
"Aku akan melatihmu mulai dari sekarang, Shiratori Shira." Ucap Shuri dengan senyuman di wajahnya.
Shira sempat untuk merubah ekspresi-nya menjadi takut karena ia tidak mengenal malaikat yang menawarkan dia berlatih, ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak panik atau melawan Shuri tanpa disengaja, ketika melihat Asuka dan Chiara yang sedang berdiri, Shira langsung berubah kembali menjadi ekspresi biasanya karena ia mengenal mereka berdua di akademi.
"Sepertinya kau sudah bangun ya, Shira. Malaikat yang telah menyelamatkan-mu ini bernama Shuri, dia bisa disebut sebagai kakak angkat kita karena dia tinggal disini sendirian sejak itu, untungnya Asuka menemukannya dan dia membantu kita berdua untuk mencari potensi yang tersembunyi di dalam diri kita masing-masing." Chiara mulai menjelaskan.
Shira sekarang mengerti dengan situasi yang ia hadapi, Asuka juga tidak lupa untuk memberitahu Shira bahwa dirinya telah terdampar di semesta Xuusuatouri karena penyergapan bangsa Iblis. Mengingat kejadian itu membuat Shira segera bangkit dari tempat tidurnya dan terjatuh karena tubuhnya terasa lemah, ia membutuhkan latihan dari Shuri yang menemukan potensi tersembunyi di dalam tubuh Shira.
"Kau mau kemana, anak muda...? Bukannya terlalu terburu-buru untuk menyerang kembali Iblis dengan dirimu yang lemah ini...?" Tanya Shuri.
"Aku tidak lemah...! Aku harus mencari Megumi...! Aku harus mencari yang lain, penyergapan tadi sangatlah mendadak... Kesakitan yang aku rasakan sebelumnya membuat diriku tidak mengingat apapun sebelumnya, tetapi tubuh ini terus terasa panas seolah-olah aku sedang disinari oleh sebuah cahaya." Shira menatap kedua telapak tangannya yang memancar sedikit cahaya emas.
"Kau tidak akan bisa pergi tanpa persiapan yang sempurna, kau sudah berlatih dan bertambah kuat, ya... Aku tahu... Tetapi latihan-mu masih belum selesai untuk bisa membawamu ke puncak dimana bangsa Iblis itu berada. Kau lebih memilih untuk mati atau bersiap disini, kau akan aku latih sampai kau bisa mengetahui apa arti dari kekuatan itu." Kata Shuri.
Shira memejamkan kedua matanya dengan tenang, ia masih bisa merasakan keberadaan Megumi entah dimana dan juga rekan-rekan lainnya masih bisa ia rasakan yang mengartikan bahwa mereka semua selamat. Chiara mulai berbisik kepada Asuka ketika melihat Shuri yang terlihat seperti sudah mengenal Shira dekat.
"Asuka, apakah kau curiga dengan Shuri...?"
"Mmmm...?"
"Itu loh, pertama kali kita bertemu dengannya... Bukannya dia bersikap seolah-olah dia mengenal kita sudah lama...? Dia melakukannya lagi kepada Shira, apakah kemungkinan dia dapat menciptakan ramuan yang dapat membaca masa depan...?" Bisik Chiara.
"Mmmm... Mungkin saja, Asuka tidak peduli asalkan Shira bisa menjadi kuat oleh Shuri." Jawab Asuka.
"Dasar bodoh... Jika kita mengetahui Shuri bisa membaca masa depan bukannya masalah konflik kita akan berakhir lebih cepat, bodoh-bodoh."
__ADS_1
Shira mulai mengingat tentang dirinya yang bertarung melawan seorang iblis yaitu Majin, dirinya ini masih belum cukup untuk bisa mengalahkan seorang iblis kuat seperti Majin. Kekuatan dan sihir saja belum cukup bahkan dirinya masih melakukan pergerakan yang tidak perlu, ketika menatap Shuri yang sedang tersenyum membuat tubuh Shira bergerak dengan sendirinya seolah-olah ia ingin di latih olehnya.
"Aku harus bisa menjadi Legenda yang kuat, aku adalah Saint Legenda yang seharusnya memberi cahaya untuk segala semesta. Mengalahkan satu iblis saja aku tidak bisa...? Sepertinya aku membutuhkan pelatih yang benar-benar mengetahui tentang rahasia dari kekuatan yang sebenarnya." Shira mulai berbicara.
