Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 578 - Oath Power


__ADS_3

"Ini saja...? Aku tidak mengharapkan banyak kelemahan dari kalian tetapi di bandingkan dengan yang asli, kalian sangat lah rendah." Zoiru mengangkat lengan kirinya untuk menciptakan cahaya hijau yang menyinari tubuh mereka.


Methode dan Shou yang sudah kehilangan nyawanya di hidup kan kembali oleh Zoiru yang masih ingin melihat seberapa besar dan kuat kekuatan mereka.


Zoiru sempat menciptakan sihir area yang dapat menyembunyikan esensi dan keberadaannya jadi ia bisa bertarung dan menghabisi lawan satu per satu tanpa harus menarik banyak perhatian.


"A-Apa...?" Methode mulai menatap kedua tapak tangannya, awalnya ia berpikir sudah mati tetapi Zoiru dengan baik hatinya menghidupkan mereka untuk bertarung.


"Bukannya kalian bangsa Legenda akan terus bertambah kuat jika mengalami banyak luka tetapi masih hidup...? Lebih bagus juga jika kalian mati tetapi kembali hidup."


"Aku bisa merasakan kekuatan yang incar melonjak tinggi, sungguh mengesankan bahkan aku tidak sabar untuk melakukannya lagi." Zoiru mulai memukul tinjunya sendiri sehingga tubuhnya melepaskan aura hijau yang besar.


Methode melompat ke belakang lalu ia mulai melepaskan seluruh kekuatan penuhnya untuk bertahan melawan Zoiru, kali ini ia tidak akan lengah kepada dewa sepertinya.


Methode mengingat satu hal penting yang harus ia ketahui soal Zoiru bahwa ia tidak memandang siapa pun, dia bagaikan predator berdarah dingin yang menyiksa lawannya dengan cara sadis.


Tadi salah satunya dan sekarang ia memberi mereka kesempatan untuk melepaskan semua kemampuan dan kekuatan terakhir mereka sebelum Zoiru mengakhiri kehidupan itu sendiri.


"Majulah, bangsa Legenda. Tunjukkan bahwa kalian benar-benar berhasil melawan diriku yang lemah!!!"


Zoiru maju ke depan dengan tubuh ototnya yang membesar sampai mengejutkan Shou juga Methode karena kekuatannya melonjak lebih besar lagi.


Zoiru melesat maju dengan kecepatan penuh bahkan sampai menyebabkan daratan hancur dan mengeluarkan beberapa lahar, Methode mulai mengontrol semua lahar tersebut dan mencoba untuk menghantam tubuh Zoiru.


Tubuh Zoiru yang begitu tebal dan keras berhasil menahan semua serangan itu, semua serangan yang ia terima mulai mengusap kulitnya itu sehingga Bamushi yang muncul dari punggung Zoiru mulai memakannya.


Methode melebarkan matanya sehingga lehernya di cekik kembali oleh Zoiru lalu ia melanjutkan serangan lain dengan menendang wajah Shou sampai ia terhempas ke belakang.


"Kau pasti berpikir... kenapa Dewa agung Zoiru sepertiku jauh lebih kuat di bandingkan diriku palsu yang pernah melawan kalian...? Cukup menyedihkan."


Zoiru melempar tubuh Methode ke atas lalu ia melepaskan satu serangan laser tajam melalui jari-jarinya, Methode berhasil menciptakan pelindung api yang mengandung Greed, semua sihir itu terserap habis.


"A-Ack..." Methode merasa sesak nafas karena terus menerima cekikan dari Zoiru yang begitu kasar, ia merasakan sesuatu yang berbeda dari Zoiru satu ini.


Ia jauh lebih kuat dan bahkan sikapnya terasa begitu berbeda, harga dirinya sebagai dewa agung bisa terasa tetapi jauh lebih serius dalam menjalankan tugasnya.


Zoiru tidak akan bermain-main karena ia hanya ingin membunuh semua lawan yang menghalang dirinya, setelah itu ia akan membelah tubuhnya menjadi bagian kecil untuk dijadikan makanan bagi Bamushi.


Methode melepaskan beberapa gelombang sihir api ke arahnya, Zoiru mulai menghantam sihir tersebut, mengubahnya menjadi gumpalan hijau yang masuk melewati perutnya itu.


Shou melempar beberapa gerhana bulan yang di campur dengan rantai hitam, semua rantai itu mengikat tubuh Zoiru sampai ia menerima serangan dari gerhana bulan itu.


