Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 811 - Beast Neko Tinta Legend


__ADS_3

"Light of...! Hope...!!!" Shinobu langsung meningkatkan seluruh atributnya sampai kecepatannya meningkat paling atas hingga melewati seluruh teman dan kesatria tinta yang menghalang.


"Kamu datang kepadaku, Shinobu Koneko!?" Aerith tersenyum puas lalu ia memutar tongkat sihirnya sampai menciptakan sebuah karya gelombang hitam yang langsung mengeluarkan banyak sekali sihir tinta.


Shinobu melesat maju ke depan, tanpa melihat ke belakang atau menahan diri karena ia mendapatkan peningkatan yang cukup untuk menebas semua serangan itu.


Shinobu muncul di hadapan Aerith lalu ia mengayunkan Kerisnya tetapi penyihir tersebut langsung berubah menjadi tinta yang mencoba mengotori tubuh Shinobu.


Untungnya Ako mendukung Shinobu dari belakang dengan membekukan tinta tersebut menjadi es hitam menggunakan busurnya sendiri.


Namun, mereka tetap dikejutkan dengan Beast Neko Legenda yang mengamuk sampai membuka mulutnya lebar lalu mengeluarkan banyak sekali gelombang hitam tinta.


Shinobu melepaskan Golden Repulsor sampai di bantu oleh Ako yang terus menembak beberapa panah dengan kemampuan pertahanan untuk berjaga-jaga.


Koizumi menghentikan waktu lalu ia menangkap kaki kanan Beast tersebut, waktu kembali berjalan dan Konomi menangkap kaki bagi lainnya sehingga mereka langsung menjatuhkan Beast itu menuju daratan.


Aerith muncul di atas langit lalu ia melepaskan banyak sekali garis tinta menuju arah mereka sampai menebas tubuh dan menusuk sebagian dari anggota tubuh mereka.


Anastasia langsung menjaga jarak ketika garis itu mencoba untuk menusuk lehernya, untungnya ia berhasil menciptakan pelindung nota lagu yang besar lalu melemparnya menuju arah Aerith.


"Dasar pengkhianat...! Kenapa kau tidak mau melakukannya sekarang!?" Tanya Aerith yang mengacungkan tongkat itu sampai menjatuhkan hujan tinta yang sangat tajam di sekelilingnya.


Serangan tersebut bisa di bilang cukup luas sampai membunuh siapa pun yang berada di daerah tersebut, sebagian pasukannya terbunuh sampai darahnya langsung terisi dengan tinta.


Tinta itu menghidupkan mereka kembali sampai mengubahnya menjadi sesosok Legenda yang menerima keberkahan dari sihir tinta milik Aerith.


"Ini adalah seni...! Sebuah maha karya yang akan mengubah kalian menjadi seniku juga...!!!" Aerith langsung melakukan satu putaran sampai menggerakkan semua pasukan tinta Legenda itu menyerang mereka semua.


Hinoka mendapatkan banyak keuntungan melihat semua kesatria itu berada di jaraknya, jarak yang pas untuk ia ledakkan atau lebih baik mengubahnya menjadi bom waktu yang akan meledak sesuai dengan hitung mundur yang ia pasang.


Koizumi dan Hinoka menatap satu sama lain lalu saling memberi kode, Shinobu tetap maju sendirian untuk menyibukkan Aerith agar ia tidak merasa curiga dengan rencana mereka itu.


"Mendekati diriku tidak mudah...! Ambil saja tanda tangan tinta ini...!!!" Aerith memegang erat tongkatnya lalu mengayunkannya sampai mengeluarkan gelombang tebasan tinta.


Kecepatan mengejutkan Shinobu seketika karena semua tinta itu mulai menyebar sampai menusuk tubuhnya dan meninggalkan lubang kecil, tebasan gelombang itu menghancurkan lengan kanannya seketika.


"Golden Alchemist...!" Tangan Shinobu yang putus langsung tumbuh kembali tetapi ukurannya bertambah panjang sampai berhasil memukul Aerith..


"Ahn~"


Shinobu melompat ke atas lalu ia menyambut Aerith dari atas dengan melancarkan satu tebasan tetapi serangannya berhasil di tahan oleh sihir tinta itu.


"Ck...!" Shinobu melepas Keris tersebut lalu ia melompat ke depan sampai menangkap perut Aerith lalu menjatuhkan dirinya menuju daratan.


"Ahn~ kamu egois juga ya---" Mulut Aerith langsung dibalut oleh daun emas Shinobu karena kedua pendengarannya begitu sensitif sampai suara Aerith tidak bisa ia tahan.


Shinobu menghantam wajah Aerith tetapi pukulannya mengenai pertahanan tinta itu, untungnya pukulan tadi mengandung sumber cahaya besar yang langsung mendorong Aerith sampai menabrak daratan.


"GOLDEN...!!!" Shinobu merapatkan giginya sampai Aerith terangsang melihat ekspresi kesalnya seperti hewan buas yang siap untuk memakan mangsanya.


