Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 902 - Touri's Hope yang Digunakan oleh Dewa


__ADS_3

"SHIMATSU KOIZUMI...!!!" Teriak Demetrio keras sampai ia mulai bangkit dari atas tanah sampai melepaskan banyak sekali aura dengan kandungan seluruh unsur sihir.


Mereka semua memasang tatapan kaget ketika melihat Demetrio yang mengamuk sampai setengah dari tubuhnya tidak bisa ia pulihkan kembali karena menerima serangan kutukan dari Keris itu.


"Huft...!!! Huft...!!! Huft...!!!" Demetrio bernafas berat sampai ukuran tubuhnya bertambah besar dengan setengah badan yang membentuk tubuh Golem sampai mengganti sisi tubuh lainnya.


Demetrio yang memiliki tampang Legenda sudah ia ganti dengan wujud Golem yang ia jadikan sebagai zirah serta tubuh aslinya itu, kedua matanya memancarkan cahaya merah sampai ia tidak akan memberi ampun kepada siapa pun sekarang.


Semua ini disebabkan oleh Koizumi yang berhasil menebas setengah dari tubuhnya menggunakan Keris itu, tetapi masih belum cukup untuk menghentikan dirinya yang sekarang bertambah semakin kuat.


Demetrio memasang tatapan tajam kepada mereka semua lalu ia melayang di atas langit, Hinoka melempar bola energi ledakan kepada dirinya tetapi Demetrio mendorongnya ke arah lain menggunakan pusaran angin.


"Dengan ini... aku menurunkan yang namanya hukuman bagi mereka... mereka yang sudah seenaknya menyentuh dewa sampai melukainya separah ini." Demetrio mengepalkan kedua tinjunya sampai tubuhnya memancarkan cahaya warna-warni berdasarkan elemennya.


Mata buatan Shinobu dapat melakukan X-ray, ia masih bisa melihat setengah tubuh Demetrio yang utuh, itu artinya dia masih bisa dikalahkan karena tubuhnya tidak begitu abadi.


Namun, mereka perlu mengurus tubuh Golem itu yang pasti sangat keras sampai berbagai macam sihir elemen, ia mengepalkan tinju kanannya lalu melancarkannya ke depan dengan tambahan sihir.


Daratan di hadapan mulai terangkat sampai mengeluarkan banyak sekali sihir campuran yang mencoba untuk melenyapkan mereka secara langsung, semua tanah yang terangkat itu membentuk seperti ombak yang mengeluarkan api serta listrik.


Melihat mereka semua tertekan seperti itu memberikan Demetrio kesempatan untuk mengangkat kedua lengannya sampai banyak sekali kekuatan terkumpul dari seluruh pengikutnya.


"Aku... Dewa Demetrio saat ini sedang menghadapi masalah yang sangat besar, jika aku tidak menerima semua kepercayaan dan harapan kalian maka keselamatan untuk masa depan tidak akan terjamin aman!"


"Berikan semua harapan dan kepercayaan yang memberikan diriku kekuatan itu!!!" Seru Demetrio yang berhasil di dengar oleh seluruh pengikut dari berbagai macam kepercayaan.


Shira memasang tatapan yang terlihat serius ketika melihat seorang Dewa ternyata dapat melakukan Touri's Hope, hanya saja kekuatan yang ia peroleh berasal dari kepercayaan dan harapan melalui para Legenda fanatik.


Shinobu mendeteksi banyak sekali kekuatan berdatangan dari seluruh alam semesta sehingga ia memasang tatapan takut karena Demetrio memang akan mengakhiri semuanya menggunakan God's Hope.


Demetrio menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembusnya pelan karena bisa merasakan kenikmatan dari semua kepercayaan serta harapan yang menyebar luas di dalam tubuhnya itu.


"Sungguh kekuatan murni yang sangat besar... aku tidak percaya bahwa menggunakan Touri's Hope akan sehebat ini!!!" Tubuh Demetrio memancarkan cahaya ilahi berwarna putih yang menunjukkan kemuliaan dirinya sebagai seorang Dewa.


"Hahaha!!! Musnahlah, para pemberontak...!!! Bersama dengan seluruh harapan dan kepercayaan yang terkumpul melalui semua Legenda fanatik!"


Semua sihir yang menekan mereka berhasil Shinobu tahan dengan menghantam daratan sampai ia memunculkan pohon emas dimana semua serangan itu langsung menabrak batang emas itu tanpa henti.

