
"Selamat datang--- Ehh, Kou?" Hana melihat Kou datang sendirian tanpa pendamping, melihatnya saja membuat Hana merasa yakin bahwa Kou datang hanya ingin menikmati hidangan untuk makan siang.
"Biar aku tebak... apakah Shuan membuat makan siang yang tidak lezat?" Tanya Hana.
Kou hanya terkekeh pelan karena apa yang ia katakan itu fakta sehingga ia mulai mengikuti Hana yang mengantar dirinya menuju tempat duduk VIP.
"Kamu ingin memesan apa, Kou?" Tanya Hana yang mulai mengeluarkan alat canggih yang dapat menulis pesanan apapun.
"Aku ingin hidangan madu seperti biasanya dan... bolehkah aku berbicara sebentar dengan Ophilia?" Tanya Hana yang mulai mengeluarkan sebuah tabung dengan Bam Bam di dalamnya.
Hana melebarkan kedua matanya ketika melihat seekor naga kecil di dalamnya, ia jelas merasakan keberadaan dan esensi yang sama dengan makhluk sihir karena ia sendiri memiliki Leviathan.
Leviathan itu mengetahui jelas bahwa naga seperti Bam Bam sangat berbahaya, "Kou... kau tidak boleh membawa seekor makhluk sihir ke tempat ini..."
"...dia bisa saja mengamuk. Leviathan tadi sempat memeringati diriku bahwa naga kecil ini bernama Bamushigaru dan dia sering menciptakan kekacauan besar."
"Bamushigaru..." Kou menatap tabung itu dan ia mengetahuinya sekarang.
"Bamushigaru tidak sebesar ini..."
"Aku tahu... tetapi membawa makhluk sihir yang tidak dapat dikendalikan ke dalam restoran yang ramai ini dapat menyebabkan kerusuhan." Ucap Hana yang terlihat takut, Kou mulai tersenyum lalu ia menepuk punggung Hana pelan.
"Aku bisa menghapus niat membunuhnya dan menggantikannya dengan pikiran positif menggunakan The Mind, kau tidak perlu khawatir..."
Hana baru saja mengingat kemampuan Kou yang sangat kuat sehingga ia sekarang merasa lebih lega karena makhluk sihir itu mungkin sudah berada di tangan Kou yang dapat mengendalikannya.
"Makhluk kecil ini sekarang sudah jinak... awalnya dipenuhi dengan rasa rakus dan kehausan terhadap makanan, sekarang berubah menjadi naga yang menurut seperti anjing." Kou memasukkan kembali tabung itu ke dalam sakunya.
"Kalau begitu... bolehkah aku mendapatkan pesanan dan keinginanku?" Tanya Kou, Hana mengangguk lalu ia berjalan pergi untuk memanggil Ophilia.
Beberapa menit kemudian, Ophilia datang sambil memegang hidangan yang Kou pesan, ia menempatinya di atas meja lalu duduk di sebelahnya.
"Apa yang kamu butuhkan, Kou...? Pasti sesuatu yang penting?" Tanya Ophilia karena ia jarang sekali mendapatkan sebuah panggilan dari Kou.
Kou mengangguk, ia mengeluarkan tabung itu lalu menunjukkannya kepada Ophilia sampai ia tercengang ketika melihatnya, ia mengambil tabung itu lalu menatapnya dengan ekspresi kaget.
"Sungguh tidak di sangka... ternyata apa yang Ibu dan Ayah katakan benar, satu makhluk sihir lepas sampai menghancurkan segel Phoenix di dalamku." Kata Ophilia sambil menganalisis Bam Bam.
"Sepertinya terjadi sesuatu yang mencurigakan berkaitan tentang makhluk sihir, Ophilia. Satu planet di Zuusuatouri hancur dan menghilang tanpa sedikit sisa..."
"...bukti yang aku temukan hanya makhluk sihir itu yang awalnya bergerak sebagai mesin pembunuh karena aku melihatnya memakan seorang iblis."
"Untuk sekarang, aku sudah menghapus niat buruknya dan makhluk kecil ini berada di sisiku menjadi peliharaanku." Kou tersenyum lebar sambil menikmati madunya.
"Heh...? Peliharaan? Aku tidak menyangka kamu akan menganggap naga mengerikan ini sebagai pelihara..." Ophilia menempati tabung itu di atas meja.
"Jadi? Apa yang kamu ketahui dari makhluk sihir ini? Bukannya kamu berkaitan dengan penciptaan dari makhluk sihir itu." Ketika Kou berbicara seperti itu, Ophilia terkejut seketika.
