
"Aku hanya perlu mengulur waktu sampai sihirku itu melepaskan serangan yang cukup untuk menghentikan dirinya itu..." Batin Konomi.
"Mungkin aku memang harus menanggung berbagai macam risiko untuk melakukannya, tetapi semua yang aku lakukan ini demi keselamatan seluruh alam semesta."
"Kita adalah bangsa Legenda... bukan sekedar budak yang mengikuti perintah apapun, takdir hanyalah sekedar budak yang tertidur maka kita semua harus membangunkannya!"
"Kita bangsa Legenda mengawali kebebasan untuk melakukan apapun yang mereka inginkan demi memenuhi tujuan hidup yang berkaitan kerja keras!" Seru Konomi dengan aura yang melepaskan gelombang biru ke atas langit.
Asper melihat Sephira yang Konomi munculkan, melihatnya saja membuat dirinya ingin langsung menyerang tetapi ia bisa melihat Konomi menyerang dirinya dengan melewati tubuhnya itu.
Konomi melirik ke sebelah kanan lalu ia melancarkan satu serangan pedang yang sempat untuk menebas pipinya, Asper mengangkat kedua alisnya ketika sihir yang ia gunakan sebelumnya ternyata memberikan efek terhadap sihir es itu.
Asper mengayunkan kipasnya menuju arah Sephira itu tetapi sihir yang ia lepaskan langsung menghilang seketika sampai wajahnya menerima satu pukulan dari Konomi yang menerima peningkatan kekuatan dari Sephira itu.
Asper mengepalkan kedua tinjunya esnya itu lalu ia melancarkannya kepada Konomi yang sudah berada di posisi pertahanan, pukulan itu menembus punggungnya sampai menciptakan kristal es di belakang Kisetsu nya.
Konomi membalas serangan tadi dengan melancarkan beberapa pukulan dan tebasan tetapi Asper menghindar, ia melihat celah yang dapat ia serang menggunakan satu tendangan yang mendorongnya mundur.
Asper melancarkan satu tendangan kepada Konomi tetapi ia berhasil menangkap tendangan itu menggunakan tapak kirinya yang mengandung aura biru kekuningan.
"Hahhhhhh!!!" Konomi langsung menusuk perut Asper menggunakan pedang itu sampai ia mengeluarkan banyak darah dari mulut dan bekas tusukan itu.
"Mortal satu ini... dia benar-benar bertambah kuat... entah kenapa sihir es yang aku gunakan mendadak tidak bisa mempengaruhi tubuhnya lagi." Asper menatap Konomi yang memiliki banyak bekas luka.
Konomi langsung terbang tinggi ke atas langit lalu pergi mengelilingi Sephira itu, Asper hanya bisa mengikuti dirinya dengan God Lenergy yang sudah ia fokuskan ke dalam pukulan dan kipas yang melayang di sebelahnya.
Asper mencegat Konomi dari depan tetapi ia melihat dirinya terbang lebih tinggi ke atas untuk memanfaatkan situasi karena kekuatan penuhnya masih belum bisa menerima tubuhnya yang belum kuat.
Konomi membakar bilah pedangnya dengan api biru lalu ia melepaskan gelombang api yang sangat panas kepada Asper sampai ia terpaksa untuk turun demi bisa menghindarinya.
Konomi melepaskan sihir area yang dapat merusak bahkan membakar apapun berada di sekitarnya dengan api biru dalam radius 150 meter. Api biru tersebut akan terus menyala tanpa henti meskipun benda yang dibakarnya sudah hangus.
"30 detik... aku hanya perlu menghentikan semua penyebaran es yang terus membeku itu, ditambah lagi dengan suhu ekstrem itu..."
"...rasanya Lenergy yang aku miliki terus terserap setiap aku merasa kedinginan." Kata Konomi yang mulai mendekati bilah pedangnya dengan tubuhnya itu.
Konomi memunculkan Railgun nya lagi lalu ia melepaskan banyak sekali peluru energi yang ia lepaskan menuju arah Asper yang terpaksa menerima sampai terjadi asap besar yang menghalangi wujudnya.
"... ...!!!" Konomi menoleh ke belakang lalu wajahnya menerima satu pukulan dari Asper yang sudah diselimuti dengan kristal es tajam, terdapat sebuah lubang di pipinya sekarang.
Konomi kembali menyeimbangkan tubuhnya lalu ia terbang menuju arah dirinya dengan melancarkan beberapa pukulan, tendangan, dan tebasan, tetapi Asper menghindarinya dengan mudah.
Hindaran itu tidak bertahan lama karena wajahnya menerima satu tebasan dari Konomi yang sempat menggunakan mode terkuat dari Crosslight, ia memang tidak memiliki pilihan lain selain mengerahkan semuanya.
