
"Hahaha...!!! Hahahahahahaha!!! HAAHAAHAA!!!" Komi tertawa terbahak-bahak ia senang ketika melihat hasil-nya ternyata berjalan cukup baik, melihat Hirato yang benar-benar bangkit membuat Komi dipenuhi dengan nafsu bertarung di dalam diri-nya bahwa ia sudah tidak sabar untuk menjalankan rencana terakhir-nya... rencana sempurna untuk membasmi seluruh penghuni dimensi asli.
"Jika kau gabungan DNA dari Shira dan Shinra... itu artinya kau memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama seperti mereka tetapi jauh lebih hebat dan kuat, bukan hanya itu tetapi kau memiliki esensi seorang dewa di dalam diri-mu berbeda dengan kedua Legenda itu yang sama sekali menolak untuk menjadi seorang Legenda." Komi mulai menjelaskan kembali tentang Hirato, selama ini project yang Korrina pikirkan adalah menciptakan seorang Legenda baru.
Legenda yang tercipta dari kedua Legenda berpotensi tinggi yaitu Shira dan Shinra, awal-nya Komi mencuci otak Shinra agar ia bisa bertarung dengan Shira... dalam pertarungan itu, ilusi Komi mendapatkan banyak sekali informasi hingga ia menggunakan informasi itu untuk menciptakan Hirato sebagai seorang Legenda ciptaan yang sangat sempurna.
God Lenergy dan bahkan esensi dewa bisa Komi rasakan dengan sangat jelas, Komi menyuruh-nya untuk bangkit dan menunjukkan sedikit kekuatan-nya... ketika Hiratori memejamkan kedua mata-nya lalu melepaskan dorongan yang kecil, Komi tersenyum lebar karena ia dikejutkan dengan kekuatan yang sangat besar di dalam diri-nya.
"Tubuh ini hebat sekali... terima kasih sekali lagi untuk menciptakan diri-ku, Komi. Aku sudah siap untuk melaksanakan tugas apapun dari-mu, pikiran-ku juga bahkan saat ini sedang menciptakan ingatan tentang berbagai macam pengalaman pertarungan yang dimiliki oleh Shira dan Shinra... mereka bisa disebut sebagai saudara-ku karena aku memiliki DNA dan darah yang sama dengan mereka." Hirato menatap kedua telapak tangan-nya dan tubuh-nya masih belum terbiasa.
Tubuh seorang Legenda yang belum terbiasa itu berasal dari kemalasan dan tidak pernah berlatih dalam waktu yang cukup lama, Komi menyarankan diri-nya untuk berlatih di ruangan yang akan ia ciptakan atau membunuh beberapa makhluk hidup yang ada di Touri. Hiratori menyetujui semua itu dan ia tidak akan pernah menolak-nya perintah dari pencipta-nya sendiri.
"Lebih baik aku mencoba untuk membiasakan diri dengan tubuh baru ini, Legenda adalah ras yang dapat beradaptasi dalam segala pertarungan... ilmu pengetahuan mereka seolah-olah akan meningkat soal pertarungan, biarkan tubuh ini bereaksi dengan pertarungan kecil yang aku buat nanti." Hirato mengepalkan kedua tinju-nya dan Komi mengangguk.
"Kalau begitu aku akan meminjamkan-mu sebuah ruangan yang sangat nyaman, kau mungkin akan menikmati tempat berlatih itu." Komi membuka sebuah portal besar di belakang Hiratori dan Hirato menundukkan kepala-nya kepada dirinya lalu ia melompat masuk ke dalam portal tersebut untuk berlatih.
"Baiklah... sudah saatnya untuk melanjutkan rencana selanjut-nya, manusia dan malaikat cerdas itu saat ini sedang melaksanakan tugas lain-nya yang aku berikan yaitu mencari informasi tentang Grimoire of Necromancer, satu-satunya buku sihir yang dapat membuat Komi meraih rencana sempurna-nya itu." Komi berjalan keluar lalu ia melayang di luar angkasa untuk menatap semesta yang berdekatan dengan Yuusuatouri.
