Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 262 - Inti Pusat


__ADS_3

Korrina duduk di atas kursi yang terbuat dari api juga, melihat ruangan yang dipenuhi dengan api membuat Korrina merasa canggung... apakah seluruh ras Netherian hidup dengan mempergunakan sihir api? Apakah mereka menggunakan api untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka? Korrina juga melihat piring di depan-nya itu memiliki warna hitam dengan garis merah yang melambangkan api.


"Mama!" Haruka dan Honoka tiba-tiba datang mengunjungi Korrina dengan penampilan yang berbeda, ketika Korrina melihat mereka berdua... ia mulai yakin bahwa mereka menyimpan wujud dewasa mereka untuk pertarungan terakhir nanti, saat ini mereka sedang berada di wujud anak kecil agar kekuatan dan Lenergy bisa terkumpul banyak di dalam diri mereka.


"Sepertinya kalian baik-baik saja ya... Syukurlah, uhhh... kalian unyu sekali sih, Mama jadi kangen merasakan kedamaian seperti ini!!!" Korrina menggendong mereka berdua lalu memeluk mereka dengan sangat erat sehingga Haruka tertawa tetapi Honoka malu sampai ia menutup wajah-nya di dada Korrina.


"Mama... sepertinya situasi kita semakin serius sekarang..." Haruka mulai berbicara dengan suara yang sangat serius, "Apa itu...?" Tanya Korrina. Haruka mulai berbisik kepada Korrina bahwa Touri saat ini sedang dalam pembangunan kembali oleh Zangetsu, jika dia sudah menyelesaikan tujuan di Touri maka dia akan berniat untuk menguasai inti semesta lain-nya yaitu Palouce.


"Bukannya dia tidak bisa pergi ke semesta lain...? Zangetsu terjebak di dalam Touri karena segel yang kita miliki loh, jika kita mati maka dia bisa bebas pergi kemana saja." Kata Korrina.


"Bukan itu masalah-nya, Mama! Semua penghuni Palouce bisa saja terbunuh dengan satu serangan yang dimiliki oleh Konari, penyebab Zangetsu bisa bangkit dan mendapatkan seluruh kekuatan-nya itu karena Konari yang dapat memunahkan seluruh ras dengan mudah menggunakan [Extinction Population], jika Zangetsu tidak bisa pergi ke Palouce maka dia akan tahu bahwa kita berhasil melarikan diri." Haruka mencoba sekuat mungkin untuk memelankan suara-nya.


Korrina sontak kaget ketika mendengar itu, tidak ada waktu untuk istirahat seperti-nya sehingga ia menanyakan kepada yang lainnya, Haruka memberitahu Korrina bahwa semua-nya sudah pergi ke negara lain dan bergegas untuk mengumpulkan berbagai informasi dari Palouce sendiri. Masih banyak rencana yang bisa mereka gunakan, misalnya menggunakan sesuatu yang ada di dalam Palouce ini.


"Apakah Arata dan Haruki baru saja berbohong kepada-ku...?" Ungkap Korrina, ketika ia memikirkan-nya kembali... mereka sepertinya sengaja untuk melakukan itu kepada diri-nya yang seharusnya beristirahat karena sudah bertarung melawan Zangetsu dan Konari sekaligus, sudah saatnya untuk beristirahat karena Korrina salah satu kesempatan untuk membawa Touri ke puncak kemenangan lagi.


"Sial... Apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Korrina mengambil kedua lensa mata yang ia gunakan lalu mengubah-nya menjadi kacamata agar ia bisa mencari teman-temannya yang sudah pergi, mereka semua berpencar seperti-nya... entah apa yang mereka cari tetapi Haruka belum selesai berbicara.


"Mama... aku belum selesai berbicara." Kata Haruka.


Haruka dan Honoka langsung menarik lengan Korrina untuk mengikuti mereka berdua, Haruka membawa Korrina ke dalam kamar, "Mereka semua saat ini sedang dalam perjalanan untuk mencari inti pusat Palouce, inti pusat yang dapat melakukan teleportasi tingkat tinggi... itu artinya inti pusat itu mampu membawa kita kembali menuju Touri dan melakukan pertarungan yang terakhir."