Konomi menghilang lalu muncul tepat di depan Asper dengan lutut yang sudah menyentuh dadanya sampai ia memuntahkan banyak darah yang langsung membeku.
Asper terjatuh ke dalam lautan lalu ia melancarkan serangan es yang menarik kaki Konomi sampai ia tertarik ke dalam lautan itu dengan pembekuan yang menyebar cepat.
Konomi memegang erat pedangnya lalu ia membakarnya kembali dengan api biru sampai ia mendekatinya dengan tangan Asper yang langsung terbakar.
__ADS_1
Setelah itu, Konomi terus menendang-nendang dada Asper beberapa kali agar ia mau melepaskan dirinya dari dalam lautan yang akan membeku menjadi kristal es.
Konomi langsung terbang keluar dari dalam lautan itu sebelum membeku total, ia melihat Asper sudah berada di hadapannya dengan tatapan kesal karena sihir esnya tidak memberikan efek yang sama seperti sebelumnya.
Konomi langsung terbang pergi menuju Sephira nya sampai Asper melepaskan banyak sekali dorongan es melalui kipasnya tetapi Konomi mulai terbang mengelilingi gunung di hadapannya sampai melakukan sedikit atraksi dengan putaran.
Konomi mendarat di atas lautan lainnya selagi menghindari semua serangan yang membekukan air itu, ia terus melewati semua serangan itu dengan melakukan beberapa lompatan ke belakang selagi mengayunkan pedangnya itu.
"Grrrggghhh...!!!" Asper mengangkat kipasnya ke atas lalu ia mengayunkannya ke depan sampai melepaskan lima gelombang es tipis yang menyerang Konomi dari arah berbeda.
Konomi langsung menangkis semua itu menggunakan pedangnya sendiri, ia melebarkan matanya ketika tubuhnya sudah siap merespon kekuatan yang akan ia gunakan sekarang.
"Lost Integral..."
Tubuh Konomi langsung diselimuti aura biru kehitaman dengan salah satu pupil mata bersinar kemerahan dan satunya lagi bersinar biru gelap.
Kemampuan bertambah 12 kali lipat dari sebelumnya, kemampuan refleks meningkat sangat tajam sebanyak
600% mampu menghindari serangan fisik maupun sihir yang bergerak tak kasat mata maupun yang akan dilancarkan oleh musuh.
Konomi melihat Asper melancarkan satu pukulan yang mengenai wajahnya itu tetapi tidak memberikan efek apapun.
Asper awalnya sudah tersenyum tetapi ia memasang tatapan kaget ketika melihat Konomi mulai mendorong pukulan itu menggunakan pipinya sendiri dengan tatapan yang tertuju padanya.
Konomi menyentuh dada Asper menggunakan tinju kanannya lalu mendorongnya sehingga terjadi tekanan besar yang menyentuh dadanya itu sampai tulang rusuknya mulai patah.
Dorongan besar terlepas dari punggungnya itu sampai ia memuntahkan banyak darah yang mengenai wajah Konomi lalu membekukannya.
Tubuh Konomi menerima banyak sekali kerusakan karena kekuatannya sendiri sampai kulitnya mulai mengelupas sedikit demi sedikit lalu mengeluarkan banyak darah yang berjatuhan.
"Satu dorongan lagi...!" Konomi melelehkan kristal es yang menghalangi pandangannya lalu ia melihat menuju arah semua temannya yang sedang sibuk bertarung.
"Dengan kekuatan sebesar ini...! Kenapa kau terus melawan Dewa agung es seperti diriku yang bisa menjadikan dirimu menjadi patung es!?" Tanya Asper.
"Karena aku tidak ingin merepotkan mereka semua... kekuatan yang aku gunakan ini masih jauh dalam kata sempurna untuk tubuhku tampung..."
"...hanya saja kemampuan yang kau miliki bisa saja menyusahkan mereka semua, aku tidak akan membiarkan Demetrio mendapatkan banyak bantuan untuk mengalahkan Shinobu Koneko!"
"Aku yang harus menghentikan dirimu...!!! Ini adalah pertarunganku...!!!" Konomi langsung menahan serangan Asper yang menggunakan kipas itu.
"Berani-beraninya kau mengatakan sesuatu penuh kepercayaan diri tetapi masih belum memberikan hasil yang selama ini kau inginkan...!!!" Seru Asper yang melepaskan dorongan besar sampai mendorong Konomi ke belakang.
Tubuhnya yang membeku itu langsung meleleh karena pedangnya, ia mulai menahan beberapa serangan es yang berbentuk pedang dan tombak besar menuju arahnya dengan tatapan yang mencoba untuk menahan kesakitan.
Konomi melepaskan api biru itu sampai mengenai tubuhnya lalu ia melancarkan serangan pedang yang meninggalkan luka X terbakar di dadanya itu.