Bukan Xuusuatouri, tetapi Zuusuatouri... semesta yang dapat membuat Komi merasakan arti dari kesenangan, ia sudah tidak sabar melihat iblis seperti apa yang akan menyambut diri-nya disana. Komi berharap bahwa ia dapat bertemu dengan salah satu iblis yang berbeda yaitu [Giblis]. Jika dia menemukan-nya maka ia akan memakan-nya lalu mendapatkan kemampuan hebat yaitu [Adaptability].
"Hahaha...!!! Hahahahahaha!!! Fuhahahahaha!!!"
***
Haruka memegang kepala-nya, ekspresi-nya terlihat sangat khawatir bahwa penglihatan-nya tadi berubah menunjukkan masa depan yang cukup mengerikan untuk dilihat, jika masa depan dapat terlihat kembali oleh Haruka... itu artinya Komi melakukan sesuatu yang melanggar hukum keseimbangan, sudah terlambat untuk menghentikan-nya.
__ADS_1
Honoka menghampiri Haruka lalu ia mulai menepuk punggung-nya, "K-K-K-K-Kakak... tenang dulu---" Honoka melebarkan kedua mata-nya karena Okaho mengambil alih kembali tubuh itu karena dia baru saja bangun dari tidur-nya, "Kau terlihat khawatir sekarang... Pasti masa depan itu kau lihat lagi?" Tanya Okaho.
"Begitulah... Dia berhasil, dia menciptakan Legenda yang seharusnya tidak diciptakan." Kata Haruka, Okaho mulai terdiam dan ia mengepalkan kedua tinju-nya, Legenda yang Haruka maksud adalah Hirato. Mereka berdua sudah mengetahui rencana Komi sejak awal tetapi mereka masih tidak sempat untuk menghentikan-nya.
"Ternyata benar yang kau bicarakan sejak itu, kakak... kita waktu itu masuk ke dalam kubus waktu untuk melihat berbagai kemungkinan, kemungkinan yang dapat menghancurkan rencana Komi tetapi... kau sudah melihat semua-nya dan memberitahu-ku bahwa tidak ada satupun kemungkinan yang dapat menghancurkan rencana Komi." Okaho duduk di sebelah Haruka sambil menunjukkan ekspresi yang kesal.
"Kemungkinan menang...? Apakah kau mengetahui-nya?" Tanya Okaho.
"Jika aku memberitahu-mu... kemungkinan menang yang aku beritahu aku hilang dan bahkan... paradoks akan menyerang inti Touri yang baru ini, masalah yang lebih hebat akan kita atasi bersamaan dengan Komi. Apakah kau masih ingin mengetahui-nya?" Tanya Haruka.
Okaho terkejut ketika mendengar hal itu dari Haruka, seperti-nya ia harus menjalani apapun dengan penuh kesiapan. Untuk nanti hari, mereka harus bersiap menghadapi banyak masalah yang terus berdatangan. Okaho bisa melihat ekspresi Haruka yang benar-benar terlihat ketakutan dan khawatir tentang sesuatu.
"Cih... aku benci melihat ekspresi-mu itu, baiklah... a-aku tidak akan melakukan-nya lagi loh, ingati itu... aku hanya melakukan ini untuk menenangkan-mu... tidak ada maksud apapun..." Okaho menunduk lalu memeluk Haruka erat hingga membuat Haruka terkejut bahwa adik-nya yang keras kepala tiba-tiba memeluk diri-nya dengan sangat hangat.
"Okaho..."
"Hmm... aku tahu... terima kasih, Okaho... ini hangat sekali..." Haruka tersenyum lebar lalu memejamkan kedua mata-nya untuk menikmati kehangatan dari pelukan itu. Mereka sedang di dalam kamar Haruka berduaan karena Haruka tidak ingin orang lain mengetahui tentang kemampuan-nya yang dapat melihat masa depan serta menciptakan kubus untuk melihat kemungkinan apa yang akan terjadi di masa depan.
Sudah saatnya mereka bekerja keras dan bersiap di nanti hari, Haruka memperingati semua orang yang sedang berada di laboratorium untuk berlatih, serahkan semua rencana milik Korrina kepada Haruka, Okaho, dan Korrina sendiri karena mereka semua sudah lama tidak berlatih dan itu bukanlah hal yang baik untuk seorang Legenda.
