
Shuan baru saja membunuh pemimpin organisasi lainnya dengan meracuni pernafasan mereka menggunakan salah satu kekuatan dari [Golden Solar System] yaitu [Golden Venus] dimana ia menciptakan planet emas Venus melalui kedua tapak tangannya dan Venus emas itu akan melayang di tengah kedua tapak tangannya, melepaskan kekuatan berbahaya yang terkandung di dalamnya, ukuran Venus seharusnya besar tetapi Shuan dapat mengecilkan-nya dan membesarkan-nya untuk memperluas jarak dari efek kekuatan yang tertera di dalam Golden Venus.
Bukan ukuran dari Golden Venus yang besar tetapi badai yang terkandung di dalamnya, badai ini juga sangat kuat dan diperkirakan mempunyai kecepatan angin 400 kilometer per jam, kekuatan badai dari Golden Venus memiliki jarak yang begitu kecil karena Shuan tidak ingin beresiko meracuni semua orang dengan badai dari kekuatan Golden Venus, badai di planet Venus bisa membunuh makhluk hidup dengan sangat cepat. Sebab, selain kuat badai ini sudah tercampur dengan atmosfer dan gas di udara Venus yang terkenal panas dan beracun.
Seluruh anggota organisasi itu tidak mampu bertahan karena berada di jarak Golden Venus, hidung mereka secara otomatis menghirup udara tersebut sedangkan Shuan sendiri berhasil melindungi tubuhnya dengan cahaya emas, ia tidak bisa menggunakan Golden Venus terlalu lama karena dapat mempengaruhi tubuhnya. Masih terdapat banyak potensi dari Golden Solar System, setiap planet yang ada dapat ia jadikan sebagai sumber kekuatan bagi dirinya, menjadikan dirinya sebagai Legenda pembunuh dari jarak yang jauh tetapi jika dari jarak dekat maka dia memiliki kesempatan kalah yang begitu tinggi.
Tubuh anggota Legenda itu mulai meleleh ketika merasakan suhu dari badai Golden Venus itu, anggap saja kepanasan dari badai itu seperti empat kali lipat dari suhu air mendidih di bumi. Shuan menghentikan kemampuan Golden Venus itu ketika tubuh mereka hanya menyisakan kerangka dan bagian dalam organ, entah apa yang ia sedang lakukan tetapi semua jantung yang ia lihat dan dapatkan sama saja, mendengar perkataan Haruka dimana ia tidak bisa menyelamatkan Kou dengan jantung membuat dirinya ingin melampiaskan semua rasa kesal itu.
Shuan mencoba untuk mencari musuh yang lainnya tetapi ia dihentikan oleh keberadaan seorang yang baru saja muncul tepat di belakang-nya dengan menjaga jarak beberapa meter karena cukup beresiko jika terlalu dekat dengan dirinya karena ia memiliki Golden Venus, kemampuan yang cukup berbahaya untuk tubuh orang itu. Shuan menoleh ke belakang dan ia dikejutkan dengan keberadaan seseorang yang muncul, ia rela datang hanya untuk menghentikan dirinya.
"Selama ini kau yang mengganggu liburan musim sejuk untuk semua orang ya... astaga, sebenarnya apa yang kau mau? Mengumpulkan jantung sebanyak mungkin tidak akan mengubah fakta bahwa Kou akan menerimanya, kau tidak mengenal dirinya begitu dekat ya? Dasar bodoh." Seseorang yang datang untuk menjumpai Shuan adalah Arata dengan ekspresi yang terlihat kesal karena ia selalu saja mendapatkan berita tentang pembunuh berantai, perlakukan Shuan sangat berbeda dengan Shira, seharusnya ia bisa mencari cara yang lebih positif dibandingkan cara yang negatif seperti mengumpulkan jantung.
"Apa yang kau mau dariku? Seharusnya kau lebih baik mementingkan restoran itu... musim ini masih musim sejuk bukan? Jangan ikut campur urusan diriku, Arata."