"Aaagggghhhhh!!!"
"Percuma saja...!!! Daya tahanku sama kuatnya dengan kristal es!!!" Seru Asper yang berhasil menghalang bekas lukanya dengan pembekuan kristal.
__ADS_1
Asper menendang perut Konomi cukup dalam sampai ia terpental ke belakang lalu terjatuh di atas tanah, ia melihat Asper melancarkan serangan kipas itu tetapi ia menahannya menggunakan pedang berapi itu.
"Beritahu aku...?! Apa yang kalian bisa dengan kekuatan mortal itu, apakah kalian dapat mempertahankan sesuatu dengan abadi atau sementara...!?"
"Kau seharusnya sadar lebih awal bahwa perbuatan Mortal tidak akan bertahan untuk selamanya, semuanya sementara sampai mereka tertekan dengan masalah dan konflik lainnya yang disediakan oleh labirin itu sendiri...!!!"
"Apa yang kau bisa lakukan untuk masa depan di era kekacauan seperti ini...!? Nama bangsa Legenda juga sekarang sudah disebut keburukan untuk ras lainnya karena mereka menyebabkan banyak masalah...!"
"Dibandingkan para Dewa... tentu saja kita lemah..." Jawab Konomi.
"Tetapi kau tidak bisa mengubah sebuah tekad dan tujuan besar seorang Mortal yang ingin mencapai sesuatu yang sangat amat besar untuk dunia ini...!"
"Kita bisa melakukannya bersama... menyelesaikan sebuah tujuan dengan berusaha keras, ditambah lagi kita bangsa Legenda akan mempermudah keadaan setiap kita berusaha keras sampai menghancurkan batasan itu sendiri!!!"
"Itulah kenapa kita sebagai Mortal akan terus menjaga keamanan itu tanpa diperbudak oleh dewa seperti kalian...!!! Apa yang kami inginkan adalah kebebasan dan ketenangan untuk satu sama lain...!!!"
Aura Konomi bertambah semakin besar sampai ia terpental ke belakang dengan tubuh yang merinding ketika merasakan kekuatan Konomi melonjak tinggi sampai ia juga mulai melukai tubuhnya sendiri.
Asper memasang tatapan kaget ketika melihat ke atas langit dimana terdapat bola energi arwah berwarna putih keemasan, Konomi melayang ke atas langit lalu menyerap semua bola itu untuk meningkatkan kekuatannya lebih lanjut.
"Apa itu...?!"
"Aku bisa merasakannya..." Konomi memegang erat pedangnya itu yang langsung bersinar cerah sampai menghalangi pandangan Asper.
"Integral Order: Phantom Assault!" Konomi melesat maju menuju arah Asper lalu ia mengayunkan pedangnya beberapa kali sampai Asper tertekan oleh serangan pedang yang mampu meretakkan kipasnya.
Asper menahan pedang itu menggunakan kipas yang terus membeku keras, "Kau hanyalah Mortal biasa...!!!"
"Tidak ada sangkut pautnya dengan Mortal atau Dewa...! Kau tidak mempercayai apapun kecuali dirimu, dan KAMI TIDAK AKAN DIPERBUDAK OLEH KEPERCAYAAN ITU!!!" Konomi menghancurkan kipasnya itu.
"Gaaaahhhhhhh!!!" Konomi melepaskan teriakan keras sampai mulut, hidung, dan matanya mengeluarkan banyak darah karena menerima risiko menggunakan kekuatan itu.
Konomi melancarkan 20 tebasan pedang yang berlapis aura ungu kehitaman secara beruntun dalam waktu satu detik menuju arah Asper.
Serangan itu menimbulkan efek luka berat dan pendarahan pada tubuh Asper yang terkena serangan ini sampai tubuhnya langsung terbelah dan terpotong-potong memisahkan anggota tubuhnya itu.
"Sekarang...!!! OATH KEEPER!!!"
Bola energi arwah berwarna putih keemasan yang kuat ditembakkan dari bagian ujung masing-masing sayap menuju arah Asper sampai menciptakan ledakan besar yang mementalkan Konomi juga.
"TIDAAAAAAAAAGGGGHHHHH...!!!" Asper menjerit kesakitan dengan tubuhnya yang mulai terbakar hangus tanpa sisa sedikit pun.
Ledakan itu sangat dahsyat sampai mengguncangkan planet tersebut lalu menarik perhatian Ako yang merasakan keberadaan Konomi mulai melemah seketika.
"Kakak...?!"
Konomi berlutut di atas tanah selagi menancapkan pedangnya di atas tanah, "Sial... aku tidak bisa merasakan apapun... semuanya..."
"...semuanya terasa begitu..." Konomi terjatuh di atas tanah dengan kedua matanya yang tertutup.
__ADS_1
"...gela...p."