Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 428 - Menyerang Balik


__ADS_3

Shuan baru saja membawa kedua temannya kembali ke dalam kelas karena tempat diskusi yang paling aman yaitu di dalam kelas, ia sekarang sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan untuk menyingkirkan angkatan ketiga terutama kelas 3S yang menyatakan perang kepada kelas 1S hanya saja Shuan ingin menyingkirkan mereka dengan kekuatan yang ia miliki bersama kedua teman yang sudah ia percayai dan anggap kuat.


"Apa yang kau ingin diskusikan bersama kami, Shuan? "Tanya Rokuro.


"Sudah saatnya untuk menyerang kembali, jika mereka menyerang terlebih dahulu maka aku anggap mereka mencoba untuk menyatakan perang kepada kita semua tetapi lebih baik jika kita menyerang mereka dengan jumlah tiga Legenda saja, kelas 3S hanya tersisa tiga murid dan aku merasa yakin bahwa kita sudah cukup untuk mengalahkan mereka." Kata Shuan.


Perkataan Shuan terdengar seperti ras Legenda yang sudah siap untuk melawan siapa pun walaupun jumlah mereka lebih banyak dan kemampuan mereka masih belum diketahui setidaknya Rokuro dan Asriel setuju dengan dirinya karena mereka juga saat ini sedang mood untuk menyingkirkan angkatan ketiga yang bersikap sombong seolah-olah mereka sudah menguasai sistem poin ini, tidak lama kemudian mereka duduk di pojok selagi membahas rencana yang akan dilakukan nanti malam.


"Murid kelas 3S yang bernama Takato tadi memberi diriku beberapa informasi penting tentang alat ilegal yang membantu mereka untuk mengumpulkan poin lebih cepat seperti memaksa seorang murid untuk bertarung, intinya terdapat sebuah alat yang dapat melakukan meretas ke kartu identitas kita, itulah kenapa mereka selalu menghajar murid angkatan satu dan dua bahkan sampai bablas membunuh mereka..."


Shuan mengeluarkan kartunya lalu ia memilih pilihan peta dan mulai menandakan sebuah rumah kecil yang berada di sisi kota, lokasinya cukup jauh jadi mereka memerlukan kendaraan untukĀ  bisa sampai ke tempat itu lebih cepat karena waktu berkeliaran mereka di malam hari terbatas, pukul sepuluh malam mereka sudah harus berada di kamar hotel jika tidak maka pengurangan poin akan terjadi dan mereka akan mendapatkan hukuman.


"Jika kita ingin memancing musuh dari kelas 3S maka kita perlu mengunjungi pasar gelap dengan menyewa sebuah taksi, aku juga ingin membeli alat ilegal itu untuk segera menyingkirkan angkatan ketiga agar mereka bisa menyadari sikap kepercayaan diri mereka yang sudah berada di tingkat berlebihan, apakah kalian ingin ikut bersamaku ke pasar gelap itu?"


"Rencana seperti itu tidak buruk juga, kita ras Legenda seharusnya bisa membalas perbuatan seorang musuh yang ingin menyatakan perang. Aku ikut saja karena rencana yang kau buat akhir-akhir ini selalu berhasil, walaupun kita memiliki risiko besar untuk diserang oleh angkatan lainnya tetapi aku tidak peduli... Legenda tidak pernah takut dengan musuh apa pun." Jawab Asriel.


"Kau ceroboh, Shuan, aku tidak memiliki pilihan lain selain ikut bersama kalian untuk mengalahkan murid tersisa dari kelas 3S dan memastikan dirimu tidak melakukan hal ceroboh yang lebih besar lagi, jika mereka menyerang kalian maka sudah jelas kelas 3S menyatakan perang kepada kelas ini. Aku tidak akan membiarkan salah satu dari mereka bertemu dengan murid dari kelas ini, mari kita cegah lebih awal dan cepat..." Shuan mendapatkan jawaban yang positif dari mereka, senang untuk mendengarnya karena ia membutuhkan kekuatan mereka untuk bisa menjalankan rencana ini dengan benar.


"Kalau begitu, pukul tujuh malam aku ingin kita berkumpul di toko kopi itu. Kalian bisa menyerahkan pemesanan taksi itu kepadaku... Intinya kita harus mendapatkan alat ilegal untuk bisa menyingkirkan angkatan ketiga lebih mudah lagi dengan memaksa mereka untuk bertarung."


"Kebetulan, aku baru saja ingat tentang sesuatu yang menguntungkan. Jika lawan kalian sudah kalah maka gunakan cara yang begitu efektif untuk mengeluarkan mereka langsung, kalian akan mendapatkan keuntungan poin besar dan murid yang kau lawan akan langsung keluar..." Shuan mengeluarkan sebuah kartu lalu ia melihat-lihat semua pilihan itu dan tidak ada pilihan yang menarik perhatiannya kecuali mengundurkan diri dan sebuah peta yang dapat membantu mereka untuk melarikan diri dari pasar gelap itu.

__ADS_1


"Kalian hanya perlu meraih tangan mereka dan menggunakan jari yang mereka miliki untuk memilih pilihan mengundurkan diri, jika kita melaporkan tindakan mereka saja maka mereka sudah pasti tidak akan dikeluarkan melainkan mendapatkan poin negatif... itu lama sekali, jadi kita gunakan cara cerdik seperti ini."


Rokuro dan Asriel langsung tersenyum serius, Shuan baru saja mengatakan sesuatu yang masuk akal dan rencana ini akan lebih mudah juga untuk menyingkirkan murid yang lemah dan kuat agar hambatan mereka untuk mencapai turnamen bisa berkurang, mereka juga langsung percaya ketika Shuan melakukan hal yang sama kepada Giga dan Takato.


