Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1080 - Rasanya Seperti Bertarung dengan Putriku


__ADS_3

Demetrio melihat Ogun menghadapi dirinya dengan kekuatan penuh yang ia perlihatkan, "Hanya perlu memperlihatkan kekuatannya kepada Shinobu agar ia bisa menggali informasi tentang dirinya..."


"...lagi pula pendosa seperti diriku memang tidak akan pernah bisa hidup damai tanpa sebuah perlawanan yang cukup untuk membalas semua Dosa itu." Demetrio memunculkan cincin Dewa Elemental di belakang punggungnya.


"Kalau begitu, maju, aku akan memperlihatkan potensi yang dimiliki oleh seorang Dewa tanah seperti diriku yang terangkat menjadi Dewa Elemental...!" Demetrio menyilangkan kedua lengannya sampai menjatuhkan jutaan meteor ke arahnya.


Ogun menyentil ke atas langit sampai menghancurkan semua meteor itu tanpa perlawanan kecil apapun melainkan halus, "Ck...! Aku akan memiliki sebuah perintah...!!!"


Demetrio melesat menuju arah Ogun lalu melewati tubuhnya sampai ia mencoba untuk menyerang dirinya dari belakang tetapi satu sentilan yang mengenai dadanya langsung menghempas dirinya ke atas tanah.


Dengan satu sentilan saja sudah cukup untuk menghancurkan harga diri dan perasaan yang dimiliki oleh Demetrio sampai ia sendiri merapatkan giginya kesal lalu melepaskan seluruh kekuatan Grimoire yang berada di dalam tubuhnya.


Demetrio melepaskan banyak sekali aura coklat melalui tubuhnya yang menyebabkan tubuhnya mulai membentuk banyak sekali batu-batuan serta tanah liat yang mengulang dirinya menjadi planet besar sedikit demi sedikit.


Shinobu menatap Demetrio yang berubah kembali menjadi planet dengan ukuran yang terus bertambah besar sedikit demi sedikit sampai ia langsung tertawa jahat, "Apakah dia sudah gila...?"


"HA HA HA HA HA...!!!" Demetrio langsung menabrak tubuh Ogun dengan wujud planet itu lalu ia meledakkan dirinya sendiri sehingga menghasilkan ledakan besar yang mendorong Shinobu ke belakang.


Ledakan itu berakhir ketika Ogun bangkit lalu mengejutkan Demetrio yang terlihat kelelahan karena mengerahkan semua kekuatan itu hanya untuk melihat Ogun yang terlihat baik-baik saja.


"Apa yang...?!"


"Daya tahanku... sehebat dengan apa yang dimiliki oleh leluhur! Itu artinya trik murahan yang kau lakukan padaku tidak akan pernah bisa memberikan mempan apapun...!!!" Ogun melancarkan satu tendangan di wajahnya sampai ia terpental ke belakang.


"Sungguh Dewa yang tidak memiliki pendirian untuk bekerja sama dengan mortal sekecil dirinya, aku tidak begitu bisa mengharapkan hal yang mengerikan dari kalian berdua." Ogun mengepalkan tinju kanannya lalu ia melepaskannya menuju arah Demetrio.


Demetrio memunculkan banyak sekali tembok dengan lapisan elemen berbeda di hadapannya tetapi dorongan yang dihasilkan dari pukulan itu terus menembusnya sampai mengenai dada Demetrio lalu menghancurkan jantungnya.


"Hugghhh...!!!" Demetrio berlutut di atas tanah lalu ia menyentuh dadanya sendiri sampai darah mengalir deras melalui hidung dan mulutnya karena sebagian organ di dalamnya tubuhnya pecah karena menerima dorongan tadi.


Hanya dengan satu dorongan saja sudah membantu Demetrio untuk bangkit lagi lalu pandangannya sempat fokus kepada Shinobu yang mencoba untuk memunculkan tubuh aslinya kembali karena ia sudah bisa dibilang aman dari perhatian Brimgard.


