
[Author's Note: Sekedar mengingatkan bahwa semua ini hanyalah sekedar fantasi dan ide yang ada di dalam pikiran author, jadi mohon maaf jika itu mengganggu anda pembaca yang tidak menyukai ide tentang indonesia yang masuk ke Touriverse. Tidak semua-nya akan aku ceritakan dan masukan ke Touriverse ini, jadi terima kasih...]
Korrina sudah mendapatkan apa yang dia mau dari Dukun bernama Sakti itu, berbagai ilmu santet sudah mulai ia ketahui sepenuhnya tetapi dia mencoba sekuat mungkin untuk tidak menggunakan ilmu tersebut karena dia sudah pasti akan melihat makhluk gaib Indonesia yang membuatnya ketakutan setengah mati.
Semburan air Sakti mampu membuat Korrina melihat semua makhluk gaib yang berkeliaran di wilayah mengerikan itu sampai membuat dirinya teriak sekeras mungkin lalu pingsan. Untung-nya Sakti mengembalikan penglihatan-nya agar dia tidak bisa melihat makhluk gaib itu lagi.
Air yang di kumur-kumur oleh Sakti itu memberikan efek yang dapat membuka batin untuk bisa melihat makhluk gaib yang berjumlah ribuan, jadi Korrina tadi baru saja membuka batin tersebut dan untung-nya Sakti mampu mengembalikan batin-nya seperti semula.
Korrina mengalami trauma yang besar tentang makhluk gaib Indonesia, ini pertama kalinya ia merasakan ketakutan yang berlebihan. Bisa jadi makhluk gaib Indonesia adalah kelemahan terbesar yang pernah ia ketahui.
Mbah Sakti sudah meminta maaf dan berjanji kepada Korrina bahwa ia akan mengumpulkan seluruh Dukun yang ia kenal serta melakukan ilmu santet kepada lawan, tetapi ia juga memperingati Korrina bahwa ilmu santet-nya tidak akan bisa sepenuhnya berhasil ketika korban-nya adalah bangsa iblis, makhluk gaib yang mencoba untuk menyerang-nya bisa saja tunduk kepada iblis-iblis itu.
Korrina merasa kesal ketika mendengar resiko dari ilmu santet itu yang tidak akan mempan kepada bangsa iblis, dia seharusnya sudah membawa Agfi dan Ophilia pulang karena ia baru saja menghabiskan waktu melihat Dukun yang sudah membuat dirinya merasakan ketakutan yang berlebihan, Korrina hampir saja kelepasan memenggal kepala Sakti tetapi dia berhasil dihentikan oleh Aditya dan Andrian.
Tetapi Sakti sudah meminta maaf sebesar-besarnya bahwa dia berjanji akan segera melakukan apapun yang ia bisa demi mengalahkan pasukan Rxeonal ketika perang antar semesta di mulai, Korrina sudah yakin bahwa perang antar semesta ini tidak bisa dicegah jadi mereka mau tidak mau harus bertarung demi memperjuangkan apapun yang mereka mau.
Korrina sudah muak dan ingin secepat-nya pulang tetapi Andrian dan Aditya segera menawarkan dirinya untuk pergi berkunjung ke tempat karena mereka memiliki beberapa hadiah permintaan maaf untuk dirinya, takutnya Korrina menganggap Indonesia sebagai negara yang sangat berbahaya dan menakutkan bagi dirinya.
Awalnya Korrina menolak karena ia lebih memilih untuk pulang dan mengerjakan beberapa tugas penting bersama Tech, tetapi Agfi dan Ophilia berhasil merubah pikiran Korrina sampai ia memberi kedua manusia itu kesempatan. Aditya merekomendasikan membawa mereka bertiga ke tempat tinggal-nya, mbah Sakti tidak bisa ikut karena dia sudah benar-benar terancam oleh Korrina.
Mbah Sakti saat ini sedang mengumpulkan dukun sebanyak-banyaknya untuk bisa membantu pada saat perang antar semesta nanti, Aditya dan Andrian segera terbang ke atas langit dan pergi menuju tuan mereka. Korrina tidak menyangka bahwa manusia bisa terbang tetapi ia tidak menghiraukan-nya karena ia segera mengikuti mereka berdua bersama dengan teman dan anak-nya.
Dengan kecepatan terbang mereka, menghabiskan beberapa menit untuk sampai di tempat kediaman Andrian. Tempatnya sangat ramai bahkan Korrina bisa melihat banyak sekali turis yang mampir di tempat itu, kedua matanya terbuka lebar ketika melihat semua bangunan yang ada di depan mata-nya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai, ini adalah tempat tinggal-ku... [Keraton Yogyakarta], ini tidak bisa disebut seperti tempat tinggal sih karena Keraton Yogyakarta ini adalah salah satu wisata yang bisa dibilang wajib untuk dikunjungi oleh Manusia." Ucap Andrian.
Beberapa pelayan mulai menghampiri Andrian dan membawa dirinya bersama mereka ke kamar-nya agar semua turis yang sedang mengunjungi tempat itu tidak menyerang Andrian dengan beberapa kertas agar mereka bisa diberi tanda tangan oleh dirinya yang saat ini menjadi pemilik dari Keraton Yogyakarta.
Korrina bisa melihat bahwa Andrian ini sangatlah kaya untuk memiliki sebuah bangunan unik dimana banyak sekali turis yang datang dan memanjakan mata mereka dengan melihat semua keunikan dari tempat wisata Keraton Yogyakarta, Korrina juga bahkan merasa terhibur karena mendengar suara alat musik yang cukup menarik perhatian-nya.
