
Shinobu masuk ke dalam kabinnya, semuanya terlihat begitu rapi ketika ia masuk karena Tech sendiri yang membersihkan semuanya sampai ia juga telah melakukan beberapa peningkatan terhadap ruang kerjanya
Shinobu masuk ke dalam kamarnya, melihat foto Ibu dan Neneknya yang terpasang di atas meja, meja dengan lilin di sekelilingnya agar Shinobu bisa mengharapkan kehidupan damai untuk mereka berdua di atas sana.
"Putri kecil, apakah Anda mau melihat ruangan kerja Anda yang baru? Mungkin ruangan itu sudah cukup untuk membuat Anda merasa lebih nyaman dari sebelumnya."
"Hm! Ayo."
Shinobu pergi menuju ruangan bawah tanah yang memunculkan tangga otomatis sampai ia mendapatkan banyak sambutan dari beberapa robot yang sedang bekerja melalui produksi tangan dan kakinya itu.
Shinobu benar-benar terkejut melihat semua robot berbentuk tangan dan alat seperti tongkat mulai melambaikan tangan mereka kepada dirinya sampai salah satunya naik dan turun untuk menunjukkan sambutan cara yang berbeda.
"Selamat datang di dalam ruangan kerjamu yang baru, putri kecil. Semuanya telah saya rapikan dan perbarui agar Anda tidak merasa kesepian lagi."
"Mereka semua memiliki sistem kecerdasan yang sama untuk diriku sampai mereka juga tentunya selalu loyal kepada satu-satunya putri Touriverse yaitu Anda."
"Satu bulan sudah cukup untuk memperbaiki semuanya, walaupun kabin Anda terlihat kecil... setidaknya terdapat sebuah perkataan bahwa rumahmu adalah istanamu."
Shinobu mulai melompat-lompat karena saking senangnya untuk bisa melihat berbagai macam mesin dan robot yang akan menjadi asisten serta pembantunya ketika menciptakan alat yang baru serta penemuan barunya.
"Aku senang sekali...! Terima kasih, Tech~" Shinobu terus melompat-lompat lalu memberi Tech sebuah pelukan yang erat.
Lompatan tadi saja sudah cukup untuk mengingat Tech kepada putri sebelumnya yaitu Kou bahwa mereka berdua sama-sama dipenuhi energi besar ketika senang dan bersemangat sampai melakukan beberapa lompatan.
"Kalau begitu... aku akan memperbaiki semua kesalahan yang diriku rasakan sejak itu." Shinobu mengingat kembali kejadian pemberontakan pertamanya.
Masih terdapat banyak hal yang perlu ia perbaiki dan tingkatkan kembali sampai ia seperti biasanya akan selalu sibuk hampir setiap hari sampai tidak memiliki waktu untuk melakukan hal ini dan itu.
Tech juga sadar bahwa berlian yang mereka miliki terbatas sampai Shinobu juga sudah pernah di beri beberapa berlian untuk menjalankan kehidupannya tetapi ia menolaknya karena ia ingin menghasilkan semua itu sendirian.
Tech mengingat kejadian Shinobu yang berjualan di pagi hari sampai malam tidak memberikan hasil apapun melainkan dirinya hanya pulang dengan tubuh yang terasa tidak enak.
Semoga saja suatu saat nanti Shinobu dapat menemukan solusinya sampai Tech akan terus mendukung dirinya dan mengikuti semua perintahnya tanpa melakukan apapun seenaknya seperti sekarang yaitu meningkat ruangan bawah tanah.
Ia juga sampai menciptakan beberapa sistem asisten untuk membantu Shinobu bekerja karena Tech juga sudah pasti akan sibuk mengurusi hal lain yaitu mengolah kembali semua sistem dan ciptaan yang berhasil ia buat.
Intinya tugas terakhir Tech adalah menjaga Shinobu dengan baik dan aman, itu yang ia dapatkan dari Kou bahwa dirinya perlu menjadi seorang penjaga bagi dirinya yang masih berumur empat tahun.
