
"Hahhhh.. segar sekali..." Kata Demetrio yang baru saja memperoleh kembali semua kekuatan Dewanya karena menghabiskan waktu di wilayah yang penuh dengan berbatuan.
Semua tubuhnya sudah kembali menerima kekuatan Dewa tanah yang sebenarnya sampai ia tidak sabar untuk mengurusi dunia luar, sekali saja ia keluar dari wilayah itu maka kekuatan melalui kepercayaan akan menyertainya.
"Planet yang dihuni oleh spesies unik itu memiliki energi yang hebat, dengan begini pemulihan fisik dan kekuatanku sudah nyaris selesai."
"Tuan Demetrio, waktu kita sebentar lagi akan habis... seseorang bisa saja menyadari fakta bahwa kita telah berkeliaran di dimensi yang seharusnya tidak ditempati." Peringat Marina.
"Tenang saja, dengan semua kekuatan yang aku peroleh ini... entah itu siapa, mereka yang seenaknya berbuat tidak sopan kepada seorang Dewa akan aku jadikan sebagai keset untuk kakiku."
"Tak usah dipikirkan, aku dengar dari Beval bahwa pengeluaran itu masih belum selesai. Portal yang kamu ciptakan tidak sebesar dengan dua gunung yang kau bawa ya."
"Ahh~ tuan Demetrio."
"Aku tidak mencoba untuk memuji dirimu, aku lebih memilih gadis yang tidak memiliki gunung besar aneh di dadanya itu." Kata Demetrio sampai membuat Marina memasang tatapan kaget seketika.
Demetrio menghampiri danau di hadapannya lalu ia bisa melihat refleksi dari kelima pemberontak yang sedang berhadapan dengan para Saint.
Semua pengikut yang mendapatkan berkah dari Dewa itu sudah kalah sampai tubuh mayat mereka melayang di luar angkasa, melihatnya saja membuat Demetrio merasa waspada bahwa mereka sangatlah kuat.
"Sebentar lagi ya..." Demetrio terus menyentuh bisepsnya beberapa kali sambil melihat ke atas langit dimana pandangannya dapat melihat God Lenergy yang menyebar kemana-mana.
***
Zangetsu memperhatikan seluruh alam semesta saat ini mendadak mengeluarkan banyak sekali energi kehidupan dan sihir yang mengandung esensi dewa di dalamnya.
"Ternyata bertambah semakin kacau saja ya... sungguh menyedihkan bagi mereka yang lemah tidak bisa bertahan dan menerima perubahan mengerikan ini."
Zangetsu mulai mengulurkan lengan kanannya sampai tapaknya mengeluarkan bola kristal yang menunjukkan gambaran Demetrio sedang mengurus tugas terakhirnya untuk mencapai kekuasaan penuh sebagai seorang Dewa.
"Kerja yang bagus, Demetrio. Sesama dewa tentunya aku menyetujui perbuatan yang kau coba lakukan, sungguh cerdik juga untuk masuk ke dalam dimensi itu."
"Kekuatan dan potensi tambahan dari seorang dewa adalah kepercayaan... semakin banyak kepercayaan yang kau peroleh maka semakin besar kekuatanmu itu."
"Era kerajaan sudah bangkit beberapa tahun yang lalu... sekarang adalah kebangkitan baru untuk era lainnya, semua Dewa yang terjebak di dalam gerbang itu bisa bebas dan berkeliaran semau mereka."
__ADS_1
"Kamitouri akhirnya bisa terlihat lagi... tidak ada lagi Dewa atau Dewi yang akan diperbudak di dalam sana dengan bekerja secara membosankan." Zangetsu tersenyum jahat.
"Dan tentunya untukmu... Ancient Legenda yang Ayahku lepas." Bola kristal itu menunjukkan Anastasia yang sedang membantu kelima pemberontak itu dengan melepaskan sihir pendukung.
"Kumpulkan semua kekacauan itu... gunakan mata dan tubuhmu serta saksi yang kau lihat, aku yakin kristal itu sebentar lagi akan aktif sampai kau bisa meraih apa yang kau inginkan."
"Sayang sekali, kau tidak bisa mengingat apapun, tetapi tujuanmu cukup kuat untuk menggunakan kristal kehancuran yang aku titipkan kepada Magus itu." Zangetsu menghilangkan bola kristal itu.
Ia menoleh ke belakang, melihat Zenzaku yang masih tertidur dan tidak bangun karena ia menggunakan kekuatan dari Holy Corpse terlalu banyak sampai ia tidak sadar bahwa dua tulang Holy Corpse sudah muncul beberapa bulan dan tahun yang lalu.
"Cih, terus saja tidur... ketika kau bangun, lihatlah siapa yang menginjak puncak itu kembali, Ayah."
"Aku tidak sabar menunggu kebangkitan Crystal of Catastrophe itu."
***
"Shinobu Koneko... harinya telah tiba dimana aku bertemu denganmu kembali sebagai musuh." Kata Keith yang mulai berhadapan dengan Shinobu.
"Karena sudah menghancurkan hatiku dan perasaanku... memberikan rasa trauma sampai stres soal wanita, kau sudah menghancurkan diriku."
"Sangat klasik ya, kamu tidak perlu memberitahuku... rambutmu yang awalnya coklat sudah berubah menjadi putih karena stres." Kata Shinobu dengan tatapan polosnya ketika melihat rambutnya berubah.