"...OVERDRIVEEEEEE!!!" Shinobu mengepalkan tinju kanannya yang memancarkan cahaya emas, ia langsung menghantam tinta yang terus menahan perut dan wajahnya itu.


BAAAAMMMMMMMM!!!

__ADS_1


Pukulan tadi menyebabkan kehancuran yang besar sampai membuka lubang yang begitu besar dengan cahaya matahari yang terlepas keluar.


Koizumi dan Konomi langsung menghajar semua Kesatria itu sampai melemparnya menuju Aerith dan Konomi, Hinoka mulai memfokuskan Lenergynya ke dalam tubuh Kesatria yang di lempar oleh mereka.


Shinobu melompat ke atas lalu menghantam semua kesatria itu ke dalam lubang tersebut, ia juga melihat panah milik Ako yang masuk sampai membekukan semua Kesatria itu termasuk Aerith.


Shinobu melompat keluar, "Sunshine!"


Lubang tersebut kembali pulih dan terbentuk seperti biasanya sampai ia muncul di belakang mereka semua, Hinoka tersenyum lebar lalu melakukan pose imut di hadapan mereka sampai ledakan besar langsung terpicu di belakangnya.


BAAAAMMMMM!!!


"Apa-apaan pose itu... kau ini sebenarnya Legenda atau maskot sih?" Tanya Koizumi dengan tatapan datar.


"Aku adalah seorang idol~ te-he~" Hinoka menjulurkan lidahnya.


"GROOOAAAGGGHHHHH!!!" Beast di belakang mereka langsung melancarkan serangan ekor menuju arah mereka tetapi Koizumi langsung menangkapnya sampai ia melemparnya ke belakang.


"Jangan lengah... kita harus menyadari mereka semua dan tentunya menyingkirkan para sampah yang tergila-gila dengan berlian." Peringat Koizumi yang menatap Beast di hadapan mereka.


Mereka semua langsung menghadapi Beast tersebut tetapi Shinobu terus menatap bekas ledakan tadi, ia melihat gumpalan tinta yang mulai cair sampai memperlihatkan Aerith yang sedang memeluk tubuhnya sendiri


"Kita masih belum selesai dengannya juga..." Peringat Shinobu sehingga ia mulai menembak banyak sekali Golden Repulsor ke depan sampai sihir tinta itu langsung menangkis serangannya.


"Angkat kepala kalian!" Peringat Konomi yang melihat Beast yang mengenakan helm teknologi itu mulai bergerak dengan kecepatan penuh ke depan sampai melompat ke atas langit.


Mereka semua langsung berpencar dan mendarat di atas daratan untuk menjaga jarak karena bertarung di atas langit hanya akan memberikan keuntungan untuk Aerith yang dapat menciptakan awan tinta.


Beast itu mendarat di atas tanah sampai mereka bisa melihat dirinya mengayunkan kedua lengannya secara bersamaan, mereka langsung melompat ke belakang untuk menghindarinya.


"Menyebalkan sekali..." Kata Koizumi yang mencoba untuk menyerang Beast itu tetapi dirinya selalu tertahan dengan sihir tinta.


Beast tersebut langsung bergerak lebih cepat dari sebelumnya selagi melakukan serangan lain, untungnya mereka terus menghindar sampai Ako dan Konomi terus menyerang dari jarak jauh dengan sihir es.


Beast itu mengorbankan beberapa tinta untuk dijadikan sebagai tumbal agar serangan Ako dan Konomi tidak membekukan dirinya melainkan sihir tersebut.


"GOOOOOAAAGGHHHH!!!" Beast itu menginjak daratan sekuat tenaga sehingga terjadi ledakan yang begitu besar sampa mengeluarkan banyak dorongan yang melempar mereka ke belakang.


"Mari kita serang dari jarak yang berbeda..." Ajak Shinobu yang mulai bergerak maju ke depan selagi menahan semua dorongan dan getaran daratan karena terus di serang oleh Beast itu.


"ROOOOAARRR!!!" Beast itu melancarkan serangan ekor menuju arah Shinobu tetapi ia langsung melompat ke atas.


Beast tersebut melihat Konomi dan Ako menyerang dari arah timur dan selatan sampai ia mulai waspada, dirinya juga sempat melihat Koizumi yang terbang mengelilingi tubuhnya itu.


"Sekarang!" Seru Shinobu yang mulai menyerang Beast bersama dengan seluruh temannya agar Beast tersebut kebingungan untuk menyerang kemana terlebih dahulu.


Perangkat yang menghalangi kedua mata Beast tersebut memancarkan cahaya merah sampai mengejutkan mereka seketika karena pergerakan Beast itu bertambah cepat.


Semua serangan yang ia lakukan bertambah akurat sampai mengenai semua gadis itu, mereka terbang ke atas langit untuk berkumpul kembali dan merancang ulang strategi.


