandian air panas dengan kelopak bunga yang mengambang adalah sesuatu yang dapat membuat pikiran tenang juga.
Mereka semua setuju dan Honoka langsung melakukannya sampai tingkat ketenangan yang mereka rasakan bertambah lebih tinggi lagi, tubuh mereka seolah-olah tidak ingin bergerak.
"Haahhhhhhh... Istirahat yang terasa begitu nikmat... Aku tidak ingin keluar..." Kata Haruka.
"Sebelum itu... Minami." Hana menatap Minami yang sedang membersihkan ekornya.
"Hmm...? Kenapa?"
"Aku penasaran... Apa yang kamu lakukan saja bersama Shuan, kau seolah-olah pucat ketika kembali menghadapi kami."
"Ahhh... Seperti biasanya, orang yang aku cari berpapasan dengan diriku." Mereka semua langsung terkejut ketika mendengarnya.
"Siapa? Apakah bola mata yang memberi dirimu pesan misterius?" Tanya Honoka.
"Ya... Dia sangat kuat, meremehkannya sedikit saja bisa membawa kematian secara langsung. Aku masih belum mendapatkan jawaban jelas tentang kekuatannya yang berlebihan itu..." Minami mulai membahasi rambutnya.
"Tidak sama sekali, mengetahui identitasnya saja tidak. Efek berada di dalam kota terbang ini membuat kita menghadapi kesulitan dalam mengenal seseorang yang asing."
"Kau ada benarnya..."
"Sudah-sudah, lebih baik kita tidak memikirkan sesuatu yang dapat menganggu pikirkan kita. Masalah seperti itu dapat kita urus dalam waktu yang dekat..." Haruka menatap Honoka yang memunculkan beberapa makanan dan minuman.
"...lebih baik kita nikmati waktu kualitas ini dengan beristirahat. Legenda juga membutuhkan istirahat jadi lupakan lah beban itu untuk sementara." Haruka mengambil sebotol Vodka lalu membukanya.
"Honoka, aku penasaran..." Mitsuki mulai menatap Honoka.
"Apa yang membuat dirimu penasaran, kucingku?" Honoka tersenyum selagi memegang dagu Mitsuki dan Hana secara refleks menepuk tangannya.
"Kebiasaanmu itu ya, Honoka..."
"Hahaha. Jadi...?"
"Kau dapat mengontrol realita bahkan semua yang kau lakukan ini cukup menakjubkan... Apakah Lenergymu bisa berkurang?"
"Soal itu sih mudah, mengubah realitas yang kecil dan mudah untuk di lakukan tidak akan memakan banyak tenaga di dalam diriku jadi aman-aman saja."
__ADS_1
Mereka semua terkejut dan bertepuk tangan karena kemampuan Honoka dapat digunakan dengan keadaan apapun.
Suasana yang begitu hangat seperti ini sangat cocok dengan menambah kenikmatan itu dengan mencicipi Vodka yang Haruka ambil dari Honoka, sebuah botol kecil mulai disediakan oleh Honoka dan Haruka menuangkan cairan Vodka ke dalamnya agar mereka bisa menikmati kehangatan dari minuman tersebut.
Hana, Minami, dan Mitsuki belum pernah mencobanya sedikitpun bahkan Kou dan Honoka sendiri juga belum karena Korrina yang melarangnya, hanya Haruka yang sudah terbiasa bahkan kecanduan karena tubuh sucinya yang dapat menetralkan rasa.
"Kalian semua belum pernah mencoba minuman favoritku bukan?" Haruka mulai memberi mereka segelas berisi cairan Vodka untuk dicicipi dan minum sampai habis, untuk Kou pengecualian karena Haruka tidak ingin memberi dirinya apapun yang berkaitan dengan kesehatannya.
"Aku... tidak dapat...?" Tanya Kou dengan suara yang coba ia keluarkan secara pelan-pelan karena tenggorokannya masih terasa sakit, Honoka mulai menepuk kepala Honoka pelan dan memberi dirinya sebuah madu yang pas untuk ia minum.
Mereka semua mulai mencicipi segelas Vodka, hanya Kou saja yang dilarang untuk meminumnya. Rasa dari Vodka itu memiliki efek yang cukup manjur bahkan dapat menghangatkan tubuh di dalam diri mereka masing-masing.
Pada akhirnya, mereka memakan banyak waktu di dalam pemandian air panas itu karena terlalu malas untuk keluar dan berhenti menikmati dari kehangatan pemandian air panas.
***
Pukul sembilan malam, Minami baru saja melambaikan tangannya kepada Hana yang terlihat mengantuk dan lelah karena terlalu banyak meminum Vodka, berbeda dengan Minami yang menghabiskan satu gelas saja.
"Sudah malam ya... Sebentar lagi aku dapat menghubungi Papa." Minami membuka meja lacinya untuk mengambil sebuah alat yang dapat menghubungi seseorang.
"Alat yang Haruka berikan... Semoga saja bisa mendapatkan sinyal yang baik untuk menghubungi Papa." Minami menempatkan alat itu di atas meja lalu ia mulai menyalakannya.
Alat itu mengeluarkan antena kecil yang berputar untuk mencari sinyal, Minami hanya perlu menunggu sampai layar virtual muncul di hadapannya dan ternyata tidak menghabiskan waktu cukup lama.
"Shira... Shira... Shira..." Minami mulai mencari nama Shira untuk menghubungi dirinya dan ia langsung menyentuh layar yang memiliki nama Shira.
Alat itu mencoba untuk menghubungi Shira dan Minami perlu menunggu lagi, kali ini menghabiskan waktu yang cukup lama sampai ia sempat untuk mengambil camilan whiskas di atas lemari.
"Ya... Dengan Shiratori Megumi." Megumi tiba-tiba menjawab panggilan Minami dan itu mengejutkan dirinya yang hampir saja tertidur.
"Ahh! Ma-Mama! Kenapa Mama yang menjawab?"
"Ahhh! Minami~ Awwww~ lihat Minami kecil Mama yang sudah dewasa..." Megumi tersenyum dan merasa sangat rindu kepada Minami karena ia sudah lama sekali tidak bertemu dengannya.
"Bagaimana kabarmu di sana nak? Baik-baik saja?"
"Tentu saja..." Minami tersenyum.
"Syukurlah~ cerita dong~ cerita."
"Ehhh..."
__ADS_1