Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 601 - Rencana yang Lebih Besar


__ADS_3

"Grrrggghhh...!!!" Ophilia terkendali penuh dengan dosa Wrath yang memiliki potensi tinggi sampai rambutnya terbakar dengan api yang di lepaskan oleh Phoenix.


Bamushi terhempas ke atas langit sampai mengejutkan Zoiru karena ia bisa melihat Phoenix bangkit lalu melebarkan kedua sayapnya yang melepaskan bulu-bulu api.


Kedua lengan Zoiru mulai meleleh ketika memegang rambutnya itu, ia sampai terhempas ke belakang karena dorongan yang di lepaskan oleh Ophilia melalui tatapannya.


Tangisan dan rasa sedihnya sudah ia lampiaskan semuanya kepada Kirua tetapi ia mendapatkan berita buruk lainnya dimana seseorang yang sangat ia sayangi yaitu Valance mati.


Semua rasa sedih dan penderitaan itu langsung diselimuti dengan dosa amarah yang mengendalikan Ophilia untuk bertarung seperti Legenda agar bisa melindungi keluarga dan tentunya membalas kematian mereka semua.


"Nrrgghhh...!!! Grrrggghhh!!! Kau akan membayar semua kerugianmu...!!!" Seru Ophilia, suaranya menggema sampai membuat daratan bergetar dahsyat.


Phoenix terbang ke atas lalu merasuki tubuhnya sehingga rambut Ophilia mulai memanjang dan berubah menjadi warna merah keemasan, aura melalui tubuhnya menciptakan sebuah zirah emas.


"Hohhhh...!!!" Zoiru memasang tatapan yang terlihat puas ketika melihat Ophilia ternyata tumbuh dewasa dengan potensi serta kekuatan yang tersembunyi di dalamnya.


Taring yang berada di dalam perut Ophilia mulai meleleh dan semua luka yang ia dapatkan kembali sembuh.


"Kau menghancurkan masa kecilku..."


"Memisahkan diriku dengan sahabatku..."


"Sekarang kau menyiksa Papaku dan membunuh Mamaku..." Zirah itu menumbuhkan sayap Phoenix yang begitu besar dan indah sampai Zoiru hanya bisa tersenyum karena takjub melihatnya.


"Kau akan menyesal, Zoiru...! Sekarang aku marah...!!! Aku benar-benar marah...!!!"


"Sekarang aku..."


"...AKAN MEMBUATMU MENDERITA!!!" Jerit Ophilia keras sehingga suaranya langsung tergantikan oleh suara Phoenix yang mengamuk.


Pergerakan Ophilia mulai di kendalikan oleh dosa Wrath dan Phoenix yang di kombinasikan menjadi sehingga ia muncul di hadapan Zoiru.


Zoiru memasang tatapan kagum melihat kecepatannya yang mampu mengejutkannya dirinya, Ophilia mulai memunculkan dua bulu yang membentuk pedang berapi tajam.


Ophilia melepaskan serangan kombinasi kepada Zoiru sampai menekan dirinya, ia tidak bisa menyerang atau melarikan diri jadi ia memilih untuk menahan serangan itu.


Setiap tebasan yang mengenai kedua lengannya mampu memberi dirinya luka yang dapat ia rasakan sampai tubuhnya mulai terbakar dengan api amarah milik Phoenix.


Ophilia mengerahkan tenaga penuh lalu ia menebas tubuh Zoiru secara bersamaan sampai menghancurkan seluruh pertahanannya, ia terhempas ke belakang dan mengenai beberapa pohon.


Ophilia merasakan keberadaan Bamushi yang muncul di belakangnya, ia mulai menyerangnya dengan kecepatan penuh sampai Bamushi menerima satu tebasan di puncak kepalanya sehingga ia terjatuh di atas tanah.


"MAKHLUK SIHIR SEPERTIMU BERHAK DIAM DI WILAYAHMU SAMPAI MEMBUSUK!!!" Ophilia mengayunkan kedua pedangnya dengan kecepatan penuh sampai melepaskan gelombang tebasan.


Bamushi mengerang keras ketika menerima rasa sakit yang begitu baru bayinya, Ophilia menoleh ke sebelah kanan dan ia berhasil menahan semua serangan Zoiru.


Ophilia menyerang balik dengan menebas kedua lengan Zoiru sampai putus, setelah itu ia menebus perutnya sambil berlubang lalu menciptakan lambang X tepat di dadanya.


Semua serangan itu Ophilia akhiri dengan melepaskan dua serangan pedang yang menghancurkan wajah Zoiru sampai menunjukkan kerangkanya, ia terhempas ke belakang lagi.


Zoiru melesat ke atas dengan semua luka yang berhasil di tambal oleh daging yang Bamushi lepaskan, Zoiru melepaskan gelombang sihir besar melalui mulutnya tetapi Ophilia membelahnya menjadi dua.


Ia kembali melepaskan kekuatan penuhnya untuk mengakhiri kehidupan Zoiru, serangan demi serangan terus melukai dirinya cukup fatal sampai Zoiru sendiri bisa merasakannya.