"Tunggu sebentar---" Shinobu terkejut ketika melihat Beast itu langsung membuka portal tinta besar, ia langsung melancarkan beberapa serangan ke dalam portal tersebut.


"Ahh...!!!" Shinobu melirik ke atas lalu menerima sambutan dari serangan Beast yang berhasil dipindahkan karena sihir tinta pemberian Aerith.

__ADS_1


Serangan itu menjatuhkan Shinobu ke atas daratan sampai menindih tubuh kecilnya dengan telapak kaki Beast itu, Beast itu terus memasukkan serangannya ke dalam portal tinta.


Semua serangannya terus berpindah sampai mengenai mereka semua satu per satu bahkan Anastasia sendiri karena ia tidak menyangka melihat adiknya dapat meningkat sejauh ini sampai melengahkan dirinya.


Shinobu kembali bangkit dengan tubuh yang menjatuhkan banyak darah, "Uggghhh..."


Serangan Beast itu berpindah ke belakang Shinobu sampai Ako dapat melihatnya, "Nobu! Belakangmu...!!!"


"Huh...?!" Shinobu menoleh ke belakang lalu ia menerima satu hantaman ekor yang melempar dirinya jauh ke belakang sampai tulang di dalam tubuhnya langsung remuk.


Shinobu berputar lalu ia melihat Beast itu mencoba untuk menangkap dirinya, untungnya Shinobu langsung menambahkan tingkatan dari Light of Hope sampai ia melarikan diri dari Beast itu.


"ROOOOARRRR!!!" Beast itu membuka mulutnya lebar sampai melepaskan gelombang tinta menuju arah Hinoka.


Hinoka melawannya balik dengan mengangkat tubuh Kesatria lalu melemparnya ke depan sampai mengubahnya menjadi ledakan yang begitu besar.


BAAMMM!!!


"GOOOOOAAAGGHHHH!!!" Beast itu berjalan ke depan sampai setiap langkahnya mampu menggetarkan wilayah di sekitar itu sampai menyebabkan retakan yang meluas.


Beast itu langsung mencoba untuk menangkap mereka menggunakan ekor dan kedua tangannya karena sekarang perutnya terasa lapar jadi memakan salah satu dari mereka akan membuat dirinya puas.


"Jika Beast itu berhasil menangkap kita maka situasi akan bertambah semakin buruk!" Peringat Konomi.


Shinobu yang saat ini melemah melihat Beast itu melancarkan ekornya menuju arah Shinobu tetapi ia berhasil melompat sehingga Beast itu langsung menangkapnya menggunakan tangan kanannya.


"Ack...!"


"Nobu!" Ako langsung menembakkannya banyak sekali panah es menuju dirinya tetapi tinta di tubuh Beast tersebut langsung menahan semua serangan itu.


ZWOOSSHHH!!!


Beast itu yang awalnya sudah menjatuhkan Shinobu ke dalam mulutnya tiba-tiba tidak merasakan gigitan apapun ketika ia menutup rapat mulutnya, ia langsung melihat sekeliling.


Shinobu membuka kedua matanya lalu melihat Koizumi yang berhasil menyelamatkan dirinya dengan melompati waktu itu, ia segera menempati dirinya di atas tanah lalu menatap Beast itu yang mulai mengunyah.


"Shinobu, apakah dia juga memiliki sembilan nyawa sepertimu?" Tanya Koizumi.


"Mm... kita tidak perlu menahan diri... melawan Beast perlu kekuatan besar dan penuh demi menjatuhkan dirinya." Shinobu kembali bangkit selagi mengunyahnya daun herbal yang ia ciptakan.


"Yang aku khawatirkan adalah kemampuan alami Legenda, mereka bisa saja bertambah kuat jika berhasil menahan sebuah kesakitan atau bahkan bertahan hidup dari kondisi sekarat."


Beast itu membuka mulutnya lebar sampai mengeluarkan gumpalan tinta yang terpisah sampai berubah menjadi garis yang menyerang wilayah tersebut.


Garis itu berhasil membunuh bangsanya sendiri bahkan para kesatria yang sedang berperang, garis itu terarah menuju dada mereka untuk menghancurkan jantung dan kedua paru-paru.


Mereka semua langsung mengerjakan Lenergy mereka untuk menciptakan tembakan kecil demi menghalangi serangan garis itu untuk menusuk tubuh mereka masing-masing


Anastasia langsung memainkan sebuah gitar dan melepaskan nada yang begitu besar sampai mendorong semua garis tinta itu ke belakang untuk melindungi para pemberontak kecil.


"Aku akan membantu kalian sebisa mungkin..." Peringat Anastasia.


Mereka semua mengangguk, Shinobu dan Koizumi muncul di hadapan mereka lalu melihat Beast tersebut melompat ke atas langit sampai sihir tintanya memunculkan sayap kelelawar yang begitu besar di punggungnya.

__ADS_1


"Apa yang dia coba lakukan sekarang..."


__ADS_2