Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 92 - Kutukan Iblis


__ADS_3

Naoki diikat dengan rantai-rantai merah, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya bahkan ketika dia mencoba untuk memaksakan dirinya bergerak seluruh kekuatan dan tenaga-nya terserap oleh rantai-rantai itu. Seluruh luka Naoki telah pulih kembali karena Rxeonal memberi-nya sebuah ramuan yang dapat menyembuhkan luka-luka parah.


Naoki tidak bisa melakukan apapun kecuali berkeringat melihat Rxeonal yang terlihat seperti ingin membunuhnya dalam waktu yang cukup dekat, Rxeonal memejamkan kedua matanya dan ia bisa merasakan potensi besar di dalam tubuh Naoki. Potensi yang ia miliki masih belum bangkit bahkan sihir kegelapan-nya itu bisa saja berkembang sampai puncak tak terkalahkan.


Sama hal-nya seperti Shira yang sudah hampir membangkitkan kesempurnaan dari potensi Cahaya-nya, dia sudah mencapai tingkat [True Essence of Light] dan Naoki juga bisa mencapai tingkat [True Essence of Dark] jika dia berlatih cukup keras sampai bisa membuka potensi yang tersembunyi di dalam dirinya.


Rxeonal berpikir lebih teliti lagi bahwa dengan kekuatan Naoki, Shira bisa saja kewalahan melawan Naoki dan tidak sempat untuk membantu rekan-rekannya. Naoki bisa saja menjadi senjata rahasia untuk bisa mengalahkan Shira dan menghabiskan waktu-nya, pertarungan diantara mereka berdua pasti akan berjalan cukup lama ketika Naoki berhasil menyempurnakan potensi-nya.


Kesempatan tinggi lainnya mereka berdua dapat membunuh satu sama lain karena bertarung satu lawan satu, cahaya dan kegelapan itu sangat seimbang sehingga sejarah pernah mengatakan bahwa pengguna cahaya dan kegelapan akan sama-sama terbunuh jika mereka mencoba untuk melawan satu sama lain dalam waktu yang cukup lama.


"Sepertinya kau cukup asing dengan nama seorang Legenda, Shiratori Shira...?"


"Ya... Memang-nya ada apa dengan Shira...? Apakah kau berani melawan-nya yang saat ini sedang berada di level yang berbeda dengan dirimu...?"


"Hohhh... Kau berani juga berbicara seperti itu, sepertinya kau dapat mengetahui peningkatan drastis Shira berkat insting kalian sebagai Saint Legenda yang dapat melihat perkembangan seseorang dengan merasakan-nya melalui insting atau naluri kalian." Rxeonal tersenyum sinis.


Melihat Naoki yang keras kepala dan berani berbicara tidak sopan kepada seorang raja Iblis mampu membuat Rxeonal segera memanggil iblis yang sangat pintar dalam menciptakan sebuah ramuan berbahaya. Iblis yang memakai jas putih itu muncul di belakang Rxeonal dengan asap-asap putih yang menipis di sekitarnya.


"Kau datang juga, Einz..." Rxeonal memanggil iblis yang memakai jas putih itu [Einz].


"Apa yang kau butuhkan dariku, raja...?" Tanya Einz.


"Sepertinya Legenda satu ini bersikap tidak pantas kepada seorang raja seperti-ku ini, Einz. Laksanakan rencana cadangan untuk seseorang yang sudah membantah perintah-ku." Rxeonal menatap Einz dengan tatapan yang terlihat licik.


Einz mundur beberapa langkah dan memejamkan kedua matanya, sebuah portal merah muncul disebelahnya dan Einz segera mengambil sebuah ramuan di dalam portal itu. Firasat Naoki mulai bertambah buruk karena Rxeonal sepertinya merencanakan sesuatu yang mengerikan sampai Naoki terus memaksakan tubuhnya untuk bisa melarikan diri.

__ADS_1


"Ugggghhh...!!! Aagggghhhhh...!!!" Teriak Naoki keras yang mencoba untuk menghancurkan rantai-rantai yang mengikatnya menggunakan sihir kegelapan-nya, apa yang dilakukan oleh Naoki itu sia-sia karena rantai itu hanya akan bertambah tebal dan keras setiap Naoki mencoba untuk melarikan diri.


Einz mengeluarkan dua buah suntikan yang mengandung cairan merah dan ungu di dalam-nya, Rxeonal menghampiri Einz dan menatap kedua suntikan itu. Sepertinya kedua suntikan itu adalah hukuman untuk Naoki yang sudah memperlakukan Rxeonal dengan sangat tidak sopan, Einz membuka penutup jarum-nya dan jarum tersebut mengeluarkan sedikit cairan merah.


"Hati-hati, raja-ku. Ramuan yang aku ciptakan ini sangatlah susah untuk diciptakan kembali, kau harus menggunakan-nya dengan hati-hati atau ramuan ini tidak akan bekerja." Einz memperingati Rxeonal.


"Tentu saja..." Rxeonal mengambil kedua suntikan itu dan ia segera mengalihkan pandangan-nya kepada Naoki yang saat ini masih mencoba untuk melarikan diri.


"Tidak perlu takut, Naoki. Suntikan yang memiliki cairan merah ini bernama [Brainwash Serum], sekali aku menyuntikan-nya kepada tubuhmu maka kau akan menurut kepada diriku dan mematuhi segala perintah yang aku berikan kepada dirimu ini..." Rxeonal tersenyum dengan sangat jahat, ia perlahan-lahan melangkah ke depan.


"Hentikan...!!! Jangan mendekati diriku, sialan...!" Naoki mulai panik.