__ADS_1


Shinobu melepaskan Shining Justice melalui mulutnya yang terlepas kepada Demetrio, tetapi gelombang itu tidak mampu mengenai tubuhnya yang mendapatkan lindungan dari angin sampai menahannya.


Mereka semua terus menyerang dirinya tanpa henti tetapi tidak ada satu pun serangan yang mengenai dirinya sampai Demetrio hanya bisa tersenyum karena sebentar lagi Touri's Hope akan selesai.


Walaupun ia mendapatkan semua kepercayaan dan harapan dari beberapa Legenda fanatik di Touri, semua itu sudah cukup karena ia mendapatkan lebih dari luar inti semesta Touri, menambah kekuatan yang lebih besar.


"Sudah cukup... tidak ada lagi yang namanya bermain, sekarang kalian lah yang akan mati!!!" Demetrio mengepalkan tinju kanannya sampai memindahkan semua kekuatan kepercayaan dan harapan ke dalam tinjunya.


"HAAARRGGGHHHH!!! God's Hope!!!" Demetrio tidak menggunakan God's Hope sebagai serangan fisik melainkan sihir yang membentuk tinju berwarna putih sampai melesat penuh kecepatan menuju arah Shinobu bersama yang lainnya.


"Semuanya...!!! Kerahkan kekuatan penuh kalian!!!" Teriak Shinobu keras yang langsung melepaskan Shining Justice melalui mulutnya sampai mengenai serangan sihir God's Hope itu.


Hinoka menciptakan bola energi merah melalui kedua tapaknya yang ia gabung lalu lempar ke depan, Ako melepaskan panah es yang sangat besar untuk mendorong serangan dari God's Hope.


Anastasia meniup sebuah trompet dengan sangat keras sampai mengeluarkan nota lagu besar yang ikut mendorong God's Hope, Koizumi menyerap semua God's Hope itu menggunakan sihir Greed lalu membalikkannya.


Terjadilah tabrakan antar sihir mereka yang saling mendorong, tetapi hasilnya sudah terlihat sangat amat jelas ketika God's Hope itu terus mendorong ke depan karena terdapat banyak sekali kepercayaan dan harapan seluruh Legenda fanatik yang tidak dapat mereka hentikan.


Shinobu melihat semua temannya melemah, karena ia sekarang masih memiliki tiga nyawa tersisa dimana salah satunya dapat ia gunakan sebagai pengorbanan untuk menerima God's Hope.


Shinobu memasang tatapan kaget ketika ia merasakan keberadaan yang tidak asing di belakangnya, ia menoleh ke bawah lalu melihat seorang Dewi tumbuhan yang mulai melepaskan semua Lenergy kehidupan itu kepada dirinya.


"Apa...?! Apa yang kau lakukan...!?" Tanya Koizumi kepada Rosa, ia terlihat sangat frustrasi karena tidak bisa melakukan sesuatu yang baik dan bergunung dalam situasi genting seperti ini.


"Shinobu memperingati diriku untuk mengamankan kalian semua... tenang saja, yang kau perlu lakukan hanya menggunakan sihir Greed itu untuk menyerap God's Hope itu!" Peringat Rosa.


Koizumi memasang tatapan kesal lalu ia kembali duduk dengan tato Greed yang memancarkan banyak cahaya karena ia mencoba untuk menyerap banyak kekuatan dari dalam God's Hope itu serta God Lenergy yang tidak sengaja ia serap berubah menjadi Lenergy biasa.


"ROOOAAAGGGHHHH!!!" Shinobu meraung keras sehingga tubuhnya memancarkan cahaya yang begitu cerah, mengubah tubuhnya menjadi membesar sampai ia telah berubah menjadi Beast Neko Legend.


Demetrio mengangkat kedua alisnya lalu ia memasang tatapan kesal, "Kau memutuskan untuk menggunakan wujud monster itu...!?"


"Berani-beraninya kau memperlihatkan kerendahan dirimu kepadaku...!!!" Demetrio melepaskan dorongan besar melalui kedua tapaknya sampai mendorong God's Hope itu lebih dekat kepada Shinobu.


"ROAAARRR!!! LIGHT OF HOPE...!!! TINGKATAN SERATUS!!!" Dalam wujud monster itu, Shinobu bisa menggunakan Light of Hope sampai memberikan dirinya tenaga serta kekuatan untuk mendorong mundur God's Hope.