"Dasar bocah tengik... apakah kau benar putra Shiratori Shira? Jika kau terus mengikuti cara untuk tidak menyerah dalam segi seperti ini maka apa yang kau lakukan sudah mendekati dengan penjahat bahkan lebih buruk, membunuh Legenda tanpa alasan yang positif hanya akan mengubah dirimu menjadi penjahat, dasar bodoh!" Seru Arata keras sehingga Shuan mulai mengeluarkan dua Golden Saturn untuk dilemparkan ke arah Arata tetapi ia berhasil menyerap-nya menggunakan [Greed] lalu membuangnya sebelum Shuan mengubahnya menjadi planet emas lainnya.
__ADS_1
Melihat Shuan yang mencoba untuk melarikan diri dan melawan membuat Arata semakin kesal sehingga ia ingin memberi dirinya pelajaran yang dapat memperbaiki otaknya itu, Shuan mencoba untuk menjaga jarak dengan mengeluarkan Golden Venus lagi tetapi terlambat karena Arata sudah berada di belakangnya dengan satu tendangan yang mengenai kepalanya lalu menjatuhkan dirinya di atas tanah, kedua lengan Shuan terikat dengan rantai agar ia tidak bisa mengeluarkan sihirnya itu.
"Jantung yang sudah mati tidak akan bisa mengembalikan Kou... kau boleh menyerah karena kau masih bisa bekerja keras di lain hari, jika kau terus seperti ini maka aku bisa saja membunuhmu karena kau yang mencoba untuk menjadi penjahat. Shira pasti akan setuju dengan diriku, kau seharusnya melakukan semua itu dengan benar!!!" Arata menarik baju kerah Shuan sehingga ia menatap wajahnya dengan tatapan yang terlihat kesal, Shuan merapatkan giginya sehingga ia mengeluarkan amarah Neko Legenda-nya untuk melepaskan dorongan besar yang mampu mendorongnya ke belakang.
"Golden Moon!!!" Shuan berhasil menciptakan bulan emas di telapak tangan kanannya, ia juga sempat mengeluarkan kemampuan dari Golden Moon yang dapat membuat gravitasi menjadi hilang begitu saja, mereka berdua mulai melayang di atas langit dan Shuan mulai menunjuk Arata dengan jari-jarinya untuk melepaskan cincin emas dari Golden Saturn tetapi ia dikejutkan dengan kecepatan Arata yang berhasil menghancurkan bulan emas itu.
Setelah itu, Arata menendang perut Shuan dan membanting wajahnya dengan daratan karena amarah yang ia miliki terus mempengaruhi dirinya sampai ia melupakan tujuan yang begitu positif. Arata menghantam wajahnya beberapa kali dengan daratan untuk menyadari dirinya bahwa semua yang ia lakukan bukanlah cara Shiratori melakukannya, jika saja Shira datang terlebih dahulu maka bisa saja terjadi pertarungan yang begitu panjang dari mereka.
"Shuan! Apakah kau benar-benar penerus Shiratori Shira...!? Apa yang kau lakukan sangat berbeda dengan Ayahmu, seharusnya kau bisa mencari cara yang lebih baik dan positif...! Gunakan kekuatan dirimu dengan bijak!" Arata membantu Shuan untuk berdiri lalu ia memberi dirinya satu pukulan yang mengenai wajahnya sampai ia terjatuh, membuat dirinya sadar dan menghilang pengaruh amarah dari Neko Legenda, dengan hasil dirinya yang terus memikirkan tentang keselamatan Kou dan batas waktu kehidupannya.
"Jantung yang kau ambil dari mereka tidak akan memberikan efek apapun kepada Kou, jantung yang sudah mati tidak ada nila guna besar di dalamnya... yang sudah rusak tetap tidak akan bisa dipakai oleh dirinya. Kou juga pasti akan menolak hadiah jantung yang sudah kau kumpulkan!" Seru Arata, Shuan mulai menggenggam erat daratan lalu ia menghantam wajahnya dengan daratan agar ia bisa lebih sadar, pukulan Arata tadi membantu dirinya untuk menyadari fakta bahwa ia baru saja menghabiskan waktu dengan membunuh semua Legenda itu.