"Aku hanya menyuruh sebagian dari mereka untuk pergi dan sebagian lain-nya... inti Legenda yaitu Arata, Haruki, Shizen, Yuuna, Shira, dan semua rekan kita yang Mama anggap kuat saat ini sedang dalam kubus waktu-ku... berlatih agar mereka benar-benar siap untuk menghadapi pertarungan yang terakhir!" Haruka memunculkan sebuah kubus waktu yang menunjukkan Shira bersama yang lainnya sedang berlatih.

__ADS_1


Okaho mulai mengambil alih tubuh Honoka, "Kita awal-nya sudah berniat untuk beristirahat dulu sebentar tetapi kita juga baru saja menyadari sesuatu yang sangat darurat... Tujuan Zangetsu itu bercabang dan ia hanya ingin menyelesaikan tujuan yang pertama terlebih dahulu yaitu menjadi Touri menjadi tempat kekuasaan---"


"Sudah cukup, aku mengerti... tidak perlu menjelaskan-nya lagi dan lagi, aku sudah muak mendengar-nya... aku ingin mengakhiri semua-nya!" Seru Korrina, ia mulai menyentuh kacamata-nya yang menunjukkan sebuah peta dari planet Louce itu, banyak sekali negara yang tertera dan banyak juga ras.


"Menurut-mu... apakah populasi Palouce akan membantu kita semua untuk bertarung demi merebut Touri kembali?" Korrina langsung sadar tentang serangan Konari itu, "Tidak... lupakan, sepertinya Konari dapat dengan mudah membunuh mereka semua dengan serangan-nya itu."


"Tidak, Mama." Kata Haruka dan Okaho bersama.


"Tidak...?" Korrina menatap mereka berdua dengan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Pilihan kita semua ini... semua bertentangan, resiko tertera dimana-mana... jika kita menyerang Zangetsu maka Konari akan membunuh semua populasi Palouce... menyerang Komi juga tidak ada guna-nya karena dia saat ini sudah dilindungi oleh seluruh dewa-dewi kuno yang mematuhi perintah-nya."


Korrina mulai diam dan mendengarkan apa yang akan mereka berdua katakan saja, ia juga menyuruh Tech untuk mengumpulkan seluruh informasi yang ada di Palouce ini... walaupun memakan waktu yang cukup lama, setidaknya Korrina dapat merancang rencana bersama anak-anaknya yang sudah mengerti situasi terlebih dahulu.


"Menyerang Komi dan Zangetsu itu salah... tetapi aku baru saja sadar bahwa Konari, Zangetsu, Komi, dan seluruh dewa-dewi kuno yang perlahan-lahan dibangkitkan memiliki tujuan dan tugas mereka masing-masing. Tetapi pilihan yang terbaik kita adalah... melawan Konari dan menahan-nya agar ia tidak menggunakan sihir-nya itu." Kata Haruka.


"...Komi bisa saja membangkitkan dewa-dewi zaman kuno yang berasal dari semesta Palouce sehingga mereka dapat menyerang semesta ini, mereka juga memiliki rencana, Mama. Mereka bukanlah musuh yang seharusnya diremehkan." Kata Haruka, mereka bertiga duduk di atas lantai sambil berdiskusi.


"Bagaimana... bisa kalian mengetahui itu?" Tanya Korrina.


Haruka dan Okaho sontak kaget ketika Korrina mengatakan itu, sepertinya mereka sudah tidak memiliki alasan untuk menyembunyikan fakta bahwa mereka pernah melihat masa depan dan juga kemungkinan besar untuk menang, mereka bisa memberitahu-nya asalkan mereka jangan memberitahu hasil dari masa depan yang mereka lihat.


Okaho mencoba untuk berbohong, "Apa Mama lupa bahwa kami adalah reinkarnasi yang datang dari masa kuno...? Kita mengenal karakteristik Zangetsu dan kita juga pernah melawan Komi sejak itu bukan...? Kita juga mengetahui banyak tentang rencana yang akan mereka buat---" Okaho melotot ketika melihat kedua mata Korrina memancarkan cahaya putih, itu artinya dia menggunakan kemampuan untuk membaca kebohongan dan kebenaran.