"Kau mengatakan hal itu seolah-olah kau mulai mempercayai diriku. Dengar ya, walaupun aku seorang malaikat... Aku dapat mengerti perasaan dan kemampuan seorang Legenda, apalagi Saint Legenda sepertimu. Aku dapat melihatnya melalui kedua mata-mu serta perasaan-mu, Shiratori Shira." Kata Shuri.
"Latihan yang kau berikan... Aku harap itu dapat membuat diriku berubah menjadi seorang Legenda yang layak. Aku mohon, Shuri... Latihlah aku sampai diriku bisa mengerti tentang tujuan dari kekuatan yang sebenarnya serta potensi yang masih belum aku temukan di dalam diriku sendiri..." Shira bangkit dari atas lantai dan ia segera menundukkan kepala-nya, memohon kepada Shuri untuk melatih dirinya.
"Aku suka rasa semangat-mu, Legenda. Kau mengingatkan diriku kepada seseorang, tentunya aku tidak akan menolak karena tujuan utama-ku adalah melatihmu." Shuri tersenyum.
"Setidaknya biarkan diriku menginjak perubahan yang baru, perubahan yang dapat membawa diriku ke puncak kemenangan."
"Kau terlalu mengandalkan perubahan Saint Legenda, lebih baik aku melatihmu secara keseluruhan. Aku juga akan memperbaiki semua kekurangan yang kau miliki serta merubah segalanya menjadi kelebihan." Chiara dan Asuka hanya bisa duduk sila di atas lantai sambil bermain catur karena bosan mendengar percakapan mereka berdua.
"Tidak bisa menghitung hari dalam latihan, hasilnya akan aku tentukan jika kau benar-benar siap, Shira. Kita akan berlatih di tempat dimana yang sangat sunyi dimana hanya terdapat kita berdua saja disana."
"Baiklah..." Shira tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya.
"Intinya latihan yang akan aku berikan sangatlah keras dan sulit untuk dirimu, kau harus bisa terbiasa dan mempersiapkan dirimu sebelum melaksanakan latihan yang keras ini." Kata Shuri, Shira menggelengkan kepalanya dan ia segera menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena rasa semangat-nya mulai terbakar di dalam dirinya bahwa dia akan bertambah kuat setelah latihan selesai.
"Baiklah, sepertinya kita sudah siap." Shuri menyentuh kening Shira, "Chiara... Asuka... Aku serahkan kabin ini kepada kalian berdua ya. Jangan mencoba untuk iseng dan mencari sesuatu yang seharusnya tidak kalian cari."
Shuri bersama Shira segera menghilang, Asuka dan Chiara saling menatap satu sama lain lalu mereka berdua segera bangkit dari atas lantai. Kedua malaikat itu segera memeriksa semua barang yang ada di kabin itu karena mereka mencoba untuk mencari informasi tentang Shuri dan jati dirinya yang sebenarnya.
***
__ADS_1
Mereka muncul di luar angkasa yang dipenuhi dengan sinar cahaya silau, Shira awalnya segera menutup kedua matanya tetapi beberapa detik kemudian ia mulai terbiasa menatap semua sinar cahaya yang lebih terang dari matahari tersebut. Jutaan matahari bisa terlihat oleh Shira dan juga suhu ruangan itu sangat panas sampai seluruh tubuhnya dipenuhi dengan keringat yang mengalir, entah kenapa... Shira masih bisa bertahan di ruangan itu dengan semangat yang masih terbakar di dalam dirinya.
Shira sudah terbiasa berlatih di suhu yang panas serta ramuan yang diberikan oleh Shuri sepertinya berjalan cukup manjur untuk tubuhnya. Tanpa penjelasan apapun Shira melepas bajunya dan bersiap untuk melakukan latihan bersama Shuri, Shuri hanya bisa tersenyum dan ia segera melakukan latihan tanpa harus menjelaskan apa yang harus di latih.