"Aku menyarankan dirimu untuk merengut nyawa seseorang yang benar-benar membuat dirimu rugi, gunakan kekuatan itu dengan bijak... menurutmu siapa yang lebih pantas untuk mati? Apakah mereka yang tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepada dirimu atau mereka yang mencoba untuk melukai Kou...?" Tanya Arata, mendengarnya saja membuat Shuan terkejut bahkan ia mulai menghantam daratan dan perlahan-lahan bangkit dengan ekspresi yang terlihat kesal, seharusnya ia bisa mencari jalan yang lebih mudah untuk memperluas waktu kehidupannya.
"Terima kasih, Arata... sepertinya... aku tadi kehilangan kendali terhadap diriku... sama halnya dengan Kakakku sejak itu..." Kata Shuan sambil meraba kepalanya yang terasa pusing, mendengarnya saja membuat Arata mengangguk karena ia baru saja menyelesaikan tugasnya untuk menghentikan pembunuh berantai itu.
__ADS_1
"Jika Kou tidak bisa bertahan karena gagal jantung maka... kita beritahu Haruka dan Honoka tentang proses memompa jantung agar Kou bisa bertahan lebih lama lagi, proses waktu berjalan akan memberi kita hal-hal yang tidak bisa disangka, kita hanya bisa berharap bahwa semua itu positif karena kehidupan Kou itu penting." Kata Arata, ia membersihkan kedua tinjunya yang dipenuhi dengan darah Shuan, kebersihan adalah keutamaan-nya karena dia adalah seorang chef.
"Ahh... itu sepertinya bisa dicoba, kalau begitu kau lanjutkan saja pekerjaanmu karena aku akan memberitahu-nya langsung. Semoga saja dengan memompa jantung Kou, semuanya bisa berjalan lebih lanjut lagi... aku tidak ingin kehidupannya berakhir dengan cepat." Shuan menghilang menjadi cahaya untuk melakukan perpindahan menuju gedung Co.Corp, Arata menghela nafas panjang, tidak tahan dengan sikap Shuan tadi lumayan menyebalkan bahkan hampir membuat dirinya ingin menghajar-nya secara habis-habisan.
***
Shuan baru saja muncul di halaman gedung itu, ia mulai menekan tombol bel sehingga Honoka meminta Shuan untuk segera masuk sekarang karena ia pasti akan terkejut ketika melihat Kou yang sudah bangun, Shuan memasuki lift dan menekan tombol lantai paling atas yaitu 10 karena Honoka meminta dirinya untuk langsung mengunjungi ruang tamu dan santai.
Pintu lift terbuka dan Shuan terkejut ketika melihat Honoka dan Kou yang sedang duduk di atas kursi selagi menikmati minuman hangat mereka. Kou terkejut ketika melihat kedatangan Shuan secara tiba-tiba, ia mulai tersipu dan memalingkan pandangannya. Melihat Kou yang sudah bangun dan terlihat sehat membuat Shuan tersenyum dengan lega bahkan air mata mengalir keluar melalui kedua matanya, ia mendekati Kou dengan tatapan yang terlihat bersyukur.
"Selamat datang, Shuan, datang untuk bertemu Kou ya? Boleh juga sikap setiapmu sebagai seorang kekasih." Honoka terkekeh dan ia melihat Shuan memeluk Kou dengan sangat erat, Kou merasa kehangatan tubuhnya lalu ia tersenyum dan memejamkan kedua matanya untuk menikmati pelukan tersebut.
"Uwahhh, langsung panas ruangan ini... lain kali gunakan ruangan lain untuk bermesraan dong..."
"Ahh... maaf..."
__ADS_1