"Aku tidak menyangka kamu akan mengetahui semuanya, kamu benar-benar terlihat seperti Ibumu ya, sering belajar dan mengetahui berbagai macam sejarah." Ophilia terkekeh.
Kou mengembangkan pipinya, "Aku di larang untuk mengetahui sejarah makhluk sihir... jadi aku membutuhkan bantuanmu untuk bisa memberi solusi kepada planet Zuusuatouri yang sudah hancur."
"Kalau begitu... singkatnya saja, makhluk sihir ini mewakili sihir kuno Oath dan namanya adalah Bamushigaru. Tetapi apa yang aku ketahui dari Bamushigaru adalah ukurannya yang sangat besar..."
"...bisa di bilang besarnya melebihi alam semesta dan apa yang ia suka hanya makan, semua yang ia lihat akan di anggap sebagai makanan... termasuk alam semesta dan dimensi."
__ADS_1
"Mengerikan juga ya... mungkin ini yang pernah Mama bicarakan soal makhluk besar yang sangat menyukai alam semesta dan dimensi." Kou mengambil tabung itu lalu membuka penutupnya.
Kou membangunkan Bam Bam menggunakan pikirannya sampai ia mulai melayang di atas lalu melihat sekeliling.
"Kou...! Bukannya itu berbahaya...?" Ophilia langsung kaget melihat Kou melepaskan makhluk sihir itu tetapi ia bisa melihat Bam Bam mendarat di atas kepala Kou.
"Tenang saja... makhluk ini sudah menjadi peliharaanku sekarang." Kou terkekeh sambil mengusap perut Bam Bam beberapa kali.
"Bamushigaru ya... tidak mungkin juga sih jika ia bangkit, pelakunya sudah jelas seseorang yang memiliki kekuatan besar, kekuatan cukup untuk menghancurkan planet." Kou mulai berpikir.
Ketika Ophilia mencoba untuk berpikir, kepalanya hanya merasa pusing karena ia tidak ingin memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan masa lalunya itu.
"Maaf, Kou... aku tidak bisa begitu membantu lebih lanjut lagi, memikirkan sesuatu yang terjadi di masa lalu malah membuat kepalaku sakit."
"Ehh...? Sayang sekali." Kou mengambil Bam Bam lalu ia menempatinya di dalam saku, Kou memejamkan kedua matanya lalu ia mengelus kepala Ophilia.
Ophilia bisa merasakan pikirannya terasa lebih lancar sekarang bahkan kepalanya merasakan keringanan berkat bantuan Kou yang menggunakan kemampuannya untuk melepas semua rasa pusing dan sakit kepala itu.
"Loh... aku mengingatnya..." Ophilia terkejut, ingatannya kembali kuat dan ia mencoba untuk mengingat masa lalu sehingga terkejut seketika menatap Kou.
"Mmm...? Ophilia?" Kou melihat ekspresi Ophilia berubah seketika.
"Pegasus..."
"Pegasus?" Kou menoleh ke belakang.
"Kou, kemana Pegasus...?"
"Ehh? Siapa... Pegasus...?"
Ophilia menutup mulutnya, menyadari sesuatu yang seharusnya ia simpan sebagai rahasia, rahasia soal pegasus seharusnya ia simpan agar Kou tidak mengetahuinya.
"...apakah makhluk sihir juga?" Tanya Kou dengan tatapan penasaran.
Ophilia menggelengkan kepalanya, "Tidak, Kou, aku mohon jangan membaca pikiranku! Mamamu melarangmu untuk membaca pikiran orang secara sembarangan bukan...?"
"Iya, aku mengerti kok. Mungkin kemampuan tadi berefek cukup kuat padamu." Kou tersenyum lalu mengambil satu gelas air dan memberinya Ophilia.
"Ini..."
"Terima kasih..." Ophilia mengambil gelas itu lalu ia meminumnya sambil memperhatikan Kou yang terus menciptakan sebuah gambaran buruk di pikirannya.
"Tidak... aku malah mengingat kejadian dulu." Ungkap Ophilia, ia melihat Kou baru saja selesai menghabiskan segelas airnya dan ia mulai menyentuh perutnya sendiri.
"Tunggu ya, aku ingin ke toilet..." Kou turun dari atas kursi lalu ia berjalan pergi menuju toilet.
"Entah kenapa... pikiranku seperti memperingati diriku tentang sesuatu, bahaya mendekat... untungnya Kou gadis penurut..."