Shinobu masuk ke dalam ruangan perpustakaan yang begitu luas dan mewah, semuanya terlihat seperti bertema luar angkasa sampai ia melihat robot lainnya yang mulai membawakan beberapa buku untuknya.
__ADS_1
"Tolong bawakan buku yang berisi informasi tentang semua logam dan material... aku ingin menciptakan lengan dan kaki yang baru."
Shinobu duduk di atas kursinya yang begitu nyaman lalu melihat semua robot berbentuk tangan itu menepati ratusan buku di hadapannya yang bertumpuk-tumpuk.
"Baiklah... Koneko... akan berusaha!" Shinobu mulai menepuk kedua pipinya lalu berusaha keras untuk belajar dan berlatih dalam bidang apapun itu selama berhari-hari.
Piknik kecil yang ia alami tadi sempat membahas topik tentang akademi pemberontakan yang akan mengajar semua murid terpilih tentang menjadi seorang pemberontak yang hebat dalam melakukan tugas dan misi apapun.
Kebetulan Shinobu bersama kedua sepupu dan temannya sudah pasti akan menjalani masa trial yang akan memperlihatkan sejauh mana potensi mereka sampai Arata pernah menjelaskan bahwa mereka akan pergi jauh melewati berbagai macam planet dan alam semesta.
Ujian mandiri yang begitu besar sampai Shinobu tidak sabar untuk mencobanya, ia tidak begitu peduli dengan berlian dan makanan yang perlu mengisi perutnya karena ia memiliki caranya untuk bertahan hidup.
Hari ke hari, Shinobu menghabiskan waktu di atas kursi selagi membaca berbagai macam buku, ketika temannya datang atau mengajaknya bermain ia akan datang tetapi pikirannya akan mengolah kembali semua informasi yang ia baca.
Intinya siklus kehidupan yang Shinobu inginkan seperti itu sampai setiap tugas yang ia lakukan secara bersamaan tidak pernah sekalipun gagal atau kacau karena pikirannya yang sudah memiliki fokus besar.
"Setiap logam... material..." Shinobu mulai menatap semua material dan logam yang ia gambar sendirian.
"Putri kecil, tolong kondisikan kesehatan Anda, sudah hampir lima bulan lebih Anda bekerja tanpa henti mencoba untuk menggapai dan mempelajari berbagai macam material."
"Tidak mau... aku ingin terus belajar dan berusaha, aw." Shinobu menerima luka kecil di bagian bahunya lalu ia kembali bekerja dengan menunjuk semua daun yang berserakan di atas gambarannya.
Shinobu memejamkan kedua matanya, mencoba untuk menggunakan kemampuan yang selalu ia pelajari sejak membaca semua buku tentang material dan logam itu.
"Putri kecil, berhati-hatilah dengan risiko dari kegagalan itu... semua daun emas yang tajam itu akan merobek beberapa bukumu lagi." Peringat Tech.
Shinobu membuka kedua matanya lalu ia melihat semua dedaunan emas itu terlihat seperti membentuk sesuatu yang mirip seperti material kristal, keberhasilannya terlihat sangat dekat.
Shinobu melebarkan matanya lalu menunduk seketika satu daun melesat ke arah dirinya sampai mengenai rak buku di belakangnya.
"Baiklah, pelan-pelan..." Shinobu terus berkonsentrasi untuk menggabungkan semua daun emas itu lalu mengubahnya menjadi material asli yang jauh lebih kuat.
"Koneko akan berjuang...! Lima bulan ini tidak akan tersia-siakan."
Shinobu menepuk kedua tapaknya sampai daun emas itu langsung memancarkan cahaya yang begitu cerah sampai meledak seketika dengan melepaskan dorongan yang begitu besar.
Shinobu langsung menghancurkan semua daun emas itu menggunakan tembakan di tapak kanannya yang mengarah cukup cepat sebelum semua daun itu merusak perpustakaannya lagi.
