Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 623 - Balasan Kekuatan


__ADS_3

Kou menggunakan Counter-Reality untuk membalikkan efek gelombang itu menjadi peningkatan besar, ia melesat ke atas sehingga gelombang itu menyentuh tubuh Arata sampai ia bisa merasakan pengumpulan dosa itu berjalan jauh lebih cepat.


Zoiru sempat terkejut melihat Kou memiliki sihir waktu dan realitas, mungkin karena bantuan dari Super Tech, ia dapat menggunakannya tetapi Zoiru yakin bahwa itu memiliki keterbatasan dalam penggunaan.


"4 kristal tersisa untuk kedua waktu dan realitas, nyonya." Peringat Tech dan Kou tersenyum serius.


"Cepat, Arata!!! Tunjukkan jiwa dan harga dirimu sebagai bangsa Legenda!!!" Seru Kou keras yang mulai ikut mengulurkan waktu dengan melepaskan beberapa sihir melalui kedua tapaknya.


"Kalian bangsa Legenda sangat menarik... dulunya kalian sangat menyebalkan tetapi sekarang, kehormatan dan harga diri itu bisa aku rasakan." Zoiru tersenyum serius, auranya mampu membalikkan semua sihir itu kepada mereka semua.


BAAAAMMMM!!!


""HWAAGGHHH!!!"" Semua Legenda ia terhempas ke belakang dan sebagiannya telah kehilangan nyawa mereka.


"Sudah melebihi seribu Legenda yang gugur, Nyonya." Peringat Tech sampai membuat Kou merasa sangat khawatir karena ia tidak mengharapkan jumlah gugur yang sangat banyak.


Tubuh Arata melepaskan dorongan dan uap yang berjumlah besar bahkan sampai mengejutkan Zoiru, ia terdorong ke belakang dan merasakan kekuatannya yang sangat besar.


Kekuatan yang mampu menghancurkan apapun sesuai dengan keinginan dan kehendaknya, sesuatu yang lebih mengerikan dan mengejutkan adalah Arata yang tidak akan pernah berhenti mengumpulkan semua dosa itu yang tak terbatas.


Zoiru melebarkan kedua matanya ketika melihat Arata berada tepat di hadapannya, melakukan dua serangan yang mengeluarkan suara cukup keras bahwa suara itu sendiri sudah cukup menghancurkan alam semesta.


Zoiru berhasil menghindari serangan yang mematikan itu sehingga semua serangan tersebut membelah celah di dalam celah itu sendiri.


Tubuh Zoiru merinding seketika, "Tadi itu hampir saja... kau melakukan sesuatu yang mustahil tetapi tidak ada istilah kemustahilan bagi bangsa Legenda ternyata."


Celah demi celah terus terbuka dan itu cukup mengejutkan Zoiru karena ia bisa merasakan tubuh Arata yang melemah tetapi serangannya itu mampu menciptakan celah di dalam celah itu tanpa henti.


"Terdapat banyak sekali masa yang bisa aku lihat..." Ungkap Zoiru, ini pertama kalinya ia dikejutkan dengan kekuatan dosa yang tidak memiliki batasan apapun.


Serangan itu bisa berakhir lebih besar jika Arata terus menyerap semua dosa itu, dengan bantuan dari Heaven's Gate, Arata tidak perlu menahan diri atau merasa takut dalam menghancurkan sesuatu.


Zoiru terus berbicara selagi menghindari semua serangan Arata yang terus menciptakan celah sampai mengeluarkan banyak tekanan dan dorongan yang mempengaruhi seluruh pasukan Oather.


Semua pasukan Legenda mendapatkan perlindungan dari surga jadi mereka semua merasa aman saja tetapi tubuh mereka tidak akan bisa berhenti merasakan rasa merinding itu.


Arata terus mengayunkan kedua pedangnya dengan lemah tetapi serangan lemahnya itu sudah mampu untuk melukai tubuh Zoiru dan menghancurkan apapun yang terkena tebasan itu, tekanan dan dorongannya saja sudah mematikan.


"Terima ini, Zoiru...!!! Dalam jarak seperti ini!!!" Tubuh Arata melepaskan rantai yang mengikat tubuh Zoiru, setelah itu ia mengangkat kedua pedangnya ke atas lalu melepaskan dua tebasan ke arah Zoiru.