"Kau pikir serangan itu akan menghentikan diriku secepat ini...? Aku akan membalas semua dosa yang telah aku ciptakan, itulah kenapa mengalahkan dirimu adalah cara agar aku bisa menembus semuanya!!!" Demetrio mengepalkan kedua tinjunya.


Demetrio muncul di hadapan Ogun lalu ia melancarkan satu tendangan yang mengenai wajahnya sampai menggusur dirinya ke belakang, setelah itu ia melancarkan beberapa pukulan dan senjata yang ia ciptakan menggunakan sihir elemental nya sendiri.

__ADS_1


"Harga diriku sebagai Dewa adalah mencoba untuk membebaskan seluruh pengikut--- tidak seluruh penghuni Touriverse untuk bisa bebas dari perbudakan layer yang dikendalikan oleh Zephyra dan Zangetsu...!"


Perut Demetrio menerima satu pukulan biasa dari Ogun yang melempar dirinya ke belakang sampai ia dapat merasakan tubuhnya melemas ketika menerima pukulan dari seni bela diri kematian.


Demetrio merapatkan giginya kesal lalu ia melesat menuju arah Ogun dengan melancarkan satu pukulan yang berhasil ia hentikan hanya dengan tatapannya yang menghitam sampai memunculkan tengkorak kematian.


Ogun menghantam dada Demetrio lalu melancarkan satu tendangan yang mengenai dadanya sampai ia terpental ke belakang, "Hahhhh...!!!"


Demetrio menjatuhkan banyak sekali meteor yang menabrak tubuh Ogun sampai tidak memberikan efek apapun, ia mulai menatap Demetrio dengan ekspresi kesal karena ia bisa dibilang yang mengganggu waktunya untuk melawan Shinobu.


"Apa yang kau bisa lakukan dengan kekuatan berdasarkan ciptaan...? Tidak ada daya kekuatan atau kehancuran yang cukup hebat untuk bisa melukai diriku!"


"Memangnya rasku adalah Dewa? Jelas tidak, aku adalah bangsa Legenda... itu artinya diriku akan tetap maju sampai titik dimana nyawaku hilang sebelum harga diriku hancur." Demetrio melangkah menuju arah Ogun.


"Sudah cukup darimu...!" Ogun melepaskan satu pukulan menuju arah dirinya tetapi Demetrio memunculkan banyak sekali pasukan tanah liat yang menerima semua pukulan itu sampai menghancurkan semuanya sekaligus.


Demetrio melompat ke belakang ketika melihat Ogun hampir saja menghantam dirinya dengan kedua tinjunya yang mulai mengandung garis serta tato kematian.


Ogun mengangkat lengan kanannya ke atas sampai tinjunya membesar seketika sampai mengejutkan Demetrio dan Shinobu dimana ras Myrmidon dapat membesarkan salah satu anggota tubuh mereka.


"Pinjamannya sudah habis, lebih baik kau gunakan semua yang kau temukan menjadi kunci menuju jalan yang selalu kau inginkan, Shinobu Koneko..."


"...penembusan dosa ini seharusnya aku lakukan sesuai dengan kesanggupan dan kekuatan yang aku miliki, kau tidak ingin mencoba menghisap semua Grimoire itu?" Tanya Demetrio.


Shinobu hanya bisa diam ketika melihat Demetrio yang menghadapi Ogun dengan tinju besarnya yang diselimuti aura sampai membentuk Kematian, "Percayailah harga dirimu sebagai bangsa Legenda..."


"...kau menciptakan berbagai macam kekuatan karena informasi yang kau terima terutama lagi dirimu yang sangat cerdik itu membantu kau untuk mengatasi sesuatu."


"Terima kasih, singkatan waktu yang aku terima darimu... rasanya aku seperti bertarung dengan putriku sendiri, hanya saja semua ini sudah membuatku puas dibandingkan penembusan dosa!"