"Ohh, ayolah... Semakin kau bersikap seperti itu maka semakin aku jadikan dirimu sebagai pasukan elit Rxeonal, kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau, Naoki. Dengan potensi kegelapan yang kau sembunyikan di dalam dirimu... Kau pasti bisa mengalahkan Shira dan menjalankan rencana-ku dengan cepat..." Rxeonal mulai tertawa terbahak-bahak.


"Jika kau berada di pihak-ku maka kau pasti akan mendapatkan kekuatan yang kau mau... Semua kegelapan yang kau inginkan, bukannya memalukan jika dirimu yang memiliki potensi kegelapan tinggi berpihak kepada cahaya...? Seharusnya kau berpihak kepada kegelapan dan menjadi pasukan elit-ku, Naoki." Rxeonal sudah berada di depan Naoki dan ia membicarakan hal itu dengan membisiki telinga-nya.


"Aku... Aku tidak akan pernah memihak iblis... Tidak akan pernah memihak kepada bangsa... yang sudah membunuh keluarga dan adikku..." Ucap Naoki dengan nada yang lemas.


"Hmph, kau memilih cara paksa dan kasar sepertinya. Suntikan lain yang aku pegang mengandung cairan bernama [Curse Serum], ya... Nama-nya bahkan mengartikan bahwa cairan ini adalah kutukan yang diciptakan oleh iblis dengan ilmu pengetahuan luas yaitu Einz. Dia mampu menemukan sebuah cairan yang dapat mengubah ras apapun menjadi i b l i s!" Rxeonal mulai tertawa terbahak-bahak.


Naoki melebarkan matanya karena mungkin dirinya sebentar lagi akan berubah menjadi iblis dan dirinya juga akan memihak kepada pihak yang salah yaitu Rxeonal, Rxeonal dan Einz tertawa bersama-sama melihat Naoki yang terlihat putus asa karena tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima takdir yang ia dapatkan saat ini.


"Maafkan aku... semuanya..." Ungkap Naoki.


Rxeonal menepuk kepala Naoki beberapa kali, "Aku tahu rasanya... Putus asa itu menyakitkan bukan...? Kau mencoba segala cara agar bisa melarikan diri dari ras putus asa itu, sshhhh... Dua suntikan saja sudah cukup untuk membuat dirimu menjadi seorang iblis dengan darah Legenda, kau akan menjadi sesosok Iblis yang hebat... Rasa putus asa itu tidak akan pernah kau rasakan..."

__ADS_1


"Sialan...!!! Dasar iblis gila...!!! Kau tidak akan aku maafkan...!!! Seseorang pasti akan datang dan menghentikan-mu...!!! Rencana yang kau rancang tidak akan pernah berhasil...!!!" Teriak Naoki untuk terakhir kalinya, ia meludah wajah Rxeonal dengan air liur-nya.


"Kesabaran-ku sudah habis...!" Kedua mata Rxeonal memancarkan cahaya merah.


Rxeonal segera menusuk dada Naoki dengan suntikan yang mengandung cairan ungu dan melanjutkan dengan menusuk lehernya menggunakan suntikan yang mengandung cairan merah. Kedua pupil Naoki berubah menjadi merah dan ia mendadak tidak sadarkan diri karena efek dari ramuan itu sangatlah kuat sampai tubuhnya melepaskan asap-asap hitam yang perlahan-lahan merubah kulitnya menjadi warna coklat.


"Hehh... Hehehe... Ahahahaha...!!!" Rxeonal mundur beberapa langkah sambil tertawa terbahak-bahak melihat ramuan yang Einz ciptakan ternyata berhasil.


Asap-asap hitam itu mulai menipis dan menunjukkan penampilan Naoki yang berubah drastis, dua tanduk merah tajam muncul di kening-nya dan satu tanduk merah tajam yang besar muncul di puncak kepala-nya. Sebuah ekor yang memiliki duri merah bisa terlihat dan juga sayap hitam yang besar di belakang punggung-nya.


"Sepertinya kerja keras-ku tidak akan pernah memberi diriku hasil yang buruk..." Einz tersenyum dengan jahat.


"Kau memang hebat, Einz... Kau tidak pernah mengecewakan-ku dengan ciptaan baru-mu...!" Rxeonal menepuk punggung-nya sampai ia terjatuh.


Naoki membuka matanya lebar dan menghancurkan rantai-rantai di sekitarnya karena ia melepaskan dorongan yang sangat besar, Rxeonal bisa melihat taring tajam di dalam mulut-nya serta pupil merah yang tajam. Kegelapan yang membuat tubuh Rxeonal merinding menyelimuti tubuh Naoki sampai ia menatap Rxeonal dengan tatapan yang terlihat serius.


"Katakanlah, iblis...! Siapa raja-mu dan apa tujuan-mu lahir...?" Tanya Rxeonal, ia mulai mendekati Naoki tanpa rasa takut di dalam dirinya.


Naoki secara refleks berlutut kepada Rxeonal dan menundukkan kepala-nya untuk menunjukkan rasa hormat yang ia miliki kepada dirinya, "Naoki Souya... Aku hanya berpihak kepada seorang raja yang hebat yaitu dirimu Oni Rxeonal, tujuan-ku adalah melaksanakan perintah yang akan diberikan olehmu sampai akhir..."


Rxeonal tersenyum sangat jahat sampai ia mulai tertawa lagi dan lagi, akal sehat-nya perlahan-lahan mulai hilang karena rasa haus dari kekuatan. Rencana mulai mendekati dengan tahap sempurna ketika melihat Naoki yang lahir sebagai iblis dimana ia sekarang bersikap sangat loyal kepada dirinya.


"Hehhh..."


"...Masih belum cukup untuk bisa menang."

__ADS_1


__ADS_2