Shira dan Shinra terbakar penuh dengan semangat hingga mereka berjalan keluar lalu berlatih di sebuah tempat yang sangat sepi agar mereka bisa melaksanakan latih tanding tanpa ada satupun orang yang mengganggu mereka. Ketika Haruka berbicara seperti itu mereka semua pergi dengan sangat cepat.
"Haruka... Okaho... Mari kita bekerja keras...!" Korrina tersenyum kepada mereka berdua, Haruka dan Okaho langsung membantu Korrina hingga mereka melihat sebuah jantung di dalam tabung kecil.
"Jantung apa itu...?" Okaho menunjuk tabung tersebut, "Ahh... jantung Saint, Rianna mendapatkan-nya untuk-ku tadi... jantung ini bisa disebut sebagai salah satu rencana yang akan aku gunakan."
__ADS_1
"Rencana apa itu...? Jangan-jangan Mama ingin menjadi seorang Saint Legenda?!" Tanya Haruka.
"Hanya sementara sih, lagipula aku ingin menjadi Saint Legenda agar aku bisa bertambah lebih kuat... aku sudah mendapatkan banyak informasi tentang kelemahan Komi, walaupun menggunakan semua kelemahan itu sudah pasti akan membuat Komi sadar dengan kelemahan-nya sendiri, tetapi Rianna memberitahu-ku bahwa Komi terkadang lengah dan meremehkan musuh." Korrina membuka tabung itu lalu mengambil jantung tersebut.
"Mama, dua dimensi yang berbeda telah menjadi satu sekarang, itu artinya Mama akan menjadi salah satu Saint Legenda dengan sihir yang masih belum dimiliki seseorang..."
"Aku akan menjadi Saint Sound agar aku dapat menciptakan bunyi yang sama seperti Angklung, jika aku menggunakan sebuah alat itu maka alat itu hanya akan bisa digunakan sekali, kedua kali-nya sudah pasti akan hancur oleh Komi." Korrina tersenyum.
"S-Saint Sound!?"
***
Baaammm...!!!
Komi baru saja menyerang Zuusuatouri dan dia sudah disambut oleh banyak sekali prajurit iblis, pasukan iblis itu mampu membuat Komi dipenuhi dengan nafsu bertarung karena ia tidak menyangka bahwa seluruh iblis yang ia lihat itu memiliki kekuatan yang sangat berbeda dari ekspektasi-nya sendiri.
Sebagian dari mereka mampu bertahan lama ketika Komi menyerahkan kekuatan kecil-nya, ia juga bahkan dikejutkan oleh seorang iblis yang memegang pedang berbeda. Iblis itu tidak jauh lagi... iblis yang pernah menyelamatkan dimensi-nya sendiri dari ancaman seorang Giblis, ya... dia adalah Oni Yusakage.
"... ...!" Yusa melompat ke belakang dan menatap Komi dengan ekspresi yang terlihat kesal, "Kau seperti-nya akan menjadi pelampiasan nafsu bertarung-ku..." Komi menatap-nya dengan ekspresi yang terlihat sadis.
Pertarungan pasukan iblis dan Komi berlanjut hingga terdapat banyak sekali ledakan yang terjadi, seorang iblis yang terluka parah bergegas ke dalam istana untuk melapor kepada raja iblis agar ia bisa ikut bertarung dan mengerahkan pasukan iblis yang lebih banyak lagi. Iblis itu menerobos masuk ke dalam ruangan dimana raja iblis itu sedang duduk di atas tahta-nya.
Raja iblis itu melihat kedatangan dari salah satu pasukan-nya yang terluka parah, iblis itu menatap raja-nya yang sedang menempati pipi-nya di atas tinju kanan-nya sendiri, "Apakah situasi-nya seburuk itu...?"
"T-T-Tolong... Tolong bantu kami, ratu Selvia!!!" Iblis itu berlutut kepada ratu iblis, selama ini iblis itu bukanlah seorang raja melainkan seorang ratu yang memimpin seluruh iblis yang ada di Zuusuatouri.
__ADS_1
"Masalah tidak akan pernah selesai seperti-nya..." Selvia menjentikkan jari-nya lalu ia menaikkan kaki kanan-nya dan menempati-nya di atas kaki kiri-nya.
"...tidak ada pilihan lain sepertinya."