"Bohong..." Jawab Korrina.

__ADS_1


"Maaf, Mama... selama ini kami telah menyembunyikan sebuah kebenaran dan fakta kepada-mu... kami tidak ingin memberitahu kalian karena... masa depan yang diberitahu akan berubah menjadi masa depan yang lebih buruk... semisal-nya jika masa depan itu baik dan kita memberitahu-nya maka masa depan yang baik itu akan berubah menjadi buruk..."


"...itu artinya jika masa depan yang kita ketahui buruk dan kita memberitahu-nya kepada orang-orang maka masa depan itu akan berubah menjadi lebih buruk, berkali lipat. Selama ini aku dan Okaho pernah masuk ke dalam kubus waktu yang dapat melihat masa depan dan melihat kemungkinan untuk menang melawan ancaman Komi ini." Haruka menundukkan kepala-nya, mereka berdua langsung sujud kepada Korrina karena mereka takut membuat Korrina kecewa atau menangis.


"Semua yang terjadi ini... kami mengetahui-nya dan rencana yang mereka buat itu kami mengetahui-nya dengan bantuan dari pandangan masa depan dan juga... mengenal karakteristik mereka serta melawan mereka semua, kebangkitan Zangetsu... kami sudah lihat dan semua cara kami lakukan untuk bisa menghentikan-nya." 


"Soal Konari juga... jika kita mencoba untuk membunuh-nya dari awal maka Konari akan langsung berubah menjadi budak Komi, dia jauh lebih kuat dari kita karena dia adalah gabungan dari Mama dan Mama Komi... itu artinya dia memiliki sihir waktu dan juga realita yang dapat membuat kita kewalahan." Mendengar omongan itu dari mereka berdua membuat Korrina terlihat sedih karena mereka telah menahan semua kesakitan itu berdua.


"Kubus waktu yang dapat memandang masa depan itu sudah hilang dan hanya bisa sekali pakai... terdapat beberapa perubahan di masa depan ini karena aku memperlihatkan masa depan itu kepada Okaho, tetapi jika Okaho mengetahui masa depan maka kesempatan kita untuk menang bisa bertambah!" 


"Haruka... Okaho... angkat kepala kalian dan tatap Mama." Kata Korrina.


Haruka dan Okaho mengangkat kepala mereka lalu menatap Korrina yang saat ini sedang tersenyum dan merentangkan kedua lengan-nya, "Aku tidak akan marah kepada kalian kok... Mama mengerti sekarang, sini... menenangkan diri terlebih dahulu di pelukan ini."


"Mama... Mama... hweeeeehhhhh...! Mama...!!!" Haruka dan Okaho mulai menangis sehingga mereka memeluk Korrina dengan sangat erat sampai ia terjatuh, "E-Ehh...? K-Kenapa kalian menangis berlebihan seperti ini...? Ayolah... jangan sedih begitu... semuanya belum berakhir kok." Korrina meneteskan air mata-nya lalu ia mengusap kepala mereka pelan-pelan.


"Apakah aku boleh tahu...? Tentang kesempatan atau kemungkinan kita menang...?" Tanya Korrina.


"Tentu saja... memberitahu hal itu tidak akan mengubah apapun." Kata Okaho.


"Jadi...? Mama ingin tahu, beritahu sekarang juga." Kata Korrina sambil mengelus kepala mereka.


"Aku sudah melihat jumlah yang lebih dari miliar... jumlah kemenangan dan kemungkinan untuk bisa menang tetapi... kesempatan untuk menang dua... satu dengan kemungkinan 2% dan satu-nya lagi dengan kemungkinan 10%." Kata Korrina.

__ADS_1


"A-Apa...?" Korrina melebarkan kedua mata-nya sehingga tubuh-nya langsung merinding ketika mendengar kesempatan yang sangat kecil itu.


__ADS_2