__ADS_1


Pertahanan Zoiru sudah hancur ketika Ophilia melepaskan serangan pertama, wajahnya menerima satu tebasan yang berhasil menghancurkan kerangka dan wajahnya.


Ophilia menyerang lagi dengan menusuk perut Zoiru cukup dalam menggunakan pedang kirinya lalu ia mengakhiri serangan dengan muncul di belakang Zoiru lalu melepaskan pedang kanannya.


Pedang kanan itu menusuk dada Zoiru sampai ia terbawa menuju daratan dan menerima ledakan sihir yang di lepaskan oleh kedua pedang berapi itu.


Ophilia muncul di hadapan Bamushi yang mencoba untuk bangun, tanpa melihat ke belakang Ophilia melepaskan kobaran api yang mampu menghempas Bamushi jauh ke belakang.


Ophilia muncul tepat di hadapan Zoiru yang terlihat mati, setengah dari tubuhnya sudah meleleh dan yang tersisa hanya sebagian tubuhnya.


Ophilia terus menatapnya, "Cik... Sekarang mati, Zoiru!!!"


Ophilia melepaskan satu pukulan penuh dengan kekuatan tetapi Zoiru menangkap tinju kanannya sehingga ia terkejut seketika sampai lambang Wrath di kedua matanya hilang seketika.


"Ahh...!?" Ophilia melirik ke bawah dan melihat Zoiru menunjuk perutnya menggunakan jari telunjuk sampai laser hijau besar terlepas melalui punggungnya.


"Aaaagggghhh...!!!" Ophilia terhempas ke belakang dan Zoiru berhasil memulihkan tubuhnya, ia mulai menghormati Ophilia karena pertarungan tadi cukup membuat dirinya takjub.


"Kau memang hebat, Ophilia! Teman masa kecilku yang dulunya tidak memiliki teman sekarang memiliki banyak kekuatan...!!!" Zoiru menunjuk ke depan menggunakan telunjuknya.


"Tetapi... Legenda seperti dirimu bukan tantangannya untuk seorang dewa agung Oath yaitu Zoiru!" Zoiru tersenyum serius dan ia melepaskan beberapa laser melalui telunjuknya.


Semua laser itu menembus tubuh Ophilia sampai ia menjerit kesakitan, setelah itu Zoiru menghantam wajahnya sampai ia terjatuh di atas tanah dengan tubuh lumpuh yang tidak bisa di gerakan.


Semua luka yang ia terima mampu membuat dirinya tidak bisa bergerak atau melakukan sesuatu, Phoenix yang berada di dalam dirinya juga tidak dapat membantu karena menerima luka yang sama.


Zoiru mendarat di atas tanah, merasa puas bertarung dengan Ophilia yang mampu menunjukkan kekuatan dan potensi tersembunyi di dalam dirinya.


Ophilia melihat Zoiru ternyata tumbuh menjadi dewa agung yang sangat kuat, serangan yang ia lakukan tadi masih belum cukup.


"Aku mengaku bahwa sejak kecil kau adalah teman pertamaku tetapi setiap pertemuan akan berakhir dengan perpisahan, Ophilia..."


"...kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan teman masa kecil kita, hanya dua yang aku ketahui dan itu adalah musuh atau rekan."


"Bertahun-tahun lamanya aku di kurung di dalam Realm of Oath oleh Ayahku atas hukuman berteman dengan kalian berdua..."


"...rencanaku sejak itu hanya ingin membebaskan Bamushigaru tetapi teriakannya lepas sampai menarik perhatian lain."


"Kau sebagai putrinya Kirua seharusnya menjelaskan keadaan tetapi apa yang kau lakukan hanya diam..." Zoiru mengeratkan cekikan itu sampai Ophilia mengeluarkan banyak suara kesakitan.


"Aku menghabiskan waktuku di dalam wilayah sihir Oath, berlatih dan menumbuhkan hubungan yang sangat ketat dengan Bamushigaru!"


"Terus berlatih dan berusaha sampai aku mendapatkan gelar juara sebagai Dewa Agung Oath...!!! Aku sekarang sadar bahwa semua orang pasti membutuhkan bantuan terhadap satu sama lain..."


"...aku membantumu sejak itu bukan? Apakah kau akan membalasnya dengan sesuatu yang setimpal Ophilia? Aku ingin tahu cara unik membangkitkan Bamushigaru, itu saja... aku tidak akan membunuh dirimu?."


"Aku bukanlah dewa munafik yang berbohong karena sihir Oath sendiri berdasarkan sumpah dan aku bersumpah untuk membiarkan dirimu hidup dengan damai ketika kau mau memberi jawaban itu...!"


Zoiru melepas leher Ophilia sampai ia mulai batuk-batuk, tidak memiliki pilihan lain selain menutup mulutnya rapat karena ia tidak ingin menyebabkan bahaya yang besar di sekelilingnya.