"Tindakan yang bodoh... Haaarrggghhh!!!" Demetrio mengerahkan semua kekuatannya dalam sekejap sampai menekan tubuh Shinobu seketika lalu menggerakkan semua bulu emasnya itu.

__ADS_1


God's Hope itu menyentuh Shinobu sampai menarik dirinya ke dalam, memberikannya banyak sekali kesakitan sampai ia terus meraung keras selagi menerima semua penyiksaan yang diberikan sihir itu.


"ROAAAAAGGGGHHHHH!!!" Shinobu menjerit kesakitan sampai suaranya itu mulai menghilang karena tubuhnya lenyap bersamaan dengan ledakan dari God's Hope.


Rosa memunculkan pohon besar yang menahan semua tekanan itu lalu ia melihat Koizumi mengangguk kepada dirinya sehingga ia menyentuh leher Rosa lalu menyerap beberapa kekuatan dan energi menggunakan Greed.


Setelah ledakan itu selesai terjadi, mereka memasang tatapan kaget ketika melihat lubang yang begitu luas di hadapannya dengan partikel putih yang berjatuhan dari atas langit.


"Dasar tidak berguna... sekarang aku harus mengumpulkan lebih banyak kepercayaan dan harapan untuk melakukan God's Hope---" Demetrio memasang tatapan kaget ketika melihat Rosa terbang menghadapi dirinya.


"Ahh... lihatlah siapa yang datang hanya untuk menunjukkan wajah pengkhianat itu, berani-beraninya kau melupakan janji kita sebagai Dewa untuk melindungi kedamaian dan keamanan."


"Pikiranku berubah begitu cepat sampai aku berada di pihak netral... hanya saja kau terlalu meremehkan apa yang dapat Mortal lakukan, usaha dan kerja keras mereka dapat memberikan hasil yang tidak terbayangkan..."


"...maupun itu sementara, mereka akan tetap memperjuangkan apa yang diinginkan sampai titik akhir yaitu selesai!" Ketika Roda berbicara seperti itu, Demetrio terlihat muak karena ia secara tidak langsung membela Mortal.


"Netral dari mananya!? Kau jelas-jelas membela Mortal yang tidak berguna...!!! Perbuatan mereka tidak dapat mengamankan sesuatu dengan abadi, itulah kenapa aku di sini ingin menghentikan semua labirin masalah ini lalu membunuh Zenzaku!"


"Tetapi para pemberontak seperti mereka tidak mengerti apa yang aku incar, itulah kenapa mereka yang mencoba untuk menghalang tidak jauh berbeda dari yang namanya masalah...!!!"


Shinobu membuka kedua matanya, ia baru saja merasakan kematian yang begitu mengerikan dari segala kematian yang dirinya pernah alami, pandangnya langsung tertuju kepada Rosa.


"Rosa... kenapa kamu di sini...?"


"Tugasku sudah selesai, Shinobu. Apa yang kamu berikan pada kami semua sudah menyelesaikan masalahku dengan legenda kerajaan sampai sekarang banyak sekali tumbuhan di berbagai macam planet yang berbeda."


"Itulah satu-satunya hal yang aku inginkan, sebuah tumbuhan yang masih menumbuhkan dan mengindahkan banyak pemandangan... tidak banyak..."


"...dengan bantuanmu itu, aku memutuskan untuk membalas budi dengan memberikan dirimu saran agar bisa menguasai sihir tumbuhan emas lebih jauh lagi." Rosa mengeluarkan sebuah daun emas yang ia berikan kembali kepada Shinobu.


"Dengan potensi dan usahamu sekarang... aku yakin daun dengan kekuatan tambahan dariku akan diterima oleh tubuh Legendamu, bertahan lah..."


"Apa yang kalian rencanakan sekarang?! Brengsek...!!!" Demetrio mulai melancarkan beberapa serangan kepada Rosa yang sekuat mungkin menahannya.


Koizumi mendarat di sebelah Shinobu, "Shinobu, aku akan membantu dirimu sekarang... kau adalah harapan satu-satunya yang bisa menghentikan si brengsek itu."


"Aku sudah mendapatkan bagianku tetapi dia tetaplah masalah yang harus kau urus dengan membunuh dirinya." Kata Koizumi sampai ia melihat Shinobu mengangguk selagi memakan daun itu.

__ADS_1


"Koneko..."


"...akan berjuang!"


__ADS_2