"Haahhhhhh..." Shinobu menurunkan kedua telinga dan ekornya karena eksperimennya telah gagal lagi, angka kegagalannya telah menginjak hampir lima ribu kali.
__ADS_1
"Seperti biasanya, putri kecil, sungguh senang sekali untuk melihatmu bekerja keras dan mencobanya sekali lagi."
"Lima bulan itu proses yang kecil, lagi pula menciptakan sebuah material asli tetapi lebih baik pastinya bisa di bilang mustahil jika tercipta hanya dengan daun emas itu sendiri." Kata Shinobu.
"Mamaku bilang bahwa The Mind dapat menciptakan apapun menggunakan imajinasi di dalamnya, hanya saja... perlu usaha lain untuk menjadikan imajinasi itu sebagai kenyataan."
Shinobu menciptakan satu daun emas lagi yang ia pegang menggunakan tangan kanannya, "Apapun itu... imajinasiku dapat membantu diriku untuk mengubah daun dengan sumber kekuatan sinar matahari menjadi apapun yang aku mau."
"Aku sudah belajar beberapa kali dan mengamati semua kesalahan terhadap eksperimen itu, sepertinya aku memang harus mempelajari hal itu dari nol secara teliti." Shinobu menghampiri rak buku di sebelah selatan.
"Seingatku, Mama menciptakan Keris ini dengan semua material, senjata, dan hal lainnya dengan menggabungkannya bukan?" Shinobu menarik Keris itu lalu menatapnya dengan teliti.
"Itu benar... dia meminjam semua senjata temannya termasuk dengan tujuh dosa besar untuk menciptakan satu Keris yang begitu kuat sesuai dengan potensinya." Jawab Tech.
"Keris itu akan merespon mereka yang sudah siap untuk meraih semua kekuatan mengerikan yang terdapat di dalamnya, nyonya Kou tidak dapat melakukannya karena ia memang tidak memiliki Lenergy."
"Hanya Nona Korrina saja yang dapat melakukannya, membuka semua potensi itu karena ia sendiri sudah siap dengan kebutuhannya, kekuatan yang cukup untuk membelah apapun."
Shinobu menyentuh bilah Keris tersebut sampai ia memejamkan kedua matanya, The Mind mendapatkan banyak informasi di dalamnya sampai ia perlu mempelajarinya lagi.
Shinobu mulai meminta seluruh robot itu untuk memberikan dirinya buku tentang manusia dan semua alat pertarungan mereka bahkan Tech bisa menghitung jumlah buku yang terkumpul itu lebih dari jutaan.
"Aku akan belajar dan berlatih, mencoba semuanya lagi, lagi, lagi, dan lagi!" Ucap Shinobu dengan ekspresi penuh tekad sampai Tech tersenyum ketika melihat semangat mudanya.
"Aku akan menguasai sihir alkemis yang berkaitan dengan campuran cahaya serta tumbuhan!"
***
"Light of Hope...!!! Tingkatan Seratus!!!"
Koizumi menyilangkan kedua matanya selagi menyaksikan rekaman dari pertarungan Leon dan Shinobu, mereka berdua menciptakan pertarungan yang begitu sengit sampai di akhiri dengan ledakan nuklir.
Rekaman itu berhasil di rekam oleh jam pasir Koizumi yang ia tinggalkan di lokasi pertarungan itu sampai ia mendapatkan kejadian yang di inginkan.
"Sepertinya sepupu kecilku sudah bertambah semakin kuat ya..." Koizumi tersenyum bangga lalu ia melakukan sedikit pemanasan.
"Waktunya akan tiba dimana kita akan bertarung suatu saat nanti, Shinobu. Aku akan melanjutkan keinginan Ayahku, kau juga pasti merasakan hal yang sama bukan?"
Koizumi mulai melakukan latihan seperti biasanya karena dalam waktu yang dekat, mereka semua akan di undang ke dalam akademi pemberontak itu untuk menjalankan misi berbeda dan tentunya beberapa pelajaran.
__ADS_1
"Aku akan berusaha keras..."
l