Zoiru menarik tubuh Kirua lalu ia menyiksa dirinya lagi dan lagi di hadapan Ophilia sampai ia tidak bisa menahan melihat pemandangan yang begitu menyakitkan bagi dirinya.


"Jawab aku..."

__ADS_1


"...bagaimana caranya aku membangkitkan Bamushigaru? Hanya satu ritual saja..." Zoiru mulai bersiul sehingga Bamushi mendekat dan membuka mulutnya lebar.


Zoiru mengarahkan tubuh Kirua ke dalam mulut Bamushi, "Ketika aku memasukkan Ayahmu ke dalam mulut Bamushi... dia akan mati dan melanjutkan kehidupannya di dalam isi perutnya."


"Jika kau masih tidak ingin menjawab maka aku akan membunuh suamimu dan kedua anakmu itu." Ancaman Zoiru sudah cukup untuk membuat Ophilia membuka mulutnya.


"Baiklah... aku akan memberitahumu..." Ekspresi Ophilia terlihat sangat lemas dan ia tidak memiliki pilihan lain selain memberitahunya karena ia sendiri yakin bahwa setiap jalan buntu akan menyediakan pintu yang baru.


Jika Ophilia tidak berhasil mencegahnya sekarang, ia masih memiliki banyak temannya yang mungkin dapat membantu karena dirinya sekarang berada di posisi ancaman dan tekanan besar dari Zoiru.


"Cara untuk membangkitkan Bamushigaru..."


"...kau membutuhkan buku sihir Oath, nyawa yang dikorbankan... tetapi nyawa itu harus sesuatu yang sangat kau cintai dan anggap penting bagi dirimu..."


"...sebuah lambang yang terbuat dari darah... lambang sihir Oath dan gambaran dari Bamushigaru... jangan melupakan kuil juga untuk..."


"...menjalankan ritual, hubunganmu dengan Bamushigaru sudah pasti ketat... itu artinya... kau mungkin akan berhasil..." Ophilia menatap Zoiru dengan tatapan lemas.


Zoiru menarik rambut Ophilia lalu ia mencekik lehernya menggunakan kedua tangannya, "A-Ack... kenapa... aku kira... kau memenuhi sumpahmu... Zoiru..."


"Masih belum cukup, aku mendengarnya sejak itu. Dari Valance dan Kirua bahwa terdapat cara alternatif untuk membangkitkan makhluk sihir!" Zoiru mengeluarkan taring yang tajam lalu ia menusuk punggung Ophilia.


"AAAGGGGHHHHH...!!!" Ophilia menjerit keras dan Zoiru terus menusuk punggungnya beberapa kali sampai ia melepaskan Ophilia yang terlihat tidak berdaya.


"Mungkin dengan menyusun semua informasi ini... ya... aku mendapatkan jawaban yang aku inginkan..." Zoiru tersenyum serius.


Ophilia berbaring di atas tanah dengan kondisi sekarat, kedua tatapannya yang buram sempat melihat Bamushi di belakang Zoiru mulai melebarkan mulutnya lalu melahap tubuh Zoiru.


Baggg!!!


Ophilia melebarkan kedua matanya dan tubuhnya langsung di gusur oleh seseorang, ia menoleh ke belakang dan melihat Kou datang dalam waktu yang tepat untuk menyelamatkan dirinya.


"Ophilia... syukurlah kamu baik-baik saja..." Kou menempati Ophilia di tempat yang sangat aman lalu ia menatap Bamushi yang berada di dalam pengaruh kekuatan The Mind.


Bamushi sampai melahap tubuh Zoiru karena perintah Kou melalui pikirannya, kemampuan tadi tidak cukup untuk mengalahkan Zoiru yang mulai keluar melewati punggung Bamushi.


"Kou Comi... aku tidak menyangka kau akan datang." Zoiru bangkit tepat di atas tubuh Bamushi dengan tatapan kesal karena ia tidak menyangka akan bertemu dengannya.


"Zoiru... aku tidak akan membiarkan masalah besar muncul lagi." Kou menunjuk Zoiru.


"Hohhh... Apa yang akan kau lakukan, Kou? Mencoba untuk melawan diriku...?"


"Jangan mengharapkan sebuah pertarungan denganku, Kou. Kau bukan Korrina Comi dan dia sendiri lebih mahir bertarung di bandingkan dirimu."


"Ya, kau benar. Tetapi pengetahuan dan rencanaku jauh lebih besar di bandingkan Mama..." Kou menunjuk dahinya sendiri.


"Hohhhh... maju ke sini, Kou, tunjukkan semua perkataan itu." Zoiru menunjuk Kou.


"Apakah kau bisa menahan embusan nafasku yang dapat menghancurkan tubuh---" Zoiru mengurutkan dahinya ketika melihat seorang pria berdiri tepat di belakang Kou.


"Ternyata kau benar, Kou..."


"...rencana itu adalah..."

__ADS_1


"Kau mengajak Shimatsu Arata ya..."


__ADS_2