Mereka berdua bertarung selama beberapa menit dan di lanjutkan dengan latihan yang diberikan oleh Shuri dimana Shira harus melompati semua matahari itu sampai melihat gerhana matahari, ketika Shira melompati seluruh matahari itu ia bisa merasakan seluruh tubuhnya yang dilindungi dengan suhu panas yang terasa hangat bagi dirinya sendiri. Ketika ia melompat ke depan, ia segera menginjak gerhana matahari dengan keringat yang mulai kering karena suhu ruangan tersebut.
Shuri mengatakan sesuatu tentang waktu, waktu ruangan disini berjalan cukup cepat bahkan seiring-nya waktu berjalan dengan cepat maka tenaga Shira akan terus terkuras. Membutuhkan satu hari agar Shira dapat mengontrol tenaga-nya yang terus terkuras, ia terbang mengelilingi jutaan matahari sambil merasakan suhu panas-nya. Shuri merasa cukup terkesan bahwa Shira tidak mengeluh atau menyerah berbeda dari Asuka dan Chiara dimana mereka langsung tertidur dan menyerah.
Hari terus berjalan sampai latihan Shira semakin sulit dimana ia saat ini sedang mengangkat tiga matahari menggunakan kedua telapak tangan-nya sambil melompat-lompat matahari lainnya. Seluruh tubuhnya terasa terbakar serta kulit-nya perlahan-lahan berubah menjadi coklat, Shuri sudah menawarkan dirinya untuk istirahat tetapi Shira menolak karena dia harus menyelesaikan tujuannya terlebih dahulu.
Ketika Shira menginjak matahari yang terakhir, ia menyerap habis ketiga matahari itu sampai tidak tersisa lagi membuat Shuri terkejut karena dia sudah menemukan kemampuan untuk menyerap matahari. Shira tertidur selama satu jam untuk memulihkan kembali stamina dan kekuatannya, ketika Shuri melihat Shira bangun ia melihat dirinya yang menciptakan beberapa matahari yang jauh lebih besar.
Shira melakukan meditasi di atas matahari yang sangat besar, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan keringat yang langsung menjadi kering karena matahari yang mengepung dirinya. Seluruh kekuatan dan tenaga Shira terasa seperti terbakar, gravitasi itu semakin membesar sampai Shira mulai tertekan dengan gravitasi itu untuk beberapa menit tetapi beberapa menit kemudian ia berhasil mengontrol tubuhnya untuk menahan tekanan gravitasi itu.
"Terlalu banyak pergerakan yang tidak diperlukan dapat menguras stamina dan juga mengganggu pikiran-mu, nafasmu bisa saja habis jika kau melakukan sedikit pergerakan yang tidak diperlukan. Kau harus bisa seperti matahari yang terus bersinar tanpa merasa lelah, menjadi-lah yang membuat musuhmu kehabisan nafas dan juga kelelahan." Ucap Shuri.
Shira dan Shuri mulai bertarung melawan satu sama lain, mereka sekarang bisa disebut berada di tingkat yang sama yaitu setara tetapi latihan Shira masih jauh dari kata selesai karena Shira masih harus belajar tentang yang lain.
"Ubahlah jiwa-mu menjadi matahari... Bersinar setiap saat dan selalu memancarkan cahaya tanpa hati, jiwa-mu itu akan menerangkan jalan yang kau pilih serta kekuatan yang kau cari..." Kata Shuri sambil menghindari semua serangan Shira.
"Setidaknya kau harus bisa bergerak tanpa harus memikirkan-nya, bergeraklah jika itu perlu. Kekuatan penuh tetapi pergerakan yang sia-sia itu hanya akan menguras tenaga dan menghamburkan kekuatan yang kau kumpulkan. Kau harus bisa memilih setiap serangan yang akan kau gunakan dan membandingkannya..."
"Carilah jawaban yang lebih dalam lagi, Shira. Kau bisa menemukannya di dalam dirimu jika kau mencarinya lebih dalam, jiwa-mu yaitu matahari akan menyinari jalan-nya agar kau bisa menemukannya..."
"Grrggghhh...!!! Hahhhhhh...!!!" Shira mengepalkan kedua tinjunya dan ia memancarkan cahaya yang sangat terang sampai Shuri terdorong ke belakang, ia tersenyum seketika melihat Shira yang mulai mengerti apa yang ia baru saja katakan.
__ADS_1