"Ti-Tidak...! Kau akan... eksistensi yang kau punya akan lenyap jika kau mati dalam wujud dimana kau seharusnya menerima siksaan dari neraka."


"Maka itu adalah tembusan dosa yang terakhir, Shinobu Koneko!!!" Demetrio memunculkan jutaan tembok tanah yang langsung menahan satu pukulan yang dilepaskan oleh Ogun sampai menembus banyak sekali tembok.


"Shinobu Koneko, kau memang menyebalkan ketika aku pertama kali bertemu denganmu, itulah kenapa aku ingin kau memberikan perlakuan yang sama kepada dirinya..." Demetrio menoleh kepada Shinobu.

__ADS_1


"...tetapi aku mempercayai dirimu! Dengan kecerdasan dan resolusi yang selalu kau berikan kepada siapapun itu, kau pasti akan menjadi sesosok Legenda yang ditakuti oleh mereka semua!"


"Terutama lagi ketiga Dewa yang memperbudak kita semua...!!!" Demetrio dapat melihat pukulan itu sudah mendekati dirinya sampai ia hanya bisa menyeringai.


"Selalu ingat perkataan ini, Shinobu Koneko..."


"...berusaha keras, belajar dengan baik, beristirahat lah dengan efektif, seluruh tekad mereka yang gugur akan kau bawa sampai titik dimana kau dapat melihat kebenaran dari segalanya."


"Dan yang paling penting adalah... jangan melupakan ini...!!!"


"LEGENDS NEVER DIES...!!!" Teriak Demetrio dengan penuh semangat sampai tinju itu menembus semua tembok ciptaannya sampai menabrak tubuhnya yang langsung melepaskan ledakan besar sampai mengejutkan Shinobu.


Shinobu terpental ke belakang sampai tubuh aslinya bisa ia gunakan kembali, tujuh Grimoire itu langsung melayang menuju arah dirinya sampai merasuki tubuhnya dimana Shinobu langsung berlutut di atas tanah.


"Demetrio..." Shinobu mengepalkan kedua tinjunya lalu ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah selagi memasang tatapan serius karena ia sudah bisa menggunakan kekuatannya tanpa harus takut.


Ogun menatap Shinobu yang terlihat biasa saja sekarang, "Dengan tubuh aslimu yang sudah kembali, sekarang aku dapat melihat semuanya berubah menjadi tengkorak kematian...!"


"Ayo, Koneko sekarang akan bertarung melawan dirimu..." Shinobu mengatakannya dengan ekspresi serius sampai tata surya emas muncul lalu mengelilingi lehernya.


Dua bola Neutron mengelilingi kedua lengannya juga karena ia langsung menggunakan kekuatan yang pernah dimiliki oleh Ayahnya sendiri yaitu Golden Solar System: Neutron Ascension.


Ogun melepaskan banyak sekali dorongan menuju arah Shinobu tetapi semua serangan itu langsung menembus tubuhnya yang sempat tercampur dengan cahaya dan Astral.


Dorongan itu membunuh segerombolan pasukan di belakang Shinobu sampai mengejutkan Ogun ketika ia dapat melihat banyak sekali siluet Astral yang mengelilingi tubuhnya sampai Ogun dikejutkan dengan warna tubuhnya yang menggelap.


Cahaya putih tembus pandang juga dapat terlihat dari rambutnya itu sampai semua warna itu menghilang, ia perlu waspada dengan kekuatan Astral itu yang cukup berbahaya.


"Shinobu Koneko..." Ogun mengangkat kedua alisnya ketika melihat tanduk Pegasus emas muncul di keningnya sampai ia mulai menarik nafasnya dalam-dalam.


"...aku tidak akan memberikan dirimu kematian." Kata Shinobu.


"Aku tidak membutuhkan ampunan itu."


"Ya, sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari kematian dimana kau akan aku lempar menuju dunia gaib!"

__ADS_1


[Demetrio - Gugur]


__ADS_2