"Kau pikir semua ini candaan begitu, brengsek...?! Tidak tahu diri, gadis seperti kalian berhak mengetahui kesetaraan gender! Kau sudah menghancurkan diriku maka kau akan aku hancurkan lebih buruk lagi!"
"Tutup mulutmu!" Shinobu melepaskan tekanan cahaya yang langsung menghentikan pergerakan Keith.
"Jenis kelamin bukan menjadi masalah tentang semua ini... hanya harga diri kita sebagai bangsa Legenda, Legenda tidak sama dengan ras yang bernama Manusia."
"Ternyata selama ini aku benar, kau berasal dari luar dimensi bukan? Dimensi yang lebih tinggi dimana tidak ada satu pun hal sihir di sana... hanya Manusia dengan kehidupan biasa."
"Beval membunuh dirimu dan melakukan reinkarnasi kepadamu yang mengubah dirimu menjadi bayi Legenda di dunia ini, masalah luar dan fantasi yang kau alami tidak bisa dibawa ke dunia ini!"
"Jangan sama kan fiksi dan fantasi yang kau ketahui di duniamu dengan dunia ini...! Inilah kenapa aku membenci Reinkarnator seperti kalian yang seenaknya masuk dan menerima kekuatan Dewa tanpa usaha!" Ancam Shinobu.
"Persetan dengan kekuatan pemberian Dewa itu...!!!"
__ADS_1
Mendengar Shinobu yang berbicara seperti itu hanya memanas Keith lebih jauh lagi sampai mereka mendarat di dalam sebuah planet yang tidak berpenghuni agar bisa bertarung tanpa merugikan orang lain.
Shinobu melihat tubuh Keith melepaskan banyak sekali angin sampai ia perlu berhati-hati bahwa ia sudah bertambah kuat karena berkah dewa yang entah muncul dari mana.
Tubuhnya itu terlihat seperti terbuat dari angin, ketika ia menyerangnya menggunakan tembakan cahaya, serangan itu malah menembus tubuhnya sampai angin emas terlepas kepada dirinya lalu menebas kulit pipinya sampai terbuka.
"... ..." Shinobu mengerutkan dahinya karena pertarungan ini bisa dibilang sulit jika musuh yang ia lawan memiliki kebencian sebesar itu, The Mind dapat memperingati Shinobu tentang perasaan amarahnya.
Di sisi lainnya keempat pemberontak bertarung melawan Saint lainnya, hanya mereka saja yang menghalang dan mengulurkan waktu sampai kandidat mereka pulang dari perjalanan panjang.
Perjalanan menuju kekuatan baru, Konomi melancarkan serangan tombak menuju arah Saint Ice yang bernama Lumi, setiap serangan yang ia lakukan membeku tetapi ia berhasil melelehkannya kembali.
Lumi mulai memunculkan banyak sekali kristal es tajam di sekitarnya, semua es itu menyerang Konomi secara langsung tetapi ia berhasil menembak serangan itu menggunakan peluru energi yang keluar melalui Railgun.
"Apakah kita boleh membunuh mereka sekarang?" Tanya Konomi untuk memastikan sehingga pikirannya menerima jawaban dari Shinobu untuk membunuh siapa pun yang menghalang.
"Saint Ice satu ini kuat... tetapi aku bisa mengurusnya dengan cepat." Konomi mulai memutar tombaknya, melihat semua temannya melakukan pekerjaan yang sama dengan menghajar semua Saint itu.
Mereka semua tidak memiliki kekuatan yang setara dengan Keith, dia hanya satu-satunya Legenda yang berhasil menekan Shinobu sejauh ini karena kekuatan dan niatnya untuk membalaskan dendam.
Pelampiasan yang ia lakukan kepada seluruh pendeta memberi dirinya hasil yang sungguh memuaskan karena dipengaruhi dengan kekuatan dan kuasa untuk membuat Shinobu terluka seperti itu.
Konomi maju ke depan lalu ia memutar tombaknya menggunakan kedua tangannya sampai ia mulai memfokuskan semua kekuatan dan Lenergy di dalam tubuhnya.
Lumi hanya bisa menahan Konomi menggunakan sihir esnya, ia tidak merasa percaya diri atau yakin bahwa dirinya akan menang tetapi ia sudah rela mengorbankan dirinya sendiri sampai Lucia pulang dari perjalanan itu.
"Crosslight Mode...! Normal!" Konomi memiliki kemampuan khusus bernama Crosslight Mode.
Mode ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Normal dan Lost. Dalam mode jenis Normal, tubuh Konomi akan diselimuti aura biru kekuningan dan pupil mata akan bersinar biru cerah.
Kemampuan bertambah 8 kali lipat dari sebelumnya. Kemampuan refleks meningkat tajam sebanyak 450% mampu menghindari serangan fisik maupun sihir yang bergerak cepat bahkan yang mustahil untuk dihindari dalam keadaan biasa.
Lumi memunculkan aura biru mudanya lalu ia maju menuju arah Konomi sampai serangan yang mereka lakukan saling bertabrakan dan memberikan efek kepada satu sama lain.
Lumi terpental ke belakang dengan dada yang tertebas sampai mengeluarkan darah sedangkan wajah kanan Konomi membeku tetapi langsung meleleh.
__ADS_1
"Aku ingin menggunakan semua hal latihan ini kepada Saint sepertimu..."
"...bersiaplah!"