"Baiklah, aku harap kita bisa melakukan semua rencana ini dengan lancar... tujuan utama kita adalah memancing murid angkatan ketiga tetapi di dalam tujuan utama itu terdapat tujuan sampingan yang dapat membantu kita di minggu yang akan datang, membeli alat ilegal dan membeli informasi dari gedung informasi itu..."


"...akan sangat membantu jika kita bisa mengetahui nama semua pemimpin dari angkatan ketiga bukan? Aku yakin gedung informasi pasti menjualnya, jika tidak bisa maka aku ingin mengetahui markas seluruh angkatan dua dan tiga agar kita bisa gunakan alat ilegal itu untuk bertarung melawan mereka!" Shuan menghantam lantai sampai retak karena ia sudah merasa tidak sabar untuk memberi seluruh angkatan ketiga itu sebuah pelajaran yang besar karena berani-beraninya meremehkan angkatan ke satu yang dipenuhi dengan potensi dan pengalaman.


"Menurut prediksiku juga ya... kebanyakan murid yang diundang oleh akademi ini memiliki kemampuan dan kekuatan yang pantas untuk digunakan dari jarak jauh jadi mereka bisa memiliki kesempatan untuk menang, kemampuan tata surya yang aku miliki dapat mempengaruhi kalian jadi aku sarankan untuk bisa menjaga jarak dengan diriku... 5 atau 10 meter saja sudah cukup."


Penjelasan Shuan sudah cukup jelas, mereka mengangguk dan mengerti apa yang harus dilakukan malam nanti. Mereka sudah terbakar penuh dengan rasa semangat untuk menendang bokong angkatan ketiga itu, intinya mereka harus tetap fokus dan jangan sampai pernah lengah.


"Kau sudah seperti pemimpin saja, Shuan... aku tidak begitu keberatan, kita bertiga sudah berjanji untuk bekerja sama agar bisa terdaftar di turnamen permohonan. Mari kita lakukan ini!" Asriel mengulurkan lengan kanannya, mereka semua tersenyum serius lalu saling mengadu tinju untuk menunjukkan tekad besar sebagai seorang Legenda untuk tidak memandang musuh apa pun.


Mereka setidaknya harus berusaha untuk membawa kelas mereka menuju tingkat keamanan yang baik karena saat ini kelas mereka terancam oleh kelas 3C, Shuan juga tidak membutuhkan bantuan murid lainnya karena ia sudah mempercayai Rokuro dan Asriel bahwa ketiga mereka dapat melakukan pekerjaan ini dengan baik tanpa harus mengkhawatirkan, setelah itu bel pelajaran selanjutnya berbunyi dan mereka harus mengikuti pelajaran ini dengan benar agar tidak mendapatkan pengurangan poin.


Malam hari adalah malam yang mereka tunggu-tunggu karena pertarungan akan dimulai sebentar lagi, tidak bergelut maka tidak seru untuk mereka. Semua masalah dapat diselesaikan dengan pertarungan dan pukulan jika mereka ingin membuat masalah dengan kelas 1C maka ketiga Legenda itu sudah siap untuk memberikan masalah yang jauh lebih besar.


Pukul lima sore, Shuan bersama kedua temannya bersiap-siap dengan mandi, makan, dan menyiapkan seluruh ramuan yang dapat menyembuhkan luka mereka, mereka juga tidak lupa untuk mengenakan pakaian [Kisetsu] menunjukkan jati diri mereka sebagai Legenda agar bisa menunjukkannya kepada seluruh penduduk kota permohonan bahwa mereka adalah seorang Legenda layak yang sudah siap untuk bertarung.


Karena masih memiliki waktu banyak, mereka sempat melakukan pemanasan untuk mengeluarkan beberapa keringat, jika tubuh Legenda sudah mengalami pemanasan maka kekuatan yang mereka miliki akan terasa lebih kuat dari sebelumnya karena sudah bangkit lebih dari tubuh mereka, dua jam mereka gunakan dengan melakukan pemanasan dan latihan kecil untuk mempersiapkan diri pada pukul tujuh malam.

__ADS_1


Shuan berencana untuk keluar dan angin sejuk yang terasa alami, tubuhnya merasakan relaksasi yang begitu tinggi ketika angin sejuk itu menyelimuti tubuhnya, ekornya mulai bergerak sehingga Minami menariknya.


"Agh!"


"Shucchi~ Kakak kangen~" Minami memeluk Shuan dari belakang, ia ingin marah tetapi pelukan kakaknya itu cukup menenangkan jiwa dan pikirannya.


"Apa yang kau mau?"


"Aku tidak sengaja bertemu dengan Haruka di kantin, dia bilang kau ingin menyingkirkan kelas 3S?"


"Kenapa kau bisa tahu?"


"Kou yang tahu kok, dia memberitahu kami bahwa kau bersama Asriel dan Rokuro akan pergi ke gedung informasi untuk memancing murid tersisa dari kelas 3S."


"Ahh... Aku lupa Kou bisa membaca pikiran dan perasaan dengan mudah... Bisa berhenti memeluk diriku tidak!?" Seru Shuan.


"Shucchi kasar sekali sih, masa sama Kakak yang sedang kangen jahat begitu." Minami mulai menyentuh pipi Shuan sambil menggerakkan ekornya, Shuan mulai mendorong dirinya karena ia sudah merasa cukup tenang dan tidak membutuhkan pelukan yang lama.


"Aku ingin meminta saran kepadamu, Kakak."


"Hehhhh... Saran apa?"

__ADS_1


__ADS_2