"Masih belum cukup...!!! Akan aku makan semua ini untuk Bamushi!!!" Seru Zoiru keras sehingga ia melepaskan aura hijau besar yang mampu membuat Methode dan Shou bernafas berat.


Zoiru mulai menunjuk semua gerhana bulan itu lalu ia mengepalkan tinju kanannya, menyebabkan bulan-bulan itu mengecil dan berubah menjadi gumpalan hijau yang ia masukan ke dalam perut.

__ADS_1


Shou berlutut lalu ia melancarkan beberapa serangan rantai ke arah Zoiru, Zoiru tersenyum serius lalu ia melesat maju ke depan sehingga semua rantai tersebut di makan oleh Bamushi yang muncul mengeliling tubuhnya sesaat.


"Kekuatanmu adalah makanan yang di sukai oleh Bamushi untuk sementara!!!" Zoiru menciptakan sirkuit sihir melalui dadanya yang melepaskan ledakan dari sihir angin yang mampu menghempas Shou ke belakang.


Tubuhnya menerima banyak kerusakan karena sihir angin tadi, pakaiannya robek bahkan kulit-kulitnya sampai terkupas, menyebabkan dirinya kelelahan bahwa musuh satu ini memang mengerikan.


"Kalian berdua tidak akan mengerti bagaimana cara kerjanya kemampuan yang aku miliki... dewa agung sepertiku, Zoiru bersama dengan peliharaannya yaitu Bamushi."


"Telah menghadapi banyak rintangan untuk bisa mendapatkan apa yang sebenarnya kita inginkan..."


"...apakah kalian pernah mendengar arti dari satu jiwa, tubuh, dan pikiran?" Tanya Zoiru sambil menyilangkan kedua lengannya, Shou dan Methode tidak bisa menjawab sama sekali.


"Bangsa Legenda palsu memang bodoh ternyata, dasar ****... kalian benar-benar **** yang tidak tahu diri ketika mencoba untuk mengintip apa yang aku lakukan." Zoiru mengangkat lengan kanannya, menciptakan gumpalan hijau yang besar.


Zoiru melempar gumpalan hijau itu yang menimbulkan ledakan begitu dahsyat, Methode mulai menarik lengan Shou lalu melarikan diri karena musuh seperti Zoiru bukan tandingan mereka.


Serangan tadi bahkan menyebabkan daratan berubah menjadi gumpalan kecil yang memasuki perut Zoiru, Methode mencoba untuk melarikan diri tetapi ia tertahan dengan pelindung hijau itu.


Methode mencoba menghancurkannya menggunakan kekuatannya tetapi tinju kanannya langsung menghilang seketika, ia bisa merasakan gigitan yang begitu tajam ketika memukul pelindung itu.


"Nrrgghhh...!!!"


"Ternyata kalian di situ, para ****. Aku merasa kecewa melihat bangsa Legenda palsu seperti kalian akan kalah oleh dewa agung Zoiru yang memulai semuanya dari sekedar Vampir biasa." Zoiru mengepalkan kedua tinjunya.


"Setiap dewa agung memiliki ras tersendiri, jangan lupa itu."


Methode mulai menghalang Shou karena ia tidak ingin melanjutkan pertarungan ini melihat Shou yang terus menerima kesakitan karena ia sendiri tahu bahwa Zoiru dapat membunuh mereka kapan pun.


"Shou, pergi sekarang juga... berlindung..."


"Tapi, Kakak..."


"Sekarang!" Bentak Methode sehingga Shou mulai melarikan diri berlindung, Methode mencoba untuk menggunakan kekuatan dari tujuh dosa itu tetapi wajahnya menerima satu tendangan dari Zoiru.


Menyebabkan dirinya terhempas ke belakang tanpa memiliki kesempatan untuk mengeluarkan sihirnya, walaupun Zoiru memiliki tubuh yang besar, kecepatannya bukan main lagi.


Zoiru muncul di hadapan Shou, Shou berhasil mengikat tubuh Zoiru lalu ia mengepalkan kedua tinjunya untuk mengeratkan ikatan itu sampai tubuh Zoiru hancur dan mengeluarkan suara patah tulang.


"Bukannya itu imut, Shou? Kau ternyata mencoba..." Zoiru memegang erat wajah Shou lalu ia menghantam dirinya di atas daratan selagi terbang maju ke depan, setelah itu ia langsung melemparnya ke depan.