"...jika ia tahu maka... semuanya akan bertambah buruk saja... melihat makhluk sihir itu di hadapanku mengingatkan diriku kepada anak itu..." Ophilia memegang kepalanya sehingga ia mengingat dua teman masa kecilnya.
"Gawat... aku seharusnya tidak mencoba untuk mengingat kembali masa yang terjadi jutaan tahun yang lalu..." Ophilia melihat Hana sedang memberikan beberapa pesanan.
Ophilia hari ini tidak bekerja karena ia masih berada dalam proses pemulihan, Arata menyarankan dirinya untuk beristirahat dan memakan sesuatu yang lezat agar pikirannya bisa tenang.
***
__ADS_1
"Toilet... Toilet... Toilet..." Kou menyanyikan sebuah lagu kecil selagi menghampiri toilet di hadapannya.
Bug!
Kou terjatuh ketika menerima sebuah tabrakan yang tidak di sengaja, "Aduh..."
"Ahh, maaf, gadis kecil. Sepertinya paman terlalu besar sampai tidak melihat dirimu..." Terdengar suara pria jantan di sebelah Kou dan ia mulai menoleh ke atas, menatap wajah pria itu yang dipenuhi luka.
"Sini, biar aku bantu." Pria itu membantu Kou berdiri dan ia tidak lupa untuk bertanggung jawab dengan menepuk tubuhnya pelan.
"Terima kasih..." Kou tersenyum polos lalu ia mengeluarkan sebuah berlian dan memberikannya kepada pria itu, ia berjalan pergi dan masuk ke dalam toilet.
"... ..." Pria itu menyimpan berlian itu di dalam sakunya lalu ia tersenyum serius.
"Aku tidak menyangka akan berpapasan langsung dengan ratu Touriverse... mirip seperti ibunya ternyata."
Pria itu selama ini adalah Zoiru yang sedang menyamar, ia mulai berjalan maju menghampiri Ophilia yang sedang mengetuk meja dengan tatapan bosan.
Pria itu bersiul pelan sehingga beberapa pelayan mulai menghampiri Hana dan Arata untuk menyibukkan mereka semua agar tidak ada yang memperhatikan Ophilia.
Semua pelayan itu adalah sebuah tumbal terbuat melalui daging yang di keluarkan oleh Bamushi dan semua daging itu dapat membentuk menjadi Legenda, sama halnya dengan boneka.
"Permisi." Zoiru mulai menyapa Ophilia yang saat ini sedang berpikir, ia menatap pria itu lalu tersenyum.
"Iya, bisa saya bantu?"
"Sebenarnya saya tidak tahu jalan menuju tempat ini, aku sebenarnya berasal dari planet sebelah yang bernama Densetnia. Baru saja tiba di planet Legenia untuk berlibur..." Zoiru mengeluarkan sebuah peta.
"Ahh... tamu dari planet lain ya, kalau begitu biar aku bantu." Ophilia bangkit dan mengambil peta itu untuk memberikan sebuah jalan pintas.
Zoiru tersenyum jahat, sudah lama sekali ia tidak bertemu dengannya dan ia terlihat sangat berbeda, penyamarannya berjalan lancar berkat keberadaannya yang tersembunyi.
"Kalau tidak salah... rute tercepat lewat tempat itu..."
"Ahh, terima kasih."
Ophilia menunjuk ke arah barat dan Zoiru mulai berjalan jauh meninggalkan petanya dengan sengaja sampai Ophilia menyadari orang asing itu melupakan petanya.
"Hei, tunggu, sebentar!" Panggil Ophilia yang mulai memberikan peta itu kepada Zoiru.
"Petaku... hampir saja aku meninggalkannya." Zoiru mengambil peta itu lalu menyimpannya di dalam sakunya.
"Hati-hati dalam perjalananmu ya, terima kasih sudah mengunjungi restoran Shimatsu." Ophilia mengangguk.
"Aku juga melupakan hal lainnya..." Ucap Zoiru dengan menunjukkan suara aslinya yang terdengar cukup dalam.
Tubuh Ophilia merinding seketika dan ia menatap wajah pria itu dengan tatapan waspada sehingga ia bisa melihat jelas kedua matanya yang bersinar hijau.
"Ophilia..."
Ophilia sontak kaget ketika melihat wajah orang asing itu, namanya sendiri bahkan sampai di sebut oleh dirinya.
"Zo... Zoiru---" Zoiru mencekik leher Ophilia lalu melompat ke atas untuk melakukan perpindahan cepat.
***
__ADS_1
"Ahh~ Aku kembali---" Kou menyadari Ophilia yang sudah menghilang.
"Loh... Kok ilang...?"