BAAAAAMMMM!!!


Arata awalnya mengira serangan itu mengenai tubuh Zoiru tetapi ia dikejutkan dengan kemunculan aura hijaunya yang menyelimuti tubuhnya itu, akhirnya Zoiru membalas kekuatan Arata menggunakan sihir Oath nya yang diperkuat.

__ADS_1


"Jika kau terus bertambah kuat tanpa batasan menghalangi maka aku akan menjawabnya dengan kekuatan ini!" Tulang hijau Zoiru mulai membentuk sebuah pedang tajam yang bertaring, ia menebas wajah Arata sampai ia terlempar ke belakang.


"Arata!!!" Seru Ophilia keras, ia melihat sebelah wajah Arata telah robek dan mata kirinya tidak bisa melihat lagi karena menerima pedang itu.


"Kau baik-baik saja, Arata?!" Tanya Kou.


"Ya... dia hanya melukai setengah dari wajahku dan itu adalah tujuanku, setidaknya aku ingin bertarung sampai Kuro mengganti posisi diriku ini." Jawab Arata dengan darah yang terus mengalir deras di sekujur tubuhnya.


"Kalau begitu, biarkan aku membantumu." Kou menatap Zoiru yang saat ini sedang menunggu serangan lain dari Arata.


"Tunggu, Kou... lebih baik kau simpan saja pertarunganmu nanti, aku ingin melakukannya sendirian karena tidak ingin menyusahkan siapa pun." Arata mulai berbicara, setiap perkataan yang keluar melalui mulutnya mampu mengeluarkan darah segarnya juga.


"Aku tidak ingin melukai dirimu dan aku sendiri yakin kau sedang tertekan karena sihir surga itu bukan? Kau harus melindungi semua bangsa Legenda dan semua gerbang surga itu..."


"Kau benar juga sih... tetapi aku tidak ingin kau menerima luka yang sangat parah seperti itu." Kata Kou.


"Tidak apa... ini adalah rencanaku." Arata menyeimbangkan tubuhnya lalu ia memutarkan kedua pedangnya yang melepaskan dorongan besar ke arah Zoiru.


Zoiru membalasnya dengan melakukan tebasan yang mampu menghapus semua serangan Arata dengan memakannya menggunakan pedang taringnya itu yang membentuk mulut besar.


"Masih terlalu cepat jika menyimpulkan kekuatan dosa tidak mempan! Keabadian dan reinkarnasi Zoiru... setidaknya akan aku hancurkan dengan tebasan pedang ini!" Arata menunjuk Zoiru menggunakan pedang God Slayer.


"Memang benar... tidak selamanya yang kita inginkan tercapai dengan mudah, di atas langit akan selalu terdapat langit yang jauh lebih tinggi tanpa batasan." Arata kembali mengumpulkan semua dosa itu.


"Tidak... tidak mungkin..." Tubuh Kou merinding seketika.


"Ya... tidak ada jaminan aku selamat atau tidak, aku melakukan semua ini agar Kuro dapat menggunakan semua kumpulan dosa di dalam tubuhku." Arata mengepalkan kedua tinjunya.


Tubuhnya menonjolkan banyak urat karena berlebihan menyerap banyak sekali dosa yang tidak memiliki batas, "Sudah waktunya bagiku untuk mengerahkan segalanya."


"Aku merasa yakin dan percaya diri sekarang, berbeda dengan perang melawan Zangetsu. Aku masih lemah tetapi sekarang aku sendiri yakin dapat mengumpulkan semua dosa-dosa itu...!"


"Jika Zoiru memiliki kekuatan jauh lebih kuat di bandingkan Zangetsu dan rencananya untuk membangkitkan Bamushigaru maka aku akan menaruhkan jiwaku ke dalam garis itu!!!" Tubuh Arata melepaskan aura yang sangat besar, melebihi alam semesta.


"Arata...!" Kou tidak bisa melakukan apapun dan ia bisa melihat Ophilia mencoba untuk mendekati dirinya.


"Ophilia... sudah... biarkan Arata melakukan proses itu." Kou mulai meraih lengan Ophilia dan membawanya pergi.


"Apakah dia akan baik-baik saja...?" Tanya Ophilia.


"Semoga saja... apa yang harus kita lakukan adalah mempercayainya dan memberi dirinya harapan." Kou dan Ophilia mulai menjaga jarak dari Zoiru juga Arata.