Kepala Shou dipenuhi dengan darah dan sebagian kulit juga dagingnya telah robek juga terkupas sampai menunjukkan tulangnya.


"Ayah... dia terlalu kuat..." Ucap Shou pelan sehingga kemampuannya terasa begitu berat baginya untuk di gunakan, setiap ia menggunakan sihir atau kemampuan maka kedua hal tersebut akan terasa berat seperti hilang seketika.


Zoiru mulai memegang semua rantai itu sehingga rantai tersebut seperti terisap oleh kedua tapak tangannya, Methode bisa melihatnya dan ia mulai berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Ternyata **** seperti dirimu tidak dapat menyadari tempatmu itu ya, bagus... tekad itu dan sikap keras kepala dari Shiratori lah yang akan menyelamatkan dirimu." Zoiru menatap Methode dengan tatapan serius.


Tubuh Methode saat ini dipenuhi dengan api yang terlepas kemana-mana bahkan suhu di sekitar terus bertambah sampai menyebabkan daratan terbakar.


Api Methode berubah menjadi hitam dan ia sudah mengaktifkan kekuatan dari dosa Wrath juga Greed untuk bertahan ketika melawan Zoiru.


Shou menunjuk Methode lalu ia mengalirkan semua kekuatan dan Lenergy terakhirnya kepada Methode sehingga aura apinya melepaskan cahaya juga gelombang yang begitu besar ke atas langit.


Methode maju ke depan lalu ia terbang melesat ke arah Zoiru dengan menciptakan dua pedang api yang mengenang lambang Greed.


Zoiru melayang ke atas lalu ia menyiapkan sebuah pelindung hijau yang begitu tipis di sekitarnya, ketika Methode melancarkan kedua pedangnya itu, pelindung tersebut hancur sampai mendorong Methode menuju daratan.


Kedua pedangnya itu terisap masuk ke dalam perut Zoiru sehingga ia mulai melepaskan api besar melalui mulutnya, Methode menyerap kembali semua sihir api itu sampai membuat Zoiru tersenyum.


Methode melebarkan kedua matanya lalu ia terbang tinggi ke atas untuk menghindari semua serangan sihir Zoiru yang berbentuk bulat.


Terkandung ledakan besar di dalamnya bahkan sampai menciptakan lubang yang sangat dalam di daratan.


Methode menerima satu ledakan itu dan ia langsung terjatuh sehingga beberapa darah yang mengalir keluar melalui tubuhnya tersedot oleh perut Zoiru.


"Ternyata aku terlalu mengharapkan banyak hal dari seorang **** kampung." Zoiru mulai menepuk perutnya sehingga kepala Bamushi muncul di belakangnya.


"Dia terlalu kuat... sepertinya... takdir kematian kita sudah dekat..."


"...tidak ada yang dapat mengetahui lokasi kita dimana---" Methode melebarkan matanya ketika Zoiru mengangkat tubuh Methode lalu ia menghantam punggungnya menggunakan lututnya.


Terdengar suara tulang patah, Methode mulai menjerit kesakitan karena Zoiru saat ini mencoba untuk memotong tubuh Methode menjadi dua seperti kayu yang di patahkan menggunakan lutut.


Setelah itu ia membanting tubuh Methode di atas tanah dan ia bisa melihat injakan Zoiru yang mengenai perutnya beberapa kali.


"AAACCCKKKK...!!!"


Zoiru menginjak tubuh Methode lagi dan lagi, menyebabkan daratan di sekitarnya hancur sehingga ia bersama Methode menciptakan lubang yang begitu besar.


"AAAAHHHHHHHHHH---" Zoiru mencekik leher Methode lalu ia memasukkan tangannya ke dalam perut Methode lalu ia menarik ususnya.


"A-Ackk..." Pandangan Methode mulai buram dan tubuhnya di penuhi rasa sakit, ia mulai melempar Methode ke atas langit sehingga seseorang mulai menyelamatkan dirinya.


"Grrr... Graaaggghhh..." Bamushi mulai memperingati Zoiru bahwa ia mencium aroma dan esensi yang sangat lezat baginya.


"Hohhh... kau menyukai **** satu ini yang menyelamatkan **** kampung itu?" Tanya Zoiru, ia melayang ke atas langit dan melihat Methode baru saja di selamatkan oleh Arisu yang mengetahui kedua saudaranya dalam masalah.


Arisu mulai menatap ke atas dan ia tercengang ketika melihat Zoiru, "K-Kau...?!"


"...Zoiru?!"

__ADS_1


__ADS_2