Mereka tiba di dalam kamar Andrian yang sangat luas dimana Korrina, Ophilia, dan Agfi tercengang melihat ruangan itu yang dipenuhi dengan barang-barang unik dan kuno. Perhatian Ophilia dan Agfi mulai teralihkan kepada pajangan kris yang menempel di seluruh tembok itu. Ruangan itu dipenuhi dengan emas serta motif yang terlihat cukup indah.
"H-Hebat..." Korrina tidak bisa mengatakan apapun, ia melihat sekeliling ruangan itu karena hal yang ia rasakan saat ini adalah kesenangan. Ini pertama kalinya ia melihat sesuatu yang sangat indah contohnya motif indah yang berada di setiap tembok.
"Motif yang kau lihat itu bernama [Batik]. Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahan-nya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan, hampir sama seperti motif sih." Andrian mulai menyuruh beberapa pelayan-nya untuk mengambilkan oleh-oleh untuk Korrina.
"Batik ini memiliki efek tersendiri, misalnya jika baju atau baju yang dikenakan untuk bertarung memiliki motif batik maka baju itu tidak akan pernah bisa hancur bahkan kotor. Motif batik itu akan memberi efek tambahan lain seperti kecepatan dan daya serangan kuat yang bertahan selama-nya." Ucap Aditya dimana ia mulai menunjukkan selendang yang ia gunakan memiliki motif batik yang sangat unik.
"Oi, jangan terlalu kasar. Nanti selendang-ku kusut." Ucap Aditya karena Korrina mulai meremas selendang itu dengan agresif sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat senang, seolah-olah itu terlihat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan yang ia mau.
"Sultan, ada perlu apa dari kami...?" Beberapa pelayan gadis masuk ke dalam ruangan itu dan memegang sebuah baju yang terlihat unik sampai memiliki aroma yang cukup wangi sampai menarik perhatian Korrina, ia segera melangkah menuju seluruh pelayan gadis itu sampai menyebabkan mereka semua jatuh.
"Apa yang kalian bawa...!?" Tanya Korrina dengan mata-nya yang terbinar-binar.
"Ughhhh... Pelan-pelan..." Ucap beberapa pelayan yang tidak bisa menahan dorongan yang dilepaskan oleh Korrina.
"Itu adalah baju tradisional yang digunakan oleh bangsa Indonesia, nama dari baju itu adalah [Kebaya] dan Kebaya itu sudah dipenuhi dengan motif batik yang mungkin kau sukai Korrina. Aku memberikan kebaya baru itu kepada-mu atas permintaan maaf mbah Sakti karena sudah membuat-mu ketakutan dan hampir saja merusak nama Indonesia." Andrian memberi kebaya itu kepada Korrina sebagai permintaan maaf.
__ADS_1
"Hehhh... Kita tidak mendapatkan apapun?" Tanya Ophilia.
"Tenang saja, aku akan memberikan-nya kepada kalian nanti." Andrian tersenyum dan beberapa pelayan gadis segera membawa-nya ke ruang ganti.
Beberapa menit kemudian, Korrina kembali masuk ke dalam ruangan itu dan penampilan-nya berubah sangat drastis. Yang tadinya ia terlihat cantik, tetapi ketika ia menggunakan kebaya itu kecantikan-nya mulai meningkat sampai melampaui batas. Seluruh orang yang berada di ruangan itu mulai merona dan tercengang melihat Korrina yang tiba-tiba terlihat sangat pantas menggunakan kebaya itu.
Rambut yang diikat disebelah kiri, kebaya yang terlihat sangat pantas untuk dirinya mampu untuk mereka semua tidak bisa mengeluarkan kata apapun. Korrina hanya bisa tersenyum dan merasakan kenyamanan dari kebaya tersebut serta ia bisa merasakan alirkan Mana yang berikan oleh motif batik itu.
"Hadiah ini... Aku akan memaafkan Sakti, terima kasih, Andrian. Aku sangat menyukai dengan baju kebaya buatan Indonesia itu." Korrina tersenyum sambil memejamkan kedua mata-nya.
"S-Sama-sama..." Jawab Andrian.
Agfi dan Ophilia segera mengalihkan pandangan mereka untuk melihat semua pajangan dan juga senjata tradisional Indonesia yaitu [Kris]. Andrian dan Aditya juga mulai saling berunding, membicarakan tentang perang antar semesta itu yang sebentar lagi akan datang. Mereka pernah mendengar bahwa perang antar semesta itu menyebabkan kehancuran yang tinggi.
Mereka semua mencoba untuk tidak merasa terpesona dengan penampilan baru Korrina yang sangat cocok untuk dirinya.
"Sepertinya bangsa Legenda ini benar-benar aman untuk kita ajak kerja sama, mereka memiliki ciri mereka masing-masing. Dengan kekuatan pasukan Indonesia bersama bangsa Legenda bekerja sama maka bangsa Iblis itu tidak akan pernah bisa merasakan arti dari kemenangan lagi..." Ucap Aditya.
"Kau benar juga, bukan hanya Legenda saja yang akan kita ajak kerja sama karena Korrina ini sempat terkenal di seluruh alam semesta, bahkan aku pernah mendengar tentang dirinya dari berita dan koran bahwa dia sudah membunuh ratusan dewa-dewi serta menghentikan segala ancaman yang ada di Touri, itu artinya dia mengenal banyak sekali ras yang dapat membantu pihak kebenaran untuk memenangkan perang." Ucap Andrian.
Mereka berdiskusi sebentar, Andrian mengalihkan pandangan-nya ke arah pintu masuk dan Korrina tiba-tiba hilang entah kemana.
"Loh..." Andrian menaikkan alis-nya.
__ADS_1
"...Kok ilang!?"