Arata memejamkan kedua matanya, ia sudah tidak bisa lagi merasakan tubuhnya bahkan seluruh indranya hancur seketika sampai ia tidak bisa merasakan apapun.

__ADS_1


Apa yang ia lakukan sekarang hanya melayang di atas langit dan menoleh ke belakang untuk menatap putrinya walaupun ia sendiri tidak bisa melihat atau mendengar perkataannya.


"Papa..." Hana memegang tangannya sendiri untuk memohon agar Arata dapat menghentikan Zoiru secepat mungkin.


"Jangan melihatku seperti itu... kali ini, kalian duduk saja dan menyaksikan kekuatan dari Seven Deadly Sins! Akan lebih baik juga jika Shiratori Shira dan Shichiro Haruki melihatnya..."


"...dan tentunya lebih menakjubkan lagi jika Korrina Comi melihatnya! Kekuatan yang sudah melampaui mereka semua, aku akan melepaskannya!!!" Seru Arata keras dengan suara yang menggema.


"Meskipun tubuhku ini sudah mengalami ketidak stabilan yang berlebihan, tekadku dan harga diriku sebagai Legenda tidak akan mati... ya... kebangkitan terakhir... Legenda tidak akan mati..."


"...mereka akan terus bangkit dan menjadi bagian dari setiap bangsa! Setiap kali diriku mengeluarkan darah untuk meraih kedamaian... ingat ini, Zoiru!" Arata menatap ke depan.


"Legenda tidak memiliki batas! Jangan meremehkan kami semua...!!!" Arata memegang erat kedua pedangnya lalu ia mengayunkannya ke depan sambil menebas perutnya dan memotong kedua kakinya.


"Ck... tidak buruk..." Zoiru berhasil menciptakan daging baru melalui mulut Bamushigaru di perutnya itu.


"Walaupun aku lahir dari keluarga Dewa, aku tetap menjadikan diri sebagai mortal yang mampu menunjukkan kepada seluruh alam semesta bahwa Mortal bisa bertambah kuat!"


"Melebihi apapun... membuktikan bahwa Mortal dapat menjadi prajurit yang hebat, harga diriku sebagai Legenda terbakar penuh dosa Wrath dan Pride sekarang...!!!" Tubuh Arata terbakar dengan seluruh auranya itu.


"Jadi... percayalah dan berjalanlah kepada harga diri yang memberikanmu jalan! Jadilah satu-satu mortal yang tidak memiliki julukan kuasa atau dewa tetapi bisa memiliki kekuatan besar...!!!"


Arata melesat maju ke arah Zoiru dengan kecepatan yang lambat, Zoiru bisa melihat tubuhnya melepaskan aura yang terhempas kemana-mana bahkan sampai meninggalkan alam semesta Touriverse yang besar.


Memasuki alam semesta yang berada di luar jangkauan, Zoiru melihat tubuh Arata terus terkupas sampai ia bisa melihat setengah dari wajahnya berubah menjadi seorang pria yang ia kenal.


"Kuro ya..." Zoiru menyilangkan kedua lengannya, melihat sekelilingnya dipenuhi dengan kekuatan dan aura milik Arata.


"Kekuatannya mengarahkan ke setiap tempat... semuanya terus bepergian dan kemungkinan besar penghuni dari alam semesta atau masa alternatif dapat merasakannya."


"Kuro... sisanya terdapat di dalam dirimu..." Setengah dari tubuh Arata terkupas sehingga terganti oleh Kuro yang langsung memasukkan semua lambang tujuh dosa besar itu ke dalam tubuhnya sendiri.


"Serahkan sisanya kepadaku, Shimatsu Arata!" Kuro memegang kedua pedangnya erat sehingga tubuhnya melepaskan aura yang jauh lebih besar bahkan sampai mengejutkan Zoiru.


"Sekarang aku bisa mengerti perasaan Mortal terutama Bangsa Legenda..." Ungkap Kuro.


"Kuro... aku sudah menunggu dirimu." Zoiru membalas kekuatan Kuro dengan dorongan dan tekanan yang sama.


"Aku harus menjawab kedatangan dirimu."


"Maaf membuatmu menunggu lama..."


"...Dewa Agung Oath, Zoiru!"

__ADS_1


__ADS_2